Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0

Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0
[B1-55] “????????-“


__ADS_3

Malam sudah tiba, dengan bulan memancarkan cahaya terangnya di langit­ seperti biasa: ia tidak seperti seperti matahari. Prajurit batalion pertahanan yang terus menahan dua Komandan musuh mereka dengan susah payah, bersama kedua Jenderal mereka.


Langit telah lama menggelap, dan hanya para prajurit Wanita yang berada di garis depan, mereka meloncat sekuat tenaga; melesat kesana-kemari, untuk menyerang dua Komandan musuh mereka tersebut―setiap serangan mereka disertai lintasan bayangan berbagai warna, yang mengitari tubuh mereka.


Suara-suara teriakan semangat yang hanya menggema tidak jelas dari berbagai arah. Berbeda dengan pada saat siang hari―matahari masih muncul, dengan suara satu prajurit biasa pun, yang bisa terdengar jelas oleh semua orang, walaupun orang yang berbicara berada di sudut penjuru medan perang lain, juga mereka terpisah lebih dari 1 mil jauhnya; mereka masih bisa berkomunikasi seperti biasa―seolah tidak ada jarak antar prajurit satu dan prajurit lainnya.


*


“Apa mereka belum selesai?” gumam Pria tua berambut putih sambil merepalkan rahangnya, kemudian dia menoleh ke belakang, melihat celah tebing di samping tenda putih para sappoter regu penyembuh―yang dia lindungi.


Jenderal Moran yang terus menahan tebasan-tebasan sword light, yang melesat keluar dari sword light tersebut, sebuah Energy-slashs: berbentuk bulan sabit; bercahaya setengah abu; dengan lengkungan panjang secara vertikal, horizontal, atau diagonal ataupun arah lainnya―ia merupakan serangan dari Komandan Lelaki muda musuhnya, yang secara bertubi-tubi ia melesat cepat menuju tepat ke arah Pria tua berambut putih, dengan Energy emas mengitari tubuh kekar Pria tua tersebut.


Akibat malam telah tiba, semakin banyak prajurit-prajurit Pria berguguran, serta beberapa prajurit Wanita, dan batalion pertahanan yang hanya menyisakan satu setengah batalion, dari gabungan empat batalion pertahanan pada awal pertempuran, dengan sisa prajurit telah gugur atau terluka; mereka yang terluka parah berada di tempat para sappoter regu penyembuh; tepat berada di belakang para perajurit Wanita yang terus menyerang.


Para Wanita di garis depan, yang terus melompat, dan melesat menyerang musuh mereka: secara diagonal dan vertikal; dari bawah ke atas; menuju tepat ke arah dua Komandan musuh mereka, disertai berbagai warna lintasan di tubuh mereka―para Wanita tersebut melesat sangat cepat, dan bahkan mereka terus bertambah cepat.


Alta yang terus menebas Jenderal Moran, tidak berhenti satu napas pun. Ia mengerutkan kening sambil mendecakan lidahnya, kemudian ia menatap para Wanita prajurit pertahanan, yang terus mengganggunya―meskipun ia dengan mudah menghindari serangan mereka.


Namun, mereka semua tidak menunjukan rasa ingin menyerah sedikit pun―para Wanita tersebut terus menyerang.


“Cih .... Ayolah, ini sangat menjengkelkan!!” teriak Alta mulai jengkel, langsung ia tebaskan sword light digenggaman tangan kanannya ke bawah, dengan arah diagonal, dan di ujung tajam sword light tersebut langsung melesat keluar; berupa lengkungan cahaya putih: berebentuk bulan sabit, yaitu Energy-slash yang melesat tepat menuju ke arah Komandan Wanita, yang dia baru saja melesat menyerang Alta―Komandan Wanita tersebut melesat menyerang Alta, dengan lintasan serangan tubuh dia membentuk kurva; berwarna hitam.


Lalu, Komandan Wanita itu mendarat di tanah, dia langsung menoleh ke belakang dan berkata, “Sial.” Energy-slash setengah abu―sampai-sampai ia menelan seperempat kurva hitam―lintasan serangan berasal dari lesatan tubuh Komandan Wanita, yang tepat menuju ke arahnya: ia seperti bulan sabit; bercahaya putih setengah abu. dan Energy-slash pun terus melesat cepat secara diagonal ke bawah―ia menuju tepat ke arah Wanita tersebut.


Komandan Wanita tidak bisa menghindar, karena dia baru saja mendarat di tanah pijakannya, dan lesatan Energy-slash terus menjadi cepat, melesat menuju tepat ke arahnya―ia tiba-tiba menjadi sangat cepat.


“Aku mati?!” gumam Komandan Wanita tersebut merepalkan tangannya, dan tubuhnya tiba-tiba mematung di tempat.


Namun, tiga Energy-shields berwarna biru: perisai-perisai berwarna biru laut, muncul tiba-tiba di hadapan Komandan Wanita. Namun, secara satu persatu, ia langsung terbelah dua dan hancur berkeping-keping; menjadi partikel-partikel kecil berwarna biru menyebar di udara; seperti kaca pecah yang tersebar di udara.


Tetapi Energy-shield terakhir yang langsung menahan Energy-slash yang Alta tebas, ia berhenti sambil menabrak Energy-shiled berwarna biru, kemudian Energy-slash tersebut perlahan menghilang dari ujung abu-abunya; menghilang sangat cepat, menuju ke arah ujung putihnya, dan partikel-partikel berwarna putih-abu; menyebar ke seluruh penjuru medan perang.


“Cih .... Dia sudah pulih?” gumam Alta merepalkan rahangnya, kerena ia sangat kerepotan, jika para manusia yang diserangnya―selalu terlindungi oleh Wanita itu.


*


Wanita mengenakan kacamata bulat, yang berdiri tegap di barisan belakang; berada tepat di depan tenda putih regu penyembuh sappoter berada, dengan tangan Wanita itu dibaluti Energy kobaran api biru.


“Terus serang! Kita akan bertahan!” Jenderal Sez. berteriak, meskipun dia tahu suaranya mungkin tidak akan terdengar jelas, oleh para prajurit yang berada jauh di garis depan.

__ADS_1


*


Namun, para prajurit Wanita yang berada di garis depan mengerti, hanya dengan mereka melihat partikel-partikel Energy-shields, yang melayang di atas mereka. Para prajurit di garis depan semuanya mengerti, bahwa ia adalah ‘sk’ Jenderal Sez.


“Ya!! Kedua Jenderal kita sudah berada di belakang kita .... Terus serang!” perintah salah satu Komandan Wanita batalion pertahanan.


“Ooo ...!!” teriak serempak, para Prajurit Wanita yang berada di garis depan, mereka semua langsung menyerang dua Komandan musuh mereka; berada di atas mereka―Alta dan rekan paruh bayanya melayang di udara.


Komandan Pria paruh baya musuh mereka berkata, sambil menaikan sudut bibirnya, “Manusia di bawah kita seperti tidak ada habisnya ....” ia terus menyerang menyerang menggunakan ‘data’ listrik ungunya, dengan ia menyambar ke segala arah, di mana para prajurit Wanita berada―prajurit garis depan yang terus melesat kesana-kemari.


Dan Komandan Pria paruh baya itu juga menggunakan Perisai-perisai Energy listrik ungunya, ia dugunakan untuk melindungi dirinya sendiri, serta Alta berada tidak jauh darinya.


“Ternak-ternak itu akan habis, apa kau tidak melihat .... Batalion prajurit mereka tinggal ...” Alta berkata sambil terus menyerang menggunakan sword light, “tersisa satu balaion lagi!” ia langsung berteriak sambil menebas semua Prajurit yang menghampirinya, diikuti Jenderal Moran dengan Energy emasnya―dia terus menyerang Alta sambil melindungi para prajurit batalionnya.


Namun, dengan kembalinya Jenderal Sez. ke medan perang, membuat Alta sangat jengah, dan ia terus mencoba membuat dirinya tetap tenang―serangan Komandan Lelaki musuh itu, yang selalu saja dilindungi oleh Jenderal Sez. dan Jenderal Moran.


Komandan Lelaki muda musuh dan Komandan Pria paruh baya, yang mereka terus menyerang, dengan para manusia terus bertahan sambil perlahan mundur, dan para prajurit pertahanan terus mempertahankan satu regu penyembuh sappoter terbesar: tenda putih di belakang mereka, yang berada tepat di belakang mereka; berada di samping pintu dalam [A327] berwarna hijau―pintu hijau zero yang telah lenyap.


Mereka semua terus bertarung, dengan ‘sk’ serta “data” mereka masing-masing, yang terus bertabrakan di darat dan udara.


*


*


“Akhirnya .... Mereka berhasil juga?” gumam Jenderal Moran yang terus menyerang dua musuh di depannya, melirik pesawat kecil tersebut sambil tersenyum kecil.


Saat pesawat berwarna hitam berada di samping kiri batang badan tubuh Jenderal Moran, ia langsung terpecah menjadi kepingan kecil hitam melayang di samping batang badan tubuhnya, dengan pusat bola kecil becahaya biru terang berada di tengah kepingan tersebut; pusat cahaya biru yang menyambungkan kepingan-kepingan kecil hitam, dengan garis cahaya biru. Lalu, cahaya bola biru langsung masuk ke dalam jantung Jenderal Moran―ia menerangi dada kiri Pria tua itu, dengan cahaya biru; sampai menembus ke punggung tubuh Jenderal Moran.


Lalu, kepingan-kepingan pecahan hitam langsung berubah menjadi persegi panjang; seukuran tumpukan empat kepalan tangan manusia dewasa, ia langsung menempel di sisi kiri batang badan tubuh kekar Pria tua itu―menyelimuti jantung Jenderal Moran.


“Huh .... Akhirnya pusat alat komunikasi selesai mereka bangun.” Jenderal Moran berkata sambil melirik kotak hitam berbentuk persegi panjang, yang menempel di batang badan tubuh kirinya―ia menempel seperti: sarung pedang, pistol atau pisau.


Namun, para penembak jitu yang terus menembaki kedua musuh mereka―berada cukup jauh dari para prajurit garis depan; di atas batu besar, dan hanya ada satu pesawat kecil berwarna hitam, dan ia melesat cepat ke arah mereka.


Pesawat hitam dengan dua mata biru kecil terang: seperti giok yang menempel―menuju tepat ke arah Ruth, dan ia langsung menempel di sisi kiri batang badan tubuh Pemuda itu; pesawat hitam tersebut langsung berubah menjadi kotak persegi panjang; berwarna hitam di sisi batang badan tubuh Ruth; ia seukuran empat kepalan tangan manusia dewasa.


Tetapi Mark berbeda, Pria itu mengeluarkan kotak persegi panjang berwarna putih dari tas di sampingnya, dan ia menggenggam kotak putih yang lebih kecil yang lainnya.


Mark langsung menempelkan kotak persegi panjang berwarna putih tersebut, di telinga kanannya, dan ia langsung menempel kemudian menyala―diikuti semua kotak hitam persegi panjang di seluruh penjuru medan perang menyala, dengan titik-titik yang menyala terang berwarna biru; mengihasi medan perang dengan kilauan-kilauan titik cahaya biru.

__ADS_1


Mark menghidupkan alat komunikasinya. Pria itu sambil terus menembak dan menyentuh dengan tangan kanannya, kotak persegi panjang berwarna putih di telinga kanan, dan para prajurit lain; mereka berada cukup jauh di hadapan Mark, yang mengaktifkan alat komunikasi mereka secara serempak.


*


Kilauan warna biru terang menghiasi medan perang, dengan munculnya panel window melayang berwarna biru terang; berada di samping kiri-kanan para prajurit garis depan, yang menampilkan wajah Jenderal Moran, atau Jenderal Sez. dengan suara mereka ber-dua terdengar jelas: seperti suara kedua Jenderal mereka berada tepat di samping.


Para prajurit garis depan menjadi mudah saat mereka menyerang atau bertahan, karena instruksi jelas para pemimpin mereka.


Dengan wajah yang ditampilkan di panel berwarna biru; melayang di samping kiri tubuh mereka semua, yang terus beruba-ubah, seperti ada seseorang mengatur alat komunikasi mereka, dan sesuai dengan keadaan serta situasi saat mereka terdesak.


Saat para pemimpin mengintruksikan prajurit di medan perang: mereka seperti tanpa harus mengatur ataupun menekan tombol, karena ada yang mengatur alat komunikasi mereka.


Para Komandan dan kedua Jenderal sedang mengintruksikan seseorang, yang langsung instruksi tersebut tersampaikan, dengan wajah mereka tiba-tiba muncul terpampang di panel prajurit yang dituju mereka; bergonta-ganti cukup cepat, mereka menginstruksikan para prajurit garis depan.


Instruksi para pemimpin dengan mudahnya langsung tersampaikan, kepada para prajurit garis depan atau yang lainnya; tanpa harus meng-klik panel sana-sini; tanpa harus mereka berbicara atau berpikir ini-itu: seperti Sirius selalu bertanya entah kepada siapa, tetapi tiba-tiba muncul angka atau peringatan yang terpampang jelas di hadapannya―para pemimpin batalion tidak perlu melakukan itu semua, karena ada seseorang; mengatur alat komunikasi mereka―hanya perlu langsung memberi perintah maupun memberi intruksi, dan yang diintruksikannya pun langsung mengerti―sekalipun dia berada jauh di ujung medan perang; terpisah jauh dengan pemimpinnya.


*


Mark yang terus menembak sambil mengerucutkan bibirnya, sedikit jengkel, ia milirik ke panel berwarna biru di samping kanan atasnya, dan hanya ada wajah Pria tua berambut putih­―terpampang di panel window biru di sudut kanan atas Mark: panel tersebut melayang di udara, dan ia berkata, “Hey ... orang bodoh di sana. Aku tahu salah satu dari kalian sialan―ada yang mengendalikan T0-KN013 milikiku,” ia menggerutu sendiri, sambil terus menembaki kedua musuhnya yang terus menjauh, “ayo, cepat sambungkan alat komunikasiku ke T327-KN276 .... Aku ingin segera melihat wajah manisku dari dekat.”


Lalu, suara mekanisme system seorang pria terdengar oleh Mark: seolah ada suara pria yang berada tepat di sampingnya, dan panel biru gelap di kanan atasnya bergetar, kemudian suara tersebut menjawab―suara yang diikuti ketikan perkata yang muncul di panel biru gelap tersebut: {Sory .... Jenderal Sez. memerintahkan kami, untuk memblokir jalur alat komunikasimu kepadanya .... Mark}


{Dan ....}


{Hanya kamu ...}


{yang diblokir olehnya}


***


{N/A: Okey .... Tulisanku menjadi semakin aneh, tapi aku gak tau sih, benarnya yang mana: Tetang "Ia" dan "Dia", tapi ....  Mau dikayak: 'He' dan 'She' agak janggal, jadi aku buat aja: "Ia" untuk 'Mereka atau jurus-Energy' sedangkan "Dia" untuk 'Manusia' .... Hohoho, entah benar atau salah, bisa tulis di kolom komentar ... intinya: "Dia" dan "Ia" untuk 'She/He' dan 'It'}


{ia = it}


{dia = he/she}


「Seperti:


Asam sorbat adalah sebuah senyawa organik yang digunakan sebagai bahan pengawet makanan. Berupa bentuk padatan tak berwarna, ia memiliki kemampuan untuk menyublim dengan cepat」

__ADS_1


__ADS_2