Possesive Brothers

Possesive Brothers
part10


__ADS_3

" Aline pada saat itu saya temukan dalam keadaan di gendongan seorang pelayan" ucap Rani menceritakan pertama kali ia bertemu Aline.


" pelayan?...mala?!" kaget farah saat mengingat dimana putrinya diculik oleh seorang pelayan yang bernama Mala.


" mala?" tanya Rian dan Rani bersamaan, mereka menatap keluarga Maverick seolah bertanya penasaran.


Farah menatap kosong keadaan, dimana Ia mengingat putrinya diculik dengan cara membodohi semua orang.


Melihat tatapan kosong sang istri, Adam memeluk farah, dan itu tak lepas dari pandangan Rani dan Rian.


" Putriku di culik seorang pelayan yang bernama mala...dia... Dia membawa Putriku... " bibir Farah menceritakan apa yang terjadi pada saat itu dan matanya menerawang kejadian dimana Putrinya diculik.


Flashback


Saat ini keluarga Maverick sedang berada di rumah sakit untuk mengantarkan istrinya untuk melahirkan. Adam dan kelima putranya menunggu dengan cemas di depan pintu ruangan persalinan VVIP.


Setelah setengah jam menunggu, keluarlah dokter wanita paruh baya dengan senyuman.


"Selamat Tuan Adam, istri anda telah melahirkan bayi perempuan yang sangat cantik dan menggemaskan" ucap dokter tersenyum.


Adam menghela napas lega, begitu juga dengan kelima putranya.


" Jadi, bagaimana keadaan istri dan anak saya?" tanya Adam.


" Istri dan bayi anda dalam keadaan sehat dan selamat Tuan Maverick " jawab dokter wanita itu.


" jadi boleh kami melihat mama kami?" tanya Aldrick kecil.


" tentu saja Aldrick " jawab dokter lembut.


Mereka memasuki ruangan dan menatap sang istri yang tengah menyender dengan memyusui sang anak perempuan satu-satu mereka.


" MAMA!" seru kelima putra putranya dengan riang, Adam mendekati sang istri dan mencium keningnya.


" terima kasih telah memberikan ku anak perempuan sayang" bisik Adam mencium telinga sang istri.


" wah akhirnya kita punya adik perempuan " ucap Damian kecil.


Ya kelima putra Maverick sangat  memiliki adik perempuan, bahkan mereka selalu merengek kepada kedua orang tuanya agar diberikan adik perempuan.


" ini adalah adik perempuan kalian satu-satunya, jadi  tugas kalian harus menjaga, menyayangi dan melindungi adik kalian karena dia adalah cahaya keluarga kita, kalian paham sayang?" jelas Farah kepada kelima putranya.


" Iya mah" ucap kelima putra Maverick serentak.


" Hmm, namanya siapa mah?" tanya Eland kecil.


Farah menoleh ke arah adam dan diikuti putra-putranya.


" namanya adalah Raline Clarissa Queen Maverick "ucap Adam mutlak dan diangguki seluruh keluarga.


Dan sejak kehadiran Baby Raline di keluarga Maverick, membuat keluarga itu selalu di selimuti kebahagiaan yang sangat luar biasa.


--------

__ADS_1


8 bulan kemudian


  Di kediaman keluarga Maverick kini sedang sepi dikarenakan Adam dan kelima putranya sedang berada di kantor dan sekolah.


Sedangkan Farah sedang menyusui putrinya di kamar khusus, Farah tak henti-hentinya mencium pipi tembam kemerahan Putrinya.


" Mama mencintaimu sayang"


Setelah beberapa menit menyusui, baby Raline tertidur dan farah meletakannya di dalam box bayi.


Sebelum Itu Farah sempat mencium kening sang putri.


Farah beranjak keluar dan menuju dapur untuk menyiapkan makan siang. Setelah 2 jam menyiapkan makanan, Farah menuju kamar baby Raline dan melihat putrinya sudah terbangun dan sedang memainkan mainan di dalam box.


Farah pun mengendong putrinya untuk memandikannya. Setelah selesai mandi.


" Humm wanginya putri mama" ucap Farah seraya mencium pipi putri kecilnya itu.


Ia pun membawa putrinya kelantai bawah untuk makan siang, namun saat ingin menuju ruang makan langkah farah terhenti.


" Nyonya" panggil seseorang di belakang Farah. Farah menoleh dan mendapati seorang berbaju pelayan.


Farah menatap  pelayan itu bingung.


" ada apa?" tanya Farah


" Maaf Nyonya, saya mala, pelayan di rumah ini sekaligus pengasuh baby Raline "jawab Mala Ramah.


Namun Farah tak percaya


" tapi mengapa saya tidak pernah melhatmu selama kau bekerja disini?" tanya Farah menelisik.


" Saya mengambil cuti Nyonya, ayah saya sakit dan tidak ada yang merawatnya, Sedangkan saya hanya tinggal berdua dengan beliau, mau tak mau saya yang merawatnya, namun Tuhan berkehendak lain, ayah saya 2 bulan yang lalu sudah tiada, dan saya memutuskan untuk kembali ke sini"  ucap Mala lirih seolah-olah bersedih.


Mendengar ucapan mala, membuat Farah gelagapan.


" maaf Mala, saya tidak bermaksud...


" tidak apa-apanya Nyonya " ucap Mala tersenyum lembut.


" Nyonya" panggil Mala


"Ya"


" begini, sebaiknya saya yang menjaga putri anda, anda tampak kelelahan mengurus putri anda yang cantik ini" tawar Mala.


" terima kasih Mala, tapi tidak perlu, putriku saat ini akan makan siang" ucap Farah tersenyum lembut.


Hening...


" Mala" panggil Farah


" eh iya Nyonya "

__ADS_1


" kenapa kau melamun?" tanya Farah


Mala gelagapan


" ah, itu tadi saya melihat sesuatu yang mencurigakan Nyonya di taman" ucapa Mala serius.


" mencurigakan?" gumam Farah.


" iya Nyonya seperti ada...penyusup" bisik Mala membuat Farah takut.


" Benarkah?!, kalau begitu ayo kesana dan panggil para pengawal " perintah Farah dan diangguki Mala.


Sedangkan Farah menuju kamarnya untuk meletakkan sang puti agar aman. Farah keluar di ikuti para pengawal dan Ia menyuruh para pengawal nya untuk memeriksa semua sudut taman. Farah juga mencari keberadaan Mala, Namun Ia tak menemukan keberadaan Mala.


" Ami" panggil Farah kepada pelayan yang Ia kenal, Ami adalah pelayan yang sering membantunya di kala sang putri rewel.


" iya Nyonya " sahut Ami


"Ami apakah kau melihat Mala?" tanya Farah.


" Mala? Mala siapa Nyonya? " tanya balik Ami.


" Mala pelayan yang sempat bicara dengan ku " jawab Farah.


" maaf Nyonya sebelumnya, pelayan yang bernama Mala tidak ada, mungkin anda salah orang" ucap Ami.


'Apa ini', perasaan Farah tak enak.


" tidak mungkin, dia mengatakan kalau dia...


" NYONYA " ucapan Farah terpotong saat seorang pengawal memanggilnya.


Pengawal itu menghampiri Farah dan Farah menatap pengawal itu was-was.


" Nyonya ada seseorang  pelayan yang membawa putri anda " ucapan pengawal itu membuat Farah terkejut dan mendadak lemas.


" bagaimana bisa?, CEPAT KEJAR DIA DAN SELAMATKAN PUTRIKU " jerit Farah histeris


Farah lemas dan...


" NYONYA! " jerit para pelayan


Farah pingsan.


.


.


.


.


.

__ADS_1


See you next time


Semangat😊😇


__ADS_2