![Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0](https://asset.asean.biz.id/planet---war-of-k-m-xgsp-m4221--locked-oso-0.webp)
Sambil menyatu dengan ganasnya badai salju di sekitarnya, Monster es tercengang. Ia tidak mau percaya dengan apa yang telah dikatakan Monster ungu, dan bergumam, “Itu tidak mungkin!” dengan suara Alta menggema di dalam badai salju, yang terus menyebar ke seluruh penjuru medan perang.
“Jika kau ingin berbohong,” kata Alta, dengan nada Monster yang menggema di sekitar Monster ungu, ”berbohonglah pada orang yang tepat ....” Ia kemudian menyerang Monster ungu, dengan sayatan Sword Ice.
Sayatan Sword Ice yang membentuk lintasan berbentuk kurva berwarna putih, dengan sayatan tersebut sangat tebal, disertai kristal-kristal biru mengitarinya. Kemudian, Monster es itu lanjut berkata, “Aku bukan orang yang mudah untuk dibodohi ... seperti para Manusia itu.”
Tetapi, tepat saat lintasan sayatan Sword Ice berada di atas Monster ungu yang ia langsung menghilang dari tempatnya berdiri. Monster es pun terus menyayatkan Sword Ice-nya ke depan.
Sayatan Sword Ice membekukan hamparan tanah yang membeku, dengan tumpukan salju putih di atasnya juga membeku, menjadi es dalam balutan bongkahan es yang sangat padat; membentuk kerucut dengan pusatnya tempat berdiri Sirius, sebelum ia menghilang, dengan pembekuan hamparan es dan salju yang terus menyebar.
“Sudah kuduga, kau sangat cepat,” gumam Monster es―dengan suara Alta yang menyatu dengan deru ganasnya badai salju, “Sirius.”
Monster ungu yang menghindar ke samping, tidak jauh dari pembekuan berbentuk kerucut, berkata, “Kau sudah menjadi sangat kuat seperti ini.” Lalu, ia muncul perlahan muncul di samping bongkahan pembekuan es berbentuk kerucut.
Karena saking cepatnya, tubuh Monster ungu itu sampai buram, tetapi ia tetap berdiri tegap. “Sasha pasti akan sangat bangga padamu,” lanjutnya sambil menutup mata.
Lalu tubuh ungu Sirius langsung pulih kembali, sambil ia membuka kedua matanya, menatap tajam celah ‘ruang’ di atas yang terus mengeluarkan angin sangat kecang bersalju. “Tentu,” tambah Monster ungu itu, dengan ekspresi waspada sambil melirik ke kiri-kanan, ”jika kamu tidak berabung dengan Rox.”
Gema suara erangan Monster es yang berteriak, “Diam ...!!” sampai-sampai menghancurkan semua pembekuan hamparan es berbentuk kerucut.
Beberapa pecahan es menyebar ke arah Monster es, dan dengan ekornya, ia menahan semua pecahan es tersebut. Dengan Alta yang lanjut berkata, “Meskipun aku tidak ada di sana ....” Suara Monster es yang menggema ke seluruh penjuru badai saju, “Jenderal Bors memberitahuku bahwa semuanya sudah tewas.
“Semuanya ... termasuk juga anggota Tim-mu lainnya!” tambah Monster es itu dengan nada sinis, “Haha....” ia tertawa dan lanjut berkata, “Kau dari dulu memang pemimpin yang tidak berguna.”
“Aku tahu,” gumam Sirius, sambil merepalkan tangannya.
__ADS_1
Sayatan Sword Ice menyerang kembali Monster ungu secara horizontal, diiringi suara Monster es yang berkata, “Jika bukan karena Sasha yang terus di sampingmu... kau dari dulu sudah menjadi budak,” ia terus menyerang Monster ungu ke sampingnya, dengan sayatan tersebut membentuk kurva berwarna putih, dan lanjut mencibir, “Sirius.”
Namun, Monster ungu itu mengabaikan serangan Alta, dan ia malah menutup matanya, lanjut bergumam, “Aku sangat tahu itu,” sambil merepalkan rahangnya dengan sangat erat.
“Jika kau sudah tahu―” Monster es itu mengeram, dengan nada monster yang sangat jengkel, tetapi terpotong melihat Sirius yang terhantam sayatan Sword Ice.
*Ssss!!!*
Monster ungu itu mengibaskan ekornya ke samping, dan langsung menahan telak sayatan Sword Ice Alta.
“Aku benar-benar tahu,” kata Sirius membuka kedua mata ungunya, “bahwa aku sangat lemah ....”
*Sss!*
Sirius yang berada di dalam bongkahan es; dengan tubuhnya sepenuhnya membeku, berkata, “Dan kau percaya padanya?” dengan nada setengah monster, sambil mengibaskan ekornya, dan menghancurkan bongkahan es yang membekukan tubuhnya, “Kepada salah satu orang yang menghancurkan tanah kelahiranmu,” dengan kepingan es yang menyebar di sekitarnya, ia lanjut bertanya dengan nada sinis, “Sekaligus Planet kelahiran kalian?”
“Diamlah ....” kata Alta, dengan nada lirih seekor monster, “Untukmu serakang, Sirius.” Lalu ia menyerang kembali Monster ungu, sambil lanjut berkata, “Cobalah untuk tidak mati percuma.”
Monster ungu yang diserang Alta, tiba-tiba menghilang kembali, dan berkata, “Aku juga heran ... kenapa Rox menempatkanmu di divisi Jenderal Bors?!”
Tubuh monster ungu Sirius yang muncul kembali, tidak jauh dari tempat asalnya. Tetapi Monster es itu mengabaikan Monster ungu, dan ia terus menyerang Sirius, dengan Monster ungu itu terus menghindari serangan Alta.
Sayatan demi sayatan Sword Ice yang dengan mudahnya dihindari oleh Sirius.
Monster ungu itu menghindari semua serangan Alta, sambil melirik ke arah asal angin kencang badai salju di atasnya.
__ADS_1
Bagaimana caranya menyerang ‘ruang’ tipis itu?
**
Badai salju yang membumbung tinggi ke atas langit, dan terus menyebar ke arah selter [A327] dan sekitarnya. Dan badai salju tersebut pun sampai ke Komandan Pria paruh baya musuh, dengan prajurit-prajurit pertahanan serta kedua Jenderalnya berada. Mereka terus menahan Komandan Pria paruh baya musuh mereka.
Komandan Pria paruh baya yang melayang di udara, sambil menoleh ke belakang, di mana gumpalan putih terhempas angin kencang; berupa gumpalan salju yang terus mendekatinya, berkata, “Kalian sudah berakhir, Manusia ....” Ia kemudian mengalihkan padangannya kembali ke depan, dan tertawa terbahak-bahak, “Hahaha....”
Tawa nyaring Komandan Pria paruh baya musuh itu langsung berhenti. Kemudian ia menatap tajam Jenderal Moran, yang dia pun masih melayang, berada tepat di hadapannya.
Lalu, Komandan Pria paruh baya musuh dengan tiba-tiba membalikan badanya. Seolah-olah ia akan kabur.
Tetapi, tepat saat Komandan Pria paruh baya musuh itu akan bergerak, Jenderal Moran dan Jenderal Sez. menahan Komandan Pria paruh baya musuh mereka, serta prajurit-prajurit Wanita Unit Pugulister, yang terus melompat dan melesat menyerang, dengan lesatan lompatan membentuk kurva berbagai warna.
Salah satu prajurit Wanita Unit Pugulister yang melesat ke depan Komandan Pria paruh baya musuhnya, berkata dengan nada serta tatapan tajam sangat siap untuk menyerang, “Kau tidak bisa kabur,” dia menguatkan tangan kanannya, dan lanjut berteriak, “Sialan!!”
Melihat prajurit Wanita menyerangnya, Komandan Pria paruh baya musuh hanya terkekeh santai, dan mencibir, “Kalian masih berani,” ia kemudian menitikberatkan Energy berwarna ungu, pada kedua tanganya, “untuk menyerang?”
Energy berbentuk litstrik ungu pun terbentuk, di kedua telapak tangan Komandan Pria paruh baya. Kemudian Pria paruh baya itu langsung merentangkan lengannya, dan ia sebarkan Energy berbentuk listrik ungu itu ke sekitarnya.
Tidak hanya prajurit Wanita Unit Pugulister, yang berada di hadapan Komandan Pria paruh baya musuh saja yang menyerang. Komandan Pria paruh baya itu diterjang pula oleh prajurit-prajurit pertahanan, serta Jenderal Moran dengan Energy emasnya.
“Ketahuilah, ternak-ternak bodoh,” kata Komandan Pria paruh baya musuh mereka, sambil terus menyerbarkan Energy listrik ungu di kedua lengannya. Lalu Energy berbentuk listrik ungu tersebut berubah menjadi petir ungu yang menyambar; dengan radius sambaran petir ungu itu sampai 1 mil jauhnya. “Kalian tidak akan pernah bisa menang,” ia tertawa jahat, sambil melirik prajurit-prajurit pertahanan, yang seolah-olah mereka terkena sambaran petir ungunya, “melawan kami.”
***
__ADS_1