![Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0](https://asset.asean.biz.id/planet---war-of-k-m-xgsp-m4221--locked-oso-0.webp)
Sirius menatap tajam Mark berada berada cukup jauh darinya. Pria dengan mata merah darah itu di atas batu besar, meski dari jarak yang sangat jauh—Mark bisa merasakan tatapan tajam Sirius, dan ia juga sedang berkonsentrasi penuh menembaki Alta yang terus mencoba mengejar Jenderal Sez.
“Hey, kenapa kau menatapku seperti itu?” teriak Mark menyipitkan matanya, ia melihat Sirius yang terikat semakin kuat oleh Energy putih elastis—ia terbaring tengkurap menggeliat seperti cacing.
“... Itu sangat memalukan kawan, seharusnya ...,” lanjut Mark yang terus menembaki Alta bersama penembak jitu lainnya, “kau memberi tahuku terlebih dulu jika kau memiliki ‘data’ sehebat itu.” Mark mengerutkan bibirnya mengganti batch peluru sniper-nya sambil mengangkat bahu—ia tidak mau disalahkan.
“Mark ... kau tidak bisa lari dari ini ...!! Itu benar-benar,” teriak Elk dengan geram, dan dia terus melompat melesat ke atas menyerang Komandan Lelaki muda musuhnya, “salahmu, Pria bodoh!” kata Elk sambil mengambil belati di saku belakangnya yang kemudian dia genggam erat—melesat ke atas menuju tepat ke arah Alta.
¤Sss!!¤
Belati dengan balutan Energy hijau berputar cepat, seperti gergaji mesin—menyayat secara vertikal Alta di hadapannya, dengan tubuh Elk yang terjun juga ke bawah sangat cepat secara vertikal.
Tetapi belati tersebut langsung tertahan oleh salah satu lintasan tebasan sword orbit: Energy cahaya putih membentuk orbit pedang sangat kuat—belati Elk yang langsung terpental ke belakang, dia terjun melesat kemudian mendarat di tanah.
Dengan kuda-kuda sigap dan tangan Wanita itu meyentuh tanah, dia menatap tajam Alta yang melayang di atasnya. Elk serta Jenderal Moran kemudian terus menghadang Alta dengan sisa kekuatan mereka, agar Jenderal Sez. bisa terus mundur—menuju ke arah regu sappoter bagian penyembuhan.
Sirius diikat oleh Energy elastis berwarna putih yang belum menghilang juga—merepalkan rahangnya kesakitan. “Sial ...!!” jerit Sirius menggertakan gigi sambil menatap tajam sebuah peringatan yang terpampang di hadapannya.
「-100 Affinity With +De[ER-001]」
Sirius terikat sangat kuat, ia hanya bisa menggeliat terus mencoba melepaskan diri dari Energy elastis berwarna putih: seperti jaring laba-laba yang terus mengikat semakin kuat seluruh tubuhnya.
「[+EM-T223] spreading to your body」
「0,09 .Ark」
「Warning! Poison Detected」
「0,08 .Ark」
「Warning! Poison Detected」
. . .
__ADS_1
「0,07 .Ark」
「Warning! Poison Detected」
Peringatan suara mekanisme seorang wanita terus berdengung di telinga Sirius, sampai menggetarkan paru-parunya. Dengan angka hitung mundur yang sangat cepat berkurang.
Sampai ...,
. . .
「0,01 .Ark」
「Cap—」
「*************」
¤Btzzzz!¤
Suara korsleting listrik berdengung keras di kepala Sirius, dan seluruh tubuhnya berubah perlahan, dan kedua pupil mata ungu terus menggelap dengan sclera mata putih perlahan menjadi hitam.
Suara detupan keras [xious-M4221] mengiringi suara korsleting listrik menggetarkan kepala Sirius—tubuh Pria muda berambut putih itu perlahan memancarkan cahaya bercak ungu.
“Dia?!” gumam Elk menyipitkan mata menatap Sirius yang terbaring tak jauh di depannya. “Cih ... Pria bodoh itu selalu saja merepotkanku.” Dia langsung melesat maju, menuju ke arah di mana Sirius tengkurap di tanah .
Jenderal Moran menyadari Elk tidak menyerang, sedikit terkejut, dan berteriak, “Elk, kau mau kemana?!” suara Pria Tua itu serak menggema di udara—dia terus menahan Alta di depannya sambil mundur secara teratur.
Alta mendenggar dengan jelas manusia di hadapannya, menggertakan giginya, sedikit jengkel, sebab Elk dan Jenderal Moran mengabaikannya.
Komandan Lelaki muda itu langsung menebas jalur yang dilalu Elk dengan sangat cepat: satu tebasan panjang Energy berbentuk Pedang Petir Putih—menebas dengan sangat cepat.
“Jika dia tidak menjelamatkan Jenderal Sez.” Elk mengerutkan kening melirik tebasan panjang Pedang Petir Putih tepat di samping atasnya, “aku tidak akan mau membantumu!” gerutu Elk menghindari serangan Alta—Wanita itu memutar badannya ke belakang dengan lintasan Pedang Petir Putih tepat berada di depannya.
“Cih ....” Alta berdecak kesal sambil melirik serangannya meleset, kemudian ia langsung mengalihkan pandangannya mencari Jenderal Sez. Tetapi Wanita itu sudah menghilang dari pandangan semua orang.
__ADS_1
Bayangan hijau melesat kembali ke arah Sirius yang terbaring terikat—menggeliat di tanah seperti sangat kesakitan.
“Hohoho.... kita lanjut, Bocah?” tanya Jenderal Moran sambil tersenyum tipis, dia masih berdiri tegap melayang di udara—menatap tajam Komandan muda musuhnya.
Alta mengerutkan keningnya sangat geram. “Kalian para Manusia sebentar lagi,” ia melirik berbagai warna titik lintasan peluru menghampirinya—Alta langsung menggunakan sword orbit untuk menghancurkan robekan ‘ruang’ kecil dari ledakan peluru tersebut, “akan melemah ... tidakah kau melihat jelas matahari? Sudah pada puncaknya akan terbenam.” Komandan Lelaki muda itu kemudian berdiri tegap melayang di udara, dan menatap tajam Jenderal Moran.
“Apakah kalian tidak mau menyerah saja? Aku sedikit jengkel kejar-kejaran seperti ini.” Alta berkata sambil mengerutkan bibir dan mengangkat bahunya.
“Siapa tahu ...? Mungkin kami yang akan bertahan?!” kata Jederal Moran tersenyum misterius mengangkat sudut bibirnya sambil mengangkat bahu juga.
Alta menatap tajam Jenderal Moran di hadapannya, ia menggelengkan kepalanya sambil menggertakan gigi sangat jengkel.
“Orang tua!” teriak Komandan Lelaki muda musuh. “Hancurkan harapan terakhir mereka!”
Alta menatap tajam Jenderal Moran di depannya—dengan seringai lebar muncul perlahan di wajahnya.
Di sisi medan perang lain di mana para prajurit batalion pertahanan terus terdorong mundur, Komandan Pria paruh baya musuh mereka berteriak, “Ya ... Tuan muda!” ia melesat cepat menuju tepat ke arah bayangan tak kasat mata yang tidak jauh darinya.
Alta baru menyadari posisi rekannya sudah tidak jauh lagi dari para sappoter regu penyembuh berada. ia pun menitikberatkan Energy putih petirnya pada seluruh tubuhnya.
Jenderal Moran menoleh ke belakang, di mana kilatan listrik ungu menyambar tepat ke arah cucunya berasama beberapa sappoter tak kasat mata.
Alta tersenyum santai langsung menghilang dengan cahaya putih mengitari seluruh tubuhnya—ia mengarah tepat ke arah Sirius dan Elk berada.
“Sial!” teriak Mark yang berada di atas batu besar—ia menggenggam sniper-nya langsung berdiri dan melompat ke arah batu besar lainnya, “Elk! Lindungi kawan kita itu ... aku akan menahan Komandan musuh lainnya!”
Mark langsung berlari sambil mengganti batch peluru dengan sangat cepat, tidak lama ia sampai di depan batu besar yang ia tuju—melompat dan Mark lansung berdiri dalam posisi menembak, kemudian ia terus menembaki Komandan Pria paruh baya musuhnya tak jauh di depan.
Jenderal Moran berdiri tegap sambil menatap tajam Elk di bawahnya berkata, “Kita akan mundur! ... bawa Pria muda berambut putih itu, Elk.” Dia menggelengkan kepala dan menghela napas panjang, sambil membalikan badan langsung menyambar, dengan petir emas menuju tepat ke arah Komandan Pria paruh baya berada.
“Mundur? Dan ... kenapa harus aku?!” tanya Elk menggertakan giginya geram, dia melirik ke atas. Alta yang melayang di udara dengan cahaya putih mengitari tubuhnya—ia melesat cepat menghampiri Wanita itu.
“Kau harus membantuku, Mark! Komandan yang disebut Alta itu sangat kuat.” Elk berteriak sambil merepalkan erat tangannya melihat Mark sudah menjauhi dari jangkauan tembaknya.
__ADS_1
“Bekerjasamalah dengan kekasihmu,” kata Mark yang berada sangat jauh dari Elk, “apakah kau tidak melihat? Meski ia tidak terlalu bagus. Pemuda berambut silver itu sangat pekerja keras!” kemudian ia tersenyum santai sambil mengganti batch peluru, dan ia terus mencoba menahan Komandan Pria paruh baya melayang tak jauh di depannya.
¤¤¤