![Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0](https://asset.asean.biz.id/planet---war-of-k-m-xgsp-m4221--locked-oso-0.webp)
Gadis manis dengan rambut hitam dikucir kuda, terus ditatap oleh Wanita bermata hijau terang, yang dia mulai gugup, panik, dan Litz. pun gelagapan berkata, “Aku ... itu―a-aku. Aku-aku ....”
Litz. menundukan kepalanya―dia merasa bersalah, sambil menciutkan lehernya seperti kura-kura. Tidak ada seorang pun yang tidak takut, saat ditatap dengan tatapan tajam mata hijau Elk.
Lalu Gadis manis itu mencoba untuk tenang, dengan menarik napas panjang, kemudian terbatuk ringan, dan berkata, “Emm ... Ayolah ....” Litz. memalingkan muka sambil mengerucutkan bibirnya. “Elk, mukamu itu menakutkan. Sebab itu .... Mark, enggak pernah suka padamu.” Dia mendongak, menatap tajam Wanita berambut hitam sebahu di depannya yang perlahan berdiri.
Litz. pun mengikutinya berdiri dengan tempo yang sama, sambil membusungkan dadanya―dengan percaya diri penuh.
“Apa katamu?” tanya Elk, menatap tajam Gadis manis di depannya. “Kamu mulai berani sekarang, hah, Gadis kecil?” Wanita cantik itu mendesah keras sambil menyilangkan kedua lengannya.
“Aku tantang kamu mengatakan itu sekali lagi,” desak Elk, sambil mengangkat dagunya, melirik ke bawah, dan menatap tajam Gadis manis di depannya.
“Oke-oke. Aku salah!!” bantah Litz. sambil langsung mendongakkan kepalanya, dan menatap balik Wanita cantik di depannya. “Aku tahu ... aku salah.” Gadis manis itu tiba-tiba berkata dengan lirih, sambil menundukkan.
Gadis manis itu tidak setinggi Elk, dia berperawakan gadis remaja pada umumnya, dengan tinggi rata-rata orang Asia―tetapi Litz. sangat imut.
Gadis manis itu menatap tajam Elk, sambil menaikan dagunya, berkata, “Tapi, aku nggak bermaksud untuk ....”
Namun, tubuh Litz. tiba-tiba bergetar sedikit―dia ketakutan, dan dia pun langsung memalingkan wajahnya.
Wanita berambut hitam sebahu dengan tinggi semampai bak model Eropa, yang terus menatap tajam Gadis manis di hadapannya, dia kemudian menoleh ke belakang, melirik hutan rimbun di mana para penembak jitu berada, dan tiba-tiba Wanita tersebut mengerutkan kening.
Lalu, Wanita itu mengalihkan pandangannya kembali kepada Gadis manis di hadapannya. Elk kemudian mengedutkan bibirnya―tidak tega melihat Gadis manis yang masih ketakutan―hanya karena tatapannya.
Kemudian dia menatap tajam ke depan―ke belakang Litz. yang terdapat gumpalan salju yang terhempas, seperti badai salju yang seluruhnya menutupi medan perang cukup jauh di hadapannya―yang ia perlahan menuju ke arah mereka ber-dua.
“Terserah,” kata Elk, mengalihkan pandangannya lagi, menatap ke arah hutan rimbun, di mana para penembak jitu berada, “Kita harus cepat-cepat pergi dari sini.” Dia kemudian menatap Litz. di depannya kembali, dan lanjut bertanya, “Kau sudah bisa berlari kan, Gadis kecil?”
Litz. menggangguk cepat.
Dan mereka ber-dua pun langsung berlari sangat cepat, menuju ke arah Mark serta para penembak jitu lainnya berada.
“Tapi jangan pernah perpikir, dan berprilaku merepotkan seperti tadi lagi,” tuntut Elk, menoleh ke belakang, menatap tajam Gadis manis yang berlari mengikutinya―sambil melirik gumpalan salju yang terhempas angin sangat kencang―tepat berada di belakang Litz. dan ia terus mengejar mereka ber-dua.
__ADS_1
Dengan ganasnya badai salju, sampai-sampai membekukan tanah, pepohonan, bahkan [RbX-M2314]: Robot sebesar gedung dua puluh lantai, yang tubuh bagian bawahnya terus membeku; dengan pembekuan yang terus menjalar ke atas tubuhnya. Lalu badai salju itu perlahan membumbung tinggi ke atas langit.
“Ukir perkataanku itu di dalam kepalamu, Gadis kecil,” tambah Elk mengerutkan kening, dan kembali menatap ke depan. “Kita harus segera pergi dari wilayah ini.”
Gadis manis itu menundukan kepala, sambil menggigit bibirnya, berkata, ”Iya .... Aku tahu, kok,” dia kemudian terisak, dengan sedikit air mata menggenang di kedua mata abu-abunya, “Aku tahu, aku salah, tapi ....”
“Kata Mark, kita harus menyelamatkan Monster ungu itu, kan?” tanya Litz. sambil menatap punggung Wanita di depannya, dengan tatapan heran, “Apa kamu lupa, Elk?”
“Cih, Gadis kecil ....” jawab Elk, dan mencibir, “Aku selalu bilang: saat bersamaku, jangan pernah sebut-sebut Pria bodoh itu!”
Lalu Wanita berambut hitam sebahu di depan Litz. memperlambat laju larinya, “Juga, kau masih saja tidak berubah,” tambahnya, sambil menyesuaikan kecepatan larinya dengan Gadis manis itu, dan dia lanjut berkata, “Gadis kecil, kau tidak perlu selalu menangis hanya karena hal-hal kecil.” Elk menepuk punggung Litz. cukup kuat. “Dan kau jangan mau menjadi wanita lemah, seperti seperti Sez.”
“Aku enggak nangis ...!!” bantah Litz. sambil mengusap air mata dengan kedua tangannya. Tetapi dia masih terisak.
“Aku benar-benar nggak nangis.”
“Haha....” Elk tertawa lepas, melihat tingkah laku Gadis manis itu. “Kau sudah tahu, bukan? Gadis kecil .... Pria bodoh itu,” dia kemudian mengalihkan pandangannya ke depan, di mana hutan rimbun dengan Pohon-pohon serta rerumputan berbagai ukuran, tidak jauh di depan mereka ber-dua, “tidak suka gadis cengeng.”
Litz. mengerutkan kening, menatap Elk di sampingnya, dengan tatapan tidak percaya, berkata, “Haahhh~ .... Benarkah? Aku nggak tahu itu!” dan dia terus berlari sambil menyentuh dagunya―berpikir. Dia pun menyadari sesuatu, kemudian lanjut bertanya, “Tapi kenapa Mark tergila-gila pada Kakaku?!”
Gadis manis itu menatap tajam Wanita yang berlari berdampingan bersamanya, dengan tatapan curiga.
Elk menaikkan sudut bibir serta satu alisnya, ymenatap Litz. di sampingnya, dengan tatapan aneh. “Yah .... Itu ... karena masalah keluarga .... Kau juga sudah tahu, kan? Ayah Mark itu, ialah salah satu dari Shadow Demon terkuat, yang merupakan pemimpin para―” Dia memutar matanya dengan acuh. “Yah, seperti itulah ....”
“Mark hanya ingin menyelamatkan kakakmu―” Elk berhenti berkata, sambil mengayunkan tangannya ke samping secara acuh, dan dia lanjut berkata sambil tersenyum misterius, “Emm .... Sudahlah, itu urusan orang dewasa juga.”
Wanita cantik berambut sebahu itu kemudian menepuk rambut Gadis manis di sampingnya, sambil mengalihkan pandangannya ke depan.
“Hei!! Selesaikan perkataanmu, Elk, ih ....” tuntut Litz. dengan wajah penasaran. “Aku mau tahu, menyelamatkan apa itu―” dan dia terpotong oleh Wanita di sampingnya yang kembali berwajah serius.
“Gadis kecil,” kata Elk menutup matanya, menggelengkan kepala, dan dengan wajah sangat serius, dia langsung menengok, sambil membuka matanya, menatap tajam Litz. di sampingnya, “Apa yang harus kamu lakukan itu, hanyalah latihan dan bertambah kuat.”
“Lupakan saja Pria bodoh itu!” desak Wanita itu sambil mengedutkan bibirnya.
__ADS_1
“Enggak mau!” bantah Litz. sambil menjulurkan lidahnya, “Bukankah kau juga suka padanya, Elk?” dan dia menggelembungkan pipinya. “Emang kamu nggak apa-apa? Kalau Mark sama kakakku?”
Namun, Elk hanya tertawa misterius, dan dia tidak memerah saat menghadapi Gadis manis di sampingnya. “Hahaha, yah, apa pun itu. Kita ... sebagai prajurit garis depan,” dia menggangkat alisnya, “hanya bisa mengesampingkan hal-hal itu terlebih dulu.”
“Bukankah kau juga ingin membentuk keluarga,” kata Litz. menatap Elk, dengan tatapan heran, “seperti wanita lainnya?” lanjut Gadis manis itu bertanya, sambil menggenggam tinju di depan dadanya, dan menutup kedua matanya, seperti dia sedang berharap sesuatu, “Kau tahu kan, semua wanita juga mempunyai impian seperti itu.” Kemudian dia merona dan menggelengkan kepalanya.
“Selama masih ada 'Mereka' dan Matahari,” jawab Elk mengerutkan keningnya, “kita tidak pernah bisa ... hidup damai.” Kemudian, dia menoleh ke belakang, di mana badai salju yang sangat ganas, mendekati mereka ber-dua dengan sangat cepat, dan dia lanjut berkata, “Untuk sekarang, kita menjauhi itu dulu.” Elk menyimpan belati digenggamnya.
“Emm.... Ya, kukira,” bantah Litz. dengan nada halus, “bukan matahari yang salah sih. Tapi .... Energy aneh yang menyelimutinya, bukan?” dan dia menatap Wanita di sampingnya, masih dengan tatapan hangat.
Tetapi, Elk tak terlihat setuju dan tidak senang, sambil mengerutkan keningnya, langsung mengabaikan Gadis manis itu, dan mempercepat laju larinya.
Litz. tidak memperhatikan eskpresi Elk, Gadis itu hanya menatap ke depan, di mana Pohon besar yang tidak jauh lagi darinya. “Kapan, ya,” gumamnya sambil menatap punggung Elk, “aku bisa menjadi wanita dewasa dan kuat sepertimu ....”
Mereka ber-dua pun sampai di hadapan Pohon sangat besar, juga sangat tinggi, yang di mana para Unit Sniper sedang bertengger di dahan-dahan Pohon, tepat berada di atas Gadis manis dan Wanita cantik berambut hitam sebahu itu. Lalu mereka langsung melewati Pohon tersebut, dan memasuki hutan rimbun.
**
Monster ungu yang berada di dalam ganasnya badai salju, masih berdiri tegap dengan ekor serta kedua kakinya, seperti menancap kedalam tanah. Ia tidak bergeming sedikit pun, oleh dinginnya udara yang keluar dari ‘ruang’ tipis berada tepat di atasnya.
Sirius dengan kedua sclera matanya berwarna putih, dan bola mata ungunya, menatap tajam ‘ruang’ tipis ditebas oleh Alta.
Lalu, suara parau Monster es itu terdengar; seperti suara tersebut berada tepat di samping telinga Sirius, “Kamu mencintainya?” tanya Monster es dengan nada monster. Dan Sirius langsung waspada, sambil menghempaskan ekornya, ke asal suara tersebut.
Tetapi tidak terjadi apa pun, dengan suara Monster es yang lanjut berkata, “Itu benar-benar lelucon ....” Dan ia berseru dengan jeritan kesal seorang Monster, “Aku tidak pernah setuju! Keluarga kita pun tidak akan pernah menyetujuinya!”
Lalu, Alta tiba-tiba berkata dengan lirih, penuh kesedihan, “Sayangnya ia sudah―”
Suara Monster es terputus oleh Sirius yang berkata, “Aku ingin memberitahumu, bahwa Sasha masih hidup.” Monster ungu itu mendongak, menatap asal angin kencang badai salju, dengan tatapan keyakinan penuh.
“Apa?!”
***
__ADS_1