![Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0](https://asset.asean.biz.id/planet---war-of-k-m-xgsp-m4221--locked-oso-0.webp)
Sekalipun rentang hidupku berkurang sangat lambat.
Sirius menatap Jego terus mundur, sambil menembaki sayatan Sword Ice Alta. Dan Elk, Mark serta prajurit-prajurit Wanita bala bantuan yang tidak jauh di hadapan Monster ungu itu―mereka semua seperti sedang berlari menghampirinya.
Aku sekarang ... seharusnya sudah dianggap mati oleh mereka, huh ....
Kemudian Monster ungu itu menatap tabel yang terpampang di sudut kiri atas pandangannya:
<<<<<<———>>>>>>
「+H: 123T*E%」
「+En: 74 xs*o/e%」
<<<<<<———>>>>>>
Dengan jumlah Energy yang dimilikinya terus berkurang sangat cepat, menyertai pembekuan tubuh Monster ungu itu pun semakin cepat.
“Mereka harus mengabaikanku ... dan menyelamatkan Lalaki berkulit hitam itu,” gumam Sirius tersenyum tipis.
「+En: 74 xs*o/e%」
「+En: 73 xs*o/e%」
「+En: 72 xs*o/e%」
. . .
「+En: 67 xs*o/e%」
“Semakin lama tubuhku membeku; semakin cepat tubuh, serta pikiranku berubah. Sial,” lanjut Sirius bergumam, dan meyipitkan mata, menatap sisa rentang hidupnya.
「+H: 122T*E%」
Bertengger pada dahan Pohon cukup besar, dengan para penembak jitu, serta Mark di sampingnya, Elk berdecak kesal, “Cih,” sambil menatap tajam Sirius yang tidak jauh di depannya. “Pria bodoh itu membeku lagi?!”
“Bagaimanapun juga, ia sudah menyelamatkan kita, lho,” kata Litz. di samping Wanita cantik berambut sebahu itu.
Elk langsung melirik Gadis manis di sampingnya, yang dia berbicara padanya dengan nada percaya diri penuh. “Iya. Semua itu disebabkan oleh kebodohanmu, Gadis kecil,” kata Wanita itu, dan dia menyeringai lebar sambil menepuk kepala belakang Litz.
“Kan aku udah minta maaf!” bantah Gadis manis itu, dan dia cemberut, sambil mengangkat bahunya.
__ADS_1
Para prajurit Wanita di belakang Gadis manis dan Wanita cantik itu melesat cepat, dengan berbagai warna mereka berlari, dan melompat antar Pohon, menuju ke arah tubuh Alta yang setengah transparan.
Mereka semua bertujuan untuk membantu Jego mundur.
Dengan deru suara hentakan kaki dua batalion prajurit Wanita yang mengiringi seruan Mark, “Elk! Cepat selamatkan kawan kita!”
“Ok. Aku akan menyelamatkan Jego―” kata Elk, sambil mengambil ancang-ancang akan melompat ke depan.
“Tidak. Kau selamatkan Sirius!” desak Pria dengan gogglescope di lehernya itu, yang ia sedang tengkurap―posisi mendembak, dan terus menembaki sayatan Sword Ice Alta, serta melindungi Jego tidak jauh di depannya.
“Aku tidak mau!!” bentak Elk, mengerutkan keningnya―dia tidak mau melibatkan dirinya dengan Sirius lagi.
Mark tiba-tiba perlahan berdiri, menatap Elk di samping dengan tatapan serius, sambil mengganti batch peluru sniper-nya. Kemudian ia bediri menghadap Wanita cantik itu, dan berkata, “Aku percaya kamu masih kuat.”
“Dan percayalah padaku,” kata Mark, kembali menembaki sayatan Sword Ice Alta yang menyerang Jego. “Aku pasti akan melindungimu,” lanjutnya dengan nada lirih.
“Okelah,” kata Elk dengan nada jengkel, tetapi wajah Wanita cantik itu memerah, dan dia langsung melompat ke depan.
Lalu Mark menengokkan kepalanya kepada Gadis manis di sampingnya, sambil berkata, “Dan untukmu, manis kecilku―maksudku Litz.”
“Kamu bisa membantu si botak itu.” Pria itu pun lanjut menembaki Alta, dan mengedipkan matanya sambil tersenyum tipis.
“Ok. Aku akan membawa Jego,” kata Litz. yang merona, dan dia mengigit bibirnya cemburu pada Elk.
Gadis manis dan Wanita cantik itu kemudian berlari sangat cepat, sambil menghindari sayatan demi sayatan Sword Ice Alta―yang ia semua lolos dari tembakan Mark, serta para penembak jitu di belakang mereka ber-dua.
Lalu, para prajurit bala bantuan yang terbagi dalam dua batalion, langsung menyerang Alta secara konstan, serta teratur dengan formasi per Tim yang tidak jauh berbeda dari pola serangan para prajurit dari benua [4]―dengan satu per satu dari para prajurit Wanita itu menyerang, dan dikomandoi oleh Komandan Tim mereka masing-masing.
“Serang!” seru serempak para Komandan Wanita batalion bala bantuan.
Monster es yang sedang membekukan tubuh Sirius, mengerutkan kening saat ia menatap kedua batalion bala bantuan menyerangnya.
Tornado magma yang ditembakan Sunarsih, berputar perlahan menuju tepat ke arah ‘ruang’ tipis di belakang Alta. Kemudian Monster es itu menyipitkan matanya, menatap tajam tornado magma tersebut.
“Kau masih mencoba, huh?” tanya Alta, dengan tubuh monster-nya perlahan pulih, dan terlihat meleleh. “Wanita bodoh!” Monster es itu berseru, sambil menyayatkan Sword Ice-nya ke arah Sunarsih.
*Sss ...!!*
“Ng?!” tubuh Sunarsih bergetar, sebab dia sedang berkonsenterasi penuh mengatur tongkat hitamnya. Dan Ia melirik sayatan Sword Ice Alta, yang menuju tepat ke arahnya.
Sunarsih langsung mengembalikan bentuk tongkat hitamnya, menjadi tongkat hitam utuh kembali, sambil dia menghindari serangan Alta, dengan tornado magmanya langsung tersayat sayatan Sword Ice itu, dan ia langsung membeku, menjadi bongkahan es berbentuk spiral cukup panjang.
__ADS_1
Lalu bongkahan es berbentuk spiral itu langsung terjun ke bawah.
“Tidak bisa seperti itu, ya?” gumam Sunarsih. “Ini jadi merepotkan, ih ....” Lanjutnya menggerutu, sambil menatap tubuh Alta, “Tapi kupikir Lelaki muda itu cukup tampan―kau mirip Shi ...!”
“Sayang. Ia harus menjadi musuhku.” Wanita bertubuh menggoda itu menjilat bibirnya, dan dengan tatapan menggoda, dia menatap Monster es yang melayang tidak jauh darinya.
Kemudian, Wanita berkulit kuning langsat dan bertubuh menggoda itu, menatap ke bawah, di mana Elk sedang yang berada tepat di bawahnya.
“Hati-hati sayangku. Monster es itu sangat kuat!” seru Sunarsih, sambil mengatur Energy pada tongkat hitamnya.
“Aku tahu, kak Sun,” jawab Wanita berambut sebahu itu, sambil terus berlari.
Elk menerjang hujan deras, disebabkan oleh panas yang terpancar dari tubuh Sunarsih. Dan Wanita cantik berambut sebahu itu diikuti oleh Litz. yang berlari di belakangnya.
Gadis manis itu berteriak, “Elk!! Kenapa Mark cuma percaya padamu, dan enggak pernah satu kali pun percaya ke aku?” dan Litz. lanjut menggerutu, sambil mengerucutkan bibirnya, “Padahal, kekuatan aku sama Jego nggak beda jauh!”
Litz. menatap punggung Elk yang terus berlari menerjang derasnya hujan, yang Wanita cantik berambut sebahu itu menjawab, “Mungkin Pria bodoh itu percaya padamu?” dan dia menoleh ke belakang, menatap Gadis manis itu, sambil menghindari sayatan Sword Ice Alta.
“Apa?! Beneran-beneran ...?” desak Litz. langsung menoleh ke belakang, di mana Mark, serta para penembak jitu lainnya sedang melindungi Gadis manis dan Wanita cantik itu. “Sungguh beneran seperti itu?” lanjut Gadis manis itu bergumam dengan wajah terkejut, dan menyentuh kedua pipinya yang merona, sambil menutup matanya.
“Hey, Gadis bodoh!” seru Elk.
Wanita cantik berambut hitam sebahu itu langsung membalikan badannya dengan sangat cepat, dan dia tiba-tiba melompat, lalu menghantam sayatan Sword Ice Alta yang menyerang Gadis manis di bawahnya.
“Uh?!” Litz. terkejut, dan kembali sadar. Dengan mata abu-abu tajam Gadis manis itu, dia menatap Elk yang melesat terbang menuju samping kanan atasnya.
Elk menerjang uap es yang menglilinginya, sambil menbentak Gadis manis berambut dikucir kuda itu, “Kenapa kau malah diam!”
Wanita cantik berambut hitam sebahu itu menghempaskan seluruh sayatan Sword Ice Alta, dan menghindari beberata serangan yang menargetkannya. Lalu Elk mendarat di tanah, tepat berada di samping Litz. yang masih terkejut.
Elk pun langsung mendekati Litz. dengan berjalan pincang, tetapi tergesa-gesa mendekati Litz. di depannya.
“Fokuslah!” bentak Elk. “Gadis bodoh ...!!”
Tubuh Litz. bergetar sedikit dan membantah, “Tapi―” kemudian dia menundukkan kepalanya. “Iya. Aku minta maaf.”
***
{N/A: Tornado magma itu kayak, Mmm.... tahu kan kembang api kotak, atau spiral,
yang jika ia dibakar langsung berubah memanjang kayak ko#oran Ayam? Tetapi itu
__ADS_1
muma jadi kayak abu yang memanjang. Dan aku nggak tahu namanya kembang api apa.
Apa ‘Aku’ ada yang tahu/inget itu apa namanya?!}