![Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0](https://asset.asean.biz.id/planet---war-of-k-m-xgsp-m4221--locked-oso-0.webp)
Sirius tercengang, saat ia tepat berada di hadapan Telapak Tangan Besar. Dan ia mengerutkan kening saat menatap angka aneh yang terpampang di hadapannya:
「-23.728」
Angka yang menandakan kerusakan, tepat berada di atas kepala [RbX-M2314], yang membuat Sirius bingung.
Robot sebesar gedung dua puluh lantai yang terbaring tidak bisa bergerak, tergencet oleh Telapak Tangan berapi emas, serangan Jenderal Moran.
Lalu Telapak Tangan Besar itu perlahan menghilang, menjadi partikel-partikel emas, dan menyebar ke seluruh penjuru Medan Perang, yang terlihat jelas Sirius.
Pria muda itu sangat terkejut, dan melebarkan matanya, melihat Jenderal Moran yang cukup jauh di samping kirinya.
Sirius menatap sebuah kilatan petir mengitari tubuh dan Energy emas yang menyelimuti tangan Jenderal Moran, yang perlahan ia menghilang.
Lalu, Pria muda itu menatap sesosok Wanita yang tidak jauh di hadapannya. Dia tertutup kilauan partikel-partikel emas yang perlahan menghilang di sekitar Wanita itu.
Salah satu mata tajam Wanita yang terlihat menatap Sirius, yang membuat hati ia bergetar. Pria muda itu pun mundur selangkah, dan merinding ketakutan.
“Apa ... apa perbedaan kita memang sejauh ini?” gumam Sirius, mengerutkan kening.
Sirius menutup mata sambil menggelengkan kepalanya. Lalu ia melihat jumlah Energy yang dimiliki Robot Besar yang berada tepat di hadapannya, tercengang.
Dia sekarang ... menggunakan banyak Energy?!
Tapi, kenapa tadi dia ....
「RbX-M2314」
「+H: 95.421.187/100.000.000」
「+En: 2.285.450/5.000.000 xj/Cd」
Yah ... aku memang sangat lemah ... sih?!
Sirius menghela napas panjang sambil menggelengkan kepalanya.
Tapi ....
__ADS_1
“Bagaimana kita mengancurkan Robot, buatan para Bangsawan itu?” gumam Sirius. “Bahkan dulu ... saat perang antar galaxy terkahirku ... Jenderal kami mengerahkan seratus kapal tepur yang hanya cukup untuk menahan Robot terlemah buatan salah satu bangsawan ... sampai SG kami datang menyelamatkan kami ....”
“Meski begitu ... ‘RbX-M2314’ ialah teknologi yang terbilang masih baru ... dibuat .... Mungkin. Sekitar ... 12 tahun lalu?!” lalu Sirius menatap tajam Wanita di depannya, yang dia masih terhalang partikel-partikel emas.
Tetapi kemudian, Sirius menyadari ada sesuatu yang salah, dan melebarkan matanya, tercengang menatap Wanita di hadapannya.
"Sial ... ada yang aneh tentang perhitungan waktu yang telah disebutkan ..." gumam Sirius, sambil menyentuh dagunya. Seolah-olah ia memperhitungkan sesuatu.
Wanita itu!
Sirius menatap tajam Wanita di hadapannya, dan mengerutkan kening sambil menggertakan giginya, sangat geram.
Huh ... apapun itulah ....
Mereka yang dengan mudahnya merusak Robot buatan para Bangsawan, menggunakan Energy kasar mereka ... tidak ada yang berubah.
“Jika aku—“ gumam Sirius terpotong oleh teriakan keras Wanita yang merepalkan tinjunya menghadap Sirius. “Kenapa kau menatapku seperti itu ...?!”
Wanita itu tersenyum lebar. Dia berada tidak jauh dari Sirius, dan terlihat jelas oleh semua orang di Medan Perang.
Inikah kekuatan sesungguhnya dari ... Manusia?!
Wanita ... di depanku ini .... Bernama, Elk ...?!
Sirius menatap tajam Elk, sekalipun ia gemetar ketakutan, dengan tekad dan aura Wanita di hadapannya yang terasa sangat kuat.
“Kamu pasti sedang berpikir dengan otak jeniusmu itu: ‘bagaimana cara menghancurkan Robot Bangsawan di depan kita ....’ Dan bla-bla-bla ...” gerutu Elk, sambil menatap tajam Sirius. Lalu Wanita itu mengangkat bahunya, dengan santai cemberut.
“Ayolah Sirius Kapten. Kita ini sekarang di Era Perang!” tuntut Elk, sambil tersenyum lebar, dan menaikkan alisnya. “Lupakan strategi, keraguan, dan pemikiran jeniusmu itu!”
Elk kemudian merepalkan tangannya, dan meninju langit dengan sangat kuat. Lalu hempasan angin hijau menghembus ke sekitarnya, dan ia perlahan mengitarinya. “Semua hal kecuali kekuatan adalah omong kosong di Era Pugulistik ini ... dimana tinju kepal tertinggi dari apapun!”
Apa yang salah denganya?!
Semua orang di Medan Perang tercengang, setelah mendengar apa yang dikatakan Elk.
“Jika memang seperti itu ... apa gunanya aku di sini?” gumam Mark yang sangat jauh dari tempat Sirius dan Elk berada; Ia berada di atas Batu Besar bersama para Penembak Jitu lainnya yang berwajah gelap.
__ADS_1
Mark menjentikan jari dan mengedipkan matanya kepada penembak jitu di sekitarnya. “Jangan pedulikan dia! Wanita itu hanya penggila pertempuran .... Kita hanya harus tenang dan tetap bersikap keren!”
“Apa katamu?!” teriak Elk, sangat marah.
“Itu Ruth .... Ruth yang berbicara!!” dalih Mark, berteriak ketakutan.
“itu ....” Ruth, gugup dan ketakutan.
“Apa kau pikir, aku bodoh ... Mark!!” teriakan Elk menggema ke seluruh penjuru Medan Perang.
Dan Mark terus bersikeras menyalahkan dan menujuk Ruth yang berada di sampingnya. “Sudah ku bilang ... itu Ruth!”
“Hey Ruth! Cepat minta maaf pada Wanita gila itu ...” bisik Mark yang langsung berdiri, dan mendekati telinga Ruth dengan cepat.
“Aku ....” Ruth gugup, menundukan kepalanya, dan gemetar ketakutan.
“Kau pikir aku tidak mendengarmu, Pria bodoh!!” teriak Elk yang semakin keras, dan wajah Wanita itu memerah, sangat marah.
“Sial. Bagaimana dia bisa mendengarku?!” Mark melangkah mundur ketakutan.
Lalu, Mark melihat matahari senja yang berwarna kuning terang, menyilaukan matanya. Dan tiba-tiba ia menghela napas panjang, dengan ekspresi frustasi. “Cih ... aku lupa dia pengendali Energy angin terkuat di zero wings Benua 4. Apalagi sekarang titik akhir matahari senja.”
Namun, Mark menggelengkan kepala, kemudian mengangkat bahunya, seperti ia tidak peduli.
“Kita semua pasti mengingat itu ... Kenapa kamu satu-satunya orang yang melupakan hal penting seperti itu ...” gumam para Penembak Jitu serta para Sappoter yang mendengar Mark. Mereka semua tercengang.
Jika di pikir lagi .... Elk berada di garis depan selama ini bersamanya .... Bagaimana ia bisa melupakan hal penting seperti itu?
Semua orang mengigil ketakutan.
Ruth yang mengalihkan pandanganya, melihat matahari akan terbenam, tiba-tiba mengerutkan keningnya. “Yah ... itulah rencana kami .... Dengan titik akhir matahari senja adalah ... titik di mana kami, para manusia, akan mendapatkan Energy .Yang terkuat, yang berasal dari matahari."
Ruth mengerutkan kening sambil menyentuh dagunya. Dia terus berpikir keras.
Tapi ....
¤¤¤
__ADS_1