Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0

Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0
[B1-60'] (3') Tiga Aksen (3')


__ADS_3

Mark menatap tajam Gadis di hadapannya. Lalu, Gadis itu menurunkan kedua tangannya―dia sebelumnya masih memeluk bahunya sendiri; dengan kedua tangan Gadis manis itu mengenakan [PK-T3432]; berbentuk hand protector karate berwarna pink, dengan sirquit rumit mengitarinya.


“Mmhmm, ya, Pria itu juga menyukai kakak perempuanku, yaa ....” kata Gadis di hadapan Mark, dan dia memalingkan mukanya.


Mark hanya menaikkan sudut bibirnya kemudian berkata, “Haha.... kita kesampingkan itu dulu,” Pria itu tertawa sambil mengacak-ngacak rambut Gadis manis di depannya.


“Emh?! Kita kesampingkan aja ...?” tanya Gadis tersebut sambil menatap Mark, dengan satu mata berwarna abu-abunya―dia menutup satu matanya.


Mark hanya menatap Gadis manis di depannya dengan tatapan santai, sambil tersenyum tipis, kemudian ia tersenyum lebar dan berkata, “Aku akan ke atas.” Pria itu mendongak ke atas, kemudian ia mengambil ancang-ancang, dan langsung melompat.


Gadis itu berteriak, “Hei ...!!” Dia geram karena dua pertanyaan dia yang tidak dijawab oleh Mark.


Pria dengan sniper di punggunya itu langsung menggenggam dahan pohon terdekat, kemudian ia terus memanjat pohon.

__ADS_1


Mark diikuti oleh seorang Gadis di belakangnya. Gadis di belakang Mark, memanjat pohon dengan sangat gesit, dan dia berada tepat di belakang Mark.


Lalu, mereka ber-dua sampai di mana Ruth dan penembak jitu lainnya berada. Mereka semua sedang mempersiapkan sniper mereka, dan berbagai batch peluru serta kotaknya, yang batch tersebut berhamburan kesegala arah―akibat hempasan gelombang Energy, dan berbagai batch yang beramburan tersebut di susun kembali oleh Ruth.


Gadis manis itu menginjak dahan pohon cukup besar. Dia berada di tengah-tengah kawanan Pria sedang tengkurap―posisi menembak, dan mereka sedang diinstruksikan oleh Ruth. Dia melihat sekitarnya, dengan situsai yang tidak asing baginya. Lalu, Gadis tersebut yang mendekati Mark. Saat dia berada tepat di samping Mark, Gadis itu berseru, “Hei, Mark!” Dia menatap Pria yang tepat berada si sampingnya lanjut berkata, “Kau belum menjawab pertanyaanku sebelumnya.”


“Ya, ya,” kata Mark dengan ambigu, ia langsung dalam posisi menembak, dengan sniper-nya diletakan olehnya di tekukkan siku; Pria itu menekukkan sikunya ke depan; sniper-nya di atas sikunya, lalu Pria tersebut menjawab, “apa pun itu, kamu bisa langsung membantu Elk! Dia tidak jauh dari sini.” Mark langsung menembaki Alta yang terus menjauh―Komandan Lelaki Muda itu mencoba untuk mendekat ke arah Komandan Pria paruh baya―rekannya, yang Komandan Pria tersebut pun ditahan oleh Jenderal Moran dan Jenderal Sez.


Mark menoleh ke samping kanan di mana Gadis manis itu sedang cemberut, dan Gadis itu langsung menyilangkan kedua lengannya sambil memalingkan wajah.


Pria yang masih dalam posisi menembak itu berkata, “Yah ... jika kamu masuk ‘Unit Sniper’ sih bisa ... kenapa juga kamu tiba-tiba masuk Unit Pugulister,” Mark lanjut menembak, “juga ... bukankah Manis―maksudku, kakakmu menentang kamu untuk masuk Unit itu?” tanya Pria itu sambil melirik Gadis yang masih memalingkan mukanya.


Ruen berada di dahan pohon di depan Mark dan Gadis itu, dia mendengar keduanya berbicara sambil menatap dengan scope-nya, di mana Elk terus bertarung dengan Monster ungu di arah Timur.

__ADS_1


“Yah .... Kukira Elk sedang kewalahan,” kata Ruen sambil mengerutkan keningnya, dia khawatir, “bisakah kamu membantunya?” tanya Pemuda berambut silver itu, kemudian dia menoleh ke atas, di mana Gadis manis itu berada.


Kemudian Gadis tersebut melirik ke bawah, dan dia melihat Ruen menatapnya dengan penuh harap. Mereka langsung saling bertatapan, dengan mata tajam Gadis manis itu sambil mengerutkan keningnya. “Kamu siapa ...?” tanya Gadis tersebut dengan nada sangat dingin.


Pemuda itu langsung ketakutan melihat mata tajam berwarna abu-abu Gadis itu, dengan kedua mata yang seperti Gadis tersebut siap bertarung kapan saja.


Ruen langsung diam, dan dia kembali melanjutkan menembaki musuhnya.


“Jangan terlalu memarahi Pemuda itu,” kata Mark sambil mengganti batch peluru sniper-nya, “nanti wajah cantikmu menghilang.” Kemudian ia menaikan alisnya sambil menengok ke samping kanan, di mana Gadis manis itu menatap balik. “Jika kamu terus cemberut seperti itu terus.”


Lalu, Pria dengan gogglescope di lehernya itu tersenyum tipis, sambil memasang batch pelurunya.


***

__ADS_1


__ADS_2