Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0

Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0
[B1-16'] Pertahanan Terakhir I


__ADS_3

Sirius memulai serangan dengan mengaktifkan [sbf-221]. Ia menggunakan dua jari tangannya dan langsung menembakan laser ke arah kepala [RbX-M2314] yang menjulang tinggi di hadapannya.


Lalu, Elk melesat maju ke arah yang sama, dengan bayangan hijau terlihat di sekitar mereka ber-dua.


Wanita itu tiba-tiba berada di hadapan kepala Robot Besar, dan dia langsung menusukkan belati hijaunya, tepat ke mata kiri berwarna biru Robot tersebut.


Belati hijau tertancap kuat ke mata biru yang langsung dipijaknya. Dia berlari ke samping kanan dengan pijakan wajah Robot.


Elk berlari sambil menyayatkan belati hijaunya, dan terus menggores wajah Robot Besar itu.


Percikan Energy hijau serta goresan sayatan di wajah Robot tersebut terlihat jelas oleh semua orang.


Dan kemudian Wanita itu berdiri di bahu besar [RbX-M2314]. Dengan pijakan bahu Robot itu, Elk menyerang kepala dan leher Robot secara diagonal, dengan sangat cepat, tanpa jeda satu detik pun.


「-35」


「-13」


「-15」


. . .


「-40」


Sirius yang melihat angka di atas kepala [RbX-M2314], menutup mata sambil menggelengkan kepalanya.


Sepertinya ... kekuatanku tak ada yang berubah.


“Tapi setidaknya ... ada sedikit peningkatan,” gumam Sirius, mengangkat alisnya sambil tersenyum cerah.


Lalu ia melesat, dan dengan bayangan hijau mengitarinya, Sirius meninju dan menendang Robot di hadapannya tanpa jeda satu detik pun.


“Apa yang kau gumamkan pria lemah?” tanya Elk sambil terus menyerang menggunakan belatinya, sesekali dia menendang kuat kepala Robot Besar itu.


“Tidak ada. Hanya saja ... kenapa kamu bisa begitu kuat?” tanya balik Sirius, penasaran.


Elk cukup terkejut dengan pertanyaan Sirius, dan dia menatap Sirius, tiba-tiba tersenyum lebar, berkata, “Tentu. Karena aku .... Manusia."


Manusia?!

__ADS_1


Elk dan Sirius terus menyerang Robot Besar dengan sangat cepat, tanpa jeda sedikit pun. Dan [RbX-M2314] menghempaskan senapan besarnya lagi, yang membuat mereka ber-dua mundur dan terbang menjauhinya.


“Apakah spesies yang di sebut ‘Manusia’ itu ... semuanya sekuat dia?!” gumam Sirius menatap Elk.


“Siapa yang tahu!? Kau harus mencoba melawan mereka yang lebih lemah dariku,” kata Elk melirik Sirius. “Tentu. Jika kau masih hidup dan selamat dari pertempuran ini.”


Robot Besar itu mengeluarkan sinar laser dengan kobaran api biru di kedua matanya, dan menyerang tepat ke arah Elk, serta roket-roket dari punggungnya yang melesat ke segala arah dan beberapa dari mereka langsung menargetkan mereka ber-dua.


Elk dan Sirius dengan gesit menghindari seluruh roket dan laser biru itu, yang tidak henti-hentinya Robot itu menyerang mereka ber-dua.


Namun, ada beberapa roket melesat jauh dari mereka ber-dua. Kemudian semua roket itu mengarah menuju samping dan belakang Elk.


Wanita itu sedang sibuk menyerang serta menghindari laser biru dan roket-roket yang menargetkannya.


“Awas!” teriak Sirius yang sama sibuknya menghindari roket-roket, sambil menyerang Robot di depannya.


"...!?"


Sebuah peluru melesat dengan lintasan warna pelangi dari arah belakang mereka ber-dua, dan ia meledak tepat di belakang Elk. Peluru tersebut langsung merobek ‘ruang’ kecil di sekitarnya, dan mengeluarkan Energy berwarna pelangi yang langsung menyelimuti seluruh tubuh Elk.


¤bom!¤


¤bom!!¤


. . .


Energy apa itu?!


Sirius menoleh ke belakang; melihat jauh ke belakangnya, mengikuti lintasan peluru tersebut. Terlihat olehnya Mark sedang sibuk membantu Penembak Jitu lainya, menembaki roket di hadapannya.


Mereka itu yang disebut ... 'Penembak Jitu’?


Sirius yang hanya tahu bertarung secara kasar dan sedikit pengetahuan tentang strategi Perang, kagum dengan kinerja Mark dan Timnya.


Pria itu langsung melanjutkan serangan laser, yang ia tembakkan dengan kedua jari tangannya, dilanjutkan pukulan dan tendangan sangat cepat menyerang Robot di hadapannya.


Lalu dari asap putih melesat keluar Elk dengan wajah marah, sambil mengerutkan keningnya, bertertiak, “Hey! Pria bodoh! Kau menghamburkan Rh-99 begitu mudahnya!?”


“Tidak! Bukan aku ...” jerit Mark, ketakutan.

__ADS_1


“Ruth yang mengatur rainbow bullet di bach peluruku ... sungguh!” Mark dengan percaya diri menyalahkan Ruth.


“Ingat ... namanya Ruth!!!” tegas Mark, sambil terus menembaki roket yang baru muncul dari punggung Robot, jauh di hadapannya.


“Tidak Elk! Aku menyimpan Rh-99 di batch keduanya ... sungguh ...” bantah Ruth dengan gugup.


“Hey! Kau bodoh ... bersedialah mati untukku ...!” bisik Mark kepada Ruth. “Tidak. Maksudku. Kenapa kamu menjelaskannya seperti itu!?”


Mengabaikan Mark, Ruth mengerutkan kening, saat melihat [RbX-M2314] jauh di hadapannya, dengan kilauan biru, oranye, serta hijau melintas di matanya.


Dia mengamati situasi dan memikirkan batch peluru berikutnya yang akan digunakan para Penembak Jitu, apabila ada perubahan situasi pada pertempuran.


“Aku hanya ingin mengetes apakah peluru itu masih bergun,” dalih Mark dengan percaya diri.


“Huh?!” Ruth tercengamg, dan menengokkan kepalanya, menatap bingung Mark.


“Mengetes kepalamu!” bentak Elk, sangat marah.


Elk melesat dengan bayangan hijau, lalu menendang kepala Robot di hadapannya, dengan suara dentuman keras menggema di udara. Kemudian dia lansung mundur sambil menoleh, menatap tajam Mark dan Ruth yang jauh di atas Batu Besar.


“Aku akan mengetes apakah kepala kalian berdua sekeras rongsokan bodoh ini!” Elk menunjuk Robot di belakangnya, dan langsung berbalik menanjutkan serangan dengan belatinya.


“Hey kalian ber-dua ... bisakah kita serius sedikit menghadapi mesin buatan bangsawan ini!?” tuntut Sirius dengan wajah gelap, dan mengerutkan keningnya.


“Aku sangat serius akan menghajar mereka ber-dua, setelah ini selesai,” tegas Elk, kembali menoleh, dan menatap tajam Ruth dan Mark yang jauh di belakangnya.


Suara Elk menggema di udara, dan dia menyerang Robot di hadapannya tanpa henti, dengan sekuat tenaga. “Tunggu saja!!”


“Aku ... juga?!” kata Ruth gemetar, dan mundur selangkah, ketakutan .


“Tentu saja ... ini jelas salahmu!” Mark menyalahkan dan menatap tajam Ruth. Kemudian ia langsung kembali menembaki roket-roket yang muncul di belakang Robot Besar.


¤¤¤


{N/A: Aku gak tau sih, benarnya yang mana: Tetang "Ia" dan "Dia", tapi ....  Mau dikayak: 'He' dan 'She' agak janggal, jadi aku buat aja: "Ia" untuk 'Mereka atau jurus-Energy' sedangkan "Dia" untuk 'Manusia' .... Hohoho, entah benar atau salah, bisa tulis di kolom komentar ... intinya: "Dia" dan "Ia" untuk 'She/He' dan 'It'}


{ia=it}


{dia=he/she}

__ADS_1


{Seperti:


Asam sorbat adalah sebuah senyawa organik yang digunakan sebagai bahan pengawet makanan. Berupa bentuk padatan tak berwarna, ia memiliki kemampuan untuk menyublim dengan cepat}


__ADS_2