![Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0](https://asset.asean.biz.id/planet---war-of-k-m-xgsp-m4221--locked-oso-0.webp)
Mereka ber-tiga menatap kosong panel window yang berkelap-kelip.
Sirius yang sedari awal pertama kali menginjakkan kakinya di Planet bernama Bumi ini, berpikir bahwa memang ada yang aneh dengan matahari. Matahari itu terlihat kesakitan, seperti terkekang oleh suatu Energy jahat yang menyelimutinya.
“Apa yang aneh dengan matahari itu?" tanya Elk, kebingungan. "Dari aku lahir, ia tak berubah sedikitpun."
Jenderal Moran mengambil buku tua berwarna coklat compang-camping termakan oleh waktu—di dalam lemari di dekatnya. Lalu, dia meletakanya di atas meja dan membuka suatu halaman yang berisi informasi tentang matahari.
“Menurut catatan sejarah Bumi kita ini. Matahari itu berwarna oranye saat senja, dengan kehangatan ultraviolet saat menerangi kulit kita para manusia. Tapi empat ribu tahun ini berubah warna menjadi kuning dan sangat menusuk kulit yang sedikit menyakitkan.” Jenderal Moran mengerutkan kening saat membaca buku itu.
“Jadi dia dalam masalah?” tanya Sirius.
“Dia?!“ tanya Elk dan Jenderal Moran serempak, menatap Sirius dengan tatapan heran.
“Hahaha.... mungkin hanya kamu yang bisa memanggil ia sebagai makhluk hidup.” Elk tertawa kemudian menatap tajam Sirius.
Kedua orang itu menatap Sirius dengan wajah aneh. Jenderal Moran kemudian mengembalikan buku ke tempat semula.
“Matahari itu Energy, sekaligus bencana untuk—” Elk yang akan menjelaskan sesuatu terpotong oleh sanggahan Jenderal Moran.
“Sudah cukup!!! Abaikan dulu itu, kita sedang terburu buru. Apa yang kamu maksud dengan ‘Data’ tadi? Itu adalah informasi cukup penting yang harusku laporkan pada atasan dan Jenderal lainnya,” tuntut Jenderal Moran kepada Sirius dengan tegas.
Elk ingin menjelaskan sesuatu, tetapi terpotong oleh Jenderal Moran.
Kemudian Sirius menatap Elk dengan ekspresi penasaran. Namun, Sirius pun tetap langsung memberi penjelasan, “'Data' itu adalah kekuatan yang sama seperti ‘sk’ kalian. Hanya saja kami menggunakan inti Energy ada dalam diri kita, bukan Energy eksternal yang kalian sebut matahari itu.”
“Jika kugambarkan akan menjadi seperti ini ....” Sirius mendekati alat proyektor terdekat, menuliskan dan menggambar sesuatu di panelnya dengan cepat.
[MBG-Sr211] : Memebentuk meteor sebesar bola basket di telapak tangan. Jangkauan ‘Data’ 501000, daya ledak panas 1000 derajat Celsius. dengan konsumsi Energy* sebesar 3 xj.
“Aku yang membuat ini. tertera pada ‘sr’ di sana tidak lain adalah nama kode ku. Dengan percobaan selama 211 kali untuk berhasil meminimalisir penggunaan Energy dan menaikan kapasitas ledakanya,” jelas Sirius. “Tapi berbeda dengan para bangsawan!!”
“Dimana setelah kode pembuat itu bukan banyaknya percobaan, tapi tahun di mana pembuatan "data". Entah itu robot, 'Data’, senjata atau pun yang lainya.” Sirius kemudian melanjutkan menulis di panel.
[sbk-sr342] : Membentuk laser dalam energi panas, dengan jari yang dipilih. Jangkauan ‘Data’ 5500, konsumsi Energy* sebesar 15 xs.
[eFS-T2221] : Membentuk bola bola komet es di sekitarnya, daya ledak beku -540 derajat Celsius. Satu bola komet es mengkonsumsi Energy 4,2 xj, Dengan jangkauan dibagi dari penggunaan Energy yang tersisa per *100.
“Wow!? Itu dua kali dinginya luar angkasa terjauh! Kenapa wanita itu tidak ada di sini!?” kata Elk, menjilat bibirnya. “Jika dia ada di sini, itu akan jadi sangat menyenangkan!”
Mengabaikan Elk, Jenderal Moran mengetik laporan dengan cepat dan langsung mengirimkanya kepada atasan serta Jenderal lainnya. Saat [StA.++T112] hampir kehabisan Energy-nya; ia telah tertranfer kepada bola mesin.
Sesaat kemudian, bola mesin itu sudah mengisi Energy sepenuhnya. Dengan [StA.++T112] masih setengah redup.
Ini masih ada setengah? Berapa banyak Energy yang ada di dalamnya!?
Saat Sirius ingin mencoba menyentuh batu sebesar telapak tangan itu, bayangan hijau melesat di hadapannya.
“Cukup ... sampai disitu!!!” teriak Elk langsung menyambar batu itu.
Sirius berdecak kesal. “Cih!!”
Batu itu terlepas dari sirquit-nya. Lalu bola mesin itu tiba-tiba bersinar, memancarkan warna biru laut terang.
Sirius menyentuh bola mesin itu, kemudian Energy ungu melesat ke dalam kepalanya secara tiba tiba.
"...!?" terkejut dengan apa yang baru saja terjadi, Sirius memegang kepala dengan kedua tanganya yang terasa sangat sakit—ia berlutut di lantai.
Kedua orang di belakangnya menjadi waspada sambil menatap bingung Sirius—Mereka ber-dua sedang menebak-nebak apa yang terjadi padanya.
"Arrrgggghhh!!"
Pria muda itu mengeram kesakitan, terbaring di lantai lalu menggeliat seperti cacing.
"Arrrgggghhh!! Arrrgggghhh!!"
Wanita muda di belakangnya melihat Sirius dengan wajah gelap, kemudian dia menatap batu di tanganya.
“Cih!” decak kesal Elk. Dia tidak mau menggunakan batu bercahaya oranye di tangannya.
“Baiklah! Kamu dapat menyentuhnya, tapi hanya sebentar!” tuntut Elk.
Elk kemudian menyodorkan batu tersebut—Sirius langsung menyentuh dengan tangan kanannya.
Lalu, Energy hitam pekat menyelimuti tubuh Sirius, dan ia langsung merasa membaik.
[Energy murni terdeteksi! Energy bertambah 7 xj]
Suara mekanisme terdengar, tetapi Sirius kebingungan. Dan Elk melihat Sirius merasa baik langsung menarik kembali batu tersebut.
Apa?! Langsung terisi penuh?
Sirius bertanya, “Apa sebenarnya benda itu?”
“Huh! Seolah aku akan memberi tahumu!!!” jawab Elk, kemudian dia pegi untuk mengembalikan batu itu.
“Kita akan bersiap pada 30 menit dari sekarang. Dan kita akan langsung berangkat menuju Pintu bagian timur!” Intruksi Jenderal Moran, menutup panel window di depannya.
“Oke!” jawab Elk dan Sirius, serempak.
Sirius kemudian bangun dan melihat-lihat alat, mesin, senjata yang ada. Sesaat kemudian pandanganya menjadi kabur.
Ada apa ini?
Pengelihatan Pria itu menjadi kabur terpecah-pecah menjadi pixel, dan menyatu kembali diiringi suara perempuan mekanisme sistem terdengar, dibarengi tulisan berbahasa inggris di hadapan Pria itu tertulis:
「Special Ability has been Installed」
「[Copy "data"] installed」
「Have a Nice day Capt.」
Siapa itu?
Sirius kebingungan saat mendengar suara mekanisme perempuan asing tersebut. Ia memperhatikan sekitarnya, tetapi tidak ada seorang pun disana. Dia kemudian menyadari sesuatu.
Copy "data" mungkinkah??
__ADS_1
Pria muda itu kemudian mendekati meja, melihat bola mesin itu dengan penuh harap. Ia kemudian mengaktifkan panelnya lagi.
Saat iya menyentuh kata [MBG-sr211] suara mekanisme perempuan itu terdengar.
「Do you want Install [MBG-sr211] to your body Capt. ???」
“Ya!?”
“Eh!??”
“Yes!!” jawab Sirius dengan penuh semangat.
「Installing [MBG-sr211] . . ., keep waiting ...」
「. . . 」
Sirius mengerutkan alisnya dengan dalam, ia merasakan perasaan yang tidak enak.
「. . . 」
「Failed」
Sudah kuduga!
“Mungkin Energy dari [MBG-sr211] terlalu banyak!?” gumam Sirius. Ia kemudian menyentuh [sbk-sr423], yang penggunaan Energy 15 xs terendah.
「Installing [sbk-sr423] . . ., keep waiting ...」
「. . . 」
「. . . 」
「Failed」
“Apa?!?” pekik Sirus, terkejut.
Kedua "data" itu adalah buatanku! mengapa aku tidak bisa ‘menginstall’ pada tubuhku sendiri?!
"Akan aku coba yang terakhir!!!" kata Sirius menghela napas.
Dengan frustasi Pria itu menyentuh ‘Data’ terakhir. Karena ia sudah tahu, bahwa dia tidak akan pernah bisa membuat atau menggunakan ‘Data’ seorang bangsawan.
「Installing [eFS-T2221] . . ., keep waiting ...」
「. . . 」
「. . . 」
「Failed」
Sudah pasti!
Sirius dengan muram menggelengkan kepalanya, ia memijat pelipisnya dengan bingung memikirkan sesuatu.
Jika bahkan "data" buatanku tidak bisa. Apa yang bisa aku ‘install’ ke dalam tubuhku ini??
Sesaat kemudian, Sirius melihat Elk keluar gedung dengan membawa ransel besar dan perlengkapan lainya.
Itu ...
Sirius melebarkan matanya memikirkan sesuatu, dan kemudian tersenyum aneh melihat Elk.
“Ada apa dengan tatapanmu itu!?” tanya Elk, menggigil ketakutan.
“Maaf!!! Oke?! Aku tidak akan jatuh cinta padamu! Kau bukan tipeku!” kata Elk, menjulurkan lidahnya. Kemudian dia berlari menjauh sambil membawa ransel tersebut, menuju ke Jenderal Moran untuk rapat strategi.
¤¤¤
Para Prajurit memakai pakaian, celana hitam, dengan syal abu-abu tebal di lehernya, sedang berbaris dengan rapih, menunggu instruksi selanjutnya.. Dan beberapa Prajurit yang memakai gogglescope di kepalanya, walau mereka terhitung dengan jari.
Mereka kemudian diberi instruksi untuk mempersiapkan alat-alat perang canggih, dengan sangat gesit mereka melaksnakannya dan kembali ke tempat semula, sekejap mata.
Setelah semua selesai, para Prajurit masing-masing mengambil satu batu seukuran kepalan tangan manusia dewasa; mereka semua menggenggam satu batu itu dengan cahaya lebih redup dari [StA.++T112].
Cahaya warna-warni bersinar terang ke seluruh halaman selter. Sirius melangkah mendekati kumpulan cahaya itu dengan takjub, tetapi salah satu Prajurit menghetikanya.
“Apakah yang kamu pikirkan berada di sini?” tanya seorang Prajurit.
Para Prajurit dalam barisan selesai menyerap Energy yang ada dalam batu. Batu itu kemudian menghilang di udara, menjadi abu.
Mereka menatap tajam Pria muda bermata emas mengkilap, seperti giok. Berambut putih, seputih salju dengan kulit mulus tanpa cacat sedikitpun di hadapan mereka.
Prajurit dalam barisan berseru, “Bayi sepertimu tidak di terima di sini!”
“Ya. Apa yang dikatannya itu benar! Lebih baik kita memisahkan diri saja ok?!” tuntut Prajurit lainnya.
“Kita semua dari awal tidak berniat untuk berteman, benar?” desak seorang Prajurit yang menghentikan Sirius, dengan pandangan sinis, tersenyum lebar.
. . .
Hening cukup lama, sampai saat Pria muda itu terpaku pandanganya pada Elk. Wanita muda yang datang berdampingan dengan Jenderal Moran setelah rapat strategi selesai.
“Aku ingin menantang seseorang untuk bertarung ....” kata Sirius dengan tenang.
“Bertarung? Kamu??” tanya seorang Prajurit.
Para Prajurit saling memandang kemudian tertawa lepas, terbahak-bahak.
“Hahaha.... Bertarung? Bayi sepertimu? Dengan siapa???”
“Wanita itu!” Sirius dengan tenang menujuk Elk yang tidak jauh darinya.
“Apa?” jerit semua Prajurit, terkejut, dengan mata mereka terbuka lebar.
Lalu tiba-tiba, sesosok bayangan hijau melesat dengan sangat cepat, dan dalam sekejap, dia berada di tengah kerumunan.
“Apa? Apa?! Ada apa ini?” desak Elk.
__ADS_1
“Apa aku tadi tidak salah dengar?? Seorang ingin bertarung denganku??? Siapa??” tuntut Elk, dengan sangat antusias dia kegirangan.
“it—.itu ... ituuu!!”
Semua prajurit gugup ketakutan, melihat Wanita di hadapan mereka yang sangat kegirangan.
“Itu aku!!” jawab Sirius dengan santai.
“Kamu!?” Elk terkejut, lalu dia melihat Sirius, sambil menyipitkan matanya.
“Cih ... kukira ada Prajurit yang berkembang, meskipun itu satu.”
“Untuk apa aku melawan orang lemah sepertimu lagi? Itu membosankan!!” gerutu Elk. Dia berbalik arah, dan berjalan dengan kecewa.
Sirius bertanya dengan nada menantang, “Apa kamu takut?!”
Elk menghentikan langkahnya, menegok kebelakang, menatap Pria muda itu dengan tatapan tajam.
“Katakan sekali lagi!?” tuntut Elk, dengan nada geram.
Sirius dengan santai menatap Elk, “Hmmhh ...?!”
¤Buk!!!¤
Sirius terlempar, terbang kebelakang dan punggungnya langsung menabrak dinding.
¤buk!!!¤
Hanya bayangan hijau yang para Prajurit lihat.
Elk masih dalam posisi kepalan tinju memukul area perut, dengan kuda kuda-kuda depan yang kokoh, seperti dia terpaku di tanah.
Seperti yang di harapkan! Wanita gila itu sangat cepat huh ....
Sirius kemudian melihat Elk berjalan mendekatinya dengan sorot matanya yang tajam. Di belakang Wanita itu, wajah para Prajurit pucat pasi, ketakutan terlihat dengan jelas olehnya.
Hahaha.... ternyata berhasil ...?
“Kau mengerti sekarang di mana posisimu?” Elk menatap tajam Pria di depannya.
“Karena kamu kalah, bawa tas ini dan lakukan tugasmu!!” tegas Elk. Dia langsung melemparkan ransel yang di dalamnya terdapat bola mesin yang di buat oleh Sirius tadi.
Sirius tersenyum aneh menatap Wanita itu. “Huh?!”
“Kamu masih berani tersenyum menjijikan seperti itu!?” gerutu Elk dengan geram.
¤buk!!¤
Elk akan menginjak wajah Sirius, tetapi meleset. Kepala Sirius yang mengindar ke kiri dengan bayangan hijau sedikit melintas di mata Wanita itu, dan kaki Elk tertancap ke dalam tembok.
Elk tercengang melebarkan matanya. “Kamu!?”
Elk yang masih kebingungan dengan apa yang terjadi. Dia menatap Sirius berdiri dengan santai menepuk-nepuk debu. Lalu, ia mengambil tas dan mengeluarkan bola mesin itu, menggenggamnya dengan tangan kiri.
“Apa yang sudah kamu lakukan?!” teriak Elk dengan geram.
Pria muda itu mengabaikannya, dan mengecek kembali bola mesin itu, apakah ada kesalahan.
Elk berteriak marah, "Hey!? Aku bilang apa yang kamu lakukan!!!" sambil mengeluarkan kakinya yang tertancap di tembok.
“Huh! Seolah-olah aku akan memberi tahumu!?” kata Sirius dengan santai.
¤¤¤
Melesat cepat bayangan warna-warni menuju Pintu timur, dengan pesawat kecil dan mobil-mobil terbang melesat di menyertainya.
Saat ini adalah Era dimana teknologi bumi tidak sekuat dulu. Mereka tidak sebanding dengan kekuatan inti 'sk' para manusia.
Kedua alat tranportasi itu hanya untuk mengangkut barang, seperti peluru dan Energy, dimana tank, kapal induk SS, pesawat, bom nuklir atau hidrogen dan lainnya sudah menjadi tidak berguna, menjadi abu tertelan waktu.
Dimana senjata teknologi hanya digunakan untuk menahan serangan musuh sementara, atau serangan-serangan kecil musuh manusia.
[scg-T321]
Teknologi cannon tercanggih bahkan tidak bisa menggores pesawat pengangkut barang yang diciptakan Jenderal Rox, apalagi prajuritnya.
Dua bayangan hijau melesat di barisan paling depan, dengan seorang Wanita sedang geram, yang dia tidak berhenti berceloteh tentang tanding ulang.
“Hey!! Aku ingin tanding ulang!!!”
“Ayo cepat!! Kita ke pinggir sebentar!!!”
“Ini hanya sebentar!!! Beberapa detik saja dan kita bisa mengejar mereka setelahnya!!”
"Hey?! hey!? Hey?!"
. . .
Wanita itu tidak berhenti mengoceh ke seorang Pria yang menggenggam bola mesin yang sama sekali tidak menghiraukannya.
Sirius mempercepat lajunya, lalu sampai di depan pintu dalam. Memperlihatkan lorong tebing yang gelap gulita.
Di setiap pintu Area 327 terbagi menjadi dua: Pintu luar dengan pertahanan [scg-T321] di sisi-sisi pintu. Dan pintu dalam terdapat lorong tebing panjang dengan [scg-T321] di setap sisi-sisi lorong tebing. Terdapat jebakan di tanah, udara, serta sisi tebing yang tak terhitung jumlahnya.
Saat Sirius dan yang lainnya sampai, Jenderal Moran maju dan mematikan semua jebakan.
Pembukaan pintu dalam [A327] harus disepakati oleh empat Jenderal. Begitu pula pintu luar, harus ada tiga Jenderal setidaknya yang sepakat.
Saat jebakan dimatikan, cahaya biru laut menerangi keggelapan lorong.
Sirius dan yang lainnya pun melesat masuk kedalam lorong tersebut, dan cukup lama untuk mereka melintasi lorong.
Di mana camp-camp para prajurit terlihat, dan berbagai ukuran batu yang berserakkan di mana-mana.
Sirius kemudian masuk pintu kecil terbuka.
Pria itu melesat ke udara dan langsung menghidupkan bola mesin yang melayang di tangan kirinya.
__ADS_1
¤¤¤