Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0

Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0
[B1-67] “Monster Ice II”


__ADS_3

Tinju tangan kanan Litz. mengenakan [PK-T3432]: sarung tangan besi; berbentuk hand protector karate; dengan sirquit rumit berwarna pink mengitarinya.


*Bhuss!!*


Kemudian, Energy-ice terhantam tinju Litz. langsung menyebar ke segala arah, dan ia terpecah menjadi uap es putih, yang langsung menyelimuti Gadis manis itu. “Sial!!” teriak Litz. berada di dalam gumpalan uap es; dengan gumpalan uap es disertai kristal-krislal biru mengitarinya.


Litz. merasakan ada sesuatu yang salah. Tetapi, Meski dia berada di dalam gumpalan es, sangat dingin. Gadis manis itu tetap bersikukuh, mengambil ancang-ancang akan melompat, kemudian dia menerjang uap es yang mengitarinya.


Gadis manis itu melompat dengan pijakan tanah, kemudian terbang secara diagonal, menyerang Monster es yang melayang di atasnya. Lintasan lompatan Gadis manis yang disertai: warna hitam dan pink serta uap putih, dengan kristal-kristal biru mengitari lintasan tersebut.


Tidak jauh dari Gadis manis yang menyerang Alta, seorang Wanita berambut hitam sebahu pun menghindari semua serangan tebasan Alta―berupa Energy-ice. Dia menghindari semua serangan, dan menjauhi gumpalan uap es yang terus membekukan wilayah sekitarnya; dengan uap es disertai kristal-kristal biru mengitarinya. Kemudian, Wanita tersebut melompat mundur ke batu cukup besar, yang tidak jauh di belakangnya.


Lalu, Wanita itu berdiri tegap di atas batu, sambil menatap tajam Gadis manis yang menyerang Monster es. “Cih,” Elk mendecakan lidah, kemudian dia mengalihkan pandangannya pada bongkahan es, yang membekukan Moster ungu, “aku tidak bisa kesana?” gumamnya mengerutkan kening, menatap tajam Monster ungu, yang berada di tengah-tengah bongkahan es―ia tidak bisa bergerak sedikit pun, dengan jalur yang harus dilaluinya, tertutup oleh uap es berwarna putih.


Kemudian, tepat saat Elk akan mengalihkan kembali pandangannya kepada Gadis manis―Gadis manis itu menyerang dengan gegabah, dia melihat bongkahan es berwarna biru transparan, yang cukup jauh di hadapannya mulai retak.


Sirius berada di dalam bongkahan es, yang cukup jauh dari Elk, perlahan membuka mata ungu cerah dengan sclera hitamnya. Monster ungu itu hanya bisa menggerakan bola matanya, dan seolah menatap tajam Elk.


Namun, Wanita berambut hitam sebahu itu mengabaikannya, dia malah langsung melompat secara diagonal ke arah Litz. dan Monster es, yang melayang di udara.


Pijakan batu Wanita itu langsung hancur, dengan Elk yang melesat terbang, dan menuju tepat ke arah Gadis manis berambut kucir kuda.


Litz. yang menyerang, mulai menyadari sesuatu. Tubuh Gadis manis itu mulai membeku, dengan tangan kanannya yang mulai tumbuh bongkahan es berwarna biru transparan, seperti tangan kanannya diselimuti oleh kaca berwarna biru. “Sial!!” jerit Litz. sambil mengerutkan keningnya.


Semakin cepat dia melesat; semakin cepat pula pembekuan di tangannya―bongkahan es yang terus menyebar ke seluruh tubuh Gadis manis itu. Lalu, setengah tubuh dia menjadi warna putih, kebiru-biruan, dan bongkahan es berwarna biru pada tangan Litz. menyebar sangat cepat, kemudian membekukan lengan kanannya.


Monster es yang melayang di udara tersenyum lebar, menatap Litz. menuju ke arahnya. “Kau mati ... Gadis bodoh,” kata Monster es itu, kemudian ia menitikberatkan Energy-nya pada Sword Ice digeggaman tangan kanannya, yang ia julurkan ke bawah―tepat ke arah Litz. yang melesat menuju ke arahnya.


Bilah dan ujung tajam es pada Sword Ice digenggaman Alta, yang langsung menjadi sangat tajam, dengan bilah pedang tajam terus mengeluarkan uap es berwarna putih, disertai kristal-kristal biru mengitari bilah tajam Sword Ice.

__ADS_1


Alta tersenyum lebar, dan masih mengarahkan ujung bilah tajam Sword Ice-nya kepada Litz.


Energy-ice mengitari bilah tajam Sword Ice tiba-tiba berputar cepat, seperti bor listrik―dari genggaman tangan kanan. Kemudian, ia mengtari bilah tersebut menuju ujung tajam Sword Ice.


Lalu, Energy-ice langsung terkumpul di ujung bilah tajam Sword Ice, yang mancarkan cahaya terang berwarna biru kristal pada ujung pedang es digenggam Alta.


“Orang tua ... cepat dorong mundur mereka semua,” kata Monster es itu, kemudian ia berwajah serius, “Karena kupikir, rencana kita sudah cukup,” lanjutnya dengan Sword Ice digenggaman tangannya telah tajam sempurna, “dan aku yang akan membawa Pria bodoh itu ... kukira satu Gadis menghilang juga sudah cukup.”


Monster es itu kemudian terkekeh, sambil menengokkan kepalanya ke arah timur, di mana [RbX-M2314] yang terus dihadang oleh prajurit-prajurit garis depan tersisa, serta beberapa Unit Pugulister―Mereka semua menyerang dengan berotasi sangat cepat, tanpa memberi celah sedikit pun, Robot di hadapan mereka untuk menyerang balik.


“Baik ... Tuan Muda!!” teriak Komandan Pria paruh baya, yang entah ia berada di mana. Karena medan perang tertutupi oleh kilauan cahaya terang, akibat tabrakan, lintasan, serta lesatan “data” maupun ‘sk’.


Alta berdecak kesal, sambil kembali menatap tajam Gadis manis yang melesat ke arahnya.


Litz. yang melesat cepat ke arah Monster es; melesat secara diagonal, dan menuju tepat ke arah Monster es yang melayang, dengan ujung bilah Sword Ice mengarah tepat padanya.


Lalu, tepat pada saat bongkahan es berwarna biru akan menjalar, dan membekukan mulut Litz.―saat ia akan menutup mulut Gadis itu, dia langsung berteriak putus asa, “Mark!! Sebenarnya, aku dari dulu ... Aku itu menyu―”


Namun, tepat saat Litz. berada 1 meter dari ujung bilah tajam Sword Ice, sebuah lintasan lompatan berbentuk kurva, berwarna hijau menabraknya.


“Ugh!!” Gadis manis itu bernapas berat, karena dengan telak dia terhantam oleh tubuh seorang Wanita. Lalu Litz. langsung melesat terjun ke bawah, kemudian dia tercengang melebarkan matanya, melihat Wanita berambut hitam sebahu yang menyelamatkannya, dan berteriak, “Elk ...!!”


Monster es mengertukan kening, sangat kesal, dan ia langsung menebaskan Sword Ice pada tangann kirinya, dengan Wanita bermata hijau terang di hadapannya sama sekali tidak bisa menghindar.


Elk menutup matanya setelah melirik Litz. yang terjun, dan Gadis itu langsung mendarat menabrak tanah.


Tetapi, tepat saat Sword Ice yang ditebaskan oleh Alta, berada 1 centimeter di atas kepala Elk, yang dia masih melirik ke bawah. Elk langsung terhantam oleh sesuatu dari arah samping lainnya―dia terhantam sangat kuat, seperti tertabrak truk besar saat melayang di udara.


*Buk!!!*

__ADS_1


Wanita berambut hitam sebahu itu melesat terjun ke arah yang sama dengan Litz.


Elk langsung menoleh ke atas, di mana bayangan ungu yang tertebas langsung oleh Alta.


Lalu, Wanita itu pun menabrak tanah, cukup jauh dari Gadis manis yang terus perlahan membeku, kemudian dia melihat bayangan ungu terjun dengan lintasan berwarna ungu, disertai uap es putih dan kristal-kristal berwarna biru, yang mengitari lintasan tersebut.


“Cih, ia,” gumam Elk yang langsung berdiri, “mati?”


Wanita berambut hitam sebahu itu mengertukan kening, menatap ke atas langit, dengan mengikuti jalur lintasan terjunnya bayangan ungu―dia menatap dari atas ke bawah, secara diagonal. “Jika kau bisa bebas sendiri, kau harusnya ... bilang dari tadi,” kata Elk, sambil berdecak kesal, “Pria bodoh.”


Monter es mendecakan lidahnya, setelah ia menebas Sirius, dan berkata “Cih, kau hampir saja mati, sialan.” Alta kemudian melayang turun, mendekati Sirius, yang Monster ungu itu berada tidak jauh dari [RbX-M2314]: Robot sebesar gedung dua puluh lantai.


Dengan setiap Alta berkata, bergerak maupun bernapas, ia mengeluarkan uap es putih, dan ia langsung mengitari tubuhnya.


Monster es itu terus mendekati Monster ungu, yang cukup jauh darinya.


Sirius yang berubah menjadi Monster ungu, perlahan ia membuka mata; dengan mata ungu cerah, serta sclera hitamnya, seolah-olah menatap Monster ungu yang menuju tepat ke arahnya, dan jalur yang dilalui Monster es itu, membekukan udara di sekitarnya; menjadi uap es disertai kristal-kristal biru, mengitari uap tersebut.


“Aku pikir ....” gumam Sirius, dengan nada setengah monster, seperti sedang radang tenggorokan, dan ia seolah terus menatap Alta. Namun, Pria itu hanya terpaku pada tabel, dan angka aneh yang terpampang di sudut kiri atas pandangannya.


<<<<<<———>>>>>>


「+H: 157TE%」


「+En: 105 xso/e%」


<<<<<<———>>>>>>


Pria yang sclera mata hitamnya perlahan pulih, menjadi putih kembali, kemudian ia lanjut berkata, “Aku sudah mati.”

__ADS_1


__ADS_2