Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0

Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0
[ST0-A0] Pertempuran dan Pertahanan Terakhir I


__ADS_3

Kobaran api hitam-abu akibat hantaman Meteor Besar―ia merupakan salah satu “data” Jenderal Besar Woon, membakar setengah wilayah [A327]; beserta Selter-selter di sekitar wilayah [A327] pun hancur berkeping-keping.


Tetapi para penduduk serta Unit lainnya selamat. Kesigapan Unit Intelejen serta Sub-support lainnya, yang menginstruksikan serta membimbing para penduduk untuk bersembunyi ke shelter [A327]: di dalam Gunung Besar―Pusat [A327] yang ia berada tepat di belakang punggung besar Jenderal Besar Benua [2] itu.


Jenderal Besar Woon berdiri tegap sambil membusungkan dadanya, dan tertawa bangga, “Hahaha....”


”Hanya itu,” lanjutnya berkata sambil merentangkan lengannya, “kemampuan kalian?”


Sirius berada tepat di hadapan Jenderal Besar Benua [2] itu, mendengar tawanya seperti lolongan serigala. Lalu ia terkejut, melebarkan mata emasnya.


Pria muda berambut putih itu kemudian memejamkan mata, dan langsung membukanya kembali―ia tidak peracaya bahwa ia masih hidup. Lalu Sirius perlahan duduk, sambil menatap tajam pemberitahuan terkahir pada system yang terpampang di hadapannya:


「(New) Level: 0」s


Sirius mengerutkan kening. ”Apa itu ’Level’?”


Kemudian Pria muda berambut putih itu perlahan berdiri, sambil mengawasi sekitarnya. Lalu ia mengadap ke utara di mana Jenderal Sez. yang tertutupi kobaran api abu―Wanita cantik itu terus menjauhinya, seperti dia sedang menahan sesuatu Energy yang sangat besar.


“Wanita berkacamata bulat itu?!” kata Sirius, tercengang. “Mengapa dia menyelamatkanku lagi?”


Sirius mendongak, melihat kobaran api hitam-abu yang perlahan menghilang, lalu menampakkan Kubah Energy api biru-emas yang disertai kobaran api hitam-abu. Kedua kobaran api itu bersamaan menghilang dari pusatnya, seperti hilangnya balon sabun di udara secara perlahan. Kedua Kubah Energy tersebut menghilang cukup jauh, tepat berada di atas kepala Sirius―mereka ber-dua seperti saling memakan dan melahap satu sama lain.


Lalu, tepat saat kubah hitam-abu itu akan menghilang―ia termakan oleh kobaran api biru-emas, suara system di telinga Sirius mengiringi suara pecahnya kubah pelindung itu:


「Need recover your “data” ....」


Dan seorang Pria paruh baya berkulit hitam pekat menerobos masuk Kubah Energy dengan tergesa-gesa, sambil berkata, “Tch. Ternyata masih ada satu Monster yang lolos?”


「Hibernation start in an countdown: 10」


“Apa?!” Sirius tercengang. Ia mengabaikan Pria paruh baya yang menghampirinya. “Hitung mundur lagi?”


“Dan,” lanjut Sirius bergumam, kebingungan, “apa itu ‘Hibernation’ ...?”


Lalu Pria muda berambut putih itu melebarkan mata emasnya, menyadari sesuatu. “Sial. Aku akan ditidurkan secara paksa?!”


Jenderal Besar Woon menerjang masuk kubah Energy di hadapannya, dan melesat menuju ke arah Pria muda berambut putih, sambil menjulurkan telapak tangannya―dia akan mencekik leher Sirius.


Namun, telapak tangan besar Jenderal Besar Woon berhenti tepat di depan leher Sirius yang berkata, “Kenapa kau berhenti?”


Jenderal Besar Woon akan melenyapkan Sirius, tetapi dia berhenti setelah mendengar Mark berteriak: {Orang Tua!! Jangan membunuhnya! Ia salah satu kawan kita}. Teriakan pada alat komunikasinya tidak terdengar oleh Sirius; dan Jenderal Besar Woon pun tidak mendengar suara hitung mundur yang terus berdengung di telinga Sirius.


Ditambah suara hitung mundur disertai angka yang terpampang di hadapan Pria muda berambut putih itu:


「9」


「8」


「7」

__ADS_1


. . .


Sirius yang seperti pasrah. Ia diam seperti membatu, dan berdiri tepat di hadapan Pria paruh baya berkulit hitam itu. Namun, ekor panjang berbentuk seperti ekor buaya di belakangnya, siap untuk menyerang balik Jenderal Besar Benua [2] di hadapannya. Lalu ia memalingkan pandangannya kepada Jenderal Sez. yang terus menjauhinya.


“Huh.... Ternyata kalian masih berkerja ....” kata Jenderal Besar Benua [2] itu, sambil menarik tangan besarnya kembali. “Aku kira kalian semua ketakutan.”


Jenderal Besar Woon menatap ke bawah, di mana alat komunikasi berbentuk persegi panjang dan berwarna hitam yang tiba-tiba menancap pada batang tubuhnya. Kemudian dia menoleh, menatap tajam Gunung Besar di belakangnya.


Pria paruh baya berkulit hitam dan Pria muda berkulit ungu yang saling memalingkan wajah mereka, menatap suatu hal dengan sangat serius.


Namun, Pria muda berkulit ungu―dengan tubuh seperti monster itu, hanya terpaku pada angka hitung mundur di hadapannya:


「5」


**


“Ught....” Jenderal Sez. mengerang kesakitan, sambil merepalkan rahangnya. “Tadi itu ... hampir saja.”


Wanita mengenakan kacamata bulat itu terus merepalkan rahangnya, dengan tubuhnya yang dibaluti oleh Energy berwarna biru keemasan. Dia terus terdorong mundur, mendekati badai salju yang berada tepat di belakang punggung Wanita tersebut.


Sambil terus terdorong mundur, Jenderal Sez. berkata, “Seharusnya kamu bilang dulu kepada Unit Disappear.” Dia menengok ke samping kanan, di mana seorang Pria keren yang berada di tengah-tengah kubah-Energy yang dibentuk olehnya―ia melindungi Pria tersebut dari kobaran dua api di sekitarnya. “Jadi kita tidak harus membuang batu-Energy yang sangat berharga seperti ini.”


Jenderal Sez. menegapkan tubuhnya. “Aku jadi merasa ....”


“Itu karena Unit Intelejen Benua 4 kalian tidak bisa diandalkan,” tukas U, mengangkat bahu. “Kami telah mencoba berkali-kali menghubunginya, tetapi tidak ada jawaban sama sekali.”


U menggelengkan kepalanya. “Unit Intelegen kalian hanya membuka ‘ruang’ pada saat yang tepat, lalu menghilang begitu saja.”


Jenderal Sez. terus menahan Gelombang Besar akibat tabrakan dua Energy Besar yang telah terjadi.


“Kamu tidak apa?” tanya U, menyipitkan matanya, melihat ada yang salah dengan Jenderal Sez. “Butuh batu-Energy lainnya?”


“Aku,” jawab Wanita cantik berkacamata bulat itu, “masih kuat ....”


**


[RbX-M2314] perlahan berdiri, dengan debu serta api-api di sekitarnya terhempas gerakan tubuh besarnya. Lalu Pria muda berambut putih menengok ke samping kiri, melihat Pria paruh baya seukuran beruang alaska―setinggi 20 meter yang sedang menatap tajam Gunung Besar yang tak jauh dari mereka ber-dua.


Seluruh kobaran api serta kubah sepenuhnya menghilang, dan menampakan [RbX-M2314] yang berdiri tegap. Dan Sirius mengalihkan pandangannya, melihat angka di atas Robot Besar itu yang terus berkelap-kelip:


[-90.012.768]


“Itu kerusakan yang sangat besar!!” Sirius melebarkan matanya, sambil berpaling kembali pada Jenderal Besar Woon dengan cepat. “Satu serangan lagi Robot Besar buatan bangsawan itu akan lenyap!”


「3」


Mengabaikan hitung mundur, Sirius menatap panel karakter Robot sebesar gedung dua puluh lantai yang terpampang di hadapannya:


「[RbX-M2314]」

__ADS_1


「+H: 221.163 / 100.000.000」


「+En: 1.615.180 / 5.000.000 xj/Cd」


Namun, Jenderal Besar Benua [2] itu mengabaikan Sirius―dia sedang memikirkan sesuatu, dan tiba-tiba dia menyeringai lebar.


「2」


Lalu Sirius menyadari ada sesuatu yang salah, saat angka yang berada di atas [RbX-M2314] perlahan menghilang. Angka tersebut menandakan pengurangan jumlah rentang hidup Robot Besar itu.


「1」


Dan benar saja, tubuh Robot Besar itu langsung mengeluarkan tanda + berwarna hijau, dengan berbagai ukuran. Lalu ia semua langsung menjadi partikel-partikel kecil berwarna hijau, dan lenyap di udara; tetapi ia semua langsung muncul kembali, dengan angka berwarna hijau yang tiba-tiba muncul di atas kepala [RbX-M2314]: [+1.075.518]


Pandangan Sirius menjadi kabur setelah melihat angka hitung mundur:「0」 serta jumlah angka dan tanda + yang


sangat besar.


Dengan pandangan kabur-cerah, Sirius mendengar suara mekanisme system: Start hibernation in an unknown time!


“Apa―” Sirius perlahan tumbang, jatuh ke depan. "Tinggal satu serangan lagi dia―"


**(Sirius dan Jenderal Sez. tumbang bersamaan)**


Jenderal Sez. yang langsung ambruk, tetapi masih sempat untuk mengumpat, “Sial. Aku masih―”


“...?!” U terkejut saat melihat Jenderal Sez.


Kubah-Energy yang mengitari semua orang pun langsung menghilang sepenuhnya, dan Pria keren itu menerjang maju―dia akan menyelamatkan Jenderal Sez. tetapi Mark berseru, “Minggir kau pria keren!”


“Menyelamatkannya adalah tugasku,” kata Pria mengenakan gogglescope di lehernya itu, menyusul U.


Mark menoleh kepada U, dan dengan tatapan serius sambil menunjuk dirinya sendiri, berkata, “Biarkan Pria tampan ini mengurus sisanya.”


“Kau bisa ke samping.” Mark melompat, menggunakan ‘sk’-nya. “Musuh masih ada ....”


“Apa!?” U terkejut, langsung menoleh ke belakang.


Lalu Mark berjalan perlahan, mendekati tubuh Wanita cantik mengenakan kacamata bulat serta jaket hitamnya―dia terbaring tak sadarkan.


Dan di hadapan Pria mengenakan gogglescope di lehernya itu terdapat badai salju yang setengah ganas.


Semoga Sun bisa mengatasi Grey Raksasa itu.


Lalu Pria bermata merah darah itu menggertakan giginya, saat menatap batu-Energy berwarna emas digenggaman tangan kanan Jenderal Sez.


Mark kemudian berjongkok dan menggendong Wanita mengenakan kacamata bulat itu―ia menggendongnya layaknya seperti menggendong seorang tuan putri.


“Kamu telah bekerja keras, sayang―” bisik Mark. “Maksudku Jenderal.”

__ADS_1


***


__ADS_2