![Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0](https://asset.asean.biz.id/planet---war-of-k-m-xgsp-m4221--locked-oso-0.webp)
Ruen tengkurap dalam posisi menembak, sambil mendongakkan kepalanya ke samping kanan, melihat seorang Pria mengenakan kaos putih sedang berdiri tegap.
Mark yang berdiri sambil menggenggam erat sniper-nya, dalam posisi menembak.
“Hey, kau Pria bodoh!" teriak Elk, mengerutkan kening. "Kenapa kau berdiri!?”
Wanita cantik berambut hitam sebahu itu terus menyerang [RbX-M2314] bersama Sirius di sekitarnya, tak jauh darinya, serta Jenderal Moran yang tubuhnya dibaluti petir emas, terus menyambar ke atas, menuju tepat ke arah kepala besar Robot itu dari bawah, meskipun serangannya terus menerus dihindari oleh Robot Besar itu.
Suara teriakan Elk mengiringi suara tembakan peluru sniper Mark sambil berdiri tegap, dan lintasan berwarna oranye yang melesat super-cepat, langsung tepat mengenai salah satu roket yang menargetkan Jenderal Sez.
“Waaahh ... Dia bisa menembakkan sniper-nya sambil berdiri?” Ruen berdecak kagum, dan mengerutkan keningnya sambil melirik Mark di sampingnya, "Cih ... Itu sangat sulit."
Ruen yang tengkurap dalam posisi menembak, berkata, “Aku akan belajar setelah ini selesai," lanjutnya, "
Aku tidak akan kalah denganmu, Mark!”
Pemuda berambut siver itu berada di samping Pria yang berdiri sambil tersenyum lebar, menatap Jenderal Sez. yang jauh di hadapannya.
Elk yang menghindari semua roket di depannya, mulai geram. “Hey, jangan berhenti menembaki roket yang menargetkanku!"
Menujuk ke samping kiri bawah di mana Ruen berada, Mark menyipitkan matanya. “Hoh?! Apa kau tidak lihat? Kekasihmu ini melindungimu dengan segenap hatinya ...”
Pria mengenakan gogglescope di lehernyaitu melihat ke bawah, di mana Elk dibaluti bayangan hijau yang meselat kesana-kemari, dan berada tepat di hadapan Robot sebesar gedung dua puluh lantai yang dengan gesit menghindari serangan Wanita itu.
“Siapa yang kau bilang kekasih?! Bocah itu sama sekali tidak berguna!” teriak Elk yang sangat geram, menengok ke arah Mark, sambil mengerutkan alisnya.
“Huh?!” Ruen tertegun, sambil mengedutkan bibirnya. Tetapi dia terus menembak tanpa jeda.
Pemuda itu tengkurap dalam posisi menembak, di samping Mark yang berwajah gelap. Mereka ber-dua terus menembaki semua roket yang muncul dari punggung besar [RbX-M2314], tanpa jeda satu detik pun.
Mark hanya tersenyum santai menatap balik Wanita bermata hijau yang jauh di hadapannya, lalu ia kembali menembaki semua roket yang menargetkan Jenderal Sez.
“Kita kesampingkan itu dulu Elk," bantah Ruen, mengerutkan keningnya, dan sedikit marah saat dipanggil tidak berguna, meskipun oleh Wanita yang tidak lain adalah cinta pertamanya. "Aku hanya gagal sekali!!”
__ADS_1
Ruen dengan cepat mengganti batch peluru sniper-nya, dan langsung menembak kembali. “Apakah kamu tidak sadar roket itu semakin cepat ... dan itu semua mulai bisa menghindari tembakan kita?”
“Tapi Pria bodoh di sampingmu itu terlihat sangat mudah menembaki semua roket!!” bantah Elk yang terus meyerang kaki Robot sangat besar di depannya, yang sesekali serangan Wanita itu dengan mudahnya dihindari.
Mark yang terus menembak, melirik Ruen di bawah samping kirinya sedang tengkurap, dan mereka saling beratapan.
Pria mengenakan gogglescope di lehernya itu pun menaikan sudut bibirnya, sambil memutar bola matanya.
“Bagaimana hanya kau yang tidak bisa melakukan itu?” gerutu Elk mengerutkan bibirnya.
“Hanya aku," pekik Ruen, mengerutkan keningnya semakin dalam, tidak setuju. Dia merepalkan rahangnya bertambah marah, "yang tidak bisa?!”
“Jika kau tidak berguna seperti itu," lanjut Elk berkata, sambil mengerutkan keningnya, sangat kesal, "menjauhlah dariku.”
Elk kemudian melesat dengan bayangan hijau menyelimuti tubuhnya, seperti menjauh dari pandangan Pemuda berambut silver yang masih menembaki roket-roket menargetkan Wanita itu. “Aku tidak butuh bocah yang tidak berguna ....”
Mendengar perkataan Elk dengan nada suara yang sangat dingin, Ruen tertegun. Seolah-olah dia disambar petir, dan mematung tengkurap di tempat.
“Yah ... seharusnya jangan samakan kami dengan monster seperti Mark,” gumam seorang Penembak Jitu.
“Apa?!” bentak Elk, menengok ke arah Batu Besar di mana seorang Penembak Jitu itu berada.
“Tidak ... tidak ada apa-apa!” dalih Penembak Jitu itu, menggelengkan kepalanya, ketakutan, dan langsung diam.
Komandan muda yang melayang di udara, jauh di atas Prajurit garis depan yang ditembaki, dan diserang oleh berbagai ‘sk’.
Tetapi dengan mudahnya Komandan muda itu hindari.
Lalu, sambaran-sambaran listrik ungu keluar dari perisai listrik yang mengganggu para Prajurit yang akan menyerang.
Turun dengan perlahan dan dengan santainya ia sesekali menembakan Moteor kecil, yang muncuk di tangan kanannya. Ia langsung lemparkan Meteor kecil itu ke arah salah satu Prajurit pertahanan di sekitar Komandan muda.
Komandan muda yang melayang turun perlahan dengan terus menembaki Meteor kecil yang muncul di tangannya, seperti ia tiada habisnya.
__ADS_1
Lalu, terjunya beberapa Prajurit pertahanan yang terkena serangan Komandan muda itu, seperti pesawat jatuh dengan kepulan asap hitam tebal yang langsung menabrak tanah.
Para Sappoter tak kasat mata langsung melesat ke arah di mana para Prajurit garis depan terluka, tetapi masih hidup. Dan mereka angkut, langsung melesat kembali menuju ke bagian regu penembuh di belakang Garis Depan.
Para Pugulister di Garis Depan hanya bisa menggertakan gigi mereka, melirik rekan mereka terjun berguguran, dengan kepulan asap hitam mengitari tubuh mereka.
Tekad dan semangat mereka tidak berubah maupun goyah sedikit pun, untuk menerjang maju, menyerang kedua musuh yang tepat di hadapan mereka semua.
Komandan muda musuh tidak menargetkan para Komandan pertahanan lagi, ia mendekat perlahan kepada [RbX-M2314] yang terus di serang oleh Elk, Sirius, Jenderal Moran, dan sesekali diserang juga oleh Energy berbentuk Tinju Naga Biru yang dikeluarkan dari lengan kanan Jenderal Sez.
Robot sebesar gedung dua puluh lantai yang terhantam ke belakang, dan tiba-tiba Robot tersebut langsung melesat maju dengan bayangan merah darah menyelimuti seluruh tubuhnya, sangat cepat mendekati pintu dalam [A327].
Semua orang di Medan Perang tercengang, melebarkan mata mereka, dan langsung mencoba menahan [RbX-M2314].
Tetapi, Komandan muda sudah berada dekat dengan [RbX-M2314], dengan kedua telapak tangan Komandan muda itu di depannya yang ia bentuk lingkaran. Sebuah Meteor berapi merah cukup besar, perlahan-lahan muncul di robekan ‘ruang’ yang berada tepat di tengah lingkaran telapak tangannya.
Lalu Komandan muda musuh itu meregangkan lengannya, dengan Meteor berapi merah muncul di depan telapak tangannya. Meteor tersebut cukup besar dengan diameter menutupi seluruh tubuh Komandan muda yang mengendalikannya.
Berbagai ‘sk’ menyerang Komandan muda musuh untuk mengganggunya, tetapi langsung ditahan oleh Komandan Pria paruh baya dengan berbagai perisai listrik ungu, mengitari Komandan muda yang cukup jauh di sampingnya.
Komandan muda musuh itu langsung mendorong kuat kedua telapak tangannya, ke arah jalur yang akan dilalui oleh [RbX-M2314] tepat di bawahnya. Dan Meteor berapi merah langsung melesat dan menghantam tanah tak jauh dari tempat di mana Komandan muda tersebut melayang.
“Hahaha.... Kau tahu?" Komandan muda musuh yang melayang di udara, menyipitkan matanya, melihat ke bawah. Di mana gumpalan asap hitam membumbung tinggi ke atas langit, dan cahaya biru perlahan terlihat oleh semua orang yang melayang. "Itu percuma ....”
Sebuah Energy-shield biru melindungi semua orang di bawahnya, dengan Jenderal Sez. yang mengendalikan perisai Energy itu, mengerutkan keningnya, menahan rasa lelah.
Lalu tetesan keringat menetes di dahi Wanita mengenakan kacamata bulat itu, dengan kedua lengannya terbakar Energy kobaran api biru.
Meski dilindungi oleh Energy-shield berwarna biru yang dikendalikan Wanita tersebut, mereka semua yang berada di bawahnya tetap terhempas ke segala arah, akibat tabrakan dua Gelombang Energy ‘sk’ dan "data" yang cukup besar.
Tabrakan dua Gelombang cukup besar itu menghempaskan seluruh batu pijakan mereka semua; ia semua hancur berkeping-keping dan kepingan-kepingan batu itu pun terhempas juga.
¤¤¤
__ADS_1