Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0

Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0
[B1-47] Pertempuran X


__ADS_3

Apa ... ini, yang Elk sebut mesum?!


Pria berambut putih yang tiba-tiba menghentikan pergerakannya. Ia tekejut, melebarkan matanya.


Sirius pun menggelengkan kepala sambil menahan lengan kanan menggunakan tangan kirinya yang akan menyentu Wanita terluka terbaring di bawah. Kemudian ia memejamkan mata—berdiri dan mundur beberapa langkah sambil terus menggelengkan kepala serta menyentuh rambutnya sendiri.


Pria berambut putih itu mengertukan kening seolah kesakitan, kemudian ia mengatur napasnya yang entah kenapa terengah-engah bernapas berat—Sirius berusaha keras mencoba untuk tetap tenang.


Sirius membuka matanya dan menatap tajam Wanita terluka di depannya. “Apa itu tadi?” gumam Sirius mengertukan kening bingung sendiri dengan prilaku anehnya.


“Apa tadi itu ... bisa disebut mesum yang dikatakan oleh Elk tadi?!” lanjut Sirius memiringkan kepala sambil menyentuh dagunya berpikir keras.


Pria berambut putih itu memejamkan matannya sambil melambaikan tangannya ke samping dengan acuh, kemudian ia melihat sekitarnya dan berteriak memanggil sappoter tak kasat mata yang tidak jauh darinya, “Hey! Mmmm ... Sappoter disitu!” Sirius mengangkat tangan kepada sappoter sedang bersiaga sigap, meskipun sappoter yang ia panggil sedang terengah-engah bernapas berat sangat kelelahan.


Sappoter tersebut menengokan kepalanya ke arah suara seorang Pria tak jauh darinya, dia melihat seorang Pria berambut putih dengan mata ungu sedang mengankat tangan memanggilnya.


“Dia ...?!” Ris tercengang melebarkan matanya, dia kemudian mengalihkan pandangannya kepada Wanita terluka yang tidak jauh di samping Sirius.


Ris langsung melesat ke tempat di mana Sirius berada, dia dengan sekejap mata sampai di hadapan tubuh Komandan Wanita yang terbaring terluka.


Sappoter Pria berwajah persegi dan berkulit putih itu menengokkan kepalanya ke samping, kemudian dia menatap tajam mata ungu Sirius. “Kamu mengapa tidak ....” kata Ris mengerutkan kening.


Sirius menatap balik Ris dengan tatapan santai di depannya sambil melambaikan tangannya berkata, “Tenang, aku tidak berbuat ‘mesum’ padanya, sungguh.” Sirius menggelengkan kepala sambil menutupnya.


“Haahh ...!?” Ris tercengang melebarkan mulut dan matanya. “Bukan itu ... Maksudku, kenapa kamu tidak mema,” kata Ris mengerutkan kening sambil mengankut tubuh Komandannya, “sudah lah, ... yang pasti, ... terimakasih telah menjaganya.”


Meskipun sappoter Pria tersebut sangat kelelahan, dia masih bisa melesat dengan cepat menuju ke tempat di mana regu penyembuh yang sedang sibuk menyembuhkan tidak berhenti satu napas pun.


Ris menoleh ke belakang, dia melihat punggung seorang Pria berambut putih sedang mengalihkan padangannya pada Elk, Jenderal Sez. dan Jenderal Moran berada sangat jauh di hadapannya.


“Itu sebabnya Mark percaya padanya?” gumam Ris, mengangkat satu alisnya sambil tersenyum tipis. Kemudian dia mempercepat lajunya, melesat sangat cepat menuju ke arah regu penyembuh berada.


Sirius menatap tajam pertarungan sengit berada cukup jauh, dan sedikit demi sedikit Alta, Elk, Jenderal Moran serta Jenderal Sez. menjauhi dirinya. Ia berpikikir keras bagaimana cara untuk menghentikan hitung mundur yang terpampang di hadapannya.


Berbagai warna tabrakan ‘sk’ serta ‘data’ dengan gelombang tabrakan kedua Energy-nya, dan menyebar ke segala arah. Di kedua sisi medan perang yang sangat sibuk sampai-sampai tidak memperhatikan seorang Pria berambut putih sedang berdiri tegap mengerutkan kening.


Sirius menyentuh dagunya seolah-olah menatap tajam Jenderal Moran, Elk dan Jenderal Sez. yang terus menjauhinya, tetapi Pria berambut putih itu hanya terpaku pada angka hitung mundur yang terpampang di hadapannya.


「0,4 .Ark」


“Mungkin aku harus mendekat?!” gumam Sirius mengerutkan kening, ia kembali menatap tajam pertarungan dengan berbagai tabrakan dan lesatan berbagai jauh di depannya.

__ADS_1


Pria berambut putih itu menggelengkan kepalannya sambil menutup mata, kemudian ia menghela napas panjang frustasi.


Aku akan langsung mati jika tertebasan Alta.


Namun, Sirius tiba-tiba melebarkan matanya menatap tajam medan perang yang terus menjauhinya, ia langsung menggunakan [sk-003] yang Pria berambut putih itu salin dari Elk.


Tubuh Sirius dibaluti dengan bayangan hijau, kemudian ia langsung melesat dengan sangat cepat ke arah di mana Jenderal Sez. dan lainnya berada.


Jenderal Sez. sambil terus mundur untuk menjaga jarak, sambil melindungi Elk serta Jenderal Moran yang terus menyerang—tetapi Wanita itu pun akhirnya kewalahan, dengan satu tebasan Pedang Putih Petir yang menyayat bahunya.


Lalu segumpal darah menetes ke bawah dari bahu Jenderal Sez. yang dengan sigap memperkuat pertahanannya—dia mundur menjauhi Alta, diikuti bayangan hijau beserta kilatan ungu pada matanya, melesat dari arah 13 kilometer jauhnya dari Wanita terluka itu berada.


Elk dan Jenderal Moran terus menyerang, tanpa menyadari Sirius berada di belakangnya yang terus melesat dengan kecepatan penuh, menuju ke arah mereka ber-empat.


Sirius yang melesat cepat dengan dengungan peringatan terus terdengar, diikuti angka hitung mundur berkurang sangat cepat yang terus muncul di hadapannya.


「0,3 .Ark」


「0,3 .Ark」


「0,2 .Ark」


. . .


「0,2 .Ark」


“Hey, kau mau kemana ...? Kau cari mati hah, Pria bodoh!” teriak Elk mengerutkan keningnya, tetapi dia tidak menghentikan serangannya.


Jenderal Moran, Jenderal Sez. dan Alta yang melayang di udara pun mengerutkan kening menatap ke bawah di mana Sirius menuju ke arah mereka.


Sirius tetap mengabaikan tatapan semua orang terus melesat dengan kecepatan penuh, tak sampai dua napas dari Elk yang melesat menyerang Alta, Pria muda berambut putih itu sampai di hadapan segumpal darah, dengan mata ungu Pria muda berambut putih tersebut berbinar antusias. Sampai-sampai Sirius mengabaikan angka hitung mundur di hadapannya.


「0,1 .Ark」


「0,1 .Ark」


「0,09 .Ark」


「0,08 .Ark」


. . .

__ADS_1


「0,01 .Ark」


「Captain, Your body—」


Suara mekanisme wanita terpotong saat Sirius melahap semua gumpalan darah di hadapannya. Dengan suara mekanisme wanita tersebut, dan angka yang terpampang di hadapan ia pun berubah.


「Pure Energy+100 H」


「Pure Energy +50 xs」


「0,01 .Ark」


. . .


¤Ping!¤


「+0,2 .Ark」


「0,2 .Ark」


「0,2 .Ark」


. . .


Sirius yang terus melesat terjun kedepan kemudian mendarat tak jauh di bawah mereka yang melayang di udara.


“Maaf Elk... aku telah berbuat mesum.” Sirius meminta maaf dengan sangat tulus, meskipun ia sama sekali tidak mengerti mesum itu apa, kemudian ia membalikan badan langsung dengan posisi sigap bertarung.


“Hey, Wanita bodoh! Apa yang kau ajarkan padanya?!” teriak Mark berada cukup jauh dari Sirius, tetapi ia masih bisa mendengarnya.


Meski [sk-T013] yang sangat dibencinya, Mark masih bisa mendengar dengan sangat jelas semua suara dari jarak sangat sangat jauh melalui tanah atau sejenis itu—merupakan pijakannya. Seperti para prajurit terdahulu selalu menempelkan telinga mereka di tanah, untuk mendengar hentakan kaki pasukan ataupun kalaveri kuda yang mendekat, serta memperhitungkan jarak mereka.


Elk gugup mengerutkan keningnnya terbata, “A—ku ...,” Wanita itu terus menyerang dengan wajah memerah, “sudah kubilang urus urusanmu sendiri!” gerutu Elk merepalkan rahangnya.


“Dan kau kawan, ... apakah kau Unit ‘Disappear’, Hah? Sial, Aku sama sekali ...” kata Mark mengerutkan kening sambil mengganti batch peluru sniper-nya dengan sangat cepat, ”tidak menyadarimu berada di sana ... kau seharusnya bisa memberitahuku terlebih dulu!”


“... Jadi aku bisa membunuhmu!” gumam Mark dengan geram langsung menembak tepat ke arah Sirius yang sedang tercengang oleh sesuatu.


“Aku bahkan belum pernah menyentuh sedikitpun tubuh manisku—dan kau dengan sangat berani meminum darahya kawan?!” gerutu Mark mengganti batch pelurunya lagi kemudian ia lanjut menembaki Alta yang terus menyerang Jenderal Sez.


¤¤¤

__ADS_1


__ADS_2