Possesive Brothers

Possesive Brothers
__70__


__ADS_3

...HAPPY READING...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


Ceysa tidak pernah main dengan ucapannya. Setelah makan malam Ceysa langsung membawa Aurel kedalam kamarnya. Kenapa tidak ke kamar Aurel karena ia tidak ingin jadi tontonan Naf saat sedang terlelap. bukan rahasia lagi jika Naf meletakkan beberapa cctv di kamar Aurel semua sudah mengetahui kecuali Aurel yang memang tidak di beri tau oleh mereka semua.


"Mami , kalau Adek tidur disini trus papi tidur dimana?"tanya Aurel.


"Papi tidur di luar mungkin , gak usah di pikirin ya sekarang kita bobo aja"jawab Ceysa.


"Emang Papi gak marah kalau tidur di luar?"tanya Aurel lagi


"Gak Sayang , percaya deh sama mami"ucap Ceysa.


"Mami , Adek boleh nanya gak?"tanya Aurel.

__ADS_1


"hm , boleh kok emang Adek mau nanya apa?"tanya Ceysa.


"Mami pernah gak menyesal gak punya anak kayak Adek"tanya Aurel.


"Kenapa Adek nanya kayak gitu? apa kasih sayang yang mami kasih masih kurang?"tanya Ceysa dengan tatapan sendu.


"Bukan gitu mi , ,Adek cuma ngerasa setelah Adek datang ke dalam keluarga ini banyak Masalah yang berdatangan. Adek ngerasa bawa sial buat semuanya."ucap Aurel dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kamu mau denger cerita Mami gak?"tanya Ceysa.


Dibalas anggukan oleh Aurel untuk mengiyakan.


"Dulu Waktu mami mengandung kamu dan Abas semua orang sangat bahagia , semua keluarga bener-bener jagain mami , bahkan papi sampai bikin lif dirumah supaya mami gak kecapean turun kebawah , sampai ketika kamu dan Abas lahir semua makin overprotektif sama mami apalagi ketika mereka tau mami ngelahirin anak perempuan yang sangat cantik. Sampai ketika waktu kami ngerayain hari kelahiran kamu musuh papi nyerang rumah kita , mami cuma bisa bawa Abas waktu itu. sedangkan kamu di gendong suster , papi nyuruh suster itu bawa kamu lari dan berakhir kami semua kehilangan kamu. Semenjak itu semua keluarga berubah , semua sibuk gak ada lagi kehangatan di rumah ini. Pengaruh kamu sangat besar dirumah ini sayang , jadi jangan pernah sekalipun kamu anggap dirimu kamu pembawa sial Aurel"ucap Ceysa dengan air mata yang sudah berlinang di kedua pipinya.


"Maafin Adek mi hikssss.... hiks... mami jangan nangis.."ucap Aurel sembari menghapus air mata ibunya.


"Jangan berpikir yang nggak-nggak lagi ya"ucap Ceysa sembari membawa Aurel kedalam pelukannya.


Setelah obrolan yang berakhir dengan tangisan tadi kini Aurel dan Ceysa telah terlelap.


Sedangkan di luar kamar...


"Papi ngapain berdiri disini?"tanya Altez.


"Mami kamu ngunciin papi di luar"ucap Brata kesal.


"Oo , masalah yang tadi pagi. Ngalah aja udah lagian mami kan tidur bareng Adek , Papi tidur di kamar Adek aja"suruh Altez.


"Oo iya , Kenapa gak kepikiran sama Papi ya"monolog Brata.


"Kalau gitu aku Al ke kamar duluan Pi , salamat tidur tanpa kehangatan papi"ledek Altez sembari berlari menuju kamarnya.

__ADS_1


Brata mengelus dadanya , sungguh ia sangat ternistai hari ini. untuk kedepannya ia harus bisa mengontrol emosi agar tidak bernasib seperti hari ini lagi.


Setelah sampai di kamar Aurel Brata langsung merebahkan dirinya di atas ranjang berwarna pink itu.


"Gapapa deh , sekali-kali tidur di kamar anak gadis sendiri"ucap Brata.


setelah beberapa menit merenung akhirnya Brata memasuki alam Mimpinya.


sedangkan di kediaman Lawrence Naf sedang mencak-mencak sendiri karena malam ini ia tidak bisa melihat gadisnya tertidur.


"Sial!! Kenapa pak tua itu yang tidur di kamar gadisku." Sehari saja aku tidak melihatnya hidupku merasa sangat suram"ucap Naf dengan wajah memelas.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...Beneran Doble up loh🙃🙃...


...jangan lupa tinggalin jejak kalian(:...

__ADS_1


...Salam sayang untuk para readers ku:*...


__ADS_2