Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0

Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0
[B1-63] Pencapaian?


__ADS_3

Alta mengerutkan kening sambil mengeluarkan pil dari jubah hitamnya. Pil es yang seukuran telapak tangan bayi manusia, berwarna putih dan diselimuti oleh kristal-kristal es, seperti pil tersebut seolah-olah dibakar kristal-kristal es―uap berwarna putih kristal-kristal es yang mengitari pil.


Jenderal Moran menyipitkan matanya melihat pil digenggam Alta. “Apa itu?” tanya Pria Tua berambut putih itu, dia langsung melebarkan matanya, menyadari sesuatu.


“Hentikan Komandan Lelaki itu!” perintah Jenderal Moran, dengan wajah Pria Tua berambut putih itu yang langsung terpampang di alat komunikasi; di semua alat komunikasi berupa panel biru di samping kanan masing-masing prajurit.


*


Mendengar printah Jenderal Moran, Jego yang cukup jauh dari jangkauan seranganya langsung belari maju, sambil menarik [BR-M3241] yang menancap di tanah―disampingnya. Dia mengganti [BR-M3241] R.P.G-nya (Rocket Propelled Grenade, atau Granat berpeluncur roket) dengan [BC-M2210].


Lelaki berkepala plontos itu langsung mengganti R.P.G [BR-M3241] berwarna hitam, dengan [BC-M2210] yang diselempangkan di punggungnya, ia merupakan sebuah R.P.G berwarna metal mengilap, dengan dua peganggangan, atau trigger-nya menghadap ke atas.


Berbeda dengan [BR-M3241] R.P.G berwarna hitam, dengan ia harus ditopangkan di bahu kanan Jego―dia harus dalam posisi menembak R.P.G bisa―dengan breech-nya di bahu. Lelaki berkulit hitam itu tidak bisa mengeluarkan Rudal Medah jika dia bergerak―saat bergerak, lingkaran sirquit pasti akan hancur, karena menembakan [BR-M3241] R.P.G tersebut membutuhkan fokus penuh, saat ia menyerap Energy di sekitarnya, untuk bisa merobek ‘ruang’.


Sedangkan [BC-M2210] yaitu R.P.G berwarna metal mengkilap, bisa menembak sambil bergerak, dengan ukuran dan berat yang sama. Namun, ia tidak bisa merobek ‘ruang’, hanya mengumpulkan Energy di sekitarnya.


Jego terus berlari sambil menenteng [BC-M2210] di sampingnya―menggunakan kedua tangan. Dengan setiap hentakan langkahnya menghancurkan pijakannya, sampai-sampai kakinya terkadang menancap kedalam tanah.


Lelaki berkulit hitam itu lalu sampai di jangkauan tembaknya, kemudian dia langsung mengarahkan [BC-M2210] R.P.G berwarna metal mengkilap, ke arah Alta yang akan memakan sebuah pil es digeggaman tanganya.


Jego langsung menggenggam tangan kanannya―dengan lengan kanannya berbentuk siku 90 derajat―dia menengakan trigger-nya, dan moncong [BC-M2210] mengarah ke atas yang membentuk diagonal.


Lalu, sepertiga batang [BC-M2210] R.P.G berwarna metal terpecah, menjadi pecahan metal seukuran krikil, dengan bola biru berkumpul di tengah pecahan tersebut, dan ia langsung menembakkan cannon berwarna biru.


Cannon biru yang melesat secara diagonal ke atas langit, dan tepat mengarah kepada Alta yang melayang. Jego yang menembakan cannon tersebut sambil mundur beberapa langkah, dan rahangnya pun bergetar seperti sedang kesakitan, tetapi dia masih tertawa terbahak-bahak, “Ahahah. Gahaha  .... Aghht. Hahah-hahaha,” dengan saura bergetar.


*


“Apa itu?” gumam Alta yang akan memakan pil di genggaman tangannya, ia langsung melirik titik lingkaran cannon biru menuju tepat ke arahnya, kemudian ia berteriak, “Orang tua!”


Komandan Pria paruh baya rekan Alta lansung mengerti, sebuah Energy berbentuk perisai listrik berwarna ungu berada tepat di hadapan Alta dan tidak jauh darinya.


Energy-shields listrik ungu langsung dengan telak menahan cannon biru tembakan jego, dengan cannon tersebut terpecah dan menyebar ke berbagai arah di udara,


seperti kembang api yang meledak di udara.


*


Namun, Jego langsung menembakan cannon-cannon lain, dan salah satu cannon langsung menembus Energy-shield listrik ungu di hadapannya, dan ia langsung melesat menuju tepat ke arah Alta.


*Bum!!!*


Ledakan cannon mengenai telak tubuh Alta, dengan Lintasan-lintasan peluru dan cannon biru lainnya terus menyerang. Dan setiap tembakan cannon diiringi dengan tawa aneh seorang Lelaki, “Hahah-hahaha .... Gahaha.”


“Apa?!” Komandan Pria paruh baya tercengang, karena ia gagal melindungi Alta, dan ia melihat pil es digenggaman Alta yang jatuh, kemudian ia langsung kembali membuat Energy berbentuk perisai listrik ungu di sekitar Alta, yang menahan serangan menyerang mereka ber-dua.

__ADS_1


Lalu sambil menahan serangan semua prajurit-prajurit serta kedua Jenderal, Komandan Pria paruh baya itu membentuk Energy tipis berbentuk tabung, dengan radius 100 meter berwarna ungu, yang langsung mengitari Alta. Energy tipis berbentuk tabung tersebut, seperti kaca berwarna ungu melingkari Alta. Kemudian, Energy berbentuk Perisai-perisai listrik ungu, langsung menempel di tabung tersebut melindungi Alta.


Tembakan demi dembakan lintasan peluru, serta lesatan cannon berwarna biru terus menghancurkan Energy-shield listrik berwarna ungu. Tetapi Energy-shield tersebut terus bermunculan melindungi Alta―perisai listrik ungu yang baru hancur terus kembali bemunculan, dan langsung menempel di tabung Energy tipis berwarna ungu yang mengitari Alta.


Alta yang menjatuhkan pil esnya, melihat kebawah, di mana prajurti-prajurit Wanita Unit Pugulister yang melesat menuju ke arah pil tersebut.


Lalu, Komandan Lelaki Muda itu langsung terjun ke bawah, melesat cepat dengan cahaya putih yang mengitari tubuhnya, dan menerjang beberapa Wanita Unit Pugulister di sekitarnya.


“Sial! Kita harus mendapatkan pil itu!” seru seorang prajurit Wanita Unit Pugulister. Dia sedang terbang melesat menuju ke arah pil di depannya, dengan lintasan lesatan masih membentuk seperempat kurva berwarna hitam.


“Ya!!” teriak seorang prajurit Wanita Pugulister yang sudah berada di jangkauan pil es, kemudian dia langsung menjulurkan lengannya―tangannya akan mengambil pil tersebut.


Namun, Alta menebaskan Sword Light-nya ke bawah, dan langsung membentuk Energy-slash; bercahaya setengah putih; setengah abu-abu bulan, dan berbentuk bulan sabit, yang ia langsung menyerang Prajurit Wanita di bawahnya.


“Awas!!” teriak seorang prajurit Wanita Unit Pugulister, yang masih membentuk lintasan setengah kurva berwarna hitam―tidak jauh dari prajurit Wanita yang diserang Alta.


Prajurit Wanita Unit Pugulister yang berada tepat di hadapan pil es langsung mendongakkan kepalanya, melihat Energy-slash menuju ke arahnya, dengan garis cahaya putih setengah abu-abu. Tetapi prajurit Wanita Unit Pugulister itu masih bersikukuh untuk mengambil pil es di hadapannya, kemudian dia beseru, “Dapat!”


Mata Wanita Unit Pugulister itu berbinar, sambil menggenggam erat pil es seukuran telapak tangan bayi manusia.


Namun, Energy-slash yang melesat menuju ke lengan Wanita itu―dia masih menjulurkan lengannya, dan Wanita itu tidak bisa menghindar, dia masih terbang di udara membentuk lintasan kurva. Dia pun langsung dengan sigap membentuk pertahanan, berupa Energy berwarna biru di atasnya, dan  Energy tersebut membentuk tekukan lengan


cukup besar berwarna biru, dengan sudut tetkukan 90 derajat―melindungi seluruh tubuh Wanita tersebut.


Energy-slash yang langsung menebas pertahanan prajurit Wanita Unit Pugulister, ia langsung membelah Energy berwarna biru dan berbentuk lengan di bawahnya, kemudian langsung melesat menuju lengan prajurit Wanita tersebut.


Lalu, Energy-slash menebas seluruh pertahanan yang dibuat oleh prajurit Wanita Unit Pugulister, dan ia langsung menghantam pajurit Wanita.


*Bom!!!*


Ledakan kedua Energy mengguncang medan perang, dengan prajurit Wanita Unit Puguister yang terhantam langsung terjun, dan dia langsung menghantam tanah, serta tubuhnya diselimuti asap putih.


Alta yang masih terjun ke bawah, mempercepat lajunya, dan ia pun langsung mendapatkan pil es.


Pil es seukuran tangan bayi manusia digenggamnya, yang langsung Alta makan.


Lintasan-lintasan peluru berbagai warna, dan cannon-cannon biru terus mencoba menembus Energy-shields listrik ungu, yang terus bermunculan, dan menempel di tabung tipis mengitari sekaligus melindungi Alta.


Semua prajurit Unit Pugulister Wanita di luar tabung hanya bisa melihat.


Saat mereka tepat berada di hadapan tepi tabung―pertahanan Energy-shield listrik ungu sangat kuat, dan mereka langsung membentur perisai kemudian melompat ke bawah.


Prajurit-prajurit Wanita Unit Pugulister yang mengitari Alta, hanya membentuk setengah lintasan kurva, yang mereka dengan teratur secara satu per satu terjun ke bawah.


Lalu, mereka menginjak tanah, kemudian mereka mencoba kembali melompat dan menyerang Alta.

__ADS_1


“Ahahaha....” Komandan Pria paruh baya tertawa terbahak-bahak, melihat Alta sedang memakan pil es.


Alta dengan rakus menggigit pil es didenggamnya, kemudian ia langsung meneguk semua pil tersebut, dan kerongkongannya menonjol. Dengan Komandan Pria paruh baya terus melindungi Alta, karena Komandan Lelaki Muda itu butuh waktu untuk berubah.


**


Di hutan rimbun, tempat para penembak jitu berada, dan Ruth mengintruksikan para penembak jitu untuk berhenti menembak.


Ruen bergumam, “Itu hanya pil, kenapa ia tertawa seperti itu!?” Dia kebingungan sambil mengerutkan keningnya. “Juga ... apa gunanya ia berubah menjadi monster yang tak terkendali seperti Sirius?”


**


Komandan Pria paruh baya yang terus melindungi Alta menjawab, “Kau bodoh, kau pikir itu sama dengan pil dari pabrik sampah yang kau curi?” tanya balik Komandan Pria paruh baya dengan senyum menyeramkan pada wajahnya.


“Pabrik sampah?!” gumam Jenderal Moran tercengang, sambil menyirit, tetapi dia terus menyerang Energy-shields listrik ungu di depannya―mencoba menembus perisai-perisai listrik ungu, dan menggagalkan Alta yang akan berubah.


**


“Ia bisa mendengarku?!” Ruen terkejut sambil melebarkan matanya. Dia mendengar dari suara  panel window di atasnya―alat komunikasi milik Mark dan Ruth.


Karena semua alat komunikasi tidak bisa di dengar oleh orang lain, kecuali penggunanya mengijinkannya, seperti istilah loudspeaker pada teknologi komunikasi.


**


“Ya, itu sampah!“ jawab Komandan Pria paruh baya itu sambil melindungi Alta dan dirinya sendiri, “Tidaklah aneh jika Pria itu keracunan, dan menjadi Monster.” Ia melirik Sirius dan Elk sedang bertarung sengit di bawahnya.


“Hahaha....” Komandan Pria paruh baya musuh tertawa terbahak-bahak.


Jenderal Moran yang berada di samping Komandan Pria tersebut mengerutkan kening, dan dia berhenti menyerang, berdiri tegap, melayang di udara, sambil menatap tajam Komandan Pria di hadapannya.


Ditatap Jenderal Moran, Komandan Pria paruh baya itu berhenti tertawa kemudian berkata, “Apa yang kau curi dan hancurkan itu, hanya tempat sampah kami, dan pil itu juga berasal dari ternak-ternak manusia cacat,” ia menengok kepada Jenderal Moran di sampingnya.


“Kalian pikir, kalian mendapatkan pencapaian besar?” tanya Komandan Pria tersebut dengan nada sinis.


“Namun, berbanggalah! Kalian para ternak!!” teriak Komandan Pria paruh baya musuh dengan bangga, kemudian ia perlahan merentangkan lengannya, dan melayang ke atas Energy berbentuk tabung tipis berwarna ungu, seperti kaca mengitari ungu Alta. Lalu, ia diserang bertubi-tubi, tetapi ia seperti tidak peduli. Lalu dengan nada bergetar ia lanjut berteriak, “Kalian bisa melihat hasil dari ternak berkualitas tinggi!!”


Komandan Pria paruh baya itu terus diserang, tetapi ia seperti tidak merasakan apa pun, dan ia langsung merentangkan lengannya dan berkata, “Di bawahku ini ... ialah hasil olahan kami, dari salah satu manusia yang kalian sebut,” lalu Komandan Pria tersebut mengalihkan pandangannya kebawah, di mana Alta yang perlahan berubah, dan ia pun langsung menoleh kepada Jenderal Moran di sampingnya, sambil tersenyum menyeramkan, lanjut berkata, “.... Pahlawan.”


***


{N/A: Yap, aku pengen ngebagi dua b ini, tapi hatiku enggan melakukannya, dan Em .... Yah, enggak aneh sih, aku emang kalo hari jum’at dari awal, up 2b, dan ini disebutnya ‘Konsisten’}


{Namun, ini hanya aku .... Karena aku tidak pernah sekali pun berpikir tulisanku ini bagus, seperti om-om di atas sana―AKU yang berpikir tentang aku}


{Terlepas dari itu semua, ini semua hanyalah pemikiran bodoh, dari orang aneh sepertiku. Sederhana aja sih: Mereka berpendidikan, sedangkan aku tidak!―AKU lagi} * {Kalo liat angka, aku malah langsung mikir, Kenapa aku jadi semangat!? dan lanjut bergumam, sambil menjentikan jariku, “Wow, para master om hebat!”}

__ADS_1


{Dan untuk certa perangku: ‘Aku emang dari awal up 2b, kalo hari jum’at’, yang aku dengan bodohnya berpikir―lagi-lagi AKU berpikir, bahwa pembaca lelah―menjalani harinya―mungkin ’Aku’ yang di sana juga sedang lelah? Namun, aku langsung menyadari bahwa tulisanku emang aneh, dan sekarang jadi ... semakin tambah aneh!―namun aku tetap konsisten―dan bahkan ‘Aku’ yang di sana pun, mungkin langsung menggunakan mode skip reading, hoho~}


__ADS_2