Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0

Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0
[B1-68] "Purple Monster II"


__ADS_3

Dengan satu sclera mata putih, dan sclera mata lainnya berwarna hitam. Pria muda bertubuh Monster ungu, menatap tajam Monster es yang melayang di atasnya―Alta yang melayang di udara, sambil terus mendekati Monster ungu.


Kemudian Sirius menyipitkan matanya, kembali menatap tajam tabel di sudut kiri atasnya.


「+H: 157T*E%」


“Sekalipun aku tidak memakan Energy murni,” gumam Sirius, dengan bola mata ungu terang, ia mengalihkan padangannya pada tabel angka di bawahnya, dan lanjut berkata dengan nada setengah monster, “Efek tersembunyi Energy-nya masih ada?!”


「+En: 105 xs*o/e%」


Sirius menutup matanya, seolah ia sedang menrenungkan sesuatu.


Tubuh Monster ungu itu diselimuti oleh es putih yang terus mengeras, dan menjalar sambil membekukan tubuhnya.


Lalu, tepat saat bongkahan es menjalar ke leher, dan akan membekukan wajah Sirius.


Monster ungu itu kemudian perlahan berdiri, dan di bahunya keluar listrik-listrik kecil berwarna ungu.


Karena sebelum Alta menebaskan Sword Ice-nya, Monster ungu itu membuat Energy-shield listrik berwarna ungu―ia meniru Komandan Pria paruh baya.


Energy-shield yang melindungi Monster ungu seutuhnya. Tetapi, tetap Monster ungu itu langsung membeku, dengan listrik-listrik ungu yang keluar dari bongkahan es, sampai membekukan setengah tubuh Sirius.


Sirius berdiri sedikit membukuk, dengan bongkahan es pada tubuhnya mulai retak, dan ia seperti kelelahan, bernapas berat. Lalu Listrik-listrik ungu yang keluar dari tubuhnya, menyambar ke seskitarnya, dan menghancurkan seluruh es yang menyelimuti, sekaligus menghentikan pembekuan.


Kemudian pecahan-pecahan es yang mengitari tubuh Monster ungu itu, yang perlahan-lahan berhamburan ke sekitarnya. Pria muda bertubuh Monster ungu itu masih setengah sadar, dengan tubuhnya bergoyang sedikit, seperti sedang linglung.

__ADS_1


Monster ungu yang masih membungkuk, dengan tatapan kosong, menatap kepingan-kepingan es di tanah, lalu ia berdiri tegap, dan mendongakkan kepala, sambil menyipitkan kedua mata, menatap tajam Monster es, melayang di atasnya yang berkata, “Kau sudah sadar,” Monster es itu mengarahkan ujung bilah tajam Sword Ice, digenggaman tangan kanannya kepada Monster ungu. “Pria bodoh?”


Kemudian, Alta sedikit menggerakan Sword Ice di kedua tangannya, untuk menghilangkan uap es, yang mengitari bilah tajam kedua Sowrd Ice, juga kristal-krital es yang mengitari bilah tajam kedua pedang diggenggaman Alta pun menghilang. Lalu bilah tajam es padat pada pedang, menjadi transparan, seolah menyatu dengan udara, seperti kaca bening yang sangat bersih.


Meskipun Sirius setengah sadar, dan ia masih bertubuh Monster ungu. Pria muda itu mengerti, dengan apa yang telah dikatakan Monster es yang melayang di atasnya. Kemudian, Monster ungu itu menundukan kepalanya, dengan tatapan sedih, menatap tanah di bawahnya; hamparan tanah yang telah membeku menjadi es.


“Ya, aku tahu,” kata Sirius, dengan nada suara Pria muda itu seperti setengah Monster, solah ia sedang radang tenggorokan, “bahwa aku salah.” Kemudian, ia mendongak ke atas, menatap tajam kembali sosok yang tidak asing baginya.


Lanjut Monster ungu itu membantah, sambil mengerutkan keningnya, “Tapi, bukan aku yang memintanya untuk melindungiku!!” dan dengan suara Monsternya, yang menggetarkan kepingan-kepingan, serta hamparan es di sekitarnya.


Alta mendengar Sirius, di bawahnya, dengan sangat percaya diri, Monster ungu itu membantah.


Monster es itu kemudian mengerutkan keningnya, dengan kedua mata es beku, seperti bongkahan es berbentuk almon, yang menatap tajam Monster ungu di bawahnya, dan berkata, “Jika bukan karena ia selalu berada di sekitarmu ....” Monster es yang melayang di udara, sambil menitikberatkan Energy-nya pada Sword Ice digenggamnya, dengan setiap perkataan dan gerakan Alta, disertai uap es yang keluar dari tubuhnya. “Sasha tidak akan pernah terluka.”


Sirius mengerutkan keningnya, dan ia kembali membantak perkatan Alta, “Aku juga tidak mau ...” dan ia lanjutkan dengan lirih, “kalau Sasha terluka,” sambil menundukan kepalanya, menatap kosong bongkahan es berbentuk rumput di bawahnya.


Kemudian, kaki besar [RbX-M2314] yang ia telah terdorong oleh hantaman seorang Unit Pugulister, dan ia mundur beberapa langkah, kemudian kaki besar itu tepat di atas Sirius―akan menginjak Monster ungu.


Monster ungu yang akan diinjak oleh [RbX-M2314], menoleh ke atas. Kemudian kerutan keningnya semakin dalam, sambil mengangkat tangan kirinya ke atas, dengan telapak tangan terbuka, Sirius langsung menahan kaki besar Robot itu.


“Bukk!!!”


*


Elk sedang berlari cukup jauh dari Sirius dan [RbX-M2314]. Wanita itu melihat Sirius yang terinjak kaki besar robot, dan bergumam, “Sekarang, Pria itu benar-benar mati?!”

__ADS_1


Tetapi Wanita berambut hitam sebahu itu, tidak memperlambat laju larinya, menuju ke arah Litz.


Di mana Gadis manis berambut dikucir kuda itu, sedang bersandar di batu cukup besar, dengan tubuh Gadis itu membeku sepenuhnya.


Lalu Elk pun sampai di depan Litz. yang membeku, dan betanya, “Kau sangat berani, huh, melawanku seperti itu, Gadis kecil?” kemudian Wanita itu berdiri tegap, di depan Litz. dan lanjut berkata, “Lihat dirimu sekarang. Gegabah menyerang, seperti orang bodoh saja.” Elk menyipitkan matanya, dengan bola mata hijau terangnya, melihat kebawah, menatap tajam Litz.


Gadis manis berambut kucir kuda itu ketakutan, sampai-sampai dia menggigil ketakutan, dan kedinginan akibat bongkahan es yang terus menyebar, juga tatam super-dingin mata Elk di atasnya. “Emm ...!! Emm ...!!” kata Litz. yang mulutnya tertutup oleh bongkahan es.


Mangabaikan Litz. yang meronta-ronta kedinginan, Elk berkata, “Gadis kecil,” dan dia masih dengan tatapan dingin, mentap Gadis itu, “aku tidak pernah mengajarimu, untuk mati sia-sia seperti itu ....”


Elk mengeluarkan belati di saku belakangnya. Dan saat Wanita di atasnya mengeluarkan belati, Gadis manis di bawah Elk, meronta-ronta sambil menggelangkan kepalanya. Kemudian dia berkata tidak jelas, sambil menggeliat seperti cacing, “Emm ...!!-Emm ...!!” lalu Gadis manis itu menangis, dengan air mata di matanya langsung membeku.“Emm ...!!!”


*


Sirius yang terinjak, sambil menutup mata, mengangkat telapak tangan kirinya, dan dengan sangat kuat, ia menahan [RbX-M2314]: Robot sebesar gedung dua puluh lantai dengan satu tangan. Lalu Monster ungu itu berkata, “Aku juga,” membuka kedua matanya perlahan, dan ia mendorong kuat, telapak kaki [RbX-M2314] ke


atas, dengan Robot sebesar gedung dua puluh lantai itu langsung terjungkal ke belakang, “tidak mau orang yang kucintai terkuka.”


*Buffh!!*


Robot yang terjungkal, dan langsung diserbu, dihantam tanpa henti oleh prajurit-prajurit Wanita Unit Pugulster, dan prajurit batalion tersisa. Kemudian, debu dan uap es menyelimuti, sekaligus menutupi Monster ungu yang tidak jauh dari mereka.


Alta yang menyipitkan matanya, menatap tajam ke bawah, di mana Monster ungu sudah tertutup kepulan debu disertai uap es, tetapi suara setengah monster lanjut berkata, “Aku benar-benar tidak ingin melihatnya terluka ....”


“Sungguh, mungkin aku benar-benar terlalu bodoh, untuk tidak menyadarinya sama sakali .... Tetapi, tidak lama ini aku sadar.”

__ADS_1


“Aku benar-benar mencintainya.”


***


__ADS_2