Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0

Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0
[B1-42] Pertempuran V


__ADS_3

Kedua Komandan musuh melihat para manusia di bawahnya sedang berusaha keras, untuk mengumpulkan Energy di sekitarnya dengan tergesa-gesa. Melayang di udara, 'mereka' berdua tersenyum lebar dan saling memandang. Kemudian keduanya langsung mengisi Energy 'mereka' dengan cepat.


Sirius yang bergerak dengan dengungan keras di telingannya tak berhenti-berhenti. Ia diikuti beberapa Sappoter dan bayangan hijau di belakangnya, lari seperti biasa menuju ke tempat di mana Jenderal Moran berada.


[RbX-M2314] menjadi lemah dan diserang oleh sebagian kecil Prajurit batalion yang masih memiliki Energy. Meskipun mereka sangat kelelahan serta kehabisan kekuatan, tetapi Robot di hadapan mereka juga sudah melemah, tidak segesit dan sekuat sebelumnya.


Berbagai kilauan ‘sk’ menghiasi sisi Medan Perang; dengan berbagai 'sk' yang terus menyerang Robot sebesar gedung dua puluh lantai berapi merah darah.


Dua Komandan musuh yang melayang di udara hanya menyipitkan mata mereka, melirik ke bawah di mana para Prajurit manusia sedang berjuang keras.


Senyum mengerikan perlahan muncul di wajah kedua Komanadan musuh itu. Mereka ber-dua kemudian mengalihkan pandangan, kepada seorang Pria muda berambut putih, dan bermata emas di bawah. Pria tersebut berlari tertatih-tatih sambil merepalkan rahangnya, seperti menahan kesakitan.


Elk mengerutkan kening, melihat seorang Pria berambut putih dan berpakaian serba putih compang-camping di hadapannya.


Wanita itu baru menyadari ada yang aneh dengan prilaku Sirius. Lalu Elk melesat maju dengan segera menyusul beberapa Sappoter, dan langsung berada tepat di samping belakang Sirius.


“Pria itu seperti tidak mengerahkan semua kekuatan yang dimilikinya,” gumam Elk, menyirit. Kemudian dia sampai di samping Sirius yang tertatih-tatih.


“Kau kenapa ...?” tanya Elk.


Wanita itu baru menyadari ada yang salah dengan prilaku Sirius, karena efek kebodohannya mulai perlahan menghilang.


“Seolah-olah," jawab Sirius, tersenyum lemah, sambil menengok ke samping kiri di mana Elk berada, "aku akan memberti tahumu saja,"


Wanita di samping Sirius menahan kecepatan laju larinya, lalu mereka ber-dua pun langsung disusul oleh Sappoter-sappoter di belakangnnya.


Para Sappoter sangat cepat melesat dengan bayangan hijau, menuju ke arah Pria Tua yang menundukan kepala dan memejamkan matanya, kelelahan. Dia bernapas berat serta sedikit terengah-engah.


“Itu lagi?!” gerutu Elk, menggigit bibirnya.


Elk dan Sirius hampir sampai di tempat di mana Jenderal Moran berada.


“Ayolah ...." Elk berkata sambil mengangkat bahu, "Kita sudahi yang seperti itu. Aku sudah tidak bodoh sekarang. Efek pembodohan Energy jiwa hanya sebentar.”


Mereka ber-dua melihat para Sappoter di depan mereka, dan para Sappoter itu dengan sigap langsung membentuk formasi penyembuhan, yang tidak beda jauh berbeda seperti saat mereka menyembukan Jenderal Sez.


Sappoter-sappoter dengan cepat membentuk lingkaran dan Energy berwarna hijau daun langsung mengitari Jenderal Moran.


“Untung rongsokan itu mengarahkan seluruh kekuatannya untuk menghancurkan pintu," gumam Elk, menoleh ke belakang di mana [RbX-M2314] berada, "jika melawan kita sepenuhnya, kita akan langsung lenyap.” Robot Besar itu sedang melawan sebagian Prajurit batalion dengan sisa kekuatan dan Energy-nya.

__ADS_1


Sirius mengerutkan bibir, dan menatap Wanita di samping kirinya. “Kau tidak tahu seperti apa mesin buatan para bangsawan sesungguhnya.”


Kemudian Pria muda itu menatap Jenderal Moran di hadapannya sedang duduk dan menutup mata.


“Jika saja dia lebih tua sedikit," kata Sirius sambil mengerutkan keningnya, "mungkin kita tidak mempunyai harapan sama sekali."


Elk menyirit tidak setuju tetapi tetap bertanya, “Seberapa tua?"


"Sekitar seribu sampai dua ribu tahun kalender kalian. Mungkin.” Sirius menyentuh dagunya, berpikir. “Mmm... Masehi? Kalau aku tidak salah.”


“Kamu menyebut angka di balik huruf besar itu adalah tanggal pembuatan mesin bangsawan,” Elk menatap tajam Sirius. ”Jadi ... RbX itu dibuat tahun dalam hitungan kalender .Ark atau Masehi?”


“Entah.” Sirius menjawab dengan santai mengangkat bahunya, “Karena dia di Bumi kalian, mungkin penanggalan pembuatannya dalam kalender Masehi?”


Mereka ber-dua sampai di hadapan seorang Pria Tua yang sedang duduk sambil menutup matanya. Dia masih diselimuti Energy hijau daun di sekitarnya.


“Hehehe...." Jenderal Moran terkekeh santai, dan bertanya, "Kalian ber-dua sudah baikan?”


Elk memalingkan wajah sambil mengerutkan bibirnya, tidak mau bicara. Pria Tua yang duduk di hadapannya kemudian perlahan membuka matanya, melihat ke arah celah mereka ber-dua.


Jauh di belakang Elk dan Sirius Medan Perang kembali perlahan-lahan dihiasi oleh kilauan tabrakan ‘sk’ dan "data", serta lintasan-lintasan peluru berbagai warna yang melesat dari arah samping, tak jauh dari Garis Depan.


Jenderal Sez. yang seperti biasa melindungi seluruh Prajurit batalion pertahanan dengan pola yang sama.


Mereka semua menyerang dengan pola yang sama. Tetapi karena matahari sudah akan terbenam, Para prajurit yang mengerahkan seluruh kekuatan jiwa dan raga mereka, masih tetap terdorong mundur ke arah pintu dalam [A327].


Jenderal Moran menoleh ke belakang, di mana kepulan asap si sekitar Pintu Dalam perlahan menghilang.


“Apakah itu benar-benar hancur?” gumam Jenderal Moran, masih menoleh, dan membayangkan pintu dalam [A327] berwarna hijau dalam benaknya, yang ia entah masih ada atau tidak.


Pria Tua berambut putih mengenakan baju jenderal utuh dengan punggung baju tersebut bertuliskan: [A327]B4


Kemudian Jenderal Moran menatap kedua orang di depannya, dan bertanya, “Kenapa kalian ber-dua ke sini?” dia menatap mereka dan berhenti di mata emas Sirius, lalu Pria tua itu langsung tersenyum, mengerti.


“Apa aku boleh minta pil yang sebelumnya kamu beri?” pinta Sirius, sambil menatap Jenderal Moran yang sedang duduk di depannya, dengan tatapan penuh harap.


Pria Tua itu mendongakkan kepalanya, menatap Sirius yang wajahnya yang lebih pucat dari para Prajurit batalionnya, karena kelelahan dan mencapai batas mereka, serta kehabisan Energy dan kekuatan mereka.


Menatap tatapan harapan Pria muda di hadapannya, Jenderal Moran hanya bisa mengela napas panjang sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


“Kamu," tanya Sirius, tertegun, 'tidak memilikinya?” lalu ia berdiri mematung di tempat, sambil melebarkan matanya.


“Huh ....” Jenderal Moran merepalkan rahangnya. "Semua pil itu berada di saku bajuku sebelumnya, yang telah hancur berkeping-keping."


Pria Tua itu kemudian menaikan sudut bibirnya, sambil mendongak kembali menatap Sirius, dan berkata, “Aku mungkin sudah sangat tua." Jenderal Moran menggelengkan kepalanya dan menutup mata lagi. "Maafkan aku.”


Punggung Sirius berkeringat dingin. Ia tercengang, melebarkan matanya setelah ia mendengar Pria Tua di hadapannya dengan santainya meminta maaf.


「Poison Detected」


「+EM-T223 spreading in xious-M4221」


「+EM-T223 has spread to your body, Capt.」


「Your body will be broken, Captain」


...


「Countdown at 0,17 .Ark」


「0,17 .Ark Left +EM-T223 has a damage to your body」


「0,17 .Ark」


「0,17 .Ark」


. . .


「0,16 .Ark」


Sirius memandang angka yang menunjukan sisa waktu, dimana ia akan berubah. Kemudian ia menutup mata sambil merepalkan tangannya erat dan berpikir keras untuk mencari cara mengatasi masalah ini.


Kemudian Jenderal Moran, Elk dan Sirius mendengar suara tawa Komandan Pria paruh baya yang terus mendorong mundur Prajurit batalion pertahanan. Mereka ber-tiga menengokkan kepala, dan menatap tajam asal suara tawa tersebut.


“Hahaha.... Tuan muda! M4221 itu sangat bodoh ... Untuk dengan mudahnya memakan sampah itu." Komandan Pria paruh baya itu tersenyum misterius. "Kita bisa membawanya dengan cepat.”


Komandan Pria paruh baya itu memiliki pendengaran yang sangat tajam, sampai-sampai bisa mendengar diskusi yang sangat dari tempatnya melayang.


Pria paruh baya itu pun terus mengeluarkan Energy-shield listrik ungu, untuk melindungi serangan ‘sk’ dari berbagai arah, yang menyerangnya serta rekan Komandannya.

__ADS_1


¤¤¤


__ADS_2