![Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0](https://asset.asean.biz.id/planet---war-of-k-m-xgsp-m4221--locked-oso-0.webp)
Telapak Tangan disertai kobaran api emas, melesat ke atas menuju tepat ke arah Komandan Lelaki muda musuh yang melayang di udara. Namun, ia tetap terus menembakan Meteor ke arah Telapak Tangan Energy berwarna emas di hadapannya.
Alta mengerutkan kening sambil berusaha keras menahan Telapak Tangan Besar yang menghampirinya. Ia melirik Komandan paruh baya cukup jauh di sampingnnya, sedang menahan semua serangan 'sk' dengan berbagai Elemen.
Meskipun para manusia di bawahnya melemah, lelah dan bahkan luka mereka tidak sembuh sempurna, mereka semua memiliki tegad-teguh-pantang menyerah, juga tak takut mati untuk terus menerjang maju dan menyerang musuh.
“Cih ...." Alta merepalkan rahangnya sangat geram. "Ternak-ternak bodoh itu masih tidak mau menyerah?”
Alta kemudian melayang di udara—ke atas langit lebih tinggi dari yang lainnya, dan ia langsung menyatukan telapak tangannya—lalu membuka telapak tangannya kembali secara perlahan. Dan sebuah ‘ruang’ berwarna hitam tiba-tiba mengitari tubuhnya.
Namun, Jenderal Sez. yang tak jauh dari Alta, melesat sangat cepat, mendekati Komandan Lelaki muda musuhnya itu sampai dalam jangkauan serangannya.
Wanita mengenakan kacamata bulat itu langsung menitikberatkan Energy biru pada lengan kanannya. Lalu lengan kanan Wanita tersebut berubah menjadi berbentuk Lengan Naga Biru beserta sisik-sisik dan kobaran api biru membakarny. Dia pun langsung merepalkan tangannya ke depan, membentuk tinju.
Tinju erat Jenderal Sez. langsung merobek ‘ruang’ di samping Alta, lalu sebuah Tangan Naga kobaran api biru muncul di dalam robekan ‘ruang’ tersebut, dan ia langsung menggenggam seluruh ‘ruang’ berwarna hitam yang mengitari Alta.
Alta berada di dalam ‘ruang’ yang dibentuknya sendiri, menyadari sesuatu. Ia mengerutkan keningnya, melihat ‘ruang’ di sekitarnya sedikit bergoncang. Lalu, retakan kecil muncul di 'ruang' hitam, tetapi terlihat cukup kecil di hadapannya.
Kilauan kobaran api biru perlahan muncul dari retakan ‘ruang’ di hadapan Komandan Lelaki muda yang sedang menitikberatkan Energy-nya, untuk menggunakan sebuah "data" pertahanan.
Retakan tersebut semakin cepat menyebar, ditambah kilauan kobaran api yang menerangi sekitarnya.
“Kau masih saja mengganggu," teriak Alta, "Wanita sialan?!” dan ia menolehkan kepalanya ke belakang, di mana Jenderal Sez. berada di luar 'ruang' hitam yang dibuatnya.
Kemudian, telapak tangan Komandan Lelaki muda itu yang perlahan mulai menyatu kembali.
Tangan Naga cukup besar langsung menggenggam sebuah bola 'ruang' berwarna hitam seukuran manusia remaja yang melayang di udara; kemudian bola ‘ruang’ tersebut langsung hancur berkeping-keping, menjadi pecahan kepingan hitam yang menyebar ke segala arah, seperti pecahan kaca tersebar di udara.
Seluruh tubuh Alta tergenggam oleh Tangan Naga kobaran api biru, serta Telapak Tangan kobaran api emas yang langsung melesat cepat, menuju tepat ke arah genggaman Tangan Naga tersebut.
¤bom . . !!!¤
Suara ledakan Energy Telapak Tangan kobaran api emas dengan telak mengenai Tangan Naga kobaran api biru, yang keduanya menggenggam seluruh tubuh Komandan Lelaki muda musuh.
__ADS_1
Gumpalan-gelombang cahaya Energy yang melayang di udara, dan gema suara Pria paruh baya yang berteriak: TUAN MUDA ...!!
Komandan paruh baya musuh itu mengerutkan kening saat melihat gumpalan cahaya Energy tersebut, khawatir. Teriakannya yang menggema keseluruh penjuru Medan Perang lorong; dan mengguncang Medan Perang, sampai-sampai ‘mendistorsi’ udara di sekitarnya.
Para manusia yang menyerang di sekitar Komandan Pria paruh baya tersebut, tiba-tiba menunduk tetapi mereka semua bangkit kembali, dan menyerang satu musuh di hadapan mereka.
“Aku tidak akan mati semudah itu," kata Alta, mengerutkan keningnya sambil membalikan badannya, menghadap Jenderal Sez. "Orang Tua.” Kemudian ia langsung melesat, dan sebuah Energy cahaya putih perlahan menyelimuti seluruh lengan kanannya.
Komandan Lelaki muda itu langsung melesat dengan bayangan putih mengitari tubuhnya, menuju Jenderal Sez. yang tak jauh di hadapannya.
Sirius melihat Alta mendekati Jenderal Sez.
Pria muda berambut putih itu melebarkan matanya terkejut, dan langsung berlari menuju ke arah yang sama. Diikuti Elk dan Jenderal Moran, melesat cepat dengan masing-masing bayangan hijau, dan petir emas menyambar ke arah Jenderal Sez. yang cukup jauh di hadapan mereka.
“Energy .... Pedang!? Tidak. Itu," gumam Mark, mengerutkan keningnya, mencoba mengingat sesuatu, "bukan?”
Mark berada di atas Batu Besar yang jauh dari Jenderal Sez.
Pria bermata merah darah itu menyipitkan matanya, melihat dengan jelas Petir Putih yang sedikit demi sedikit keluar dari lengan Alta. Pria mengenakan kaos putih itu pun melihat sosok bayangan putih, yang melesat menuju ke arah Wanita mengenakan kacamata bulat yang memasang posisi siap bertarung.
Tunggu!
Mark menggerutkan kening, dan kembali menatap tajam Komandan Lelaki muda yang sangat jauh di hadapannya.
“Itu Sword Art!" seru Mark, melebarkan matanya, terkejut. "Bagaimana seorang Komandan bisa menguasai itu!?” Kemudian ia dengan cepat mengganti batch peluru sniper-nya, dan langsung menembaki Alta.
Lintasan demi lintasan peluru berwarna ungu, melesat cepat ke jalur yang dilalui oleh bayangan putih, sangat jauh di hadapan para Penembak Jitu. Ia terus bergerak ke samping kiri.
“Cepat hadang cahaya putih yang mendekati manisku," perintah Mark sambil terus menembak. "Kerahkan semua yang kalian miliki!”
"Tapi Mark para pugulis—“ kata Ruen, di sampingnnya yang terpotong melihat Mark sangat serius dan berteriak, “Lakukan apa yang kuperintahkan!" Mark yang terus menembak berkata dengan merepalkan rangannya sangat erat. "Cepat ...!!”
“Oke ...” jawab Ruen langsung mengganti batch sniper-nya dengan sangat cepat, serta Penembak Jitu lainnya melakukan hal sama dengan serentak. Kemudian mereka semua langsung menembak ke arah yang sama dengan Mark.
__ADS_1
Lintasan-lintasan peluru berbagai warna langsung melesat sangat cepat, menuju ke arah jalur yang akan dilalui oleh Komandan Lelaki muda musuh.
Alta yang fokus mengeluarkan aura niat membunuh tajamnya, dan bergegas menuju ke tempat di mana Jenderal Sez. berada, tidak menyadari adanya lintasan-lintasan tembakan peluru tanpa suara, yang mengarah tepat padanya. Dan satu peluru ungu sampai dengan tepat berada di sampingn Lelaki muda itu. Namun, ia hanya melirik kemudian dengan sangat cepat ia menebaskan tangannya ke peluru tersebut.
¤Ssss!!¤
Meski tebasan Alta sangat cepat, sampai-sampai hanya terlihat garis lintasan tebasan, serta listrik mengitari lintasan tersebut. Namun, peluru ungu itu langsung meledak, dan membentuk ‘ruang’ yang langsung mengeluarkan Energy eleastis berwarna ungu yang mengikat seluruh Energy putih berbentuk pedang, saat ia menyentuhnya.
“Apa?!” gumam Alta, tercengang dan melebarkan matanya, terkejut, saat melihat tangan kanannya yang dibaluti Energy putih peitirnya, tidak bisa menebas ruang kecil di depannya.
Energy ungu elastis itu perlahan menyebar, seperti permen karet basah yang membungkus benang.
Lalu titik-titik lintasan peluru ungu lain menuju Alta yang akan segera menghindar. Tetapi tiba-tiba, ledakan di tangannya menyentaknya, ¤bom!!!¤ dan membuatnya membungkuk.
Sekalipun ledakan itu kecil, ia masih terlambat untuk menghindari serangan berikutnya.
“Sial!!” jerit Alta, mundur selangkah di udara.
Lintasan demi lintasan peluru ungu dengan tepat mengenai Lelaki muda itu; dan lintasan peluru ungu yang meleset pun meledak di sekitar Alta, dan ia langsung merobek ‘ruang’ kecil di sekitarnya, lalu mengeluarkan Energy ungu elastis dari masing-masing 'ruang' tersebut—Energy tersebut langsung melompat keluar dari 'ruang' dan menempel pada tubuh Alta.
Seluruh tubuh Alta langsung terbungkus oleh Energy elastis berwarna ungu. Ia mengerutkan keningnya, menatap tajam Mark yang berada di atas Batu Besar, dan terus menembakinya.
Perlahan Energy elastis berwarna ungu itu menutupi seluruh kepala Alta, sampai-sampai ia tidak bisa melihat sedikit pun. Apa yang terakhir Komandan Lelaki muda itu lihat adalah titik lintasan berbagai warna yang terus menuju tepat ke arahnya.
¤Bom!!!¤
Ledakan cukup besar di udara, serta kepulan asap ungu menyelimuti tubuh Alta; lalu berbagai lintasan peluru masuk ke asap ungu tersebut.
Sebelum terdengar ledakan dan benturan, listrik-listrik putih menyambar lintasan peluru berbagai warna itu. Ia semua keluar dari asap ungu, dan memakan lintasan peluru tersebut.
Komandan Lelaki muda musuh yang tubuhnya dibaluti Petir Putih, melesat cepat ke arah Jederal Sez. kembali, dan Alta sesekali menebas serta menembakan listrik putih kepada peluru-peluru yang menargetkannya.
“Cih," decak Mark. "Hanya beberapa detik saja aku bisa menahannya!?" Lalu ia mengerutkan keningnya, dan mengganti batch peluru sniper-nya yang sudah habis.
__ADS_1
Kemudian Pria bermata merah darah itu melihat Sirius, Elk dan Jenderal Moran yang berusaha mengejar Alta. "Semoga saja itu cukup ....”
¤¤¤