![Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0](https://asset.asean.biz.id/planet---war-of-k-m-xgsp-m4221--locked-oso-0.webp)
*Dummp!!*
Suara keras lesatan rudal mengiringi suara hentakan kaki seorang Gadis manis, dengan menguatkan kedua kakinya, kemudian dia langsung menginjak tanah dan melompat.
Litz. yang melompat kemudian terbang melesat menuju ke arah Alta yang melayang―ia sedang turun perlahan―terus terhantam oleh Unit Pugulister lainnya.
“Sial!” umpat Altan, melirik Gadis manis, dan Gadis manis itu sudah berada tepat di depannya―Alta baru saja diserang prajurit Wanita Unit Pugulister lain―ia sedang kewalahan.
Namun, Sword Orbit langsung terbentuk kembali mengitari Alta, yang bahkan ia muncul tidak ada jeda setengah napas pun.
Litz. langsung menguatkan tangan kanannya, dan membentuk tinju erat bercahaya pink mengitari tinjunya―kedua tangan Litz. yang disarungi oleh [PK-T3432]: sarung tangan besi berbentuk hand protector karate; dengan sirquit rumit berwarna pink mengitarinya.
Lalu, Gadis manis itu langsung meninju lintasan cahaya putih di hadapannya―merupakan Sword Orbit yang mengitari Alta, dan tinju kuat Gadis itu dengan tepat mengarah ke badan Komandan Lelaki Muda musuhnya.
*Chrak!!*
Suara pecah suatu Energy dari Sword Orbit yang retak, dan perlahan lintasan cahaya putih hancur terhantam tinju kuat Litz.
Gadis manis itu langsung mendorong tinjunya dengan sangat kuat, dan Sword Orbit mengitari Alta pun langsung hancur berkeping-keping, menjadi kepingan cahaya putih, seperti kaca pecah tersebar di udara.
*Buk!!!*
Tinju Liz. yang langsung menghantam perut Alta. Lalu, Gadis itu langsung menedang tubuh Alta dengan kedua kakinya, dan kemudian dia langsung terjun ke bawah.
Komandan Lelaki Muda musuh yang bernapas berat, “Ugh... Apa itu?!” dan ia tercengang sambil melebarkan matanya, karena di balik Gadis manis yang baru saja menghantamnya, terdapat moncong sebuah Rudal Merah, dengan gambar senyum bodoh bergigi gergaji, disertai mata tajam berwarna hitam. *Bom ...!!!*
*
“Ledakan!!” teriak Jego melihat Rudal Merah yang ditembakan olehnya, dan dia melanjutkan tawa bodohnya. “Hahaha ... hahaha-haha. Gahaha ....”
Jego menghantamkan ujung R.P.G [BR-M3241] yang berasap putih―akibat lesatan Rudal Merah, ke tanah di sampingnya.
*bump!!!*
R.P.G berwarna hitam itu langsung menancap kuat ke dalam tanah, dan warna biru sirquit rumit yang mengitari batang hitam [BR-M3241] pun perlahan menghilang.
Lelaki berkepala plontos itu terus tertawa tebahak-bahak sambil berdiri tegap, dan dia memusungkan dadanya dengan bangga.
__ADS_1
“Hahaha ... hahaha-haha. Gahaha ....” gema suara tawa Jego yang sampai ke tempat di mana para penembak jitu berada.
Mark yang tidak jauh di belakang Jego, mendengar suara ledakan yang diiringi oleh tawa Lelaki berkepala plontos itu.
“Cih, si botak itu, begitu saja bangga?” gerutu Mark, ia sedang berdiri tegap sambil menatap tajam bulatan merah cahaya Energy, akibat ledakan Rudal Merah yang ditembakan Jego.
“Ini akan menjadi sulit untuk kita, jika si bodoh itu disini,” kata Mark menghela napas furstasi sambil menggelengkan kepala.
Ruen yang berada di depannya menoleh ke belakang, bertanya, “Kenapa?” dan penembak jitu lainnya sama-sama heran.
“Kamu tuli, hah? Kalian tidak mendengar itu?!” tanya Mark sambil melirik ke bawah, melihat Ruen.
“Maksudmu itu,” kata Ruen, “suara tawa?!”
Mark mengangguk sambil mengedutkan bibirnya. “Ya .... Kalian pikir dia akan berhenti setelah ini?” jawab Mark sambil menggelengkan kepala, dan ia menghantamkan ujung sniper-nya ke dahan pohon―Pria itu terlihat kelelahan.
Ruen bergumam menyadari sesuatu, “Huh, itu benar-benar merepotkan. Kita jadi tidak bisa fokus.”
**
Prajurit-prajurit batalion garis depan serta beberapa Unit Pugulister Wanita, tertutupi oleh kilauan cahaya tabrakan berbagai “data” dan ‘sk’.
Lalu, Komandan Pria paruh baya yang langsung menyambar ke belakang, dengan tubuhnya dibaluti oleh petir-petir ungu.
“Ia juga bisa menggunakan petir?!” Jenderal Moran melebarkan matanya tercengang, dia dan Prajurit di sekitarnya tidak berpikir bahwa Musuh mereka sangat kuat pada saat malam hari.
Namun, sebuah Energy berbentuk bola biru seukuran manusia langsung menyelimputi Komandan Pria paruh baya. Energy-bola berwarna biru tersebut mengurung Komandan Pria paruh baya.
“Cepat serang! Jangan biarkan ia kabur!!” Di masing-masing alat komunikasi prajurit garis depan, intruksi Jenderal Sez. langsung tersampaian, dan wajah cantik Wanita berkacamata bulat itu terpampang di samping kiri panel biru setiap prajurit.
Prajurit-prajurit yang telah diinstruksikan pun langsung menyerang Komandan Pria paruh baya musuh mereka, yang ia terkurung oleh bola biru seukuran tubuhnya.
“Sial!!” teriak Komandan Pria paruh baya yang terkurung di dalam bola biru, dan ia terus menghangan-hantam bola biru dari dalam.
Lalu, tidak sampai dua napas, bola biru mengeluarkan petir ungu yang menyambar ke sekitarnya. Namun, prajurit-prajurit dan beberapa Unit Pugulister dengan sigap menyerang Komandan Pria Paruh musuh mereka.
“Aku harus cepat menyelamatkan Tuan Muda!” Komandan Pria paruh baya musuh mereka berteriak keras, dia langsung menyambarkan petir ungu di sekujur tubuhnya, “Enyahlah, serangga-serangga sialan!!” kemudian Komandan Pria paruh baya terus menerjang maju serangan-serangan lompatan Unit Pugulister Wanita.
__ADS_1
**
Tepat di depan pintu zero yang telah hancur, terdapat seorang Wanita cantik berambut hitam sebahu yang terus bertarung dengan Monter ungu, dan Monster itu seperti memojokan Wanita tersebut.
Namun, Elk yang bertarung dengan Sirius yang telah menjadi Monster ungu, dia sama sekali tidak terdorong mundur ataupun dipojokan oleh Sirius di hadapannya.
Elk mundur agar bisa bertarung di jangkauan tembak para penembak jitu, meski Wanita itu enggan untuk meminta bantuan, tetapi tidak ada hal lain lagi yang bisa dia pirikirkan maupun dia bisa rencanakan.
Wanita berambut sebahu itu merepalkan rahangnya sangat kesal, karena semua serangannya terus dihindari oleh Sirius. “Cih, aku tidak punya pilihan lain selain mengandalkan bocah itu,” gumam Elk sambil terus menyerang dan bertahan dari serangan Sirius.
Setiap gerakan Wanita itu disertai angin berwarna hijau yang menghempaskan udara di sekitarnya, dan Monster ungu yang terus menyambar dengan petir ungu mengitari tubuhnya, ia terus menyerang dan menghindari serangan-serangan Elk.
Lalu, Robot sebesar gedung dua puluh lantai keluar dari arah pintu zero [A327] bagian dalam yang telah hancur. Dan Elk pun melirik [RbX-M2314] sedang ditahan oleh prajurit-prajurit garis depan, ia terus mendorong maju semua prajurit di hadapannya, juga mereka semua secara perlahan mendekati Elk dan Sirius.
“Mereka tidak akan bertahan lama, kah ...?” gumam Elk sambil menghindari serangan Sirius. Dia melihat prajurit-prajurit Wanita yang mulai kelelahan.
**
Energy berbentuk bola yang menyelimuti Alta perlahan menghilang, dan Komandan Lelaki muda masih melayang di udara, tetapi ia sedikit membungkuk.
Alta membunguk sambil menatap tajam Jego yang masih tertawa cukup jauh di bawahnya. Ia kemudian menggertakan giginya, menatap lintasan serangan berbagai warna menargetkanya kembali.
Prajurit-prajurit Wanita Unit Pugulister langsung melompat dan menyerang Komandan Lelaki muda musuh mereka, dengan lompatan berbentuk kurva yang menuju tepat ke arah Alta.
“Cih .... Apakah tidak ada pilihan lain?” tanya Alta kepada Komandan Pria paruh baya yang telah mendekat dengannya.
Komandan Pria paruh baya langsung melindungi mereka ber-dua―ia menggunakan Energy-shield listrik ungu, dari serangan-serangan prajurit Wanita Unit Pugulister, Jenderal Sez. dan Jenderal Moran, serta prajurit garis depan lainnya yang masih tersisa.
Kilauan tabrakan Energy berbagai bentuk serta warna ‘sk’ dan “data” menghiasi langit Area [A327], dengan lintasan lompatan-lompatan prajurit Wanita Unit Pugulister membentuk kurva.
Lalu, Komandan Pria paruh baya yang menerjang mereka semua untuk mendekati rekannya berkata, “Tidak apa Tuan Muda, makan saja! Aku yang akan menanggung semua hukuman dari atasan kita.”
“Kita benar-benar tidak mempunyai pilihan lain?” Alta mengerutkan kening, sambil mengambil pil berwarna putih dari jubah hitamnya.
***
{N/A: Maksudku .... Kayak ... jika nyalain senter di siang hari; dengan matahari memancarkan sinar terangnya, ia pasti menyatu dengan sinar senter, kan? Nah, kalo malam hari berbeda, dan sinar senternya pasti silau, kan?} * {Atau aku salah?! Itu udah berubah!?}
__ADS_1