Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0

Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0
[B1-74] Sunarsih


__ADS_3

Robekan ‘ruang’ terus membesar, yang ia tepat berada di hadapan para penembak jitu, dan di atas Mark, Elk, Litz.


Dengan ia menjulang tinggi ke atas langit; juga robekan ‘ruang’ tersebut menusuk ke bawah tanah.


Seorang Pemuda di samping Mark―dengan pijakan mereka ber-dua, berupa dahan Pohon cukup besar; mereka be-rdua bertengger pada dahan Pohon, dan Pemuda itu berkata, “Mark,” dan dia menengokkan kepalanya, sambil menatap heran Pria aneh, yang ia masih menggenggam pelipisnya―ia berusaha terlihat keren, “apa kamu ingat, di


mana Lelaki berkulit hitam berotot kekar tadi?” Dia menyentuh dagunya, sambil menatap robekan ‘ruang’ di depannya, dan lanjut bergumam, “Tawa bodohnya benar-benar menghilang.”


“Dia rekanmu, kan?” tanya Ruen sambil melambaikan tangannya ke samping, dan mengengokkan kepalannya, menatap Mark dengan tatapan heran.


Mark melirik Pemuda berambut silver itu, dan kemudian ia melirik ke belakang, di mana badai salju terus medekati mereka, tetapi ia mulai melambat. “Hoho....” Pria itu kemudian berhenti bersikap sok keren, dan lanjut berkata, “Oh, ya, benar.” Ia menggaruk kepala belakangnya, dan membantah, “Aku benar-benar lupa tawa bodoh orang itu, benar-benar menghilang―tapi si botak itu bukan rekanku!”


“Ingat itu!” tegas Mark, sambil mengerucutkan bibirnya, ia pun duduk di dahan Pohon pijakannya.


Sambil bersandar pada dahan Pohon, dan menatap retakan ‘ruang’ yang melebar dari atas dan ke bawah, secara perlahan ia terus merobek udara ke atas langit, dan ke bawah tanah, Mark berkata, “Tentu .... Pria bodoh itu berada di dalam badai salju.”


“Apa dia baik-baik saja!?” seru Ruen terkejut, sambil melebarkan matanya, “Dia itu setara denganku, kan?”


“Ya,” sela Litz. yang tidak jauh dari Mark dan Ruen, “memang Jego masih tidak sebanding dengan Mark, dan Elk.” Kemudian Gadis manis itu tersenyum lebar, berkata, “Tapi dia―”


“Tenang saja, sih ....” kata Mark, memotong perkataan Litz. “Dinginya salju itu,” lanjut Pria itu sambil berdiri kembali, “tidak akan membekukan tubuhnya.”


Sambil menaikkan sudut bibirnya, dan menatap Ruen di sampingnya, Mark berkata, “Kau tahu, kan? Ada istilah: Orang bodoh itu, jarang terkena demam.”


Pria dengan gogglescope di lehernya itu terkekeh santai, dan lanjut berkata, “Dan Wanita yang akan keluar dari ‘ruang’ hitam itu,” dan dengan dagunya, ia menunjuk robekan ‘ruang’, dan lanjut berkata, “juga mempunyai Energy panas ... yang melebihi panas si botak hitam itu.” Lalu Mark melirik Reun di sampingnya sambil mengedipkan mata.


**


Sirius berada di dalam ganasnya badai salju, masih tercengang. Ia menengok ke belakang, di mana Lelaki berotot yang terus menembaki tubuh uap es Alta.


Namun, Lelaki berkulit hitam itu sama sekali tidak menembakan, maupun mengarahkan R.P.G-nya kepada Monster ungu itu.


Monster ungu itu menoleh ke belakang. “Kenapa dia tidak menembaku ...?” gumam Sirius sambil mengerutkan keningnya.


“Hey .... Kenapa kamu bengong?” tanya Jego yang terus menembaki tubuh Monster es, “Cepat seranglah ...!!” lanjutnya sambil tertawa terbahak-bahak, “Aku sudah mencapai batasku. Ahaha-ahaha....” dengan suara Lelaki berkepala plontos itu bergetar hebat―tetapi dia terus menembak.


Tubuh uap monster es Alta yang terus tercerai berai, sambil menjerit-jerit kesakitan: Arrkhh-arkkhh!! Dengan suara jeritan Monster es itu yang tercerai-berai di berbagai arah; mengikuti uap es yang tercerai-berai terus tertembak Energy cannon―yang ditembakan Jego.

__ADS_1


Kilauan tembakan Energy bernentuk cannon berwarna biru terus menghiasi udara, dengan ledakan-ledakan


bola cahaya biru, yang ia menutupi uap es: merupakan tubuh Alta yang tercerai-berai. Dengan tubuh uap es Alta itu terus mencoba untuk menyatu kembali, sambil terus menyerang Sirius―tetapi Monster ungu itu dengan mudahnya menghindari semua serangan Alta.


Sambil terus menghindari lintasan sayatan Sword Ice Alta, Sirius melompat dengan kecepatan penuh, menyerang ruang tipis tidak jauh di atasnya.


Jego yang melihat arah serangan Monster ungu itu, menghentikan tembakan Energy cannon birunya, dan berseru “Hey! Kau mau kenamana!?”


“Tentu saja,” jawab Sirius, sambil terus melesat terbang, dan menghindari semua serangan sayatan Alta, yang tubuh uap putih Monster es itu langsung pulih kembali. “Aku akan menyerangnya!”


Sirius pun menitikberatkan Energy racun ungu pada mulutnya; dengan mulut lebar Sirius perlahan menganga. Lalu, terbentuklah bola Energy berapi racun berwarna ungu yang berbentuk cannon.


Alta berteriak saat ia melihat Energy ungu, yang terkumpul di mulut lebar, bergigi tajam Sirius, “Jangan harap!!” ia kemudian menyayatkan kedua Sword Ice-nya; dengan dua Sword Ice digenggamnya, yang tak kasat mata secara bertubi-tubi.


*Ssss!*


*Ssss!*


. . .


*Sss ...!!*


Dengan beberapa lintasan sayatan Alta meleset, dan satu sayatan Sword Ice melesat menuju tepat ke arah Sirius.


Sirius hanya melirik titik lintasan yang mengarah kepadanya. Ia langsung menembakan Energy little cannon pada mulutnya.


Energy litte cannon yang ditembakan dari mulut Monster ungu itu; yang ia mengerah tepat ke arah ‘ruang’ tipis di hadapannya; dengan ia melesat secara diagonal ke atas; dan sayatan Sword Ice menyertainya―yang ia langsung


menghantam tubuh ungu Sirius, dan membentuk bongkahan es; dengan uap putih es mengitari bongkahan es tersebut.


“Sial ...!!” umpat Monster es, yang ia gagal menghentikan serangan Sirius. Tetapi, Alta langsung menyerang serangan Energy berbentuk little cannon, dengan menyayatkan kedua Sword Ice-nya, secara membab!-buta.


Namun, cannon itu sangat cepat, dan dengan Energy yang dipancarkannya pun sangat kuat. Hanya beberapa sayatan Sword Ice yang tersisa, dengan sisa sayatan Sword Ice Alta menghilang, tertelan lintasan ungu Energy berbentuk cannon tersebut.


Sirius yang membeku, berada di dalam bongkahan es yang sangat tebal; dengan bongkahan es yang membekukan Sirius terjun ke bawah.


“Huh, aku benar,” gumam Sirius, melirik ke sudut kiri atas pandangannya.

__ADS_1


<<<<<<———>>>>>>


「+H: 132T*E%」


「+En: 104 xs*o/e%」


<<<<<<———>>>>>>


Monster ungu itu terpaku pada tabel itu, dan memfokuskan pandangannya pada angka di paling atas.


「+H: 131T*E%」


+H Itu, adalah ....


“Sisa rentang hidupku?!” lanjut Sirius bergumam, sambil tercengang melebarkan mata ungu, dengan sclera putihnya.


“Aku harus cepat keuar dari Sini!” seru Sirius dengan panik, mencoba untuk keluar dari bongkahan es yang membekukanya. Tetapi, jumlah Energy yang terus berkurang, yang juga membuat Monster ungu itu semakin panik.


「+En: 104 xs*o/e%」


「+En: 103 xs*o/e%」


「+En: 102 xs*o/e%」


. . .


「+En: 99 xs*o/e%」


**


Robekan ‘ruang’ pun berhenti melebar. Dengan Pemuda bermata biru laut menengokkan kepalanya kepada Mark. “Jego mempunyai Elemen panas?!” kata Ruen tercengang. “Tapi sekarang sudah malam. Apakah dia bisa bertahan ....” Pemuda berambut silver itu mengerutkan keningnya, dan menoleh ke belakang, di mana badai salju yang perlahan melambat lalu berhenti mengejar mereka.


“Huh!” desah Mark frustasi, dan mengerucutkan bibirnya. “Tenang saja .... Si botak hitam itu sangat kuat.” Ia menghangkat bahu, sambil menggelengkan kepalanya.


Saat semua orang yang berada di Hutan rimbun terus menatap robekan ‘ruang’ di hadapan mereka. Robekan ‘ruang’ tersebut menjulang tinggi dan menusuk ke bawah tanah, serta ia selebar juga setinggi pintu dalam [A327] di belakangnya, yang sampai-sampai menutupi pintu tersebut.


Robekan ‘ruang’ itu langsung pecah, menjadi kepingan-kepingan putih, seperti kaca yang tersebar di udara, lalu membentuk gumpalan hitam dengan disertai kelap-kelip bintang. Kemudian, suara tawa seorang Wanita yang sangat menggoda bergema di wilayah pintu dalam [A327], “Hahaha ....” Wanita bertubuh menggoda itu berjalan dengan langkah lebar. “Sudah lama, ya,” dan dia berjalan keluar dari gumpalan hitam, “Mark ...?”

__ADS_1


***


__ADS_2