Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0

Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0
[B1-37] Pertahanan terakhir VI


__ADS_3

Mereka ber-lima bersiap untuk gelombang serangan berikutnya, sambil meregangkan tubuh mereka. Lalu, seorang Sappoter Pria dari arah Garis Depan, datang menghampiri Jenderal Moran yang sangat bersemangat, sedang mengambil ancang-ancang untuk melesat ke arah Garis Depan di belakang Sappoter Pria tersebut.


Ris datang membawa baju hijau jenderal utuh yang dia langsung berikan kepada Pria Tua berambut putih di hadapannya.


Jenderal Moran langsung memakai baju hijau jenderal tersebut dengan cepat, dan di punggung baju hijau yang berkibar, terdapat sebuah angka dan bertuliskan: [A327]B4


Dengan tulisan B4 berwarna emas beserta empat bintang emas kecil yang mengitari tulisan tersebut.


Jenderal Moran kemudian melesat dengan petir emas mengitari tubuhnya, langsung menyambar ke depan, menuju tepat ke arah di mana ‘sk’ dan 'data" para petarung sedang berbenturan, di satu sisi Garis Depan, di mana Robot sebesar gedung dua puluh lantai yang ditahan oleh manusia-manusia kecil, yang bahkan mereka tidak sebesar pintu gedung tersebut.


Diikuti dua bayangan hijau, biru dan hitam di belakang sambaran petir emas mengikutinya satu per satu, melesat cepat menuju ke arah yang sama.


Para Prajurit garis depan bertarung. Seolah-olah tanpa ada satu pun Prajurit yang merasa kelelahan. Adrenalin mereka berpacu beserta semangat tinggi tanpa mempedulikan rasa kelelahan, kesakitan ataupun jumlah Energy mereka gunakan.


Namun, sebenarnya mereka semua memiliki batas untuk penggunaan Energy, dan para Prajurit batalion yang tak henti-hentinya terjun menghantam tanah, dan hangus terlukapun terbatas pula untuk dipulikan oleh para Sappoter.


Strategi bergiliran atau rotasi digunakan untuk meminimalisir gugurnya Prajurit-prajurit, tanpa mengerahkan semua kekuatan serta seluruh jiwa raga mereka semua.


Dan memang sangat efektif untuk melawan kaum ‘mereka’ yang sangat kuat, bahkan mungkin terlalu kuat untuk umat manusia lawan.


Dua Komandan musuh tanpa sedikitpun rasa takut dan kelelahan, melawan empat batalion yang sudah hampir pada batas kekuatan serta Energy mereka. Berbagai "data" dua Komandan musuh itu gunakan. Deolah-olah Energy yang 'mereka' ber-dua miliki tidak ada habisnya.


Dan semakin matahari tenggelam, dua Komandan musuh yang melayang di atas langit itu menjadi semakin kuat, dan sebaliknya untuk empat batalion pertahanan.


Para manusia itu semakin lemah, dan mempercepat giliran rotasi bertarung serta mengurangi istirahat saat mereka yang terluka baru saja disembuhkan.


Para Prajurit yang baru saja disembuhkan oleh Sappoter sudah menunjukan wajah kelelahan mereka; dan keringat deras bercucuran di wajah serta tubuh mereka. Mereka semua bahkan tidak bisa mengambil napas sejenak untuk duduk beristirahat.


Salah satu Prajurit baru saja membuka mata. Dia bar saja disembuhkan oleh seorang Sappoter, tetapi dia langsung melesat cepat ke Garis Depan, hanya dengan satu tarikan napas. Terkad dan konsentrasi para manusia tidak pernah goyah sedikitpun untuk meraih kemenangan, meskipun tiga lawan mereka di ke dua sisi Medan Perang, sangat teramat kuat.

__ADS_1


Di hadapan Robot sebesar gedung dua puluh lantai, yang ia menembakkan roket-roket dari punggung besarnya, seperti mereka tiada habisnya.


Para Prajurit yang menggantikan Elk, Sirius serta Jenderal Moran, sudah mencapai batasnya. Padahal, mereka semua berjumlah seratus kali lipat dari mereka ber-tiga, ditambah rotasi bergantian selama dua tarikan napas.


Para Sappoter tak kasat mata yang tersebar di berbagai tempat, sibuk mengangkut Prajurit-prajurit yang selamat. Mereka tetap mengankutnya, sekalipun hanya tinggal tersisa napasnya saja.


Para Sappoter yang mengangkut Prajurit-prajurit terbaring tak sadarkan diri di tanah, dengan sangat cepat mereka menyentuh punggung Prajurit tersebut, lalu mengalirkan Energy hijau transparan. Dan Energy tersebut langsung menyelmuti para Prajurit terluka itu.


Tubuh para Prajurit tersebut tiba-tiba menjadi tak kasat mata, yang kemudian para Sappoter itu melesat dengan sangat cepat ke belakang Medan Perang. Mereka semua menuju ke arah di mana regu penyembuh yang tak henti-hentinya sedang menyembuhkan.


Satu orang Prajurit Pria dengan wajahnya sangat pucat, dan pandangannya pun sudah sangat kabur. Tetapi dia terus menembakkan api menggunakan kedua lengannya satu per satu kepada roket-roket yang menyerang para Sappoter tak kasat mata.


Meski para Sappoter menjadi tak kasat mata, [RbX-M2314] masih bisa memindai mereka menggunakan Energy, yang ia sebarkan dengan radius sampai 1 mil jauhnya.


Dengan tanpa adanya Mark, Sirius dan Elk serta Jenderal Moran di Garis Depan, banyak Sappoter-sappoter yang berguguran.


“Ah ...!?” seru Prajurit Pria itu, mengerutkan keningnya. Dia menyadari bahwa serangannya meleset, karena tidak ada suara benturan Energy dan ledakan di depannya, meskipun Prajurit itu tidak bisa melihat.


Roket-roket melesat dengan cepat menuju ke arah Prajurit Pria itu, serta Sappoter yang berlari sambil mengangkut seorang Prajurit yang sedang terluka.


Prajurit yang menembakan api pun sudah tidak bisa melihat. Dia hanya bisa mundur beberapa langkah ke belakang, kelelahan.


Prajurit itu pun tersandung ke belakang dan duduk sambil mendongak, menatap ke atas. Dan dia dengan tepat, melihat ke arah mata Robot bermata biru dengan kilatan listrik korslet berwarna biru di hadapannya. Lalu satu roket melesat cepat menuju tepat ke wajah Prajurit Pria itu.


¤bom!!¤


Perlahan, Prajurit Pria itu melihat titik cahaya biru terang, lalu sebuah perisai kobaran api biru laut terpampang di hadapannya. Perisai yang melindungi semua roket yang menyerang Prajurit Pria itu, serta para Sappoter di seluruh penjuru Medan Perang.


“Jenderal Sez. telah bangun ...?!” seru para Prajurit di garis depan dengan serempak.

__ADS_1


Tanpa membuat mereka berpikir dan bahagia sejenak, sebuah sambaran petir sudah tiba tepat hadapan kepala besar Robot dengan kobaran api merah darah setengah wajahnya. Lalu Kepalan Tinju kobaran api emas besar yang langsung menghantam kepala Robot itu.


Seorang Pria Tua melayang di udara, dengan kepalan tinju Energy emas yang dengan telak menghantam kepala besar Robot di hadapannya.


Jenderal Moran langsung menggunakan pijakan wajah Robot rusak di hadapannya, dan melesat terjun ke bawah; dia terjun menuju Perisai Biru yang tak jauh di sekitarnya, dan ia dijadikan piajakan Pria Tua itu selanjutnya, untuk kembali menyerang Robot sebesar gedung dua puluh lantai, di hadapan semua orang di seluruh penjuru lorong Medan Perang.


Dengan sekali pijak, Perisai Biru itu langsung hancur berkeping-keping sambil mengirim Jenderal Moran terbang, dan melesat ke arah kepala Robot sebesar rumah kecil. Dengan setengah wajah Robot tersebut terdapat sirquit rumit berwarna biru serta mata kiri yang hangus menghitam.


Sambaran demi sambaran petir emas terus mengarah tepat ke arah kepala [RbX-M2314] yang dengan mudahnya ia menghindarinya. Namun, Jenderal Moran tidak gegabah langsung menitikberatkan Energy pada tangan kanannya, untuk membuat Kepalan Tinju kobaran api emas secara sembrono.


Dengan informasi samar bahwa Robot di hadapannya memiliki A.I. (Artificial Intelligence) tinggi, Pria tua itu pasti akan menunggu momen tepat untuk menghantam kembali kepala Robot. Diikuti Elk dan Sirius di bawah Jenderal Moran, melakukan hal yang sama dengan tubuh mereka ber-dua dibaluti bayangan hijau.


[RbX-M2314] terus mengindari serangan mereka ber-tiga dengan mudahnya. Tetapi dengan adanya Mark dan Jenderal Sez. di belakang mereka ber-tiga, serangan Robot dengan kobaran api merah darah di hadapan mereka semua, sama sekali tidak berguna.


Semua roket yang langsung hancur ditembaki Mark dan Ruen di sampingnya, mereka ber-dua sangat serius serta fokus di atas Batu Besar yang cukup jauh di belakang wilayah Garis Depan.


Mereka ber-dua, bersama para Penembak Jitu lainnya terus menembaki semua roket, yang baru saja muncul jauh di hadapan mereka. Dan hempasan senjata silver besar dengan moncong diamon di tangan Robot itu pun dengan mudahnya dihentikan oleh Jenderal Sez.


Lengan Wanita mengenakan kacamata bulat itu berubah menjadi Tangan Naga kobaran api biru, yang dia arahkan ke samping [RbX-M2314] cukup jauh di hadapannya.


Robekan ‘ruang’ muncul tepat di samping kanan Robot Besar yang berada cukup jauh di hadapan Jenderal Sez. dengan robekan tersebut sebesar Robot di sampingnya. Lalu, muncul Telapak Tangan Naga berapi biru besar yang langsung menggenggam seluruh tubuh Robot, serta menghentikan serangan hempasan senjatanya.


Wanita mengenakan jaket Mark; jaket yang berwarna hitam itu berkobar terterpa angin, dengan wajah cantiknya sangat serius, memperhatikan seluruh situasi di kedua sisi Medan Perang.


Dan di balik kacamata bulat Wanita cantik itu, terdapat sorot mata tajam yang terus bergonta-ganti pandangan dengan sangat cepat ke kedua arah Medan Perang. Lalu, prisai-prisai kobaran api biru laut langsung muncul di segala arah langit dan darat Medan Perang.


Perisai-perisai tersebut langsung melindungi para Prajurit batalion di kedua sisi Medan Perang, tanpa melewatkan satupun Prajurit yang sedang dalam keadaan kritis, ketika mereka diserang kedua Komandan musuh ataupun semua roket melesat menargetkan mereka maupun para Sappoter yang pasti pertama ditargetkan oleh, 'mereka'.


¤¤¤

__ADS_1


__ADS_2