Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0

Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0
[B1-48] "Summon". . .,


__ADS_3

Mengabaikan semua orang, Sirius melebarkan matanya tercengang menatap angka hitung mundur, dan semacam pemberitahuan aneh di hadapannya. Ia sama sekali tidak menyadari sebuah lintasan peluru berwarna putih melesat dengan tepat menuju ke arahnya.


「Ability Has Been Installed」


「(New) "data": Summon Installed」


「0,2 .Ark」


. . .


Summon?


“Maksudnya ... pemanggilan?!” gumam Sirius mengerutkan kening berwajah kebingungan. “Tapi ... yaa .... Aku akhirnya punya ‘data’ lain!” ia sedikit tersenyum bahagia sambil merepalkan tangan kanannya membentuk tinju erat di depannya.


Tapi ... mamanggil apa!?


「(Locked) ++AHr[AU-001]」


「(New) +DDe[ER-001]」


“Dan ... apa juga itu D dan ER!?” tanya Sirius, ia kebingungan sambil menyentuh dagunya, dan menatap tajam ‘Locked’ pada [++A[HB-001]] yang terpampang di depannya.


「Difender and ...,」


「You will summon ...,」


「Species: Rangifer Tarandus, Captain」


“Rangifer tarandus ...?! Apa itu lag—” seru Sirius tercengang sambil memiringkan kepalanya kebingungan—perkataannya terpotong melihat Jenderal Sez. yang diserang oleh Alta secara bertubi-tubi.


Huh, Wanita mengenakan kacamata bulat itu akan mati jika diserang seperti itu terus!


Sirius mengerutkan keningnya kembali Menatap Jenderal Sez. yang tak jauh melayang di atasnya. Ia melihat dengan mata ungunya: Jenderal Moran dan Elk yang bahkan sudah kesulitan untuk mengenai satu pukulan serangan mereka.


“Cih ... dia terus menghindariku terus,” gerutu Elk yang terus menyerang, dia hanya bisa mendongak melihat Komandan Lelaki muda musuhnya terus menyerang Jenderal Sez.


Alta kemudian berdiri tegap di tengah-tengah Jenderal Moran, Elk serta Jenderal Sez. berada tepat di hadapannya, ia langsung meniadakan Energy berbentuk pedang cahaya petir putih di genggaman tangan kanannya.


“Apa yang dia coba akan lakukan?” gumam Mark mengerutkan kening, ia mengganti batch peluru sniper-nya kemudian terus menembaki Alta kembali.


Mark yang berada di atas batu besar berusaha keras memikirkan sesuatu sambil terus menembaki Alta.


"..."


"..."


. . .

__ADS_1


"...!?"


Sial!


Mark menyadari sesuatu kemudian ia mengganti batch pelurunya dengan sangat cepat, dan langsung menmbak ke arah jalur yang dia prediksi—tetapi ia sudah terlambat.


Lesatan demi lesatan peluru yang di tembakan para penembak jitu di atas batu besar semuanya meleset, diikuti peluru yang menembus cahaya bayangan Alta menjadi cahaya putih dengan lubang-lubang peluru pada bayangan cahaya putih tersebut.


“Di mana dia?!” seru semua orang yang menyerang Alta dengan serempak tercengang melebarkan mata mereka.


Alta yang tidak sampai setengah napas berada tepat di jangkauan serangannya—di hadapan Jenderal Sez.


“Alta?” Sirus mendongak melihat Komandan Lelaki muda musuh tepat di atasnya, cahaya Energy putih yang menyelimuti tubuh Alta masih belum menghilang —Sirius melihat Alta yang tertutup punggung Wanita berpakaian serba hitam.


Lengan Komandan Lelaki muda musuh Wanita tersebut yang terangkat ke atas dengan lengannya bersinar cahaya putih: cahaya putih yang terus bergerak ke ujung jari seperti sangat tajam.


¤Ssss!!!¤


Alta menebas Jenderal Sez. diikuti jalur tebasan dengan listrik-listrik putih mengitarinya.


“Arrkkkhh....!!” Jenderal Sez. meringis kesakitan, tubuh Wanita itu tersayat cukup dalam, tetapi dia langsung mundur dengan Energy-shields berwarna biru megitari tubuhnya.


Wanita itu akan mati?!


Sirius yang paling dekat melebarkan matanya tercengang melihat Jenderal Sez. terluka, kemudian Wanita itu diserang bertubi-tubi—dengan Jenderal Sez. terus mengeluarkan berbagai ukuran Energy-shields biru untuk meindungi dirinya sendiri.


Jenderal Moran dan Elk yang terus menyerang dengan percuma, serangan mereka terus tertahan meskipun mereka berdua menyerang dari arah samping serta belakang—Alta langsung melindungi dirinya menggunakan sword orbit: menebas dengan cahaya Energy Pedang Petir Putih membentuk orbit mengitari seluruh tubuhnya.


Kepalan tangan kobaran api emas yang langsung menghilang sekali terkena tebasan sword orbit tersebut, seolah tidak ada yang bisa menembus lintasan orbit pedang berwarna putih di hadapan mereka ber-dua.


“Sial, aku tidak punya pilihan?” gerutu Sirius mengerutkan kening.


“Baiklah ... summon!” kata Pria berambut putih mengangkat tangan kanannya.


“...”


“...”


. . .


“...!?”


Namun, tidak terjadi apa-apa. “Kenapa?!” tanya Sirius seperti bertanya pada dirinya sendiri, karena semua orang di atasnya sedang sibuk bertarung.


Kenapa tidak ada apapun yang keluar? Itu benar pemanggilan kan??


「Special Skill, Power Skill, “Km-Skill” ..., 」

__ADS_1


「activated by your loud screams, Captain」


Maksudnya ... aku harus,


Teriak?!


“Cih ... tidak ada pilihan lain.” Sirius mendecakan lidah, kemudian ia mengangkat kedua tangannya ke atas kemudian berteriak, “ER-001 ... Summon!!”


Mendengar teriakan aneh, semua orang yang melayang di udara mengalihkan pandangan mereka pada Pria berambut putih yang mengangkat kedua tangannya, dan teriakan Sirius terlalu keras sampai menggema ke seluruh medan perang dua sisi.


“Malunya, ... aku seperti anak kecil yang baru mempelajari ‘data’ meneriakan nama supernya ...,” Sirius bergumam dengan wajah memerah malu menundukan kepalanya. “D-Beast ER-001’ ... summon!! Keluarlah ... siapapun


di sana!” tambah Sirius terus mengangkat tangannya ke atas dengan menutup matanya karena malu.


“Hey! Apa kau anak kecil yang baru mendapatkan ‘sk’ ...?! Kau harus seri—“ Sebelum Elk berbicara—ia berada cukup jauh di hadapan Sirius, Wanita itu melihat Pria muda berambut putih sedang menutup mata sambil mengangkat kedua tangannya ke udara seperti orang bodoh.


Kemudian sebuah lingkaran sirquit putih muncul tepat di hadapan Jenderal Sez. yang sedang dalam keadaan kritis—Wanita mengenakan kacamata butal itu sangat lengah, dia hamipir tersayat oleh lintasan sword orbit berwarna putih tepat dari atasnya.


Namun, serangan Alta tertahan oleh lingkaran sirquit putih di depannya. “Apa ini?!” kata Jenderal Sez. tertegun, dia menoleh ke belakang di mana Sirius berada.


Alta yang menyerang menggunakan sword orbit Pedang Petir Putih pun terpental ke belakang—mundur beberapa langkah di udara.


Sirius pun tercengang melihat lingkaran putih di atasnya, ia melebarkan mata diikuti mulutnya menganga.


Sebuah lesatan sebuah peluru putih yang melesat tepat ke arah Sirius—sudah ada di sampingnya. Peluru itu meledak dan langsung merobek ‘ruang’ kecil membentuk Energy putih elastis seperti jaring laba-laba.


“Apa ini?!” kata Sirius menyipitkan mata melihat ke sampingnya sebuah robekan ‘ruang’ mengeluarkan cahaya putih.


Energy putih elastis tersebut keluar dan terbentang, langsung mengikat Sirius yang masih mengangkat kedua tangannya ke atas—seperti mebentangkan jaring saat menangkap ikan.


Sirius langsung terikat sangak kuat oleh Energy elastis dari peluru yang ditembakan oleh Mark. Pria yang terikat Energy benang putih elastis itu langsung terjungkal kebelakang berguling-guling.


“Sial!” teriak Sirius kemudian berhenti dan terbaring tengkurap—ia langsung mendongak ke atas.


Lingkaran sirquit putih yang mengeluarkan sebuah kepala rusa kutub berbulu putih dengan mata biru terang, dan rune biru terukir rumit di bulunya, serta dua tanduk rusa cukup besar bercahaya putih terang.


Lingkaran sirquit tersebut retak, kemudian langsung hancur berkeping-keping bersama kepala rusa kutub berubah menjadi partikel-partikel cahaya putih yang tepat di hadapan Alta.


“Apa ... itu?” gumam semua orang yang melawan Alta serempak.


Jenderal Sez. memanfaatkan situasi untuk mundur, dia mendekati salah satu sappoter, dan langsung menjadi tak kasat mata—Mereka segera menuju ke tempat regu penyembuhan terdekat.


“Kau pikir bisa lari?” Alta melesat cepat dengan bayangan putih, ia menerjang maju sambil menebas semua peluru yang menghampirinya dengan sword orbit mengitarinya.


¤Ssss!!!¤


Namun, komandan lelaki muda itu langsung terhadang oleh telapak tangan Energy kobaran api emas Jenderal Moran, Pria tua itu berdiri tegap melayang di udara—menatap tajam Alta yang tak jauh darinya.

__ADS_1


¤¤¤


__ADS_2