Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0

Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0
[B1-21] Tetap Tenang!


__ADS_3

Elk masih sangat marah berapi-api, dan dia kesulitan untuk menghindari semua roket yang menargetkannya.


Wanita itu menoleh ke belakang, menatap tajam para Penembak Jitu di atas Batu Besar, yang sangat jauh di belakangnya.


“Hey, kalian ... para Pria bodoh sialan!” teriak Elk sambil bersusah payah menghindari roket yang menargetkannya. “Apa yang sedang kalian lakukan di situ?! Tidur, hah!?”


Elk dengan geram, berwajah merah gelap, dan merepalkan kedua tangannya, sambil terus menghindari semua roket.


“Aku sudah bilang ... jika kalian meloloskan satu roket saja ... akan kubunuh kalian semua!” geram Elk menendang salah satu roket dengan kuat, dan ia langsung meledakkan sekitarnya.


¤bom ...!!!¤


Lalu asap hitam mengitari Elk, dan roket-roket yang lain, meluncur masuk ke dalam asap tersebut. Elk melesat keluar dari asap hitam yang mengitarinya sambil mengumpat, “Sialan ...!!!” Tetapi Wanita itu tetap gesit, menghindari semua roket.


“Tapi kata Mark ... kita harus memproitaskan ... Sirius ... terlebih dulu untuk ... membantunya ... terlebih ... dulu ...?” kata seorang Penembak Jitu dengan gugup.


Tetapi dia tetap lanjut menembaki semua roket yang berada sangat jauh di hadapannya.


. . .


Medan Perang menjadi hening cukup lama. Tak ada yang berani berbicara, saat Wanita ganas itu menjadi diam-membisu. Semua Prajurit berkeringat dingin, ketakutan, daripada mendengar celotehan Elk yang sedang marah-marah.


Hanya terdengar oleh para Penembak Jitu serta Sappoter disekitar mereka semua, berupa suara melesatnya roket lalu meledak di tanah; serta suara ledakan hantaman roket, yang diakibatkan Jenderal Moran dengan mudahnya memukuli semua roket yang menghampirinya, menggunakan Energy emas pada kedua kepalan tangannya.


Apa kita akan mati sekarang?!


Hening mencekam membuat para Penembak Jitu berkeringat dingin, dan sangat gugup ketakutan. Mereka melihat Elk yang sangat marah berapi-api dengan wajah merah gelap dan mengerutkan keningnya sangat dalam.


Wanita itu kemudian mengigit bibirnya sampai berdarah, berusaha keras untuk menahan amarahnya, dan tetap bersusah payah menghindari semua roket yang menargetkannya.


Haruskah kita mengabaikan perintah Mark saja?!


Tapi ... Mark tidak terlihat bercanda saat memberi kita intruksi.


Suasana hening Medan Perang terpecah oleh suara Jenderal Moran yang berkata, “Mungkin ... ada satu hal dari kamu dan cucuku perlukan ... agar kalian bisa mendekati kemampuan Mark.”


Jenderal Moran yang terus memukuli roket-roket di hadapannya. Seolah-olah ia tak ada habisnya, terus melesat-muncul dari punggung Robot Besar di hadapannya.

__ADS_1


“Apa?!!” bentak kesal Elk, menatap tajam Jenderal Moran yang dengan santai dan mudahnya, Pria Tua itu memukuli roket-roket yang menyerangnya.


Kemampuan?! Pria konyol dan bodoh itu punya kemampuan!?


“Aku di setarakan dengan Pria bodo itu?! Sial ...” gerutu Elk sangat kesal, memikirkan Jenderal Moran membandingkan Mark, Jenderal Sez. dan dirinya.


“Kau harus ...” Jenderal Moran menengok kepada Elk, sambil mengangkat alisnya. “Tetap ... tenang!”


Lalu Jenderal Moran tersenyum tipis dan mengedipkan matanya.


“Ah?!” Elk tercengang, melebarkan matanya, menyadari sesuatu.


“Tetap tenang?! Kupikir itu bukan ide yang buruk ...” gumam Sirius mengangkat alis, dan kemudian menatap tajam Robot sebesar gedung dua puluh lantai di depannya, dengan tenang ia mengatur napasnya. Lalu, ia pun menjadi cukup mudah untuk menghindari semua roket yang menuju ke arahnya.


Elk yang melihat Sirius dengan mudahnya menghindari semua roket, merepalkan kedua tanganya, sangat iri; Wanita itu merepalkan tangannya lebih era. Dia sangat tidak sabar ingin menyerang Robot Besar di hadapannya.


“Yah ... tidak ada Pria bodoh yang bisa setenang Mark, dalam kondisi apapun ...” kata Elk mencoba kembali tetap tenang, dengan menarik napas panjang dan menghembuskannya. “Huuufffftt ... haaa ....”


Elk berkonsentrasi mencoba untuk menenangkan amarahnya. Dan dia tetap dengan gesit menghindari semua roket yang menargetkannya.


Para prajurit di atas Batu Besar, tak ada yang berani lagi mengabaikan Elk. Mereka semua jadi menargetkan roket-roket yang menargetkan Wanita itu.


“Yah! Syukurlah Elk sedang berusaha keras untuk menghentikan amarahnya ...” jawab Ruth yang berada tak jauh di belakang para Penembak Jitu.


“Mungkin .... Tapi lebih baik kita tetap membantu Sirius. Dua penembak jitu di sana! " perintah Ruth kepada dua penembak jitu yang berada di paling ujung Batu Besar. "Alihkan target kalian ke semua roket yang menyerang Sirius.”


“Sampai Elk benar-benar tenang, kita akan langsung melindungi Sirius sepenuhnya,” lanjut Ruth, mengerutkan kening dan menatap tajam Pria muda yang jauh di depannya, yang ia sedang bersusah payah menghindari roket-roket.


“Siap!” jawab kedua Penembak Jitu, dengan serentak mereka mengalihkan target mereka.


Ruth kemudian menatap tajam Elk yang masih berusaha keras mencoba untuk tetap tenang. “Mark mungkin memiliki alasan jelas, kenapa ia mengintruksikan kita untuk melindungi Sirius terlebih dulu dari pada Elk.”


“Tidak ada yang aneh dari itu ... dia adalah anggota agent salah satu Benua ... meskipun hanya agen ‘Sayap Benua’ ... bukan Garis Depan.” Seorang Penembak Jitu berkata sambil mengganti batch peluru sniper-nya, dengan sangat cepat dia langsung kembali menembaki semua roket di sekitar Elk.


“Ya! Meskipun dia adalah agen zero wings urutan terakhir dan tidak pernah naik pangkat selama 13 tahun ini ... hahaha....” tambah seorang Penembak Jitu di samping, dan tawa Penembak Jitu lainnya.


“Tapi ... sungguh ... dia ... Pria yang sangat hebat ...!!” bantah Ruth, lau merepalkan kedua tangannya dengan erat. “Dia sangat hebat, bisa mengerti situasi Medan Perang sisi lain ... hanya dengan sekali lirik dan ... langsung menyimpulkan apa yang harus dilakukan selanjutnya ... sedangkan aku ... hanya ....”

__ADS_1


“Yaa .... secara logika sederhana ... Wanita gila itu emang sangat kuat sih?!” sela Penembak Jitu yang berada di paling ujung di atas Batu Besar, menatap Ruth dengan tatapan aneh.


“Yap ... kenapa juga kita harus melindunginya?” tambah seorang Penembak Jitu lainnya, sambil menggati batch peluru sniper-nya dan langsung menembaki roket di sekitar Elk.


“Begitu ... kamu—“ Ruth yang akan bicara, terputus oleh suara teriakan Wanita yang sangat marah; dan suara khasnya menggema ke seluruh penjuru Medan Perang.


“Hey! Aku mendengarmu para Pria sialan ...!!” geram Elk, yang dengan sekejap mata dia melupakan kerja kerasnya untuk tetap tenang. "Dan sudahku bilang ... siapa yang kalian sebut 'Wanita gila' itu?"


Elk menengokkan kepalanya, menatap tajam para Penembak Jitu yang sangat jauh di atas Batu Besar.


"It—uu ... i—tu ... uu" jawab semua Penembak Jitu terbata-bata. Mereka semua menggigil ketakutan, saat melihat tatapan dingin Elk, sekalipun Wanita cantik itu sangat jauh di depannya.


“Kurasa ... kita harus benar-benar ... meminta maaf ... pada—” gumam Ruth menggigil ketakutan juga, dan dia langsung berdiri-mematung di atas Batu Besar.


Elk kembali sangat marah dengan wajahnya yang lebih merah gelap, sambil terus mengernyitkan alisnya. Dia kemudian menatap tajam Robot bermata biru terang, yang sedang mengumpulkan Energy berwarna biru, akan segera menembaknya.


Sial ... kita benar-benar lupa Wanita itu adalah pengendali Energy angin terkuat.


. . .


Hening kedua kalinya yang lebih mencekam di Medan Perang, yang membuat para Penembak Jitu berkeringat dingin, sangat ketakutan. Ruth dengan seluruh tubuhnya memutih, berada tepat di belakang mereka. Pemuda Sappoter itu berdiri mematung di tempat, seperti tak ada jiwa di dalam tubuhnya.


Terlihat jelas oleh para Penembak Jitu, Wanita dengan bayangan hijau melesat sangat cepat, memanfaatkan sedikit celah semua roket yang menargetkannya. Dia sangat gesit menghindari dan menerjang semua roket di hadapannya, serta terus melesat maju ke depan.


Dia pun berhenti dan meggunakan seluruh kekuatan kakinya dan langsung melompat. Dia melesat sangat cepat ke arah kepala [RbX-M2314]. Bayangan hijau Wanita itu melesat serta langsung menendang wajah besar Robot itu, dan dentuman keras terdengar ke seluruh penjuru Medan Perang.


¤Bum!!!¤


Diikuti hempasan angin hijau ¤whuuuss ...!!¤ yang menghempaskan semua pasir di sekitar Robot Besar setinggi gedung dua puluh lantai itu. Lalu mata Robot tersebut berkedip, memancarkan sinar biru terang yang sedang mengumpulkan Energy biru, akan segera kembali menyerang Wanita di hadappannya.


Para Penembak Jitu dan Sappoter melihat Wanita di hadapan mereka semua, tercengang dan membuka mulut mereka serempak terngangga, serta melebarkan mata mereka semua.


Semua orang di Medan Perang berdiri membatu di tempat, sambil melihat seorang Wanita yang melayang di hadapan sinar laser biru menerangi seluruh tubuhnya. Lalu Wanita cantik itu menghadap mereka semua tanpa rasa takut.


“Selanjutnya kalian! Para Pria sialan!!" teriak Elk dengan wajah putih cantiknya, tertelan oleh amarah, berubah menjadi sangat mengerikan. Dia menunjuk ke arah Batu Besar yang sangat jauh di depannya.


Sial ... kita benar-benar mati sekarang!!!

__ADS_1


¤¤¤


__ADS_2