![Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0](https://asset.asean.biz.id/planet---war-of-k-m-xgsp-m4221--locked-oso-0.webp)
Lorong yang diapit dua tebing menjulang tinggi; ribuan meter menjulang tinggi ke atas langit. Lorong itu merupakan penghubung antara dua Pintu, yang ia membentang sangat panjang, dari barat ke arah timur, tetapi dengan lebar hanya 1 mil.
Pintu luar [A327] yang telah hancur menjadi lubang besar, dan Pintu Dalamnya yang dijaga ketat oleh para Prajurit pertahanan manusia.
Semua camp prajurit dan batu berbagai ukuran di kedua sisi dinding, di sepanjang lorong tebing hancur berkeping-keping, tersapu Gelombang Energy pertempuran.
Pertempuran dua orang Komandan musuh melawan kurang dari empat batalion pertahanan, yang seperti tiada akhir.
Berbagai formasi dan pola serangan saling bergiliran per Tim dengan satu Kaptennya. Serta Sappoter tak kasat mata yang membantu dan mendukung, serta mengisi Energy para Prajurit garis depan. Mereka semua tidak henti-hentinya menyerang dua Komandan batalion musuh mereka.
Medan Perang memancarkan berbagai warna tabrakan Energy ‘sk’ maupun “data”, yang menerangi lorong yang cukup sempit untuk disebut sebagai Medan Perang.
Keempat batalion pertahanan itu terus terdorong mundur, sampai ke depan wilayah pintu dalam [A327].
Namun, para Prajurit manusia tak sedikitpun berpikir untuk menyerah. Mereka semua terus mencoba untuk mendorong musuh mereka, untuk menjauh dari wilayah pintu dalam [A327].
Meski seorang Prajurit manusia memliki ‘sk’ dan tekad sangat kuat, mereka masih melesat terjun, berguguran, menabrak tanah dan hangus terbakar. Namun, ada beberapa Prajurit yang selamat, yang dengan sigap diangkut oleh Sappoter tak kasat mata. Mereka langsung dibawa ke tempat pemulihan di celah gua sisi tebing, untuk dipulihkan.
Mereka yang selamat dan langsung disembuhkan, tak ada waktu untuk istirahat sedikitpun. Meski para manusia itu lelah, tetapi mereka semua masih bersemangat untuk kembali ke barisan Tim masing-masing, dan melanjutkan pola serangan dengan formasi pertempuran yang tidak goyah sedikit pun.
Tak jauh dari Medan Perang itu, di samping pintu besar bagian dalam [A327], beberapa Sappoter Pria tak kasat mata berada di depan sebuah celah gua di sisi lorong tebing, dengan jebakan-jebakan yang tersebar di sekitar mereka.
Di dalam celah gua itu terdapat tangga yang menuju ke ruangan bawah tanah, sangat tersembunyi. Beberapa Sappoter Wanita menerangi ruangan tersebut dengan Energy hijau daun terang, yang keluar dari tubuh mereka.
Energy tersebut berubah bentuk menjadi daun-daun hijau kecil terang yang berhamburan, dan tersebar ke seluruh penjuru ruangan.
Beberapa Sappoter wanita tersebut, masing-masing menggenggam satu batu sebesar kepalan tangan manusia dewasa. Batu yang memancarkan cahaya berwarna hijau daun disertai rune unik berwarna biru, terukir sangat rumit pada jalur rune tersebut, seperti air sungai biru mengalir jernih.
Mereka semua berjongkok sambil menempatkan telapak tangan lainnya ke tanah; empat Sappoter Wanita yang berjongkok berada di empat penjuru lingkaran, dengan pusatnya berupa tubuh hitam seseorang yang hangus terbakar; dia berada di dalam lingkaran sirquit aneh itu.
Dengan lingkaran hijau yang melingakari mereka, dan kubah hijau daun membungkus masing-masing dari keempat Sappoter Wanita yang memancarkan Energy hijau daun.
Empat Sappoter Wanita itu sedang menstranfer Energy, dan mereka mencoba untuk menyembukan tubuh seorang Wanita berwarna hitam, yang dia hangus terbakar.
Wanita itu berbaring di tanah tak sadarikan diri, dengan lingkaran sirquit aneh berwarna hijau terang mengitari tubuh Wanita itu.
Dan sebuah punggung jaket seorang Pria Penembak Jitu yang bertuliskan:
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
__ADS_1
“Unit .M”
“Sniper-A009 {No. 0376}B6”
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Jaket hitam yang menutupi seluruh tubuh Wanita hitam hangus. Dia terbaring tak sadarkan diri. Dengan tulisan B6 berwarna emas terang, berbeda dengan yang lainnya berwarna putih.
Keempat Sappoter Wanita itu sudah sangat kelelahan, walaupun mereka hanya baru beberapa saat menstranferkan Energy dari batu hijau kepada tubuh hangus tak sadarkan diri di hadapan mereka.
“Fiuh ... Ini sangat melelahkan ...” gumam salah satu Sappoter Wanita, menghela napas panjang dengan tetesan-tetesan keringat di dahinya, kelelahan.
“Aku kira regu kita akan menjadi pengecut ... kabur di tengah-tengah pertempuran seperti itu ...” kata seorang Sappoter yang berada di sisi kanan kepala Wanita hitam hangus sebagai pusatnya.
Sappoter Wanita lainnya mengerutkan bibirnya. “Ya. Tidak ada yang menduga ini semua sudah direncanakan Mark ....”
“Apa perasaan Mark pada Jenderal Sez. itu," tanya sappoter Wanita yang berada di sudut kepala tubuh Wanita hangus. "sungguhan?”
“Aku tidak tahu ...” jawab Sappoter Wanita lainnya. Mereka serempak menggelengkan kepala.
“Yah .... Mark memang terlihat konyol tapi terkadang serius ...” kata seorang Sappoter di samping tubuh Wanita hangus, sambil menggelengkan kepalanya. “Tidak ada seorang pun bisa menebak apa yang dipirikan Pria itu ....” Kemudian dia menatap ke pintu di depannya. Tiba-tiba, dia melebarkan matanya terkejut. Wanita itu melihat seorang Pria mengenakan kaos putih, tersenyum santai, dan berjalan masuk ke dalam ruangan mereka.
“Oh! Aku juga mendengar dari rumor Area 9 ... Mark itu bukan—“ ser Sappoter di depan Wanita yang terkejut itu. Tetapi dia tiba-tiba berhenti berbicara, dan langsung menoleh ke belakang di mana Mark menatapnya dengan senyum tipis di wajahnya.
Mark lalu tersenyum lebar tepat di hadapan wajah Sappoter Wanita itu.
“Ak—ak—u ..." Wanita yang di depan Mark, dengan gugup gelagapan, menundukan kepalanya. "Aku ....”
Mark terus tersenyum lebar dan memejamkan kedua matanya, yang membuat situasi di ruangan itu menjadi canggung. Lalu, ia menatap Wanita di depannya, dan berkata, “Hahaha.... Aku tidak marah.” Mark tertawa santai lalu berdiri sambil ia mengelus kubah hijau daun yang melingkari Sappoter Wanita itu. “Sungguh ... Aku benar-benar tidak marah.”
Mark merogoh kantong belakangnya, dan menggenggam batu disertai rune rumit berwarna ungu.
Pria mengenakan gogglescope di lehernya itu, langsung melemparkan batu ungu itu ke tengah lingkaran sirquit, tanpa berpikir dua kali.
“It—uu ...!! Itu!” seru para Sappoter Wanita, melebarkan mata, dengan mulut ternganga, sangat terkejut melihat batu ungu terang disertai rune rumit yang melayang tepat di depan mereka semua.
“Kita harus membangunkan manisku secepatnya, sebelum Elk dan yang lainnya kemari ...” kata Mark dengan santai, tetapi ia memiliki ekspresi sangat serius, seolah akan ada keadaan genting.
Mark mengambil sebuah peluru hijau daun di saku samping celana hitamnya. Kemudian ia jentikan menggunakan ibu jarinya; ia jentikan ke tengah-tengah lingkaran sirquit di hadapannya.
__ADS_1
Lintasan hijau disertai daun-daun kecil mengitari lintasan peluru tersebut, dan ia mengarah tepat ke arah batu ungu di hadapan mereka semua, lalu ia kemudian menembus batu ungu disertai rune rumit yang langsung hancur berkeping-keping.
Kepingan batu ungu yang hancur pun berubah menjadi partikel-partikel Energy, dan langsung menyatu kembali menjadi Bola Energy sebesar kepala manusia dewasa, disertai kobaran api hijau, seperti membakarnya.
Bola Energy langsung membentuk garis hijau terang, yang menuju ke ketiga titik tubuh wanita hangus yang tak sadarkan diri di bawahnya, dari ujung kepala hingga unjung kedua kakinya, membentuk piramida segitiga hijau gelap transparan, dengan Bola Energy berapi hijau yang melayang tepat di titik atasnya.
Garis hijau itu seperti menuju ke dantian tengah tubuh hitam hangus Wanita tak sadarkan diri itu yang menjadi pusatnya. Asap hitam tiba-tiba keluar dari ketiga titik tubuh Wanita itu, dan ia perlahan naik ke atas, tepat menuju ke arah Bola Energy berapi hijau. Seolah-olah ia menyerapnya.
Perlahan-lahan asap hitam tersebut naik ke Bola Energy berapi hijau, dan suara seorang Pria mengeluh yang bergumam, “Cih ... ini akan lama.” Mark yang berwajah cemas dan mengerutkan keningnya, sambil terus mengendalikan Bola Energy, dengan tangan kanannya.
“Apa situasi sudah sangat terdesak ...?!” tanya Sappoter Wanita di samping Mark.
Para Sappoter Wanita yang bernapas cukup berat, terengah-engah dan keringat bercucuran di dahi mereka, memperhatikan Mark dengan seksama.
Pria mengenakan kaos putih dan celana hitam itu dengan santainya mengendalikan Energy ungu, menggunakan satu tangannya, tanpa sedikit pun keringat menetes di kulitnya.
“Tidak. Kita masih bisa bertahan sampai bala bantuan datang ..." jelas Mark yang langsung menempatkan titik Energy di tangannya ke atas kubah Sappoter di sampingnya. "Kalian bisa tenang.”
“Ah! Apa itu tidak apa-apa ...?!” tanya Sappoter Wanita yang berada di dalam kubah hijau transparan, terkejut, dan mendongak ke atas, melihat titik Energy yang menghubungkan garis berwarna hijau melintas ke tengah Bola Energy sebesar kepala manusia dengan kobaran api hijau yang melayang di depannya.
“Tak apa. Aku sudah mengaturnya untuk bisa otomatis menyerap racun di tubuh manisku.” Mark tersenyum lebar, percaya diri, dan ia pun berbalik, berjalan menuju pintu keluar.
Salah satu Sappoter Wanita kagum, menatap punggung lebar Mark. “Pria itu memang sangat hebat.”
“Tapi ... Mark mencuri batu inti salah satu selter saat Jendral Tez tidak ada di sini, kan ...?" bisik Sappoter Wanita itu. Apa kita akan dihukum!?”
“Hmm ...!?” Mark mendengar bisikan Wanita, langsung berbalik kembali, dan tiba-tiba senyum ceria di wajahnya tiba-tiba menghilang.
Pria itu menatap tajam semua Wanita di hadapannya.
“Kalian tahu?” kata Mark dengan nada lirih, memejamkan mata lalu membuka matanya, dan menatap tajam keempat Sappoter Wanita di depannya.
Pria mengenakan gogglescope di leher, dan pakaian putih polos sertas celana hitam di depan keempat Sappoter Wanita itu, meregangkan kedua tangannya sambil berkata, “Aku bukan Pria yang sok baik menggunakan wajah tampannya, yang hanya digunakan untuk merayu gadis-gadis dengan kata-kata rayuan, dan bualan murahan semata ....”
Mark tersenyum misterius tetapi masih dengan tatapan tajam di matanya. Lalu Pria itu mengerutkan bibir, sambil secara acuh melambaikan tangan kirinya ke samping. Kemudian ia memasukan kedua tangan ke dalam saku celana sampingnya, dan menunjukkan ekspresi tidak peduli.
Mark membalikkan badannya, dan berjalan ke arah pintu, sambil bergumam tegas, “Itu namanya munafik ... bukan?” dan ia kemudian menoleh ke belakang dengan rambut hitam spike prajurit biasa serta bola mata berwarna merah darah yang memancar terang, melirik Sappoter Wanita di belakangnya, ia lanjut berkata, “Aku adalah ‘pria ... yang berbicara dengan punggungnya’ .... Hanya itu.” Mark lanjut berjalan ke arah pintu sambil melambaikan tangan kanannya. “Meski, aku memang tampan, benar ...? Dan Aku serahkan sisanya pada kalian.”
“Mark mengorbankan dirinya dihukum ... demi Wanita yang dicintainya ...?” Sappoter Wanita di belakang Mark terharu, dan berlinangan air mata kekaguman di matanya.
__ADS_1
Lalu, semua orang di dalam ruangan, menatap punggung lebar Pria berkaos putih di hadapan mereka, seolah Pria tersebut menanggung semua beban sendirian.
¤¤¤