Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0

Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0
[B1-35] Tipuan?!


__ADS_3

Melihat seorang Jenderal yang begitu tegas dan dinginya bisa menangis tersedu-sedu, semua orang di sekitar Jenderal Sez. melebarkan mata mereka, tercangang.


Lalu Elk menatap tajam Pria bermata merah darah yang wajahnya perlahan-perlahan menjadi panik.


“A—aku, aku ..." Mark terbata-bata dengan mukanya sangat panik, "Aku ..." dan mundur beberapa langkah sambil kedua telapak tangannya di depan, seperti ia sedang mendorong angin. Kemudian ia melirik Elk yang menatap baliknya dengan tatapan sangat dingin.


Mark bersiap menghindar dengan menggunakan [sk-T013] dimilikinya. Ia menguatkan kedua kakinya, lalu batu yang dipijaknya menjadi sangat elastis.


¤buk!!¤


Wanita dengan tubuhnya dibaluti bayangan hijau, melesat akan menendang Mark. Tetapi Elk meleset, dan tendangannya membuat lubang di tebing di belakang Pria itu.


Kaki Elk tertancap tepat di tebing di belakang Mark yang menghindari tendangan Wanita cantik itu ke samping.


“Beraninya kau membuat Sez. menangis ... Mark!!” teriak Elk, berwajah gelap dan sangat mengerikan. Dia menatap tajam Mark di belakangnya, sambil mengeluarkan kakinya yang tertancap di tebing. Kemudian dia berjalan dengan langkah lebar menuju ke arah Mark.


“Kau juga ikut memarahi dan membuatnya sedih," bantah Mark, mengerutkan kening sambil merentangkan lengannya tidak setuju. "Kenapa hanya aku?”


“Aku tidak!" dalih Elk, dengan nada mengancam. "Kamu yang memarahinya pertama, cepat minta maaf padanya!”


“Tentu saja ... Aku benar-benat minta maaf sayang—“ Mark memotong perkataanya sendiri kemudian menundukkan kepalanya, dan lanjut berkata, “Jenderal.”


Mark tersenyum tipis sambil menatap hangat Jenderal Sez. di depannya.


“Kalian berdua memang cocok huh ...” gumam Jenderal Sez. sambil mengusap air mata di wajahnya, mengabaikan tatapan Mark.


“Huh?! Itu tidak ... Aku itu benar-benar seriu—“ Mark terpotong oleh Elk yang jengkel, menggertakan giginya menatap tajam Jenderal Sez.


“Kamu juga! sudah menjadi Jenderal begitu lama tidak berubah-berubah," gerutu Elk, menyilangkan kedua lengannya, sambil mengerutkan bibirnya dan memalingkan muka. "Masih saja cengeng seperti dulu."

__ADS_1


“Apa?! Katakan sekali lagi. Jangan kira karena kamu adalah pasangan Mark dan aku akan takut!” seru Jenderal Sez. menatap tajam Elk, sambil melangkah ke depan dengan tegap.


“Sudah kubilang ..." bantah Elk, mengerutkan kening menatap Jenderal Sez. dengan wajah memerah, menujuk Mark di sampingnya. "siapa yang mau dengan Pria bodoh ini!”


“Oke-oke. Kalian harus tenang ... aku tahu aku tampan, tapi kalian berdua tidak harus sampai menumpahkan darah untuk—“ Mark yang mencoba untuk merelai, terpotong oleh teriakan jengkel dua orang Wanita di depannya, serempak, “Diam ...!!” dan dua tatapan dingin Wanita itu, manatap tajam Mark yang langsung merinding ketakutan, mundur beberapa langkah.


“Semua ini diakibatkan karena kebodohanmu," bentak Elk, menujuk Mark di depannya, dan wajah Wanita itu merah padam tertelan amarah berapi-api menjadi sangat mengerikan. "Sadarlah sedikit!”


“Ya! Kau terlalu gegabah," tambah Jenderal Sez. yang memiliki ekspresi wajah yang sama dengan Elk. "Dan kamu berani memarahiku karena itu!?”


“Aku ....” Mark kelihangan kata-kata dengan wajahnya sangat gelap dan frustasi, berpikir keras untuk mencari solusi, menatap ke atas langit. “Aku hanya khawatir pada—“


Sebelum Pria mengenakan gogglescope di lehernya itu berbicara, ia terus direcoki dan tidak henti-hentinya dimarahi serta diteriaki oleh kedua Wanita di hadapannya dengan sangat keras.


Seorang Sappoter Pria berjalan dengan cepat, sambil membawa kotak obat dan perlengkapan lainnya. Dia melihat Mark yang sedang diteriaki dua Wanita tak jauh darinya.


Mark hanya bisa berkeringat dingin mematung di tempat, sambil berwajah gelap memalingkan wajahnya. Lalu, dua Wanita di depannya sudah cukup tenang dan Jenderal Sez. bergumam sambil menatap tanah, “Kamu bisa mengabaikanku ... Aku merasa sangat terhormat gugur di garis depan Medan Perang.”


Mendengar perkataan Wanita yang mengenakan kacamata bulat di depannya, wajah gelap dan frustasi Mark menghilang dalam sekejap, berubah menjadi ekspresi sangat serius.


“Tidak ada yang seperti itu!” bentak Mark, lebih marah dari sebelumnya, dengan kedua mata merah darah terangnya menatap tajam Jenderal Sez. di depannya.


“Dan, hal itu tidak akan pernah terjadi," lanjut Mark bergumam, "selama aku masih hidup.”


Mark menutup mata sambil mengatur napasnya, mencoba untuk tenang. “Aku mungkin hanya Unit sub-support ... Pria ini tidak bisa menyembuhkanmu sepenuhnya seperti Unit full-support para Sappoter itu.” Kemudian Mark dengan tegas membuka matanya kembali, menatap tajam Jenderal Sez. di depannya. “Tapi aku masih bisa membawamu kembali hidup-hidup saat kamu terluka di garis depan, sekalipun itu akan membunuhku!”


“Aku sarankan kau tidak gegabah seperti itu, Mark ...” tukas Jenderal Sez. sambil menggelengkan kepalanya, lalu menutup kedua matanya. “Itu akan membuat Litz. sedih ..." Jenderal Sez. tersenyum tipis, menatap Pria bermata merah darah terang di depannya. "Kau sadar, kan? Dari dulu, adikku itu sangat menyukaimu.”


“Cih ...” Mark memalingkan mukanya, ke bawah sambil bergumam, “Aku yang Litz. sukai itu ... aku yang dulu.” Mark menggertakan giginya, dan menatap kembali Jenderal Sez. dengan tatapan tajam. “Pria lugu itu sudah mati sejak lama.”

__ADS_1


Elk yang mendengar mereka ber-dua membiacarakan Litz. dan hal itu, menggigit bibirnya sambil memalingkan wajah, tidak senang.


“Aku sudah kubilang, Aku hanya—“ Perkataan Mark terpotong melihat semua orang di sektarnya mengalihkan pandangannya, lalu ia mengikuti pandangan mereka ke samping kanan di mana Jenderal Moran yang membuka matanya, memperhatikan mereka ber-tiga bertengkar.


“Haha.... Kenapa kalian semua menjadi diam seperti itu?” Jenderal Moran tertawa kecil, dan mengangkat alisnya.


Pria Tua itu telah cukup beristirahat, dan berdiri perlahan.


Mark menggaruk kepala belakangnya dengan canggung, sambil menarik napas panjang, mencoba untuk tetap tenang. Kemudian ia menghadap Jenderal Moran.


“Yah ... apapun itu, nasi sudah menjadi bubur,” kata Jenderal Moran, menatap ketiga orang di depannya, dengan tatapan hangat.


Jenderal Moran mengankat bahu dan mengertukan bibirnya. “Tidak ada yang bisa kita lakukan, tentang sesuatu yang sudah terjadi.”


“Nasi?!” Sirius akan memejamkan matanya untuk istirahat sejenak dari teriakan-teriakan Wanita, yang saat ini sudah menjadi cukup tenang. Pria itu kemudian menatap Jenderal Moran dengan tatapan kebingungan.


“Haha.... Pria tampan ini tidak tahu rasa hebat dari makanan, ya,” kata Mark yang kembali ke ekspresi biasanya. Ia tertawa santai mendengar pertanyaan Sirius.


“Setelah pertempuran ini selesai,” janji Mark, menujuk Sirius, sambil mengedipkan matanya, "aku akan mentraktirmu makan. Catat itu!"


“Dan kau juga Mark. Membuat semua orang takut pada Elk, sehingga mereka semua melupakan ganasnya musuh saat peralihan regu Sappoter itu," ungkap Jenderal Moran menganggukkan kepalanya, "memang ide yang bagus.”


"Tapi kau juga harus meminta maaf pada Elk, atau setidaknya beri dia kode terlebih dulu," tegas Jenderal Moran, menatap tajam Mark.


“Jadi?! Cih ... jika seperti itu, seharusnya kau bilang dulu padaku, Pria bodoh.” Elk memalingkan wajah memerahnya, dan kemudian menggertakan giginya, sangat kesal.


Mark terkekeh santai, sambil menoleh ke belakang dan menatap Elk. “Hehe.... Jika kau ingin menipu musuhmu dengan efektif, kau juga harus bisa menipu rekanmu sendiri, terlebih dulu.” Kemudian Mark mengedipkan matanya sambil tersenyum lebar, seperti biasa.


¤¤¤

__ADS_1


__ADS_2