Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0

Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0
[B1-51] Iya! Cepat Mundur!


__ADS_3

¤Prcakk!!!¤


Gema suara umpatan Komandan Lelaki musuh mengiringi suara percikan peluru oranye, dengan telak menganai mata kanan Alta—ia mundur beberapa langkah sambil menutup mata kanannya, dan percikan-percikan oranye masih menyebar di sekitarnya: percikan oranye seperti sedang memotong atau mengelas baja.


“Sialan, siapa dia sebenarnya?!” teriak Alta yang sangat geram, ia masih menutup satu mata, dengan mata sebelahnya lagi ia melihat titik-titik lintasan peluru berbagai warna menargetkannya kembali.


Asap putih di mata kanan alta yang tertembak perlahan menghilang. Lalu, ia menggunakan sword orbit untuk menahan semua lintasan peluru oranye menargetkannya.


Alta kemudian membuka mata kanannya, dengan sclera putih matanya sedikit terluka. Ia kemudian melesat maju menuju ke arah kepulan asap pintu dalam [A327].


Ruen, Ruth dan penembak jitu lainnya—mereka tidak henti-hentinya menembaki Alta yang terus bergerak, menuju ke arah di mana Jenderal Moran berada.


Elk terus berlari dengan tak kasat mata sambil menenteng Sirius, kemudian dia berhenti dan berdiri tegap menatap tajam Komandan Lelaki muda musuhnya. Alta yang melayang menjauhinya diganggu terus ole tembakan Ruen. Wanta itu melirik ke samping bawah di mana Sirius yang terus menjerit kesakitan—seluruh tubuh Pria itu hampir termakan bercak ungu gelap.


“Setidaknya bocah itu berguna.” Elk berkata sambil mendecakan lidahnya, kemudian dia melesat kembali, melesat cepat dengan tubuhnya dibaluti bayangan hijau, menuju para sappoter regu penyembuh yang berada tak jauh darinya.


Sesampainya Wanita berambut hitam sebahu itu di sebuah celah tebing, dan di sekitarnya terdapat reruntuhan bebatuan. Elk langsung melemparkan Sirius kepada para sappoter yang sedang sibuk di hadapannya.


¤Buk!!!¤


Tubuh Sirius menghantam tebing di samping para sappoter sedang sangat fokus menyembuhkan prajurit-prajurit terluka.


“Ah!” para sappoter terkejut sambil melebarkan mata, mereka melihat tubuh Sirius yang kesakitan menggeliat di tanah.


“Cepat sembuhkan dia! Aku aka—“ perintah Elk belum selesai yang terpotong oleh suara jeritan Monster. Lalu, Elk dan para sappoter lainnya melihat perubahan pada tubuh Sirius bertmbah cepat.


“Grrrr....” Sirius menggeram dengan nada Monster sambil perlahan duduk di tanah, dan ia kemudian menyandarkan punggunya pada tebing di belakangnnya.


「**********」


Peringatan terakhir Sirius yang sudah kehilangan akal. Peringatan tersebut terus berdengung keras di kepalannya, dan seluruh pandangan Pria dengan seluruh tubuhnya berwarna gelap itu berubah menjadi berwarna merah darah: seperti peringatan bahaya.


Semua orang yang berada di sekitar Sirius mulai waspada, mereka semua mundur beberapa langkah ketakutan.


Aura pembunuh kuat yang perlahan memancar keluar dari tubuh Pria berwarna ungu gelap di hadapan semua sappoter—hanya Elk bersiaga dengan memasang kuda-kuda bertarung perlahan mengambil belati di sakunya.


Wanita berambut hitam sebahu itu waspada, dia bergerak perlahan seolah merasakan bahaya: seperti insting manusia berpacu pada saat ada hewan buas berada di hadapannya.

__ADS_1


“Cih ... apa lagi yang terjadi padamu?” tanya Elk merepalkan rahangnya dengan kesal. “Tidak bisakah kau membiarkanku beristirahat sejenak?” Elk menatap tajam Sirius—Wanita itu siap untuk menyayat Sirius kapan saja, dengan belati ia genggam erat di tangan kirinnya: dengan ujung bilah tajam belati mengarah ke belakang.


Sirius membuka mata dengan pupil mata ungu gelap, dan sclera berwarna hitam pekat. ia mendongak seolah-olah menatap Elk.


Namun, Sirius hanya menatap pemberitahuan serta peringatan di hadapannya, dan di pandangan samping kiri atas merah darahnya terdapat angka yang terus muncul, seperti layar dengan bar HP/MP tetapi berkedip-kedip solah televisi sedang rusak.


<<<<<<——— \ data-tomark-pass >>>>>>


「+H: 321TE%」


「+En: 231 xs o/e%」


<<<<<<——— \ data-tomark-pass >>>>>>


Ditambah peringatan terus bermunculan dengan suara korsleting listrik berdengung di dalam kepala Sirius.


「***Sir***Ca***」


「*************」


「*************」


「***War*****!*」


“Arrrgghh ...!!” Sirius menjerit kesakitan sambil menggenggam kepalanya erat—menggunakan kedua tangannya.


Pria dengan tubuh ungu gelap yang menggeliat di tanah, perlahan wajah putihnya temakan oleh bercak ungu terus menyebar—menutupi seluruh wajah, dan kepala Sirius sudah menjadi penuh dengan warna ungu gelap.


Elk menyadari ada sesuatu yang janggal dengan Pria di depannya, dia langsung memberi perintah kepada para sappoter di sekitarnya, “Pindahkan prajurit yang terluka dari sini! Aku akan menahannya!!” Elk mengerutkan kening menatap kembali Pria bertubuh ungu, dan dia pun menggengam erat belatinya.


“Baik!” seru Para sappoter serempak, mereka dengan sigap mengangkut para prajurit terluka—mereka menjadi tak kasat mata, kemudian langsung melesat menuju ke arah di mana sappoter regu penyembuh lainnya berada.


Elk menegok kepada para sappoter tak kasat mata menjauhinya. Lalu, Wanita itu menggertakan giginya mengalihkan pandangannya kembali kepada Pria bertubuh ungu, bergumam, “Kenapa aku tidak membunuhmu dari awal saja? ... Cih,” Elk merepalkan rahangnya sangat jengkel, “ini sangat merepotkan ....” Kemudian dia mendecakan lidahnya sambil mengerutkan kening.


Tubuh ungu Sirius berbuah menjadi sangat gelap, dan ia menggeram kesakitan menatap tanah, dan genggaman kedua tangan pada kepalanya semakin erat.


Tanduk ungu perlahan muncul di tengah-tengah dahi Sirius, diikuti suara menjerit kesakitan Pria itu menggema ke seluruh penjuru medan perang: Arrrrgkkhh!!

__ADS_1


Pria bertubuh ungu itu mendongakkan kepalanya ke atas, dengan wajah menghadap langit. Tanduk ungu runcing cukup besar: sebesar diameter kepalan tangan orang dewasa, yang terus tumbuh dan memanjang serta melengkung tak berhenti, sampai ke belakang kepalanya.


Saat panjang tanduk ungu runcing di dahi Sirius setengah punggunnya, tanduk tersebut pun berhenti, kemudian listrik-listrik ungu keluar dari tubuhnya, dan langsung menyambar ke sekitarnya.


“Sialan!!” teriak Elk dengan sigap menghindari sambaran listrik yang mengarah padanya, kemudian dia melesat menuju ke arah batu cukup lebar, dan setinggi manusia dewasa tak jauh di belakangnya.


Listrik-listrik ungu tersebut menyambar mengitari Sirius: dengan tubuh ungu Sirius sebagai pusataya, dan menyambar tanah pijakannya, sampai membentuk debu yang mengepul di sekitarnya—Pria itu pun hanya menbuka mulutnya sangat lebar, ia berhenti menjerit. Suasana pun menjadi hening.


Elk berdiri tegap di atas batu seukuran manusia dewasa, menatap ke bawah, seorang Pria bertubuh ungu sedang menggenggam kepalanya, menggunakan kedua tangan. Pria itu berlutut dan mendongak ke atas langit, dengan mulut terbuka lebar seakan-akan menjerit kesakitan.


Perlahan listrik ungu yang dikeluarkan Sirius mengenai puing bebatuan dan tebing di sekitarnya. Sirius kemudian tertutup debu serta puing-puing batu.


“Aku,” kata Elk menyentuh keningnya sendiri, ”seharusnya membunuhnya dari tadi!” dia sangat kesal pada dirinya sendiri.


“Arkkhh.... kenapa aku begitu bodoh?” tanya Elk yang geram dirinya sendiri sambil merepalkan kedua tangannya erat ke depan, dia kemudian menghela napas panjang frustasi. “Seharunya iya, aku cepat mundur setelah membunuhnya!” Elk menutup mata menyadari sesuatu sambil menggenggam kepala belakangnya.


¤brukk!!¤


Bebatuan hancur di sekitar Sirius berada, Elk menjadi waspada kembali sambil memasang kuda-kuda siap bertarung. Pria muda berambut putih itu berubah, dengan seluruh tubuhnya menjadi ungu gelap. Tanduk panjang di dahi tengah: mengitari ke atas kepala, dan menuju ke belakang sampai setengah punggungnya.


Disertai ekor panjang begigi: seperti ekor buaya, dan menghempas batu di sekitarnya, Pria tersebut menatap tajam Elk yang tak jauh di hadapannya—dengan seringai lebar perlahan muncul di wajah dari mulutnyas sangat lebar, serta gigi putih tajam berbentuk seperti gergaji.


Elk menatap ke bawah di mana Sirius telah berubah, dia masih mengertukan kening menatap debu di sekitar Pria itu perlahan menghilang.


“Aku benar-benar harus membunuhnya?” gumam Elk sambil menggengam erat belatinya.


Wanita berambut hitam sebahu itu menatap tajam Monster berwarna ungu di bawahnya—debu yang perlahan menghilang di sekitar Monster dengan kilatan lisrtik ungu terus menyambar di sekitarnya.


Debu di depan pintu [A327] pun menghilang, mengiringi sosok Sirius yang berubah sepenuhnya menjadi Monster ungu, dengan mata sclera-nya menghitam dan pupil berwarna ungu gelap—Elk menengok ke samping di mana pintu hijau zero sudah lenyap tidak ada lagi. “Sudah pasti itu akan hancur!” gerutu Elk merepalakan rahangnya sangat jengkel sambil merepalkan tangannya.


Elk menggertakan giginya, kemudian dia mengalihkan padangannya lagi kepada Monster ungu, yang tidak jauh di depannya berkata, “Kenapa juga aku harus ragu?” Elk menutup matanya berusaha untuk berpikir jernih.


Untuk sekarang aku tidak peduli.


Tetapi Jika ia menyerangku tersebih dulu ... aku akan menebasnya langsung ....


Elk menatap tajam Monster ungu di bawah batu pijakannya; batu setinggi manusia dewasa. Dia langsung memasang kuda-kuda bertarung sambil menggenggam erat belati di tangan kirinya; dengan ujung tajam bilah belati digenggamannya mengarah ke belakang.

__ADS_1


Dengan sekuat tenaga!!


¤¤¤


__ADS_2