![Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0](https://asset.asean.biz.id/planet---war-of-k-m-xgsp-m4221--locked-oso-0.webp)
Komandan Lelaki muda musuh yang terus menggunakan Sword Orbit di lengan kirinya kembali―ia terpakai untuk terus melindungi Komandan Muda tersebut walaupun ia sudah melemah.
Komandan Lelaki muda musuh Unit Pugulister yang terus mundur, sambil ia menghindar serta menahan semua serangan prajurit-prajurit Wanita Unit tersebut.
*
Lalu, pusat gelombang Energy pun berhenti, ia menghilang dengan menghancurkan pepohonan disekitarnya, dan tanah pun terbakar kobaran api merah, dengan membentuk kawah berdiameter 1 mil, tetapi tidak terlalu dalam karena ia meledak di udara. Diameter kawah tersebut hampir mencapai ke tempat, di mana para penembak jitu berada.
“Itu ... hampir saja kita terkena gelombang Energy,” kata Ruth yang masih tercengang.
Mark melompat turun kebawah kemudian menginjak dahan pohon ke dahan pohon lain, dengan sangat gesit. Ia akan mengambil sniper-nya yang terhempas ke bawah, kemudian ia menengok ke samping kiri, di mana tepi kawah cukup besar yang hanya berada 100 meter di sampingnya.
__ADS_1
Dengan tepi kawah terdapat kobaran api merah yang belum menghilang, tetapi seorang Lelaki berkepala plontos, berkulit hitam dan dia sangat kekar meskipun masih sangat muda. Dia membawa dua senjata; satu digenggaman kedua tanganya berwarna hitam, dan senjata di punggungnya berwarna metal mengkilap, dia kemudian terus berlari menerjang kobaran api merah.
“Sial, si botak itu benar-benar ke sini?” gerutu Mark, ia menyandangkan sniper-nya, dan saat Pria mengenakan kaos putih itu akan melompat, ia mendengar seruan seorang gadis, dengan suara imut yang tidak asing baginya, “Mark!” Pria dengan gogglescope di lehernya itu langsung menoleh ke asal suara tersebut.
Gadis cantik dan terlihat sangat manis, berkulit putih mulus, rambut hitam panjang dikucir kuda―dia terlihat sangat imut seperti gadis manis pada umunya, tetapi mata tajam berwarna abu-abunya, seperti gadis tersebut siap bertarung kapan saja.
Dia berlari sangat cepat menuju ke arah Mark, sambil tersenyum lebar di wajah manisnya.
“Hei, apa disini kita menang?” tanya Gadis itu sambil tersenyum lebar.
Mark mengabaikannya sambil berpikir sejenak, dan menatap gadis di depannya dari ujung kaki sampai ke ujung rambut, kemudian kembali lagi.
__ADS_1
Gadis itu ditatap dengan tatapan aneh oleh Pria di depannya, dengan mata merah darah pada Pria tersebut, dan dia langsung memeluk bahunya sendiri berkata, “Kenapa kamu menatapku seperti itu?!”
Mark selesai menatap, kemudian ia terkekeh santai menjawab, “Hehe .... Bukan apa-apa,” kemudian ia meneggenggam sniper di punggunya, dan mengganti batch pelurunya sambil berkata, “Aneh saja sih. Aku lihat kamu dan si botak itu, tidak terluka sama sekali.”
“Hmm ...?” Gadis manis di depan Mark kebingungan, sambil memiringkan kepala, dia menatap mata merah darah Pria di depannya―Mereka ber-dua kemudian saling bertatapan.
Lalu, Mark tersenyum santai dan berkata, “Bukan apa-apa. Mungkin si Perse itu sudah menjadi lebih kuat?!” tanya kosong Mark sambil mengerutkan bibirnya, ia tidak percaya dengan omonganya sendiri, kemudian ia menyandangkan sniper-nya lagi. “Aku tidak percaya dia bisa menjadi kuat sesingkat ini.”
“Mmm?!” Gadis itu semakin bingung, tidak mengerti dengan apa yang telah dikatan Mark, kemudian dia memalingkan wajahnya yang merona dan berkata, “Aku enggak tahu sih, tapi .... Perse itu, jika aku nggak salah, dia salah satu Pria yang menyukai kakak perempuanku,” Gadis itu mengedutkan bibirnya, mencoba untuk menenangkan dirinya sambil mengangkat bahu, dan menatap kembali mata merah darah Mark di depannya, lanjut bertanya, “sama sepertimu, kan .... Mark?”
***
__ADS_1