![Planet? [War Of K-M-XGsp-M4221] Locked OSO.0](https://asset.asean.biz.id/planet---war-of-k-m-xgsp-m4221--locked-oso-0.webp)
Jenderal Besar Woon mengalihkan pandangannya―dia akan melihat Sirius, sambil berseru, “Hey, Monster aneh ....” Tetapi ia telah tumbang.
Pria muda berambut putih itu terbaring-tengkurap, tepat di hadapan tubuh besar Jenderal Besar Benua [2]―dengan wajah monsternya menghadap ke timur, di mana [RbX-M2314] sedang berdiri tegap sembari memulihkan tubuh besarnya yang telah hancur.
“Kenapa kau pingsan di sini?!” Pria paruh baya berkulit hitam itu mendengus, kesal. “Dan Robot Besar itu ...?” Lalu dia melebarkan matanya, tercengang, saat melihat Robot Besar yang tak jauh di depannya berdiri tegap kembali. “Masih hidup!?”
Tiba-tiba, Jenderal Besar Benua [2] itu menyadari ada satu pergerakkan lain di hadapannya.
Pergerakkan musuhnya yang masih hidup, berada tak jauh di depannya. Jenderal Besar Woon kemudian berdecak kesal, “Tch,” lalu berkata, “Monster yang satu itu belum lenyap?”
Seperti yang diduga Jenderal Besar Woon, suara lelaki muda terdengar jelas oleh semua orang yang berada di seluruh penjuru Medan Perang―dengan suara setengah monsternya menggema, seperti suara radio yang rusak, “Kau bisa menggunakan “data”?! Cih .... Aku cukup terkejut.”
Uap es yang menyelimuti asal suara lelaki muda itu pun menghilang, dan menampakkan tubuh setengah monster es Komandan Lelaki muda yang sedang mengangkat tangan kanannya; dengan telapak tangan kanannya menghadap ke atas.
Alta berdiri tegap, dengan tubuhnya yang setengah monster terdapat uap es menyelimutinya―uap es yang setengah lenyap―menampakkan kaki kirinya saja. Di sekitarnya terdapat hamparan es serta uap es yang belum sepenuhnya menghilang.
Dan di atas telapak tangan Alta yang menghadap ke atas, melayang Bongkahan Es Besar yang berbentuk seperti bola api; dengan kobaran bola api yang berkobar ke atas. Ia berhasil menahan “data” Jenderal Besar Woon, dan berhasil membekukan kobaran api hitam-abu dari Meteor Besar berbentuk wajah serigalanya.
“Kalian pikir,” cibir Komandan Lelaki muda itu, “dengan kalian menyertakan ternak yang sedikit kuat,” kemudian Bongkahan Es Besar di atasnya turun perlahan, dan ia genggam, “kalian bisa menang?”
Alta menggenggam Bongkahan Es Besar itu dengan kuat.
*Crakk!!!*
Suara retakan Bongkahan Es Besar yang digenggam kuat oleh Alta, menyertai menjalarnya retakan pada Bongkahan Es Besar. Lalu ia langsung hancur berkeping-keping―dengan kepingan bongkahan esnya berjatuhan ke sekitar Alta.
Kemudian Komandan Lelaki muda itu langsung melemparkan sisa Bongkahan Es yang digenggamnya. Ia melirik ke sekitarnya, berdecak kesal, “Cih .... Orang Tua itu, lenyap begitu saja?!”
“Bukan hanya saya yang bisa menggunakan itu―apa yang kalian sebut “data”,” kata Jenderal Besar Woon.
Jenderal Besar Benua [2] itu memasukkan tangannya ke jubah besarnya―mengambil sesuatu, sambil berkata, “Adalah salah satu syarat menjadi Jenderal Besar Benua Bintang 3, untuk memiliki “data”.” (Jenderal Besar Woon dan Alta mengambil sesuatu di jubah mereka, bersamaan) “Oh, ya?” cibir Komandan Lelaki muda itu. “Itu informasi yang cukup berguna untuk kami―Terimakasih.”
Alta mengeluarkan cube/rubik berwarna hitam disertai rune dan sirquit biru yang terukir di keenam sisinya. Sedangkan Jenderal Besar Woon menggenggam bejana kaca berisi liquid transparan.
Sambil mengatifkan cube itu, Alta berkata, “Sampaikan pesanku pada Pria bodoh, yang terbaring tak sadarkan diri di depanmu itu ....”
Komandan Lelaki muda itu melepaskan cube digenggaman tangannya. “Sasha ....” Dan cube hitam rune rumit bercahaya biru itu langsung melayang di depannya. “Akan selalu menjadi miliku.”
Lalu tubuh Alta berubah menjadi kepingan kotak datar kecil berwarna hitam―cube di hadapannya pun terpecah menjadi kotak-koak hitam; dengan garis biru yang menyambungkan kotak-kotak kecil hitam yang terpecah.
Kepingan-kepingan persegi hitam datar yang merupakan pecahan tubuh Alta pun langsung melayang ke atas, dan langsung lenyap―seperti tisu yang terbakar api.
“Ingat itu,” tegas Alta. “Sasha ....”
Suara Komandan Lelaki muda itu pun bergema di udara: MILIKKU!!
Jenderal Besar Woon terkejut, saat melihat tubuh Alta berubah menjadi kepingan persegi hitam, dan lenyap begitu saja. “Ia lolos begitu saja?!”
__ADS_1
“Dan,” tanya Jenderal Besar Benua [2] itu dengan ekspresi kebingungan, lalu mengerutkan keningnya, “alat apa itu tadi?”
Kemudian Pria paruh baya berkulit hitam itu langsung mengalihkan pandangannya kepada Robot Besar yang berada di samping Alta yang telah lolos. Dia akan menyerang [RbX-M2314] langsung, tetapi ia pun sudah menjadi kepingan-kepingan persegi datar, dan menghilang di udara.
“Sial,” umpat Pria paruh baya berkulit hitam itu. “Robot Besar itu juga lolos?!”
Jenderal Besar Woon, mendongakkan kepalanya, melihat Giant-Grey yang bersiap untuk menghantamkan tinju besarnya. “Tak apa lah. Pastinya ....” Dia melirik alat komunikasinya. “Kalian merekam semua itu, kan?”
“Alat melarikan diri yang digunakan oleh Monster itu sungguh berbahaya.” Jenderal Besar Benua [2] itu mengendutkan bibirnya, lalu berteriak, “CEPAT―”
**
MATIKAN SS0-T/A!!! Teriakkan Jenderal Besar Woon menggema sampai ke tempat di mana U berada.
Mark datang kembali, setelah ia mengantarkan Jenderal Sez. yang tak sadarkan diri ke tempat Unit Sappoter, serta regu penyembuh berada. “Kemana sisa musuh kita?!”
“Aku kira,” gumam Pria bermata merah darah itu, “tadi aku tidak salah. Mereka ber-dua memang masih ada.“
“Ya.” U mengangkat bahu. “Kau memang tidak salah.”
“Mereka berhasil lolos.” U berkata sambil menggelengkan kepalanya, “Beliau hanya berhasil melenyapkan satu Komandan musuh.”
“Apa?!” pekik Mark, mengerutkan kening.
U menoleh, menatap Jenderal Besar Woon sedang membuka tutup bejana kaca transparan―dia seperti sedang membuka tutup botol minuman keras. Dan bejana tersebut memiliki lambang: ◊ di tengah kaca transparannya.
“Dan,” tanya Mark, “dia sudah menjadi Jenderal Besar Bintang 3?”
U mengalihkan pandangannya kepada Mark. Sambil menyeringai lebar, dia menjawab, “Itulah hebatnya Tuanku!”
“Dan,” lanjut U menggelengkan kepalanya, dan berkata, “aku juga tidak menduga, “data” Jenderal Besar Bintang 3 masih belum cukup ... untuk melenyapkan ‘mereka’ semua.”
Pria mengenakan gogglescope di lehernya itu menunduk sambil menyentuh dagunya dengan ekspresi yang tidak percaya, ia bergumam, “Tapi ... Orang Tua itu naik pangkat terlalu cepat. Sial.”
“Ini sangat mencurigakan.” Lanjut Mark bertanya, sambil menaikkan sudut bibirnya―tersenyum, menatap U dengan sinis, “Apakah ada sesuatu di pusat?”
“Tentu―”
Saat Pria keren itu akan menjawab, Giant-Grey di atasnya―di atas aurora pelindung [A327], bersiap untuk menghantamkan tinju besarnya ke bawah. Dan kedua Pria itu serentak mendongak, melihat tangan besar yang menutupi cahaya bulan.
*BOMM!!!!*
[SS0-T/A] bergetar hebat. Seolah-olah ia bisa hancur kapan saja. Dan Kedua Pria di bawah Tangan Besar Gian-Grey itu, menuduk ngeri sambil merepalkan rahang.
“Kita benar-benar akan mematikan kubah aurora pelindung?” tanya Mark, sambil mendongakkan kepalanya kembali. “Orang Tua, aku kira kamu sudah gila. Memberi perintah mereka seperti itu?”
“Kupikir,” tambah U, mengangguk setuju dengan perkataan Mark, “itu memang cukup berbahaya, Jenderal.”
__ADS_1
Jenderal Besar Woon mengabaikan kedua Pria yang berkata padanya, sekalipun kedua Pria tersebut memang tahu bahwa dia pasti mendengar perkataan mereka dari jarak yang sangat jauh.
U menoleh dan melihat Jenderalnya meminum liquid pada bejana digengaman tangannya, sekali teguk.
“Orang Tua itu mengabaikan kita?!” gerutu Mark. “Tapi, Jika dia benar-benar sudah jadi Jenderal Bintang 3 tak apa, kurasa―Oh iya, sialan! Apa itu Artefak? Aku baru ingat, ingin menanyakan hal ini sedari awal melihatmu.”
“Ya.” U menggenggam dan menyombongkan Rifle-nya yang dia sandangkan di punggungnya dengan bangga. “Aku menemukan Rifle ini dari salah satu Space-Gate Benua 1. Kita kesampingkan ini dulu .... Apakah Jenderal Besar Woon benar-benar akan melawan Grey Raksasa itu sendirian?”
“Aku pikir tidak.” Mark tiba-tiba menunjuk Jenderal Besar Woon, dan berseru, “Lihat! Orang Tua itu benar-banar meneguk cairan aneh!”
“Itu bukan cairan aneh,” tukas U. “Tapi semoga saja ia mudah dilenyapkan ....”
“Semoga .... Pastinya kita harus bergegas mengambil posisi untuk membantu Sun―apa aku boleh meminjam itu?”
“Tentu. TIDAK!”
“Cih .... Pelit―”
Pria keren dan Pria bermata merah darah itu serentak mendongakkan kepala mereka, melihat sosok besar Giant-Gery lainnya tumbuh―ia menengok ke bawah dari luar tembing.
U tercengang. “Muncul satu lagi!?”
“Yap. Aku sudah menduga ini.” Mark menaikkan sudut bibirnya, dan lanjut berkata dengan nada lirih, “Ini akan menjadi hari yang sangat panjang.”
**
Setelah Jenderal Besar Benua [2] itu meminum liquid dari bejana transparan digenggamnya, dia melempar bejana yang kosong ke samping secara acuh. Dia melihat Giant-Grey lainnya tumbuh membesar tepat di atasnya.
“Apa Area ini akan berakhir juga?” Jenderal Besar Woon berdecak kesal, “Tch. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi.”
Luka-luka pada tubuh dan tangan besar Pria paruh baya berkulit hitam itu perlahan sembuh; dengan janggut
pada pipinya menjalar ke tubuhnya secara cepat.
Tubuh Jenderal Besar Benua [2] itu pun dipenuhi bulu. Jari-jari di kedua tangannya memanjang dan kukunya menjadi runcing, seperti cakar binatang pemangsa. Dan wajah yang memanjang ke depan seperti sekor Canis lupus orion.
Tiba-tiba kubah aurora pelindung di atas semua orang lenyap perlahan. [SS0-T/A] pun dimatikan langsung oleh seseorang, selelah perintah Jenderal Besar Benua [2] bala bantuan [A327] itu memberi perintah.
Namun kemudian, Giant-Grey memasukkan kakinya ke dalam wilayah [A327]. Ia langsung menginjak salah satu wilayah selter, dan wilayah selter itu langsung lenyap begitu saja.
“Ternyata kalian semua lumayan sigap juga. Dan,” gumam Jenderal Besar Woon, yang telah berubah menjadi manusia setengah serigala seutuhnya, “ada yang aneh dengan selter terinjak itu.” Dia mengerutkan kening, lanjut berkata, “Tch. Orang bodoh mana yang berani mencuri Energy selter itu?”
Jenderal Besar Benua [2] itu berubah menjadi Werewolf, dengan seluruh tubuh besarnya berbulu hitam pekat, seperti dia menyatu dengan gelapnya malam.
Mendongakkan kepalanya, Werewolft itu menatap kedua Giat-Grey di atasnya dan melolong tajam: Auuu ...!!! Suara lolongan tajam serigala menggema ke seluruh wilayah [A327], seperti seekor serigala alfa sedang mengincar mangsanya.
***
__ADS_1