![Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0](https://asset.asean.biz.id/planet---war-of-k-m-xgsp-m4221--locked-oso-0.webp)
“Aku enggak peduli! Aku mau disini!” Gadis itu tetap kukuh membantah Mark, dengan dia semakin mengerutkan bibirnya, cemberut, dan dia langsung memalingkan mukanya yang merona.
Kemudian Mark terus menembaki kedua musuhnya dan berkata, “Aku akan mentraktirmu rex, harga sed―” tetapi ia langsung terpotong oleh suara gumaman Gadis di sampingnya, “Bodoh, semua makanan itu gratis,” Gadis tersebut menatap Mark dengan tatapan tajam, “dan enggak ada yang namanya taktir, membeli, di Era perang ini. Kamu kira ini Era hiburan enam ribu tahun yang lalu?” tanya Gadis itu, kemudian dia jongkok sambil menurunkan tas di belakang pinggangnya―dia sedang mempersiapkan sesuatu.
“Hahaha.... Aku hanya bercanda.” Mark tertawa santai sambil menggnti batch peluru sniper-nya, dengan sangat cepat, kemudian ia kembali menembaki musuhnya, “kukira itu menarik ... saat kita bisa membeli atau menjual sesuatu,” kata Mark sambil menoleh ke samping kanan, di mana Gadis itu telah selesai mempersiapkan sesuatu, kemudian dia perlahan berdiri.
“Bahu-membahu, saling memberi, dan semuanya gratis ... itu memang bagus. Tapi ....” Mark berkata sambil tersenyum misterius, kemudian ia lanjut menembaki Alta.
“.... Aku hanya ingin beratrung bersamamu―dan kenapa juga kamu malah dipasangkan dengan Wanita barbar itu?” gerutu Gadis itu sambil mengerutkan keningnya.
“Sappoter di garis depan, itu sangat aneh .... Humph!” Gadis manis itu bergumam sambil cemberut, dan kembali memalingkan wajahnya, sambil melirik Mark dengan mata tajam abu-abunya.
Pria yang terus menembak itu tiba-tiba menghentikan tembakannya, dan ia mengangkat sniper-nya ke atas, kemudian Pria tersebut menghadap kepada Gadis manis di sampingnya, yang dia masih memalingkan wajahnya.
“Yah, kupikir, memang benar apa yang kamu katakan itu, tapi apapun itu .... Kita harus menang dulu, bukan?” tanya Mark dengan nada dingin, sambil menatap tajam Gadis di depannya, kemudian mengganti batch peluru sniper-nya, dengan sangat cepat.
Gadis yang ditatap Mark menundukan kepalanya, kemudian dia menggertakan giginya dan menjawab, “Okelah,” dengan air mata yang menggenang dikedua matanya, dia langsung melompat turun dari dahan pohon besar―pijakan mereka ber-dua.
Lalu, Gadis itu mendarat di tanah, dan langsung berlari dengan sangat cepat, menuju ke arah di mana Elk berada―Wanita itu terus bertarung dengan Sirius, yang ia telah berubah menjadi monster ungu; mereka berdua berada di wilayah pintu zero; telah hancur; di arah timur.
Dia berlari sangat cepat, sampai-sampai meninggalkan bayangan lintasan hitam di belakangnya, dan saat dia akan menghapus air matanya, seruan Pria serak terdengar oleh Gadis itu, “Hey!―Litz.” Gadis manis itu langsung menoleh ke belakang, di mana Pria mengenakan kaos putih sedang berdiri di atas dahan pohon cukup besar, yang menatapnya dengan tatapan hangat. “Aku tidak marah.”
“Semangatlah!!” teriak Mark sambil tersenyum lebar, ia berdiri tegap sambil mengangkat sniper-nya.
Litz. langsung memalingkan wajahnya yang merona, dia langsung berlari sangat cepat menuju tepat ke arah Elk dan Sirius sedang bertarung.
*
Mark melihat punggung seorang Gadis yang mengenakan baju Unit Pugulister biasa, seperti baju militer berwarna hitam, dengan tulisan pada punggung tersebut:
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
__ADS_1
Unit. C
Pugulister-S3341 {No. 0735}I5
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Mark bergumam sambil menatap punggung Litz. yang terus menjauh, “Aku benar, huh, memang hari ini,” kemudian ia tiba-tiba berjongkok―posisi menembak, dan kembali menembaki Alta sambil lanjut berkata, “akan menjadi hari yang sangat panjang.”
*
Litz. menerjang kobaran api berwarna merah yang mengitari tepi kawah, kemudian dia melompat masuk ke dalam kawah dan berlari kembali.
Seorang Lelaki berkepala plontos, berkulit hitam, dan kekar berotot; dengan R.P.G (Rocket Propelled Grenade,
atau Granat berpeluncur roket) yang dia sandangkan di punggungnya, dan Lelaki tersebut berlari sambil menggenggam sebuah R.P.G lainnya menggunakan kedua tangan―kedua lengannya dibawah dengan batang tubuh dia menyamping―moncong R.P.G menghadap kedepan.
Lelaki mengenakan gogglescope dimiringkan olehnya di kepala plontosnya, yang terus berlari walaupun dia terlihat mengangkut dua benda panjang, dengan masing-masing benda tersebut setengah ukuran tubuhnya, juga sepuluh kali lipat lebih berat dari berat tubuhya.
Setiap langkah Lelaki berkepala plontos itu membuat tanah pijakannya hancur, tetapi dia tidak terlihat kelelahan, dan terus berlari.
Lelaki itu kemudian tertawa terbahak-bahak, “Hahaha. Gahahaa hahah-haha ....” Dia tertawa dengan nada aneh, dan Lelaki tersebut kemudian menengok ke samping kiri, di mana Litz. sedang berlari menuju ke arah yang sama denganya.
Lelaki berkulit hitam itu berhenti tertawa kemudian berseru, “Hei!―Litz.” Lelaki tersebut berhenti berlari, dengan angin yang langsung menghempaskan udara dan kerikil di sekitarnya, dan kedua kakinya pun langsung menancap ke tanah. “Musuh sedang turun, apa kita akan menghajarnya?” tanya Lelaki berkepala plontos itu sambil tersenyum lebar.
Litz. menjawab sambil terus berlari, dia akan menyusul Pria di depannya, “Oke ... Tapi hanya sekali,” kemudian dia mempercepat larinya.
Lalu, Gadis manis itu pun sampai di samping Pria berkulit hitam dan berkata, “Aku harus ke tempat Wanita barbar itu, cih,” Litz. mendecakan lidahnya sambil mengertukan kening, “jika bukan karena perintah Mark .... Aku sama sekali enggak mau!”
“Kau tidak bisa seperti itu, Litz.” Pria itu berkata sambil menggelengkan kepala plontosnya, “Bagaimanapun, dia adalah seniormu, dan dia juga yang mengajarimu bertarung, kan?” Jego kemudian mengangkat bahunya sambil tersenyum lebar. Dia melihat punggung seorang Gadis yang berlari super-cepat menjauhinya.
“Siapa beduli, dasar Jego bodoh,” gerutu Litz. langsung menoleh ke belakang, sambil memutar matanya, “kau sama sekali nggak tahu perasaan wanita,” dan Gadis manis itu geram, kemudian mempercepat larinya.
__ADS_1
Jego menjawab sambil tertawa, “Gahaha .... oke, dan kau juga masih terlalu kecil untuk disebut wanita.”
“Hahaha-hahah ... hahaha.” Jego terus tertawa sambil menempatkan ujung belakang R.P.G yang di genggamnya di bahu kanannya, dengan posisi menembak, seperti menembakan R.P.G pada umumnya.
R.P.G (Rocket Propelled Grenade, atau Granat berpeluncur roket) berwarna hitam dinggamnya erat―posisi menembak dengan ujung belakang R.P.G tersebut di bahunya. Kemudian dia membuka sebuah pointer: atau scope atau optical sight yang berbentuk kotak, berada di samping kiri batang hitam R.P.G, dan di dalam kotak pointer tersebut, yang terdapat pointer cukup besar dengan digital berwarna biru berbentuk ‘+’ di tengahnya.
“Aku tidak tahu tentang ‘bela diri’ sepertimu,” kata Jego sambil mengatur R.P.G-nya, kemudian dia arahkan kepada Alta yang terus terhantam oleh prajurit-prajurit Wanita Unit Pugulister, “atau juga yang disebut ‘seni bela diri’ ....” Jego kemudian merepalkan tangan kanannya―menekan suatu tombol. “Aku benar-benar tidak tahu itu semua.”
“.... Tapi yang kutahu ... ‘seni’ itu adalah ...” lanjut Jego, dan R.P.G berwarna hitam, sebesar tubuh manusia dewasa, yang langsung memancarkan cahaya biru, dengan warna batang berwarna hitam yang dihiasi oleh sirquit biru rumit, menghitari R.P.G tersebut.
Lalu, srquit biru langsung mengalir ke ujung moncong R.P.G, seperti air biru terang yang mengalir deras di sungai, dengan hulu sungai air hitam kotor, dan hulu sungai tersebut pun berubah menjadi kilauan cahaya biru.
Kemudian aliran sirquit biru yang langsung berkumpul di moncong R.P.G berwarna hitam, kemudian membentuk sebuah bola cahaya biru di moncong R.P.G tersebut, dan bola cahaya tersebut menyebar―menjadi kepingan cahaya, kemudian langsung membentuk lingkaran dengan sirquit rumit berwarna biru, seperti lingkaran sihir. Namun, bukan garis yang membentuk hextagonal, tetapi sirquit―seperti siquit motherboard pada PC, atau mesin canggih lainnya.
*
“Cih,” decak Alta yang terus terhantam oleh prajurit-prajurit Wanita Unit Pugulister, dengan ia terus menggunakan Sword Orbit yang semakin melemah.
“Masih jauh, kah? Dan ... di mana juga orang tua itu?” gumam Alta sambil merepalkan rahangnya, kemudian ia melirik ke samping, di mana seluruh medan perang tertutupi oleh kilauan cahaya tabrakan ‘sk’ dan ‘data’.
Alta tidak bisa menggunakan Energy untuk mendeteksi Komandan Pria paruh baya―dengan cara menyebarkan Energy cahaya putihnya, karena Komandan Lelaki Muda itu harus terus menitikberatkan Energy pada Sword Orbit di lengan kirinya. Jika Alta lengah sedikit, Sword Orbit di lengan kirinya akan menghilang, dan prajurit-prajurit Wanita Unit Pugulister akan langsung menghantamnya bertubi-tubi.
Lalu, Komandan Lelaki Muda tiba-tiba melirik ke bawah dan bergumam, “Siapa itu?” ia melihat sesosok bayangan hitam disertai warna pink yang melesat menuju tepat ke arahnya, dan Alta langsung mengerti, ia menggertakan giginya menyadari sesuatu.
*
Lingkaran sirquit rumit berwarna biru di depan Jego pun perlahan terbelah; membentuk petir zig-zag, atau huruf S yang membagi dua lingkaran sirquit tersebut, kemudian lingkaran sirquit tersebut terbelah menjadi dua, dan ia langsung merobek ‘ruang’ berwarna hitam. Lalu, perlahan keluar sebuah moncong Rudal Merah, seperti pensil, dengan moncong Rudal Merah bergambar mata tajam, dan senyum gigi gergaji berwarna hitam.
Jego berwajah sangat serius, kemudian dia mengarahkan R.P.G-nya tepat ke arah Alta. “Yap, seni itu adalah ...,” ulang Jego tersenyum lebar sambil menembakan R.P.G berwarna hitamnya.
*Bhuss ...!*
__ADS_1
***