Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0

Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0
[B1-69] Monster x Monster


__ADS_3

Elk terus mendekati Gadis manis yang membeku, dengan Gadis itu sedang menggeliat di tanah. Kemudian, Wanita itu mengeluarkan belati di saku belakangnya, dan dengan tatapan tajam, menatap Litz. di depannya.


Gadis manis itu hanya bisa berkata tidak jelas, “Emm ...!!-Emm ...!!” dan dia terus menggelengkan kepalanya, meskipun tubuhnya telah membeku yang terbawa tersentak, dan Litz. pun terus menggeliat seperti cacing.


“Emm ...!!!” Litz. memelototi Elk, seperti Gadis manis itu tidak mau didekati, tetapi Wanita berambut hitam sebahu itu terus mendekatinya.


Elk kemudian berjongkok di depan Gadis manis yang tubuhnya membeku itu, dan berkata sambil memainkan belati digenggaman tangan kirinya, “Tenang, Gadis kecil ....” Dia menatap tajam Litz. di bawahnya, lanjut berkata, “Ini akan berakhir cepat.” Wanita berambut hitam sebahu itu tersenyum lebar.


“Aku benar-benar tidak pernah mengajarimu,” tambah Elk, dengan senyum lebar di wajah cantiknya, langsung menghilang, ”untuk gegabah seperti itu.”


Di dalam bongkahan es transparan, Gadis manis itu menangis, dan terus berkata tidak jelas, “Emm ...!!” Litz. terus menggerakan tubuhnya, solah dia ingin kabur. “Emmm ...!”


Elk terkekeh santai, sambil menitikberatkan Energy berbentuk angin berwarna hijau, pada belati digenggaman tangan kirinya. Lalu Wanita berambut hitam sebahu itu langsung menusukan belatinya, kepada Gadis manis yang tepat berada di bawahnya―dia menusukannya secara vertikal dengan ujung bilah belati tajam, yang mengarah tepat kepada Litz.


“Emmm ...!!!” Gadis manis itu menjerit ketakutan, sambil menutup kedua mata abu-abunya dengan erat.


*


Prajurit-prajurit pertahanan terus terdorong mundur, dengan dua Monster di belakang mereka semua sedang terdiam, dan membisu.


Monster es yang entah mengapa sangat marah, saat ia mendengar perkataan Sirius. Kemudian, Alta mempercepat penyebaran Energy berbentuk es, yang ia titikberatkan pada kedua Sword Ice digenggamnya.


Alta menutup kedua mata bongkahan esnya, sambil menggenggam erat kedua Sword Ice di kedua tangannya, sampai-sampai Sword Ice yang transparan itu retak; seperti retakan muncul pada ‘ruang’, dan langsung mengeluarkan uap es dari dalam retakan bilah tajam Sword Ice.

__ADS_1


“Katakan sekali lagi,” kata Alta, dengan uap es yang keluar dari Sword Ice, terus mengitari tubuhnya, dan menyebar ke sekitarnya, seperti gas bocor, “tetapi jika kamu masih berani, tentu saja.” Kemudian, Monster es itu membuka kedua matanya, dengan uap es menutupi setengah wajah dan tubuhnya, sambil menatap tajam Sirius di bawahnya.


Sirius mendongakkan kepalanya, menatap tajam Monster es yang melayang, di atasnya, dan ia berkata dengan tegas, “Aku, benar-benar mencintai Sasha.” Kemudian ia menunduk sambil menggelengkan kepalanya, dan menghela napas frustasi. “Aku juga tahu ... kau dari dulu menyukainya,” tambah Monster ungu itu, dengan nada setengah monster.


“Jika kau mengetahuinya. Kau harus enyah darinya!!” teriak Alta sambil mengerutkan keningnya, tidak senang.


Mendengar Alta marah, Monster ungu di bawahnya hanya terkekeh santai, dan berkata, “Ia selalu mengoceh tentangmu ....” sambil kembali menggelengkan kepalanya, lanjut berkata, “bahwa kau itu ... ialah adiknya yang sangai ia cintai,” Sirius kembali mendongak, menatap Monster es di atasnya, dengan tatapan hangat, “dan juga selalu Gadis itu bisa andalkan.”


Monster es yang melayang di udara, dengan seluruh tubuhnya tertutupi oleh uap es, dengan ia merepalkan rahangnya sangat jengah, berkata, “Jika itu benar. Aku selalu bilang padamu ....” Uap es terus menyebar ke sekitarnya, dan menjadi sangat cepat. “Kenapa kau tidak enyah saja?” tanya Alta, sambil berteriak, dengan nada Monster, yang sampai mendistorsi ‘ruang’ di sekitarnya.


Monster ungu yang tubuhnya sedikit terguncang, tetapi dengan santai, dan nada setengah monster; juga bernada hangat, ia berkata, “Sasha mungkin tidak akan senang, kita bertarung seperti ini,” dan ia menundukan kepalanya, menatap hamparan tanah pijakannya; seluruh hamparan tanah telah membeku. “Namun, sepertinya aku tidak punya pilihan lain, kan?” tanya Sirius, mendongakkan kepalanya, sambil mengerutkan kening, dengan wajah Monster berwarna ungunya, menjadi sangat serius.


Monster es yang melayang di udara, sangat tidak senang dan mencibir, “Tidak ada pilihan?” Alta kemudian terkekeh-kekeh dengan nada monster, lanjut berkata, “Ya. Tidak ada pilihan lain.”


“Apa pun itu,” lanjut Alta, dengan Monster es itu di dalam uap es yang semakin tebal, mengayunkan Sword Ice digenggaman tangan kiri ke samping kanannya, “aku tidak peduli ... yang jelas, cobalah untuk tidak mati.”


Alta terus menebaskan Sword Ice digenggaman tangan kanannya, sampai ia pun mengacungkan Sword Ice tersebut ke arah utara.


Lalu, robekan ‘ruang’ hitam yang mengeluarkan badai salju, dengan angin yang terus menjadi sangat kencang, keluar dari robekan ‘ruang’ tersebut.


Monster es tersenyum lebar, dengan gigi tajam berbentuk gergajinya, berkata, “Aku tahu, sekarang kau itu sangat cepat, ” lalu tubuh Alta menyatu dengan hembusan es di sekitarnya, seolah Monster es itu bagian dari butiran es yang terhempas; seolah Monster es tersebut bagian dari badai salju, atau seperti tubuh Alta itu adalah kepulan debu yang tehempas angin sangat kencang.


“Jadi, jangan sampai mati,” ulang Alta, dengan senyum lebar di wajah seputih esnya menghilang, “Pria sialan.”

__ADS_1


Lalu, tubuh monster es Alta pun sepenuhnya menyatu dengan badai salju di sekitarnya.


Sirius yang masih mendongakkan kepalanya, mengerutkan kening. Ia menyadari ada sesuatu yang salah.


Kemudian Monster ungu itu menyebarkan Energy berwarna ungunya, untuk mendeteksi keberadaan Monster es menghilang tiba-tiba.


“Ia kemana ...!?” seru Monster ungu itu, tercengang dan kebingungan, dan langsung dalam posisi bersiaga; siap bertarung, sambil melirik ke kanan-kiri, tetapi ia hanya melihat hembusan salju, yang sangat kencang di sekelilingnya, seperti Sirius sedang berada di tengah-tengah badai salju.


*


Elk menusukan belati di tangan kirinya ke bahu kanan Litz.


Dan Gadis manis di bawahnya, memelototinya sangat marah, sambil menangis. “Em-em, Emm ...!!” Litz. menangis tersedu-sedu sambil menjerit tidak jelas, karena dia berpikir bahwa Wanita di atasnya, akan mengakhiri hidupnya.


Namun, Elk terus menancapkan belatinya sangat kuat, dengan Energy berbentuk angin terus mengalir dari tangan kirinya, ke belati dan langsung menyebar pada bongkahan es yang membekukan tubuh Gadis manis di bawahnya.


Bongkahan es berwarna biru transparan, yang membekukan seluruh tubuh Gadis manis itu, perlahan membentuk garis-garis cahaya hijau, berbentuk seperti retakan, dengan pusat garis-garis hijau itu berada di tusukan belati Elk.


Lalu, retakan cahaya hijau pada bongkahan es itu bersinar terang, dan langsung memecahkan bongkahan es, yang membekukan seluruh tubuh Litz.


Gadis manis berambut kucir kuda itu tercengang, sambil melebarkan matanya, dan dia langsung terbebas dari pembekuan. “Kamu ...!?” Litz. langsung duduk, sambil mendongakkan kepalanya, dan dengan mata abu-abu tajamnya terbuka lebar, menatap Elk, kemudian Gadis manis itu lanjut berkata, “Kenap―”


Tetapi, tepat saat Gadis manis itu akan bertanya, dia pun diam membisu sambil menundukan kepalanya, setelah melihat Elk yang mengerutkan kening menatapnya, seperti Wanita itu tidak senang, dan berkata padanya, “Apa sebenarnya yang kau pikirkan tentangku, Gadis kecil?”

__ADS_1


“Apa kau lupa .... Aku dari Unit Sappoter, hah ...?” lanjut Elk bertanya, sambil menyipitkan kedua mata hijaunya, menatap tajam Gadis manis di bawahnya yang mulai gugup.


***


__ADS_2