![Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0](https://asset.asean.biz.id/planet---war-of-k-m-xgsp-m4221--locked-oso-0.webp)
Elk membuka mata hijau terangnya, kemudian dia menatap tajam Monster ungu di hadapannya sambil menitikberatkan Energy hijau pada belati, yang digenggam erat di tangan kirinya. Lalu, Wanita itu menguatkan kedua kakinya bersiap akan melompat.
Sirius telah berubah menjadi Monster ungu, dan hanya terdapat seringai lebar pada wajahnya sambil mendongak sedikit, ia menatap tajam Elk di hadapannya; dengan mata ungu dan sclera hitamnya.
Monster ungu kemudian menguatkan kedua kaki ungunya: kaki Sirius yang berubah menjadi seperti kaki ayam, tetapi berjari dua cukup besar dan tajam. Monster itu disertai listrik ungu mengitarinya, dan ia langsung melesat cepat―melompat ke depan, melesat menyerang Wanita berambut hitam sebahu yang tidak jauh darinya.
Lalu, sambaran petir ungu langsung menyambar menuju tepat ke arah Elk, dan Wanita itu menatap tajam Monster ungu di depannya sambil berkata dengan kesal, “Cih ... dia benar-benar menyerang?!” dia mendecakan lidah sambil menggenggam erat belati di tangan kirinya: dengan ujung tajam belati digenggamanya mengarah ke belakang.
Saat sambaran petir ungu tersebut telah berada tepat di jangkauan serangan Elk. Lalu, belati digenggaman erat di tangan kirinya: dengan ujung tajam belati digenggamanya mengarah ke belakang, yang Wanita itu langsung sayatkan dari atas ke bawah; membentuk lengkungan searah jarum jam, dan lengan kanan Elk yang dia julurkan ke belakang bersiap untuk menghindar.
Monster ungu yang menatap tajam mata Wanita bermata hijau, dan ia melihat lintasan sayatan hijau tepat berada di atas kepalanya, lintasan tersebut sangat kuat dan cepat―sampai disertai angin mengitari lintasan tebasan Elk, dan menghempaskan ke belakang semua listrik ungu yang mengitari Monster ungu di hadapannya.
Namun, petir ungu yang tiba-tiba menyambar ke samping kanan Elk. Wanita itu sengaja membuat celah, kemudian sebuah tangan dengan kuku-kuku yang sangat tajam berwarna ungu, langsung menjulur ke depan melesat tepat ke arah leher Elk: seakan tangan Monster ungu itu akan mencekiknya.
Wanita itu masih dalam posisi menyerang: sayatannya bahkan belum sampai 170 derajat dari titik awal dia menggenggam belati di samping kirinya, tetapi dengan lengan kanannya menjulur ke belakang, dan dia melihat jelas tangan ungu Monster tepat berada di hadapannya.
Huh, .... Aku benar ... untung dia bodoh**!!
Tak sampai satu detik Elk langsung melompat ringan kebelakang sambil memutarkan badannya ke samping kiri―menghindari cekikan tangan ungu: dia berputar ke samping kanan Monster ungu. Bayangan hijau berputar beberapa putaran di udara, dan menjauhi tangan ungu tersebut, dengan lintasan sayatan belati cahaya hijau, yang terus mengikuti putaran bayangan hijau yang berputar.
Lalu, Elk mendarat dengan puatan terakhir kakinya memijak batu, yang berada cukup jauh dari Monster ungu, dan dia langsung memasang kuda-kuda kuat kembali, dengan kaki kirinya di depan seperti dia bersiap akan melompat, dan belati digenggaman tangan kiri Wanita itu, langsung dia putar ujung tajamnya ke depan.
Elk berpikir untuk menghindar: melompat ke samping kiri atau kanan, ataupun melesat ke samping lawannya―dia kira Monster tidak jauh di hadapannya itu akan menerjangnya lagi.
Namun, Monster ungu di hadapan Elk, dengan tiba-tiba ia menitikberatkan Energy di rahang lebar mulut bergigi tajamnya, dan perlahan ia membuka mulutnya.
Ia mengumpulkan Listrik-listrik ungu yang mengitari tubuhnya, kemudian langsung terkumpul menjadi bola Energy little cannon: sebesar dua kepalan tangan manusia dewasa, di depan mulut menganganya. ”Aku salah?!” Elk sedikit terkejut sambil menguatkan kaki kirinya, kemudian dia menginjak kuat batu pijakannya, dan dia langsung menerjang maju.
¤Piiuufftt!¤
Energy little cannon yang ditembakan dari mulut lebar Monster ungu, dan perlahan rahang tersebut menutup, dengan lintasan little cannon ungu disertai listrik mengitarinya, yang melesat cepat menuju tepat ke arah Elk di hadapannya.
“Cih!” Elk mendecakan lidah sambil merepalkan rahangnya, dia menatap tajam lingkaran little cannon yang menuju tepat ke arahnya.
__ADS_1
Elk menyadari bahwa dia tidak bisa menghindar: karena dia tahu little cannon di hadapannya bisa mempercepat lajunya, dari rahang Monster ungu yang perlahan menutup.
Wanita itu kemudian berhenti, dan langsung menguatkan kaki kanannya di depan, membentuk kuda-kuda kuat: sangat kuat seperti kakinya menancap kuat ke dalam batu pijakannya.
Elk menggenggam erat belati dengan bilahnya langsung diselimuti oleh Energy hijau yang berputar cepat: seperti gergaji mesin.
Wanita berambut hitam sebahu itu diam mengatur setengah napasnya, dan saat ujung lintasan ungu little cannon berada tepat pada jangkauan serangannya. Elk langsung menebas secara vertikal, dengan lengan kanannya sedikit menekuk di depan: seperti akan menahan ciptratan.
¤Ssss ...!!¤
Lintasan tebasan angin menghempaskan semua pecahan batu, di sekitar kaki kanan membentuk kuda-kuda, yang menancap kuat ke dalam batu pijakannya,
Little cannon dengan lintasan listrik-listrik ungu mengtarinya, yang melesat cepat terus menuju ke hadapan Elk―langsung ditebas olehnya: dari atas ke bawah, dan gelombang tabrakan dua lintasan Energy cukup besar, sampai meretakan tanah di sekitar Wanita itu.
Rahang bergigi tajam Monster ungu itu mulai ia tutup, dan lintasan little cannon yang ditebas Elk menjadi sangat cepat, dengan percikan ungu cannon yang terbelah dua, melesat ke samping kanan dan kirinya, kemudian melesat ke belakang Wanita itu langsung melubagi batu.
Elk menegakan tubuhnya yang sedikit terdorong ke belakang, dengan kuda-kuda kuat kaki kanannya di depan, dan tebasan belati lintasan hijau anginnya, sampai menebas seluruh lintasan Energy cannon ungu di hadapannya.
Serangan little cannon yang hanya sampai satu detik, dan berakhir sekejap mata, tetapi di akhir serangan, tubuh Elk sedikit tersentak ke belakang, dan lengan kiri yang menggenggam erat belatinya pun terpental ke atas, kemudian lengan kiri Elk sampai menekuk ke belakang, dengan bilah tajam belatinya langsung retak satu garis.
Namun, karena konsentrasi serta adrenalin penuh Wanita itu terlalu tinggi, dia mengabaikan suara-suara di sekitarnya. Lalu, Elk tidak melawan saat tersentak, dengan tubuh Wanita itu sangat lentur, dia mengikuti jalur hentakan dengan sikunya masih di atas, kemudian dia setengah berputar dan dia langsung menerjang maju.
Wanita itu melesat dengan tubuhnya dibaluti bayangan hijau, sangat cepat menuju Monster ungu tidak jauh darinya. Saat Elk sampai di jangkauan serangan kaki jenjangnya, dia langsung menendang menggunakan ujung tumit dalam kaki kirinya, secara menyamping ke depan: sangat cepat seperti ada sebuah pedang hijau pada tendangannya.
¤Bufk!!!¤
Tendangan tumit Elk yang dengan telak mengenai perut Monster ungu. “Grruu?!” jerit Monster ungu kesakitan, dan ia sedikit membungkuk ke depan.
Elk langsung menekankan ke depan tumitnya sangat kuat, dan Monster ungu yang mundur beberapa langkah ke belakang―Wanita itu langsung melesat dengan bayangan hijau, dan dia sangat cepat sampai berada di bawah dagu Monster ungu.
Dengan memasang kuda-kuda membungkuk, dan telapak tangan Elk langsung menghantam ke atas, menuju tepat ke bawah dagu Sirius.
¤Buk!!¤
__ADS_1
Suara dentuman keras yang mengiringi hempasan angin hijau, menghempas debu di sekitar mereka ber-dua, ditambah putaran pada telapak tangan Elk, membuat Sirius terpelanting ke belakang.
Tubuh Sirius masih melayang di udara, dan Elk langsung melesat berada ke samping kanan Sirius.
Wanita itu langsung memutar ujung bilah tajam belatinya jadi mengarah ke belakang, dan menusukannya secara diagonal dari atas ke bawah, dengan ujung bilah belati tajam yang dibaluti Energy hijau, mengarah tepat ke leher Pria di hadapannya.
¤Krackk!¤
Suara tambrakan dua benda keras terdengar oleh Elk. “Sial, kulitmu kuat sekali!?” seru Wanita itu langsung merepalkan erat tangan kanannya, menjadi tinju yang sangat kuat, dengan kuda-kuda kuat juga―Elk langsung meninju ke depan, dan tepat mengenai dada Sirius yang masih melayang.
¤Buk!!!¤
Sirius yang dengan telak terhantam oleh kepalan tinju kuat Elk, dan tubuh ungu Pria itu langsung menabrak tanah, kemudian ia berguling-guling di atas batu pijakan mereka, dan menjauhi Wanita yang menghajarnya.
Elk melirik ke bawah, di mana sebuah pecahan yang terkelupas dari leher Sirius, berupa pecahan berwarna ungu: seperti petikan gitar. Wanita itu terkejut sambil mengambil pecahan tersebut. “Sisik ungu?!” gumam Elk menaikan sudut bibirnya, tetapi dia langsung memembuang sisik ungu tersebut secara acuh ke belakangnya.
“Kau kenapa sih? Kau itu kadal, Hah?” tanya Elk yang masih berdiri tegap sambil matap ke bawah dengan tatapan tajam, di mana Sirius yang berhenti berguling-guling.
“Grrr ....” Sirius yang berubah menjadi Monster ungu hanya menggeram: dengan nada seperti jeritan monster.
Monster ungu itu perlahan berdiri, kemudian ia menengok dan menatap tajam Elk di sampingnya.
Elk menatap balik dengan tatapan tajam Monster ungu cukup jauh di depannya. “Apa ...?” suara percaya diri seorang Wanita sambil meyentakan kepalanya: seperti dia sedang Nyolot.
Lalu, Elk berdiri tegap sambil menggenggam erat belati di tangan kirinya, dan dia masih menunggu Sirius di hadapannya untuk menyerang terlebih dulu.
Di depan Monster ungu yang masih tidak bergerak, Elk mendecakan lidah sambil mengerutkan keningnya jengkel sendiri. “Cih .... Terserahlah!?” teriak Elk sambil menyayat udara menggunakan belatinya secara diagonal: menusuk dengan tangan kirinya, dari kanan atas ke samping kiri bawah.
Wanita itu menutup mata sambil menggelengkan kepalanya. Elk yang entah mengapa geram pada dirinya sendiri, dan hembusan angin yang mengitari lintasan sayatan berwarna hijau, masih ada di hadapannya.
Kenapa sih, .... Aku masih merasa sangat ragu?
Elk menutup mata dengan tangan kanan menggenggam kedua pelipisnya. “Lenyapkan ia dulu,” kata Elk dengan nada lirih sambil merepalkan rahang, dia merasa sangat jengah pada dirinya sendiri, dan dia berusaha keras untuk menguatkan hatinya. Lalu, Wanita itu memasang kuda-kuda sangat rendah, tubuhnya membunguk dengan wajah menghadap batu pijakannya kemudian berteriak, “setelah itu aku akan berpikir!!” dan melepaskan genggaman kedua pelipisnya, tiba-tiba dia mendongak menatap tajam Monster ungu di depannya, Elk pun langsung melesat maju ke depan.
__ADS_1
¤¤¤
{A/N: Aku menggambarkan "Menyayat" itu seperti: sayatan dengan ujung bilah tajam pedang/belatinya yang mengarah ke belakang, sedangkan "Menebas" sudah jelas kan? Seperti kesatria biasanya menebas pedang: tebasan dengan ujung bilah tajam pedang/belati yang mengarah ke depan}