![Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0](https://asset.asean.biz.id/planet---war-of-k-m-xgsp-m4221--locked-oso-0.webp)
Alta yang digenggam oleh telapak tangan emas, dengan radius telapak tangan tersebut mencapai lebih dari 100 meter. Telapak tangan emas juga menggenggam Komandan Pria paruh baya―rekan Komandan Lelaki muda itu.
Lalu, sebuah Sword Ice sepanjang 2 meter menusuk keluar dari dalam genggaman telapak tangan emas. Sword Ice yang berupa pedang es padat dan tajam; dengan bilah pedang es diselimuti oleh uap es berwarna putih―kristal-kristal es mengitarinya. Kemudian, Sword Ice lainnya pun keluar dari samping genggaman telapak tangan tersebut, dan kedua Sword Ice langsung menembas seluruh telapak tangan emas yang mengitarinya.
Lintasan tebasan Sword Ice berwarna putih, disertai uap dan kristal-kristal es yang mengitari lintasan tersebut. Sword Ice tersebut menebas genggaman telapak tangan dari dalam secara perlahan, tetapi Energy berbentuk telapak tangan yang ditebasnya terpotong begitu saja, seperti gunting tajam menggunting kertas.
Genggaman telapak tangan emas kemudian perlahan membembeku, mengikuti lintasan tebasan Sword Ice. Lalu telapak tangan tersebut langsung hancur menjadi bongkahan es, dan terjun ke bawah.
Jenderal Moran tercengang melebarkan matanya, dan beseru, “Apa itu?!” kemudian dia menegapkan kembali tubuhnya. Pria Tua berambut putih itulah yang menyerang Alta, dengan Energy berbentuk telapak tangan emasnya yang telah hancur.
Namun, genggaman tangan kanan Jenderal Moran masih tersisa Energy kobaran api emas, yang perlahan menghilang, dan Pria Tua kekar itu menatap tajam uap es di hadapannya.
Uap es berwarna putih disertai kristal-kristal biru mengembung di atas langit, dan menutupi kedua Komandan musuh prajurit-prajurit pertahanan serta Jenderal mereka.
“Apa kalian sudah mengerti,” suara dengan nada monster, terdengar oleh prajurit-prajurit yang bersiap untuk menyerang, “sekarang? Para ternak bodoh.”
Monter es yang melayang di udara, dengan setengah tubuh bawahnya tertutup oleh uap es berwarna putih. Ia menggenggam dua Sword Ice di masing-masing tangannya, dan berdiri tegap sambil tersenyum lebar dengan gigi tajam, hidung sangat runcing dan mata biru, seperti bongkahan es yang menatap tajam Jenderal Moran di hadapannya.
“Hahaha....” tawa Monster es menggema di udara, dan mendistorsi ruang di sekitarnya. Selain dari prajurit Unit Pugulister, dan kedua Jenderalnya. Mereka semua yang tidak memiliki Energy cukup besar, menunduk serta beberapa prajurit pun sampai-sampai berlutut―tidak bisa menahan Energy yang dikeluarkan oleh tawa Monster es.
Berberda dengan Sirius yang berubah menjadi Monster ungu. Alta yang berubah menjadi Monster es, masih bisa berpikir juga masih memiliki kesadaran.
__ADS_1
**
Ruen dan para penembak jitu di hutan rimbun tercengang, sambil melebarkan mata mereka, kemudian mereka serempak berseru, “Sial!”
“Komandan Muda itu masih sadar?” gumam Ruth mengerutkan keningnya, sambil menggenggam erat, alat berbentuk nampan.
Mark mengerutkan kening, menatap tajam panel di samping kanan atasnya. “Tidak ada yang bisa kita lakukan padanya sekarang,” kata Mark menghela napas prustasi, kemudian ia menggenggam erat sniper di sampingnya, dan kembali dalam posisi menembak, “kita kerahkah semua peluru tersisa ... untuk menahan Komandan Pria itu.”
“Itu benar.” Ruth setuju dengan ide Mark, kemudian dia mengintruksikan para penembak jitu untuk bersiap menembak.
Para penembak jitu yang tersebar di berbagai dahan pohon berbagai ukuran, dan dalam posisi menembak, sambil mengerutkan kening mereka. Mereka terlihat sangat serius, menatap tajam Komandan Pria paruh baya musuh mereka.
**
Lalu, Komandan Lelaki muda yang telah berubah menjadi Monster es itu, langsung turun mendekat ke arah Sirius, dengan setiap gerakan Monster es, mengakibatkan udara di sekitarnya membeku, menjadi krisal-krislat es biru, dan langsung menjadi uap es yang langsung menghilang. Kemudian, tepat berada di atas Sirius, ia mengangkat Sword Ice di tangan kanannya, dan ia tebaskan ke bawah secara vertikal.
Sirius terlalu fokus dengan lawan di depannya tidak menyadari, adanya serangan dari atas. Namun, lawan Sirius yaitu Elk yang melirik tebasan Sword Ice; berupa Energy-ice; dengan lengkungan diagonal, yang melesat tepat menuju Monster ungu, dengan Energy-ice tersebut disertai kabut ice dan kristal-kristal mengitarinya, serta setiap udara yang dilaluinya sampai-sampai merobek ‘ruang’ di sekitarnya.
Wanita berambut hitam sebahu itu melebarkan matanya terkejut, sambil menggertakan giginya dia mundur menjauh, dengan sangat cepat, dan Sirius yang tercengang menatap punggung Elk, kemudian ia akan mengejar Wanita di depannya, tetapi Monster ungu itu terlambat. “Gruu?!” geram Monster ungu sambil mendongak, tetapi Energy-ice yang langsung menghantamnya.
*Bufftt!!!*
__ADS_1
Monster ungu dengan telak terhantam oleh Energy-ice, dan ia langsung membeku. Lalu uap dari Energy-ice serta gelombang Energy-nya menyebar ke segala arah, kemudian membekukan udara serta tanah di sekitarnya, dan ia pun terus menyebar.
Elk terus berlari menjauhi gelombang Energy-ice yang menyebar dengan sangat cepat, dan membekukan wilayah di sekitarnya. Kemudian, Wanita berambut sebahu itu menoleh ke belakang, di mana gelombang Energy-ice yang berada tepat di belakangnya, seolah ia akan menyusul Wanita tersebut. “Cih!” decak kesal Elk, dan dia langsung mempercepat lajunya.
“Apa itu!?” seru seorang prajurit, dia sedang menahan [RbX-M2314]; Robot sebesar gedung dua puluh lantai, yang dihadang juga oleh prajurit-prajurit lainnya, serta beberapa prajurit Wanita Unit Pugulister. Lalu seorang prajurit Wanita Unit Pugulister berteriak, “Awas!!”
“Huh?!” Prajurit Wanita yang bersertu itu terkena Energy-ice, dan dia langsung membeku, dengans sekitarnya menjadi bongkahan es. Kemudian, gelombang Energy-ice yang tidak berhenti, ia terus menyebar sampai membekukkan kaki [RbX-M2314], sampai Robot dengan kobaran api merah darah itu beku setengah tubuhnya.
Beberapa prajurit pun ikut membeku, menjadi bongkahan es. Tetapi, prajurit-prajurit Wanita Wanita Unit Pugulister semuanya selamat, dengan mereka juga membantu prajurit yang terdekat.
Namun, akibat terlalu cepatnya gelombang Energy-ice menyebar. Hampir setengah prajurit-prajurit Wanita garis depan membeku, menjadi bongkahan es.
Elk yang terus berlari melihat praurit-prajurit membeku tidak jauh darinya, dan saat Wanita itu akan menolong, dia berpapasan dengan Litz.
Litz. menuju tepat ke arah Elk, dan Gadis itu melihat gumpalan es, yang tepat menuju ke arahnya, kemudian dia berseru, “Itu Apa!?” Gadis manis itu melebarkan mata abu-abunya, tercengang.
Elk mendecakan lidahnya bertemu Gadis di hadapannya, “Cih, lebih baik kita pergi dulu!” dan Wanita itu pun hanya melirik prajurit-prajurit garis depan
Kemudian, Gadis manis itu menatap tajam Elk di depannya dan berkata, “Aku tahu! Dan aku enggak mau disuruh olehmu!” Litz. mengerutkan kening, tetapi dia masih langsung berbalik arah, dan menjauhi gelombang Energy-ice.
Litz. dan Elk terus berlari menjauhi wilayah gelombang Energy-ice, kemudian keduanya berpapasan dengan salah seorang Sappoter tak kasat mata, dan Elk berkata, “Setelah Energy es itu menghilang. Aku serahkan semuanya padamu!”
__ADS_1
“Oke!” jawab sappoter Wanita tersebut.
***