![Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0](https://asset.asean.biz.id/planet---war-of-k-m-xgsp-m4221--locked-oso-0.webp)
13 Juli 8724 Kalender Masehi
19.13.56 Waktu Bagian Tengah
[B4]-[A327], Ruang Rahasia Unit Disappear
Di dalam Gunung Besar―yang biasanya tempat magma, terdapat sebuah Ruangan Rahasia dengan deretan ukuran box seperti komputer besar di dalamnya. Ia semua berderet rapih seperti sebuah rak buku di perpustakaan besar.
Seorang Pria bermata hitam dengan mata hitam seperti mata seekor ikan mati,
berdiri tegap menghadap tembok yang menjulang tinggi ke atas langit-langit. Dia
berada di ujung Ruangan Rahasia, sedang serius menatap panel window berwarna
biru seukuran tembok tersebut.
Menyipitkan matanya, dia terus mengamati panel window yang melayang di hadapannya yang terbagi menjadi beberapa ribu gambar/video para prajurit sedang bertempur di Medan Perang.
Mereka yang berada di setiap bagian video terlihat sedang berusaha keras untuk
mempertahankan wilayah [A327] di permukaan.
Gambar wajah serta situasi di panel window itu terus berubah-ubah. Namun, mata hitam kecil Pria itu terus bergerak dan terus mengamati situasi di Medan Perang dengan sangat teliti.
Lalu, saat Pria bermata seperti ikan mati dan bertubuh sangat kurus itu melihat salah satu bagian panel yang menghitam―menandakan pemilik alat komunikasi telah gugur, dia mengigit kuku ibujarinya sambil menguatkan rahangnya.
__ADS_1
Lingkaran mata hitam dan wajah pucatnya tidak bisa menutupi kelelahan tubuhnya. Namun, tanpa mempedulikan kelalahan yang diderita, dia menyentuh gambar pria paruh baya berkulit hitam sedang berdiri tegap; menyandangkan Kapak hitam-merah di punggung lebarnya. Gambar pria paruh baya itu seperti menatap tajam ke arahnya.
Pria kurus kering itu tahu bahwa Jenderal Besar Woon tidak menatapnya. Dia menyentuh dagu saat melihat dua Jenderal memisahkan diri dari Medan Perang, dan mengetik keyboard berwarna biru nan transparan yang melayang di depannya, dengan sangat cepat: {Mereka ber-dua mulai bergerak ....}
Dalam gambar panel di hadapan Pria muda bermata hitam, Jenderal Besar Benua [2] itu langsung tersenyum sinis, dan berbalik menghadap Giant-Grey yang telah menginjakkan kaki besarnya ke wilayah dalam [A327]. Dia terlihat olehnya sedang mengambil sesuatu di saku jubahnya.
Kemudian dia langsung meneguk cairan dari dalam bejana transparan, lalu melemparkan bejana tersebut ke samping begitu saja.
“Benzena, kah ...” gumam Pria muda bermata hitam itu. “Area 327 Benua 4, sangat tertinggal dalam hal suplemen.”
“Rat.” Suara seorang Lelaki, memanggil Pria muda bermata hitam itu.
Lelaki yang memanggil Pria muda kurus itu memiliki aksen aneh, dengan penyebutan kata ‘tikus’ dalam bahasa inggris.
Saat dia mencoba untuk mengatur panel untuk memasuki wilayah Hutan Rimbun, video mulai kabur karena penghalang yang dibuat oleh Unit yang berada tepat di atasnya: Unit Übersicht, merupakan Unit tersombong dalam sejarah pengendalian iktisar antar Manusia.
“Nepotisme bukanlah hal yang buruk, tapi,” kata Pria bermata hitam itu, “aku juga ingin melihat, apa yang akan kedua Jenderal itu lakukan ...”
Dia mengetikkan sesuatu dengan sangat cepat, untuk menerobos penghalang di sekitar Gunung Besar itu.
Kemudian, gambar video dalam salah satu bagian di panel window yang asalnya berwarna hitam, berubah menjadi buram tetapi masih menampilkan dua sosok Jenderal.
Lelaki di samping Pria bermata hitam itu tiba-tiba berseru, “Shit!!”
“Huh?!” Pria bermata hitam itu terkejut dan langsung menengok ke samping kanan―dia tidak menyadari bahwa Lelaki yang menyapanya tadi sudah berada tepat di sampingnya.
__ADS_1
“Itu, Rat. Lihat!” kata Lelaki itu sambil menunjuk salah satu bagian panel window di sudut atasnya. “Grey Raksasa, tumbuh lagi ....”
Satu Giant-Gray tumbuh lagi di selatan [A327], dan ia langsung menginjakkan kaki besarnya ke wilayah dalam [A327]. Selter-selter di dalam wilayah tersebut langsung hancur, serta getaran hentakkan kaki besarnya sampai ke Ruangan Rahasia di mana mereka ber-dua berada―tubuh kedua orang di dalam Ruangan Rahasia itu bergetar, seperti gempa bumi besar sedang terjadi.
Pria muda kurus dan Lelaki rekannya itu pun melihat salah satu kaki besar Giant-Grey menginjak Werewolf di bawahnya. Namun, seolah menyatu dengan gelapnya malam, tubuh hitam manusia serigala itu tetap utuh saat Giant-Grey mengangkat kaki besarnya.
Walaupun terus diinjak oleh kedua Giant-Grey secara bertubi-tubi, Jenderal Besar Woon menerjang Gunung Besar dengan mudahnya. Dia mencoba untuk mengabaikan kedua Grey Raksasa itu, dan berfokus pada pengkhianat yang telah Pria muda bermata hitam itu konfirmasi.
“.... Shit,” Lelaki di samping Pria muda kurus itu mengumpat kembali, saat melihat sudut panel window lainnya, “Itu―”
“Aku pikir, dari awal tidak ada yang bisa kita lakukan selain mengandalkan beliau,” papar Pria muda bermata hitam itu, menatap Werewolf yang terus bergerak di panel window.
“Tapi ini 3!!” bentak Lelaki itu. “Satu Grey kecil pun sudah sangat susah. Untuk melenyapkannya kita butuh beberapa Tim―Nah, ini?! 3!? Dan ia sangat BESAR, kau tahu? Kenapa kita tidak cepat mengungsi ke Area lain, Rat?”
Pria muda kurus itu melirik ke bagian panel window di sudut bawah, di mana badai salju setengah ganas, Sunarsih, Esih serta para prajuritnya sedang memusnahkan Grey-grey. Sekalipun terlihat sangat sulit, mereka semua tetap meyerang dengan semangat penuh.
“Tidak,” bantah Pria muda bermata hitam itu. “Kami―aku dan Pusat Bala Bantuan telah memperhitungkan ini semua. Mungkin tidak hanya 3 Grey saja yang tumbuh. ”Kemudian dia lanjut bergumam sambil menggigit kuku ibujarinya, “Mungkin empat atau lima―”
Lalu, dalam satu bagian di panel window di bagian Unit Sniper, ada seorang pria mengenakan gogglescope di lehernya yang terus mengoceh tanpa henti: {―Hey ....} Tetapi dari awal pria tersebut diabaikan oleh Pria dan Lelaki di dalam Ruangan Rahasia itu.
Dari awal, konsentrasi Pria muda kurus itu hanya tertuju kepada video Medan Perang, dan kedua Jenderal yang bertindak mencurigakan. Namun entah mengapa, orang itu memikat perhatian Pria tersebut dengan kata: {Kapan kita pergi ke Era Hiburan lagi, Sec―}, dan dalam satu ketikkan keyboard super-cepat dia langsung menjawabnya:
{Nanti?}
***
__ADS_1