![Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0](https://asset.asean.biz.id/planet---war-of-k-m-xgsp-m4221--locked-oso-0.webp)
Elk menoleh ke belakang, di mana Sirius yang sudah menjadi bongkahan es besar―ia terkurung bongkahan es berwarna biru transparan, seperti Monster ungu itu berada di dalam ruangan berkaca. Kemudian, gelombang Energy-ice yang perlahan melambat, dan berhenti sambil membekukan udara, tanah, dan pepohonan di sekitarnya.
Lalu, Elk dan Litz. berhenti berlari, kemudian mereka membalikan badan, dan keduanya pun menghadap kepada Monster es yang masih melayang di udara. Mereka berdua mendongak, menatap tajam Komandan Lelaki muda yang telah menjadi Monster es.
Alta yang melayang di udara, tersenyum lebar sambil menatap Monster ungu di bawahnya membeku, dan menjadi bongkahan es, kemudian ia menoleh ke balakang, di mana Jenderal Moran dan Jenderal Sez. sudah mulai kelelahan.
Para prajurit Wanita Unit Pugulister pun sudah mulai bernapas berat, dengan Komandan Pria paruh baya yang mulai kembali menyerang mereka.
Monster es yang perlahan turun, dan ia menuju ke arah Monster ungu, yang tidak jauh darinya.
Litz. yang tidak jauh dari kedua Monster bertanya, “Apa yang akan ia lakukan?” dia menengok kepada Elk di sampingnya.
“Aku tidak tahu,” jawab Elk, sambil memasang alat komunikasi pada telinga kirinya.
Kemudian, wajah Pria dengan mata merah darah langsung terpampang di panel window, di sudut kiri atas Elk, dan Pria tersebut berteriak, “Elk!! Cepat lindungi kawan kita!” dengan wajah yang serius, Mark memerintahkan Elk.
Elk mengerutkan kening, menatap Mark dengan tatapan tajam dan Wanita itu pun menjawab, “Untuk apa aku menyelamatkan Monster itu?”
“Kita harus menyelamatkanya,” sela Litz. di samping Elk, kemudian Gadis manis itu bersiap berlari, jika gelombang Energy-ice benar-benar menghilang.
Elk mengerutkan bibirnya, saat Gadis manis di sampingnya, setuju-setuju saja, kemudian dia mendecakan lidahnya dan berkata, “Cih, aku selalu bilang padamu, Gadis kecil.” Wanita itu menatap tajam Litz. di sampingnya, “Kau tidak harus selalu mematuhi Pria bodoh itu.”
“Emm?” Litz. menatap balik Elk di sampingnya, kemudian dia berdiri tegap kembali, dan cemberut, “Aku enggak mau!” bantah Gadis itu sambil melnyilangkan kedua lengannya.
Elk geram mengerutkan keningnya, dan berteriak, “Kamu!!” Elk merepalkan kedua tangannya kemudian lanjut berkata, “Kenapa kau jadi membangkang seperti ini, Gadis kecil?”
“Aku enggak mau mematuhi, orang yang nggak jujur pada dirinya sendiri ....” Litz. memalingkan mukanya.
Elk mengerutkan keningnya semakin dalam, bertanya, “Apa maksudmu?”
__ADS_1
Gadis manis itu matap wajah Elk, dengan mata tajam berwarna abu-abunya Litz. bertanya balik, “Jujur saja, kamu suka sama Mark, kan?”
“Ak―u tid―ak,” jawab Elk, dengan wajah memerah, kemudian dia memalingkan mukanya sambil menarik napas panjang―menenangkan diri, “tentu, tidak!!” Elk langsung berteriak, dan menatap tajam Gadis manis di depannya.
“Hoo.... tadi wajahmu memerah!” seru Litz. tersenyum lebar.
Wajah Pria di panel biru berkata―alat komunikasi Elk, dengan panel biru terebut melayang di kiri atas Wanita itu, “Ayolah .... Aku tahu, aku tampan. Tapi sekarang yang―” Gambar Mark di panel tersebut sedang mengangkat bahu, tetapi terpotong melihat Gadis manis dan Wanita cantik, yang keduanya menatap tajam Mark.
“Oke-oke, kita sekarang serius,” lanjut Mark mengerucutkan bibirnya, “Kalian harus benar-benar menyelamatkan kawan kita!”
“Kenpa juga aku harus?” gerutu Elk sambil menyilangkan kedua lengannya, “Monster ungu itu hampir saja membunuhku.” Kemudian Wanita itu mengerutkan bibirnya, sambil memalingkan muka.
Gadis manis di samping Elk dengan semangat berseru, “Tenang saja, Mark!” Litz. yang tersenyum lebar, menatap layar panel window berwarna biru, di atas kiri Elk, dan Gadis manis itu lanjut berkata, “Abaikan saja wanita barbar ini.” Dia menujuk kepada Elk, di sampingnya. “Aku yang akan menyelamatkan Pria itu sendiri.”
Elk dengan wajah marah, berkata, “Siapa yang kau sebut barbar, Gadis kecil?” tetapi saat dia menegok ke samping, Litz. telah pergi.
Gadis itu berlari sangat cepat, menuju ke arah Sirius yang telah menjadi Monster ungu, serta Alta melayang turun, perlahan menghampiri Monster ungu tersebut.
Elk dan Liz. menuju ke arah Monster ungu yang telah membeku, dan menjadi bongkahan es cukup besar, serta wilayah sekitar Monster ungu tersebut, telah menjadi es, dengan uap putih mengembung tinggi ke atas langit.
Wanita cantik berambut sebahu, yang dia sedang mengejar dengan susah payah, seorang Gadis manis berambut kucir kuda di depannya. Dia mendecakan lidahnya bergumam, “Apa,” lalu, Wanita cantik tersebut bergumam, sambil terus mengejar Gadis manis tersebut, “pria menyebalkan itu masih hidup?” Elk mengerutkan kening, mengingat apa yang telah dikatakan Komandan Pria paruh baya, juga pil yang dimakan oleh Alta, yang ia telah menjadi Monster es.
Kemudian, suara pada alat komunikasi Elk menjawab, “Mungkin tidak.” Mark mendengar gumaman Elk, dan ia hanya tersenyum santai. Pria itu pun lanjut berkata, sambil mengedutkan bibirnya, “Dia itu kuat .... Kau tahu seberapa kuat Pria itu, kan?” kemudian Pria dengan gogglescope di lehernya itu mengangkat bahu, “Dan juga mungkin dia lebih kuat dari Ayahku.”
“Yah ... kau benar benar,” kata Elk, mengangguk setuju, “meski aku sudah lama tidak bertemu dengannya .... Tidak mungkin Pria menyebalkan itu mati begitu saja!” Elk mencoba membuat dirinya percaya, sambil menggertakan gigi.
Kemudian, tepat saat Elk berada di samping Litz. Panel window berwarna biru―Alat komunikasi Elk, yang menampilkan Ruen berkata, “Aku tidak tahu sih,” dia sedang mengamati situasi medan perang dengan gogglescope-nya, kemudian Pemuda berambut silver itu menoleh kepada panel biru di belakangnya, “Tapi ... sebelum aku dipindah tugaskan ke Benua 4 ini ....” lanjut Ruen sambil mengingat sesuatu, “Emm ... jika aku tidak salah, dan ini hanya rumor sih ... tapi, ada satu pahlawan berasal dari benua 4 kehilangan lengan kanannya.”
“Apa?!” Semua alat komunikasi yang tiba-tiba disambungkan kepada alat komunikasi Mark, dengan wajah dan perkataan Ruen, terpampang serta terdengar jelas oleh semua orang di medan perang―kecuali Alta.
__ADS_1
“Ternyata bukan dia?!” gumam Elk, dan semua orang menyadari sesuatu.
Alat komunikasi semua orang, yang menampilkan wajah Pria Tua berambut putih. “Jadi ... keadaan mendesak di garis depan karena itu ....” kata Jenderal Moran, sambil terus menahan Komandan Pria paruh baya musunya.
Elk mendecakan lidahnya, saat dia mendengar informasi, “Cih, Pria menjengkelkan itu selalu saja menghilang,” kemudian Wanita itu mendongak ke atas, di mana Monster es, yang tepat berada di antara Litz. serta Wanita tersebut, “dan selalu saja membuatku khawatir tidak jelas ....” gerutu Elk, sambil mempercepat larinya.
Litz. dan Elk berada di kedua sisi yang berbeda, untuk membingungkan Monster es di atasnya.
“Kalian pikir ... hal seperti itu berguna?” tanya Alta dengan sinis, yang ia telah berubah menjadi Monster es.
Lalu, Monster es itu langsung menebaskan kedua Sword es, yang digenggamnya di masing-masing tangannya.
*Ssss!!*
*Ssss!!*
. . .
*Ssss!!!*
Tebasan demi tebasan Monster es, yang setelah tebasan tersebut, langsung keluar Energy-ice, dan ia langsung melesat menghalangi Wanita dan Gadis cantik menuju ke arah Monster ungu. Kemudian, satu dari Energy-ice yang melesat menuju ke arah Gadis cantik tersebut, dan Litz. langsung menguatkan tangan kanannya.
Cahaya pink menerangi kepalan tinju tangan kanan Gadis manis itu, dengan kepalan tinju kuat bercahaya pink, langsung dia hantamkan Energy-ice di hadapannya.
***
{N/A: Yap .... Untuk 'Aku' yang ada di sana, atau juga untuk orang-orang baik yang selalu memenuhi kolom komentar cerita perangku, aku cuma mau berterimakasih .... Maksudku, aku enggak bisa lagi mampir, karena kipas laptopku rusak, dan aku nggak bisa lama-lama pake bluestack, hoho} * {Entah kenapa ... dari awal aku nulis, banyak halangan untuk menamatkan cerita perangku ini}
{Ini tentang, sesuatu pengganggu yang disebut 'inspirasi' .... Sialan, pergilah dari dalam kepalaku! Aku ingin namatin ini cepet-cepet ...!!} {Hohoho.... aku ingin namatin cerita perangku ini ... karena itu adalah tujuan awal aku menulis} {Bukan untuk 'Aku' yang ada disana .... Mungkin?!} {Dan itu yang disebut 'komitmen'―Mungkin!? Namun, Entah berakhir menjadi itu akhir atau tidak, Aku tidak tahu}
__ADS_1
{Tetapi sekali lagi .... Untuk 'Aku' yang berada di sana, ^Kedip-kedip^ Hohoho}