![Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0](https://asset.asean.biz.id/planet---war-of-k-m-xgsp-m4221--locked-oso-0.webp)
Sirius memandang bola mesin biru di tangannya dengan frustasi. Saat ia sedang berpikir keras tentang bagaimana cara melawan Robot yang jauh di hadapannya, sebuah robekan ‘ruang’ berwarna hitam terlihat cukup jauh di hadapan semua orang.
Prajurit Batalion Jenderal Bors?!?
Keluar dari robekan 'ruang' tersebut: tiga Batalion Prajurit, terlihat berbaris rapih membentuk segitiga, dengan api hitam pekat membara di sekujur tubuh 'mereka'. Kemudian melesat bayangan putih serta ungu, dan melayang di udara, yang merupakan dua orang ‘Bangsawan’ atau Komandan pemimpin 'mereka'.
Mungkin terdengar aneh, dua orang Komandan memimpin tiga Batalion. Tetapi seperti itulah 'mereka', dimana satu Batalion digunakan mereka sebagai perisai daging, untuk menghancurkan seluruh jebakan yang ada di jalur wilayah Medan Perang.
Dan dengan satu misi untuk menghancurkan mesin elektromagnetik yang menghambat [RbX-M2314] untuk bisa terbang, maupun memanjat tebing dan menghancurkan pelindung kubah-aurora, untuk ia menembak Pintu dengan satu tembakan penuh, menggunakan senapan silver besar di punggungnya.
“Mereka jadi terlihat sedikit lebih menakutkan dari bisanya ....” gumam Elk, mengerutkan keningnya.
“Lebih menakutkan?” tanya Sirius sedikit terkejut.
“Yah! Biasanya mereka tidak seserius ini pada saat menerobos suatu Area,” Jenderal Sez. berjalan bersama Jenderal Moran, mendekati mereka ber-dua.
“Sudah jelas bukan? Karena 'ia' ada di sini!” kata Jenderal Moran tersenyum lebar, dan menatap tajam Sirius.
Sirius terkejut, tetapi ia sedikit paham dengan apa yang terjadi. Ia teringat kejadian di pesawat, dimana Sasha mengorbankan dirinya.
Sirius terluka kemudian ia didorong keluar dari kapal saat terjadi peringatan darurat di mana bala bantuan musuh dari Galaxy lain datang menyerang Tim-nya.
Terlempar ke lubang cacing .... Lalu Pria itu terombang-ambing di ruang angkasa.
Sirius pun terdampar di Planet aneh bernama Bumi ini, yang ia pikir ini adalah Planet sangat beruntung, memiliki inti tata surya dengan Energy tiada habisnya. Terlihat jelas dari [RbX-M2314]: Robot sebesar gedung dua puluh lantai di hadapannya yang memiliki Energy sebesar 5 juta xj.
Apa dia masih hidup?
Pria muda itu menatap matahari yang akan terbenam dengan sedih, sambil merepalkan tangannya. Mata emas jernih yang memancarkan tekad, dan keinginan teguh untuk menjadi lebih kuat, agar ia bisa menyelamatkan Gadis yang ada di dalam pikirannya.
Kedua Jenderal pun mengintruksikan Sirius untuk melancarkan serangan, saat kedua Komandan musuh sibuk bertarung dengan mereka ber-dua.
Melihat pasukan musuh hampir siap, kedua Jenderal itu kembali melesat ke posnya masing-masing.
Sirius melihat dengan jelas kedua belah pihak telah bersiap untuk bertempur. Satu Batalion Prajurit Jenderal Bors di barisan paling depan, untuk serangan penghabisan, dan membuka jalur dengan menghancurkan semua jebakan yang ada.
Terlihat dengan jelas olehnya, mata semua Prajurit Jenderal bors berwana putih pasi yang memancarkan tekad kuat, tidak takut mati.
Dan empat Batalion Prajurit pertahanan [A327] dengan masing-masing dua Batalion dipimpin oleh Jenderal Moran dan Jenderal Sez. yang melayang di udara.
“Hahaha....”
__ADS_1
Suara tawa nyaring menggema di udara, dan mendistorsi ‘ruang’ di seluruh area Medan Perang sejauh mata memandang.
Seorang Pria paruh baya memakai jubah hitam corak biru terang, maju ke depan dengan berani. “Kalian para ternak masih berani untuk melawan kita!?”
“Menyerahlah! Serahkan diri kalian dengan baik, dengan begitu, tidak akan ada yang menderita! Seperti Area-area sebelumya telah kuhancurkan,” saran Pria paruh baya itu sambil melebarkan lengannya. Ia menatap seluruh musuhnya dengan tatapan tajam.
“Kau pikir kami bodoh? Menyerah atau bertarung, kita akan sama-sama mati!!”
“Kami .... ‘Manusia’ akan bertarung atau mati! Apa pun yang terjadi, kami yang akan menang!!”
“Ukir kata-kata ini di dalam pikiranmu!”
“Kami ‘Manusia’ tidak akan pernah menyerah!” teriak Jenderal Sez. dengan tegas.
Dia mengangkat kepalan tanganya tinggi mengarah ke langit. Kemudian teriakan seluruh Prajurit Batalion terdengar menggema di udara mengiringinya: Oooo ... ooo....!!
“Kami tidak akan menyerah!!”
“Kami yang akan menang!!!”
Keributan Prajurit Batalion Jenderal Sez. terpecah.
Pria paruh baya berjubah hitam itu berwajah gelap, dan ia melirik rekan Komandan di sampingnya.
“Yah ... apa pun itu, kita harus menyelesaikan ini dengan cepat dan membersihkan Area yang lainya,” kata seorang Komandan muda di samping dengan tenang, menatap Sirius dengan tajam. “Dan jangan lupa untuk membawa Pria muda itu hidup-hidup, itu adalah misi utama kita saat ini."
“Kuperingatkan lagi! Jangan terlalu berlebihan sampai merusak xious-M4221 di kirinya dadanya!” tegas Pria muda itu.
“Baiklah! Baiklah!! Aku mengerti,” gerutu Pria paruh baya.
“Kita akan mulai .... Kalian semua! Buka jalur!!” perintah Pria paruh baya itu.
Mematuhi perintahnya, satu Prajurit Batalion terdepan melesat maju menerjang jebakan tanpa rasa takut. Kemudian ledakan cahaya di segala arah; dengan suara ledakan yang menggema di udara.
Satu demi satu Prajurit musuh mati, terlempar ke segala arah, dan dua Prajurit Batalion di belakang mengutinya dengan seksama.
Sirius menggenggam bola mesin dengan cemas, menunggu saat yang tepat untuk melancarkan serangan. Terlihat jelas olehnya Prajurit pertahanan dengan siap akan mengaktifkan [scg-T321].
Prajurit Batalion musuh keluar dari area jebakan, hanya tersisa 20% dari barisan depan 'mereka' yang selamat. Dengan [scg-T321] langsung menembaki 'mereka'.
Dua Komandan musuh lalu terbang melesat, dan mendistorsi 'ruang' disekitarnya, menuju ke arah Jenderal Moran dan Jenderal Sez. yang telah bersiap mengaktifkan 'sk'-nya.
__ADS_1
[RbX-M2314] menerjang maju dari samping, sambil mengaktifkan senapan di punggung, dan mengarahkanya pada Pintu.
Cahaya putih menerangi seluruh Medan Perang berasal dari moncong senapan Robot setinggi dua puluh lantai itu, ia sedang mengumpulkan Energy di sekitarnya.
Sekarang ...!!!
「[sk-T003] aktif, -50 xs/s」
Sirius melesat-terbang dengan hanya cahaya hijau terlihat, maju dengan menghindari setiap serangan para Prajurit musuh yang berusaha menghentikannya. Saat ia sampai di atas [RbX-M2314], ia lepaskan bola mesin itu, dan langsung melesat-terbang menjauhi Robot.
¤BOMMM!!!¤
Ledakan seperti bom atom menggema di udara. Seluruh Prajurit sedang bertempur melirik arah suara ledakab, dengan debu hitam berhamburan ke segala arah. Sirius yang meskipun menggunakan [sk-T003] masih terhempas, melesat, kemudian menabrak sisi tebing dengan keras.
“Waaahh!! Itu sangat menarik! Bom itu bisa meledakkan setengah A327!!” seru Elk, dengan semangat dia menoleh, melihat Sirius melesat dan terhempas di sampingnya.
「[sr-00] inflict 1.000.000 damage to [RbX-M2314]」
「[RbX-M2314] 」
「+H: 99.000.000/100.000.000」
「+En: 4.500.000 xj/Cd」
“Apa Robot itu hancur?” tanya Elk mengerutkan kening, menatap gumpalan hitam yang cukup jauh di depannya.
“Belum! Masih jauh untuk menghancurkanya,” jawab Sirius, sambil berdiri perlahan, dan menepuk-nepuk debu di pakaiannya.
Saat debu menghilang, mereka ber-dua menatap tajam bulatan tipis Energy-shiled berwarna biru mengelilingi [RbX-M2314]. Robot itu masih berdiri tegap tanpa segores kerusakan pun.
¤¤¤
{N/A: Aku gak tau sih, benarnya yang mana: Tetang "Ia" dan "Dia", tapi .... Mau dikayak: 'He' dan 'She' agak janggal, jadi aku buat aja: "Ia" untuk 'Mereka atau jurus-Energy' sedangkan "Dia" untuk 'Manusia' .... Hohoho, entah benar atau salah, bisa tulis di kolom komentar ... intinya: "Dia" dan "Ia" untuk 'She/He' dan 'It'}
{ia=it}
{dia=he/she}
{Seperti:
Asam sorbat adalah sebuah senyawa organik yang digunakan sebagai bahan pengawet makanan. Berupa bentuk padatan tak berwarna, ia memiliki kemampuan untuk menyublim dengan cepat.}
__ADS_1
Sumber: 「mojok co/apk/komen/versus/bedanya-dia-dan-ia/」