Possesive Brothers

Possesive Brothers
__112__


__ADS_3

...HAPPY READING...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


Dua hari lamanya mereka menanti kesadaran putri kecil mereka , dan hari yang di tunggu-tunggu kini pun telah tiba.


"Berapa lama Tante harus menunggu lagi?"tanya Ceysa dengan rawut wajah khawatir.


"Tenanglah Tante , sebentar lagi Aurel akan sadar kita hanya perlu menunggu sebentar lagi"jawab Felix tanpa mengalihkan tatapannya sedikitpun dari Aurel.


"Benar apa yang di katakan Felix sayang jangan khawatir Putri kita pasti sadar"ucap Brata menenangkan istrinya.


"Saya pamit keruangan pasien yang lain dulu om , Tante saya akan kesini lagi setelah jam makan siang"ucap Felix.


"Baiklah , kau juga harus memperhatikan pasien lain jangan hanya berfokus pada Putriku"ucap Brata


"Baiklah baiklah , om Sangat tidak peka perasaan ku"ucap Felix lalu keluar dari ruangan Aurel.


"Dia terang-terangan bahkan di depan orang tua"ucap Brata sembari menyantap kepergian Felix.


"Sudahlah , kau ini seperti tidak pernah muda saja , oh ya bagaimana keadaan Naf sekarang ya Pi kita bahkan belum mengabarinya sampai sekarang"ucap Ceysa.


"Untuk apa kau memikirkannya? kau tidak ingat putri kita seperti ini karena ulahnya."ujar Brata


"Aku tau , tapi itu bukan seratus persen kesalahannya , ia di jebak sayang aku bahkan bisa melihat dari awal bagaimana ia sangat mencintai Aurel bahkan ia menjaga Aurel dari sejak kecil"balas Ceysa.


"Ya , tapi aku tidak akan semudah itu memaafkan kesalahannya , kau sendiri juga tau kan bagaimana para putra kita menentang semua ini , ia akan semakin sulit untuk bisa bersama putri ku"ucap Brata.


"Semua itu tergantung Aurel , jika putriku mau memaafkannya bagaimanapun para abangnya melarang ia akan tetap memilih Naf"ucap Ceysa.


"Ia , aku tau itu. Lihat saja kedepannya nanti"ucap Brata sembari menghela nafasnya dengan kasar.


Ugghhhh..


Obrolan mereka seketika berhenti ketika mendengar lenguhan Aurel. Dengan segera mereka berdiri dan langsung menghampiri ranjang Aurel.


Aurel membuka kedua matanya secara perlahan untuk menyesuaikan cahaya yang masuk di kedua matanya , hal pertama yang ia lihat adalah kedua orang tuanya yang tampak bahagia dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Sayang... oh tuhan syukurlah akhirnya kau sadar.."ucap Ceysa sembari menggenggam tangan Aurel dengan air mata mengalir di kedua pipinya.


Dengan segera Brata menekan tombol yang berada di samping ranjang Aurel.


"Hausss...." ucap Aurel dengan suara yang hampir tidak terdengar.


Dengan segera Ceysa mengambilkan air yang memang di letakkan di samping ranjang Aurel lalu membantu Aurel untuk meminumnya.

__ADS_1


"Papi.... Kenapa kaki Adek gak bisa di gerakin?"tanya Aurel Sembari mecoba menggerakkan kedua kakinya.


Ceysa dan Brata saling berpandangan karena mereka juga belum mengetahui tentang ini.


"Tenang ya , nanti kita tanya dokter sebentar lagi dokternya segera sampai"ucap Ceysa menenangkan Aurel yang tampak khawatir dengan keadaan kakinya.


Tak lama kemudian Felix datang dengan dua suster perempuan di belakangnya.


"Permisi om , Tante saya saya ingin memeriksa keadaan Aurel dulu"ucap Felix sembari menghampiri Aurel yang sudah menatapnya dari awal masuk ruangan.


"Bagaimana perasaan mu Aurel? , apa ada yang terasa sakit?"tanya Felix Sembari mengecek keadaan Aurel.


"Kepala Aurel sedikit berdenyut dok , dan kenapa Kedua kaki Aurel tidak bisa digerakkan?"tanya Aurel dengan wajah polosnya membuat Felix menjadi gemas seketika.


"Itu wajar sebentar lagi denyut nya akan segera hilang dan untuk kedua kakimu tidak ada masalah kau hanya perlu menjalani terapi beberapa kali kakimu akan kembali seperti semula"ucap Felix dengan senyuman di bibirnya.


"Benarkah? Aurel tidak lumpuh kan?"tanya Aurel memastikan sekali lagi.


"Benar Aurel , kamu terlalu lama tertidur makanya kedua kakimu menjadi kaku dan susah di gerakkan , tidak perlu Waktu lama untuk memulihkannya kok "ucap Felix sembari mengelus rambut Aurel tanpa memikirkan reaksi Brata yang melihatnya.


"Ekhemmm..."


terdengar deheman dari Brata membuat Felix Langsung menjauhkan tangannya dari rambut Aurel.


"Tidak perlu mengelus rambut putriku seperti itu dokter Felix"ucap Brata dengan mengangkat kedua alisnya terlihat seperti mengejek Felix.


"Kau ini! biarkan saja kau terlihat seperti tidak pernah muda saja"ucap Ceysa membela Felix yang tampak tertekan akibat ejekan dari suaminya.


"Ya ya ya , kau selalu membelanya"ucap Brata dengan wajah masam.


"Hmm.. Papi"panggil Aurel membuat Brata mengalihkan pandangannya pada sang putri.


"Iya sayang , ada apa , Adek mau apa?"tanya Brata.


"Hmm.. Adek mau Abang"ucap Aurel dengan mata berkaca-kaca. hmm seperti sang adik merindukan para abangnya.


"Oh astaga , papi hampir saja lupa Mengabari mereka"ucap Brata sembari mengeluarkan handphonenya lalu menelpon salah satu putranya.


"Halo Farez , papi ingin memberitahukan sesuatu pada mu"ucap Brata. Yap yang di hubungi Brata adalah Farez anak tertuanya.


Tanpa menunggu jawaban Farez , Brata langsung mengubah mode panggilan biasa menjadi video call.


"Kenapa harus video call?"tanya Farez.


"Oh ya sudah kalau tidak mau, Aurel sayang seperti Abang mu tidak merindukan mu sama sekali"ucap Brata dengan wajah sendu seperti di buat-buat.


"Hiks... hikssss.... Abang gak kangen sama Adek ya... hikss... padahal.. hikss Adek kangen Abang"ucap Aurel di sela-sela tangisnya membuat Brata merasakan hawa panas di belakang tubuhnya. Dan benar saja ketika ia memutar tubuhnya ia langsung melihat Ceysa dengan wajah memerah yang sebentar lagi akan meledakkan amarahnya.


"Yak! kau ini!! putri ku baru saja sembuh tapi kau sudah membuatnya menangis"ucap Ceysa Sembari mencubit keras lengan Brata.


"Aww ampun sayang.. jangan marah-marah aku hanya bercanda"ucap Brata dengan wajah memelas.


Sedangkan di seberang sana Farez sudah mati-matian menahan tawanya melihat Papinya kesakitan karena ulah ibunya sendiri.


"Papi cepat berikan ponsel papi pada Aurel , aku ingin bicara dengan adikku"ucap Farez


Tanpa menunggu istrinya mengamuk lagi Brata langsung memberikan ponselnya pada Aurel.


Felix yang melihat drama keluarga itu memilih untuk keluar dari ruangan Aurel tanpa dan hanya berpamitan pada Ceysa dan dibalas anggukan saja.


ketika ponsel itu berpindah hal pertama yang Farez lihat adalah wajah Aurel yang sangat terlihat menggemaskan. Walaupun adiknya terlihat lebih tirus tapi itu tidak mengubah apapun , Aurel kan selalu terlihat menggemaskan di matanya.


"Princess... Abang sangat merindukan mu , jangan menangis lagi , nanti malam Abang langsung berangkat dan segera menemui mu Disana"ucap Farez dengan senyuman di wajahnya.


"Benarkah? Abang tidak bohong kan?"tanya Aurel


"tentu , mana mungkin Abang membohongi adik Abang yang sangat Abang sayangi ini"jawab Farez.

__ADS_1


"Ajak Abang yang lain juga yaa , Adek rindu semuanya , ayah bunda juga"ucap Aurel.


"Abang akan pergi dengan bang Altez , Abas dan yang lain tidak bisa meninggalkan pekerjaannya masingmasing sayang , nanti ketemu kalau Adek udah balik ke Indonesia lagi yaa"ucap Farez.


"Hmm , gapapa Adek ngerti kok"ucap Aurel dengan wajah sendunya.


"Jangan sedih dong , nanti kalau yang lain tau Adek sedih nanti mereka juga ikutan sedih"ucap Farez.


"Adek gak sedih kok , hm.. abang mau ajak Naf juga gak?"ucap Aurel hati-hati.


Seketika wajah Farez langsung berubah ketika mendengar Aurel menyebut nama laki-laki yang telah membuat adiknya seperti ini. tanpa menjawab apapun Farez Langsung memutuskan panggilan tersebut.


"Kok mati... , papi.. Abang marah sama Adek yaa?"tanya Aurel.


"Abang gak marah kok , mungkin Abang ada keperluan mendesak"ucap Brata dan tentu saja ia berbohong sudah di pastikan Farez sedang tidak baik-baik saja ketika mendengar Aurel menyebut nama Naf.


"Sekarang Adek istirahat yaa , Adek gak boleh banyak gerak dulu harus istirahat total supaya Adek bisa cepat sembuh."ucap Ceysa untuk mengalihkan pertanyaan putrinya.


"Hmmm... yaudah deh , nanti kalau Abang udah datang bangunin Adek ya mi"ujar Aurel.


"Iya sayang"balas Ceysa sembari mengelus kepala Aurel dengan sayang.


"Papi , puk puk puk adek dong.."pinta Aurel dengan wajah memelas.


"Tentu , anything for you baby"ucap Brata lalu menepuk-nepuk punggung Aurel dengan sayang agar sang putri bisa cepat tertidur.


Beberapa menit kemudian terdengar dengkuran halus dari Aurel menandakan ia sudah tertidur pulas.


"Aku sangat bersyukur , tuhan masih memberikan aku kesempatan untuk merawat dan menjaga Aurel kembali. aku tidak bisa membayangkan hidup tanpa dirinya lagi Pi"ucap Ceysa sembari menatap Aurel dengan penuh sayang.


"Kau benar , tuhan masih mempercayai ku untuk menjaganya. Aku berjanji pada mu aku akan selalu menjadi kepala keluarga yang akan menjaga kau dan semua anak ku sampai maut memisahkan kita."ucap Brata sambil membawa Ceysa kedalam pelukannya.


"Aku percaya pada mu , kau adalah ayah dan suami terbaik di dunia ini"ucap Ceysa sembari mencuri kecupan di bibir suaminya.


"I love you"


"I love you to my husband"..


Tanpa mereka sadari , Aurel belum benar-benar tertidur dan ia mendengar semua ucapan kedua orangtuanya Dengan perasaan haru ia kembali menyelami dunia mimpinya.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...Halo semuanya , tata comeback again......


...maaf ya baru bisa up Karena kemaren sempat sakit dan baru dua hari kemaren sembuh total dan kembali seperti sedia kala....


...Gimana nih? Masih pantengin Aurel kan? 😌😌...


...Duhh , gak lama lagi cerita ini akan menuju ending... aku masih gak nyangka bisa nulis sepanjang ini wkwkwk...


...terimakasih juga buat kalian yang dari awal dan sampai sekarang masih jadi pembaca Setia aku :')...

__ADS_1


...please.... menjelang tamat ini bikin aku seneng dong , jangan ada lagi silent readers lagi. apa susahnya sih nge like , komen dan vote ceritaku? gratis loh gak di pungut biaya , jadi please jangan pelit kasih dukungan buat aku , atau cerita siapapun yang kalian baca. para readers itu penyemangat bagi para author :') jadi please jangan jadi silent readers lagi yaaa:''...


...Aku tata , peluk sayang dari aku untuk Kalian semua πŸ˜˜πŸ€—πŸ€—πŸ€—...


__ADS_2