![Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0](https://asset.asean.biz.id/planet---war-of-k-m-xgsp-m4221--locked-oso-0.webp)
“Itu ....” Pemuda Sappoter itu sangat gugup. “Kita semua berada di jarak lebih dari 7 mil jauhnya ... Tidak ada peluru yang lebih efektif dari SS-99 ...”
“Aku kira ... Penembak Jitu jitu yang meloloskan ... beberapa roket menyerang, tadi ...”
“Karena ... dia terburu-buru ... dan salah ... memilih jenis peluru?!” jelas Pemuda Sappoter itu dengan gugup.
“Huh?! Kau pikir aku sama bodohnya dengan dia?” tanya Mark menyipitkan matanya, menatap Pemuda di hadapanya seperti melihat seorang idiot.
“Itu ....” gumam Pemuda Sappoter itu.
Mark meghela napas. “Cih ... baiklah-baiklah! Kau akan kulepaskan sekarang ....”
“Tapi tidak ada lain kali!!!” tegas Mark. “Dan .... Siapa namamu?!”
Mark menatap Pemuda Sappoter di hadapannya.
. . .
Salah satu anggota Agent Zero Wings Menanyakan namaku!?
Pemuda itu terdiam sejenak. Dia terkejut melebarkan matanya sekaligus gugup dengan pertanyaan Mark. Karena Mark tidak lain ialah salah satu Prajurit favoritnya.
“Hey!? Kenapa kau menatapku dengan tatapan menjijikan seperti itu?!” Mark mundur beberapa langkah, sambil menatap jijik Pemuda di depannya.
"Aku hanya menanyakan namamu!!" tuntut Mark mengigil ketakutan, dan mundur selangkah ketakutan.
“Tidak ... itu ... Aku ...”
“Ruth ...”
“Namaku Ruth!” seru Pemuda itu dengan tegas.
__ADS_1
“Ruth?! Oke! Akan ku ingat namamu," janji Mark. “Kinerjamu cukup bagus! Suatu saat kamu mungkin kau akan bergabung dengan kami.” .
“Apa?!” tanya Ruth sangat terkejut.
“Ya ... jika kau ingin, aku bisa mempromosikanmu langsung menjadi Sappoter inti kami.” Mark tersenyum lebar.
Ruth merepalkan tanganya sangat erat, dia sangat gembira. Karena menjadi anggota inti zero wings bukanlah hal yang mudah, dimana agent ini tersebar di seluruh penjuru Benua [1] dan [4].
Jika aku memiliki kinerja yang baik ... mungkin aku bisa ke garis depan Benua [3] dan menemui kakakku!
“Tent—”
Sebelum Ruth menjawab. Mark menyela dengan gumamnya, “Jadi aku bisa terbebas dari wanita gila itu! Hehehe ....”
Mark melihat Elk dan Sirius yang sangat jauh, sambil terus terkekeh-kekeh.
Huh ... pasti seperti itu!
“Kita mulai!!” kata Mark, sambil mengenggam sniper-nya dengan posisi menembak, dan memasukan batch [SS-99] ke sniper-nya, diikuti Penembak Jitu lainnya.
“Ya, Pak!!” jawab seluruh Penembak Jitu, serentak, setelah mereka mempersiapkan sniper mereka. Lalu mereka semua siap untuk menembak.
Mark dan Penembak Jitu lainnya melihat Sirius dan Elk melesat, mendekati [RbX-M2314] dari jarak yang sangat jauh.
Dua bayangan hijau melesat ke arah Robot itu; Robot Besar yang memancarkan cahaya biru dari Energy-shield semakin meredup, hampir menghilang.
Sirius melihat dengan jelas Energy yang dimiliki Robot Besar itu berkurang sangat cepat, diakibatkan oleh hantaman Meteor Besar dari serangan gabungan kedua Energy Komandan musuh.
「+En: 4.000.000/5.000.000 xj/Cd」
「+En: 3.500.000/5.000.000 xj/Cd」
__ADS_1
「+En: 3.000.000/5.000.000 xj/Cd」
. . .
「[RbX-M2314]」
「+H: 95.821.233/100.000.000」
「+En: 2.500.000/5.000.000 xj/Cd」
. . .
「+En: 2.000.000/5.000.000 xj/Cd」
"Lebih dari dua juta Energy berkurang?!" gumam Sirius, menautkan alisnya.
Serangan gabungan macam apa itu!? Harusnya tidak ada yang bisa bertahan dari serangan seperti itu.
Sirius memandang Jenderal Sez. yang sangat jauh dari pandangannya. Wanita itu masih tebakar kobaran api biru yang menyala terang, dan menjunjung tinggi ke atas langit, dan ia terlihat perlahan-lahan akan semakin padam.
Apakah tidak ada yang bisa kami lakukan, untuk menghancurkan perisai Energy biru itu?
Sirius melirik Elk. “Kamu punya rencana?”
“Tidak ada. Hajar saja seperti biasa,” jawab Elk dengan tenang. “Kita hanya akan menahanya sampai bala bantuan tiba.”
Mereka ber-dua berhenti tidak jauh dari hadapan [RbX-M2314], dan Elk langsung mengeluarkan belatinya seperti biasa. Dia mengalirkan Energy hijau pada belatinya, menjadi sebuah pedang. Lalu angin hijau itu berputar cepat mengitari belati, seperti gergaji mesin.
Elk menengokkan kepalanya kepada Sirius, dan tersenyum menyeramkan, berkata, “Kamu takut mati sekarang? Sudah terlambat untuk pulang, Nak.”
“Tentu saja tidak,” bantah Sirius, sambil menatap tajam Robot Besar setinggi gedung dua puluh lantai di hadapannya, dan Energy-shield [RbX-M2314] yang mengitarinya pun sepenuhnya menghilang.
__ADS_1
¤¤¤