Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0

Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0
[B1-80] Jenderal Besar!


__ADS_3

Komandan Pria paruh baya musuh yang seluruh tubuhnya terus membeku; dan juga ia terus dibekukan oleh Esih yang tidak jauh darinya.


Wanita berpostur anggun itu―dia seperti ratu ss dengan wajah dan tatapan dingin mata putihnya, terus menatap tajam musuh di hadapannya.


Jenderal Moran sedang bersiap beserta prajurit-prajuritnya―mereka semua beristirahat sejenak; dan mereka semua terlihat sangat kelelahan, dengan napas berat mereka terengah-engah.


Kemudian, sosok cantik Wanita berkacamata bulat melayang di udara dan mendekati Esih.


“Ice. Kenapa kamu disini?” tanya Jenderal Sez. sambil mengatur napasnya yang terengah-engah, “Tapi, sudah lama, ya,” lalu dia tersenyum hangat.


“Aku hanya tidak mau bertemu pacarmu itu,” jawab Esih mengedutkan bibirnya.


Jenderal Sez. menundukan kepalanya, dan lirih berkata, “Kami ... tidak pacaran.”


“Belum!?” Esih tercengang. Kemudian dia mendecakan lidahnya, “Cih, jika tahu begitu, kenapa tidak bilang dari dulu―maksudku kenapa?!” dan Wanita anggun itu menyipitkan mata, menatap baju dan jaket yang dikenakan Jenderal Sez.


Esih mengerucutkan bibirnya, dan berkata, “Jika kau ingin membohongiku. Lakukanlah lebih baik Sez.”


“Aku tidak. Itu―ini―” gumam Wanita cantik berkacamata bulat itu.


Dan mereka ber-dua kemudian tiba-tiba mengalihkan pandangan mereka, menatap tajam bongkahan es yang berada tepat di hadapan mereka.


Di dalam bongkahan es yang terus membesar, membekukan seluruh tubuh Komandan Pria paruh baya musuh itu, dan ia berkata, “Kita ber-dua hanya membiarkan kalian bermain sebentar,” lalu bongkahanes putih dengan uap mengitarinya perlahan retak, “dan kalian langsung sombong seperti itu?”


Retakan pada bongkahan es itu langsung menyebar cepat kedua arah, dengan Energy petir ungu yang membeku pun langsung menyambar ke sekitarnya―dan ia pun melehkan bongkahan es tersebut.


Komandan Pria paruh baya musuh itu lolos dari pembekuan, dan langsung menghindari serangan tornado es yang ditembakan Esih.


Esih mendecakan lidahnya, dan bergumam, “Hanya sebentar, aku bisa menahannya!?”


Lalu Komandan Pria paruh baya musuh itu, langsung menyerang kedua Wanita di hadapannya, sambil berkata, “Minggir.” Energy-Thunder berwarna ungu, menyambar Wanita anggun sedingin es, dan Wanita cantik berkacamata bulat di hadapannya. “Ternak-ternak bodoh!”

__ADS_1


“Sez.” Esih langsung menitikberatkan Energy-nya di kedua lengan, yang dia rentangkan. Wanita anggun itu bersiap untuk membentrokan Energy berbentuk kabut esnya, lalu dia bertanya, “Kita mundur ke pusat Area?”


“Tidak. Kau terus menyerang, dan aku akan menahan semua serangannya,” jawab Jenderal Sez.


Wanita cantik berkacamata bulat itu langsung menitikberatkan Energy kobaran api birunya, dan dia menjulurkan lengannya ke depan.


Lalu Energy-shiled tebentuk di hadapan kedua Wanita itu. Dan ia langsung menahan telak Energy berbentuk petir ungu serangan Komandan Pria paruh baya musuh. Dengan Esih langsung melesat ke samping dan menembakkan kabut esnya.


Namun, tornado es yang tersebentuk dari Energy kabut es serangan Esih, langsung tertahan oleh Energy-shiled petir berwarna ungu Komandan Pria paruh baya musuhnya.


Dan emudian prajurit-prajurit Wanita tersisa menyerang kembali Komandan Pria paruh baya musuh mereka. Tetapi Jenderal Moran terlihat sangat kelahan, dengan napas Pria Tua berambut putih itu terengah-engah, dan dia terus melayang turun ke bawah.


Jenderal Sez. pun se-sekali melindungi Jederal Moran.


“Kenapa Jenderal Besar Woon disana?” bisik Wanita mengenakan kacamata bulat itu―saat dia berada tepat di belakang Esih, sambil terus mundur menjauhi Komandan Pria paruh baya musuhnya―untuk mengatur jarak.


Wanita anggun yang terus menyerang dengan Energy berbentuk kabut esnya, menjawab, “Kurasa percuma jika kau berbisik, dia pengguna petir.” Esih pun mengerutkan keningnya, menatap tajam sambaran demi sambaran petir di depannya, dan lanjut berkata, “Jenderal Besar Woon datang 2 menit setelah kami bala bantuan tiba.”


“Ya, itu tidak aneh. Semua Jenderal Besar mempunyai kapasitas Energy yang berbeda,” tambah Esih, melirik gunung besar pusat [A327] cukup jauh di sampingnya. “Untuk sekarang kita giring Pria paruh baya itu mendekati pusat.”


Dengan koordinasi serta formasi teratur saat bertahan―menyerang, Jenderal Sez. dan Esih serta prajurit-prajurit tersisa, terus menyerang, tetapi walaupun Esih bergabung dengan mereka, Komandan Pria paruh baya musuh mereka dengan mudahnya menggugurkan beberapa prajurit yang sedikit lengah.


**


“Elk, kaki kirimu!?” seru Litz. terkejut, dan Gadis manis itu menangis―dia merasa bersalah.


Kaki kiri Elk membeku, dengan bongkahan es biru menyelimuti kakinya, dan pembekuan kaki kiri tersebut terus menyebar ke atas tubuh Wanita cantik berambut hitam sebahu itu.


Tetapi Elk dengan acuh berkata, “Tidak usah pedulikan ini,” lalu dia menghentakan kaki  kirinya, dan bongkahan


es yang membekukan kaki kirinya langsung hancur berkeping keping. “Kita harus cepat-cepat menghindar!”

__ADS_1


Litz. menjawab, sambil langsung menghidari serangan sayatan-sayatan Sword Ice Alta,“OK.”


Wanita cantik dan Gadis manis itu menghindari semua serangan Monster es, dan terus menerjang maju.


**


Tepat saat Komandan Pria paruh baya musuh sedang terus menyerang Esih, dan Jenderal Sez. serta prajurit-prajuritnya, ia tiba-tiba menyirit, menoleh kebelakang, di mana Gunung besar pusat [A327] terdapat gema suara melengking tajam:


Ini terlalu lama ....


Apa yang sedang kalian lakukan. Unit-unit Disappear Benua 4?


Suara melengking tajam seorang Pria paruh baya, seperti belati tajam yang menggores batu; mengiringi suara robeknya ‘ruang’ yang berada tepat di hadapan Gunung sangat besar―ia merupakan pusat [A327] dengan selter-selter mengitarinya.


Lalu, sebuah tangan besar mencuat dari robekan ‘ruang’, yang ia menggenggam erat ‘ruang’ tersebut, dengan jari-jarinya menghadap ke atas―diikuti tangan lainnya menggenggam, dengan jari-jarinya menghadap kebawah, dan kedua tangan besar yang menggenggam ‘ruang’ itu langsung merobeknya secara paksa ke atas dan kebawah.


Di dalam ‘ruang’ hitam yang dirobek secara pasksa itu menampilkan sosok Pria paruh baya berkulit hitam, yang tidak lain adalah Jenderal Besar Benua [2].


Dengan tubuh hitam pekat, dan berotot kekar, dia berdiri tegap sambil terus menahan 'ruang' yang dia robek, dan berkata, “Shi. Kau pergilah keluar terlebih dulu.”


Seorang Pria keren berambut hitam sebahu belah dua, keluar dari ‘ruang’ hitam. Pria keren berlari, dan tiba-tiba melompat. Kemudian dia langsung memakai gogglescope yang sebelumnya Pria keren itu sandangkan di bahu kirinya, dan Rifle yang dia sandangkan di bahu kanannya: ia berupa senapan laras panjang berwarna abu-abu terang, dengan scope/pointer hitam berbentuk silinder―berbeda dengan sniper-nya para penembak jitu yang berbentuk serupa―Rifle hampir setara dengan ukuran R.P.G-nya Unit Bomber.


U yang merupakan Unit Sniper; dengan paras Pria keren itu seperti orang Jepang―yang dulunya Negeri Matahari itu. U juga merupakan tangan kanan seorang Jenderal Besar Benua [2] yang berada di belakangnya.


“Kenapa hanya ada 2 Komandan musuh!?” gumam U tercengang, sambil terus memindai Area di depannya. “Kemana batalion musuh lainnya?”


“Ini ....” kata U melebarkan matanya, terkejut, dan dia menyandangkan gogglescope-nya kembali.


Kenapa Tuan Muda Shadow tidak melakukan sesuatu?


Pria keren itu mengerutkan kening, menatap dua Jenderal yang menghampirnya.

__ADS_1


Bohong jika ia berkata, bahwa ia sama sekali tidak menyadarinya.


***


__ADS_2