![Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0](https://asset.asean.biz.id/planet---war-of-k-m-xgsp-m4221--locked-oso-0.webp)
Pertarungan sengit antara Jenderal Besar Woon dan Alta, menghiasi langit malam [A327]. U yang sesekali membantu Jenderalnya, tetapi saat Sirius muncul, Pria keren itu fokus menembaki Monster ungu itu.
“Tch. Shi,” decak kesal Jenderal Besar Woon―dia terus terdorong mundur oleh Monster es. “Kenapa kau tidak membantuku?”
“Shi .... Abaikan saja Monster ungu itu.” Jenderal Besar Benua [2] itu membacokkan Kapak hitam-merahnya secara vertikal. “Ia sama sekali tidak akan berani mendekat!”
*Bruuk!!*
Bentrokan dua Energy besar menyebar, yang berasal dari Kapak hitam-merah terang, dengan dua Sword Ice Alta yang ia silangkan.
Namun, meski Jenderal Besar Woon yang menyerang, dia mundur-tersentak beberapa langkah ke belakang.
“Hanya itu yang kau punya?” tanya Monster es di hadapan Pria paruh baya berkulit hitam itu. “Ternak bodoh?”
Alta mengibaskan Sword Ice digenggaman tangan kanannya, sambil menyeringai lebar, memprofokasi Jenderal Besar Woon.
U yang terus menembaki Sirius berkata, “Anda sudah pasti menang, Jenderal.” Lanjutnya, sambil mengganti batch peluru Rifle-nya. “Untuk apa aku membuang batch peluruku lagi? Berhentilah berakting dan habisi Monster bodoh itu.”
Pria keren itu kemudian berdiri, sambil menyandangkan Rifle-nya―dia akan berpindah posisi.
“Dan ‘mereka’ semua juga telah berkumpul, kan?” lanjut U berkata, “Anda menunggu apa lagi, Jenderal?”
Alta mengerutkan keningnya saat ia mendengar perkataan U―ia menyadari ada sesuatu yang salah.
“Apakah aku harus mundur?” gumam Monster es itu. Kemudian ia menatap U yang berlari menuju ke arah utara. Dan Alta pun tersenyum saat menatap Jenderal Pongahar, serta Jenderal Perse yang telah menghilang di hadapannya.
“Tapi ... jika aku menangkap Sirius sekarang, pasti akan sangat merepotkan,” lanjut Alta bergumam, sambil menoleh ke belakang, di mana Monster ungu sedang menatap tajam Jenderal Besar Woon.
Jenderal Besar Woon menyeringai lebar, setelah mendengar perkataan U.
“Hahaha....” Jenderal Besar Benua [2] itu tertawa terbahak-bahak, dan berkata, “Yah ... mari kita akhiri pertempuran ini dengan satu pukulan.”
Kemudian, Pria paruh baya berkulit hitam itu menyandangkan Kapak bergagang hitam, berbilah gandanya pada punggunya, lalu dia mengangkat kedua lengannya. Dengan tubuh sebesar beruang alaska, Jenderal Besar Woon langsung memancarkan Energy berbentuk api oranye yang sangat besar.
“Apa?!” seru Mark yang tidak jauh dari Jenderal Besar Benua [2] itu. “Sial. Orang tua itu ingin membunuh kita, hah?”
“Kita harus cepat-cepat pergi dari sini!!” desak Mark, sambil menoleh ke belakang.
Gadis manis di belakang Mark, mengerutkan kening, dan membantah, “Tapi, Mark ....”
“Pokoknya kita harus menjauh―” desak Mark, terpotong saat ia menoleh ke arah utara, di mana U sedang berlari tergesa-gesa. “Kita kejar Pria keren itu sekarang!”
Mark langsung berlari menjauhi Jenderal Besar Benua [2], dan ia langsung mengejar U.
“Jadi, kita tidak akan menyelamatkan Sirius?” tanya Elk yang berlari berdampingan dengan Mark.
Mark menjawab, sambil mengerutkan kening, menatap tajam U tidak jauh di depannya, “Ada yang lebih penting sekarang. Pria keren itu pasti akan menggoda manis―” Ia membantah perkataannya sendiri, “Maksudku. Sebelum kalian ingin menyelamatkan seseorang, pastikanlah keselamatan kalian sendiri terlebih dulu!”
“Pastinya kita harus menjauhi wilayah penyebaran Energy Orang Tua itu!” tambah Mark, menoleh dan mengertukan keningnya, menatap tajam Jenderal Besar Benua [2] di belakangnya.
Mark, Elk, Litz. dan Jego terus berlari menuju ke tempat di mana U akan tuju.
Lalu, Sirius yang dengan mudahnya menghindari semua lintasan tembakan U. Ia bernapas lega dalam hatinya sambil menatap sudut kiri atasnya:
<<<<<<——— data-tomark-pass data-tomark-pass >>>>>>
「+H: 102TE%」
「+En: 37 xso/e%」
<<<<<<——— data-tomark-pass data-tomark-pass >>>>>>
Dengan beberapa peluru menggores tubuh Monster ungu yang mengeram: Grrr!!
Untung aku masih menghindar, huh.
Namun, Jenderal Besar Woon dengan cepat menyebarkan Energy berapi oranye di tubuhnya―Kobaran api oranye yang terus menyebar membentuk lingkaran ke sekitarnya; dengan diameter lingkaran membesar sangat cepat.
Sial! Apa lagi itu!?
Hey―Aku!! Cepat pergi dari sini!!
__ADS_1
Sirius yang dalam hatinya panik, tetapi ia tetap mengeram dengan nada monster: Grrraaa- Grr ...!!!
Monster ungu itu menatap Monster es yang akan kabur, tetapi ia tiba-tiba langsung berhenti bergerak, dan menjerit, “Apa ini!?”
Energy yang dipancarkan Jenderal Besar Woon, langsung mengikat Alta, dan ia dengan sangat cepat menyebar ke sekitarnya. [RbX-M2314] yang terus mendekati Jenderal Besar Benua [2], serta Komandan Pria paruh baya, yang mereka ber-dua langsung berhenti bergerak.
Kemudian Pria paruh baya musuh itu berteriak, “Tuan Muda ...!!”
Semua musuh yang terikat Energy kobaran api oranye Jenderal Besar Woon, tidak bisa bergerak, sampai-sampai Esih pun tak bisa bergerak―terikat Energy oranye Jenderal Besar Benua [2] itu.
Mark, Elk, Litz. dan Jego yang menuju ke tempat dituju U, tiba-tiba mereka ber-empat berhenti bergerak.
“Sial!” umpat Mark. “Kita kurang cepat, huh.”
“Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?” tanya Elk.
“Apa kita akan mati?!” pekik Litz.
Jego yang berada di belakang Gadis manis itu mulai tertawa, “Hahaha.... Kukira kita tidak akan mati begitu saja. Gahaha-hahaha, hahaha....” Lelaki berkepala plontos itu terus tertawa, setelah melihat tempat yang akan dituju U.
“Ya, ya. Kau sudah tahu―dan berhenti tertawa!” desak Mark, mengerutkan keningnya. “Padahal bagus dari tadi kau diam-kelelahan, cih.”
Tetapi, Lelaki kekar itu terus tertawa terbahak-bahak.
Lalu Gadis manis berambut hitam dikucir kuda tiba-tiba menoleh, menatap Sirius yang berlari-menghilang menjadi kabut ungu, terus mendekati Jenderal Besar Woon.
“Hei―Monster ungu itu malah menerjang Jenderal Besar!” seru Litz.
Sirius yang berlari sambil terus menghilang-muncul―ia terus berpindah-pindah tempat.
Namun, di dalam hati Monster ungu itu terus menjerit.
Aku mau kemana?!
Jika aku bisa berpindah tempat. Cepatlah menjauh darinya ...!!
Monster ungu yang terus mendekati Jenderal Besar Woon. Lalu, ia berada tepat di hadapan Pria paruh baya berkulit hitam yang sedang menitikberatkan Energy pada kedua lengannya itu.
Sirius melesat maju, menyerang Jenderal Besar Benua [2] di hadapannya. Namun, Jenderal Besar Woon langsung menangkap wajah Monster ungu di hadapannya―dia menggenggam erat wajah monster Sirius; dan tubuh monster Sirius terus menggeliat serta menyerang Jenderal Besar Woon. Ia menghantam Pria paruh baya berkulit hitam itu, tetapi Jederal Besar Woon tidak bergeming sedikit pun―dia tetap berdiri tegap, sambil mempererat genggamannya, dan membentak, “Diamlah!!”
Jenderal Besar Woon langsung menghantamkan kepala Sirius ke tanah, dengan sangat kuat.
“Bught!!!”
Kepala monster Sirius tertancap ke dalam tanah. Kemudian Jenderal Besar Woon langsung menyeret ke depan; dan melempar Monster ungu itu ke depan.
Sirius yang dilempar Jenderal Besar Benua [2] itu, langsung berguling-guling dan tiba-tiba berhenti, lalu terbaring terlentang―ia tidak bisa bergerak sedikit pun, dengan gigi tajam berbentuk gergaji dan wajahnya berlumuran darah, ia terus mengeram: Grrraa!!!
Sial. Aku akan mati?
Tapi ... Apa yang terjadi?!
Monster ungu itu menatap pemberitahuan aneh yang tiba-tiba terpampang di hadapannya:
「Congratulation Capt.」
「Installing―Upgrade System」
「Keep Waiting ...」
「. . .」
“Sial. Kau mengigitku?” gerutu Jenderal Besar Woon, menatap tangan kirinya yang terluka.
Jenderal Besar Woon yang tergigit telapak tangan kirinya―dia sedikit jengah, sambil merepalkan rahangnya, berkata, “Yah ... selamat tinggal, dan matilah .... Monster-monster bodoh!”
Lalu, Pria paruh baya berkulit hitam itu langsung merepalkan tangannya, dan dia langsung menghantamkannya ke bawah dengan sangat kuat.
Robekan ‘ruang’ di atas langit dengan sangat cepat, ia langsung merobek udara. Lalu robekan ‘ruang' tersebut mengeluarkan Meteor berbentuk kepala serigala, dengan dua taring di rahang tajamnya, disertai kobaran api abu-abu pekat mengitarinya.
Meteor besar dengan ukuran sepertiga [A327], dan ia menutupi kepala Giant-Grey di luar kubah-aurora.
__ADS_1
Taring tajam Meteor berkepala serigala itu langsung terjun ke bawah. Seolah-olah ia akan melahap semua orang di bawahnya.
“Tuan Muda!!” jerit Komandan Pria paruh baya musuh.
Alta bergumam, sambil melirik ke atas, “Sial.”
Sirius yang terbaring tak bisa bergerak. “Ah!” Dan ia hanya bisa menatap Meteor besar berbentuk kepala serigala berwarna hitam, dengan kabut abu-abu menyertainya, yang menuju tepat ke arahnya. “Aku sekarang bisa bicara?!”
Lalu, suara pemberitahuan system mengiringi seruan Sirius, “Tapi percuma juga aku bisa―”
*Ping!*
「Installing new system complete」
「(New) Moly system has been installed」
Siapa itu Moly?!
Sirius tercengang, menatap panel karakter yang muncul, terpampang di hadapannya secara berurutan―ia menatap panel tersebut, serta Meteor dengan bentuk kepala serigala yang terus membesar, menuju tepat ke arahnya:
「Name: Sirius」
「Species: ꝶꜳᵴᵵ」
「(New) Str: 5 (+)(-)」
「(New) Agi: 5 (+)(-)」
「(New) +En: 5T% (+)(-)」
「(New)Faction: ???」
「(New) Ap: 0 ― Sp: 0」
Dan kemudian Sirius pun mengabaikan hal lainnya, menutup mata sambil menghela napas pasrah, dan bergumam, “Apa pun itu, aku akan tetap mati, huh ....”
「You are Level Up!」
. . .
Meteor berbentuk wajah serigala dengan dua taringnya, langsung menghantam tanah dan menggetarkan seluruh wilayah [A327] sampai ke sekitarnya. Seolah-olah ada gempa bumi besar―sampai-sampai Giant-Grey di luar kubah-aurora―yang ia akan menghantam kepalan tinju besarnya ke bawah, tersandung ke belakang.
Namun, suara System di telinga Sirius tidak berhenti. “Apa!?”
Mengiringi suara seruan Sirius dan suara deru hantaman Meteor Besar di atasnya, suara system mekanisme seorang wanita semakin jelas, dan terpampang jelas juga di hadapannya berupa:
「(New) Level: 0」
◊◊◊◊
****
[Arc/Part.0]
[“Human”]
[... End,]
. . .
「{Terimakasih banyak kepada para Pembaca Hebat} 」
「{Yang telah rela membuang sedikit waktu hidupnya}」
「{Untuk membaca cerita perangku ini ...,}」
「{Sungguh …}」
「Thank you Very much」
***
__ADS_1
MA-YONG [It's Keep Silent Reader]