
...*HAPPY READING*...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
Tiba tiba......
*brukk* Aurel terjatuh
Ardhan yang sedari tadi memperhatikan Aurel dari Rooftop langsung berlari menuju lapangan.
"Minggir!"ucap Ardhan ketika melihat Aurel akan di gendong oleh salah satu teman pria nya.
Langsung saja pria tersebut menjauh dari Aurel untuk memberi ardhan ruang agar bisa mengangkat Aurel.
Dengan sigap Ardhan segera membawa tubuh Aurel menuju UKS. Sesampai disana ia meletakkan Aurel di atas brankar dan meminta siswa yang bertugas untuk membelikan teh hangat dan juga makanan.
"Shit! gua harus kabarin Abas"gumam Ardhan sembari mengirim pesan untuk Abas melalui ponselnya.
Brakkk!!!
Terdengar suara pintu yang dibuka dengan keras ternyata Abas lah pelakunya.
"Adek gua kenapa dhan?"tanya Abas sembari menggenggam tangan Mungil Aurel.
"Pingsan , mungkin kecapean Karena ikut lari sprint."Jawab Ardhan.
"Kenapa sih kamu selalu bikin Abang jantungan?"gumam Abas sembari menciumi wajah adiknya.
"Udah, bentar lagi dia sadar kok , Lo udh kasih tau bang Al?"tanya ardhan.
"Udah , dia lagi ulangan mungkin nanti bang Al kesini"ucap Abas.
Brakkkkkkk!!!
lagi dan lagi pintu UKS di buka dengan keras dan pelakunya adalah Naf. Jangan tanya Kenapa ia bisa tau , ingat ada banyak bodyguard yang di perintahkan Naf untuk menjaga gadisnya.
"Bagaimana keadaan gadisku?"tanya Naf sembari mendekati gadisnya.
"Pingsan , btw kak Naf tau dari mana Adek gua pingsan?"tanya Abas penasaran.
"Tidak usah kepo , dari mana saya tau itu semua urusan saya"ucap Naf.
"jangan-jangan kak Naf nguntit Adek gua ya?"tanya Abas sembari memicingkan matanya menatap curiga ke arah Naf.
"Saya tidak melakukan hal bodoh seperti itu"ucap Naf.
"Terserah deh , ribet kalau ngomong sama om-om "ucap Abas.
__ADS_1
"Saya hanya beda setahun dari Abang tertua mu. Jadi berhentilah menyebut saya om-om "ucap Naf dengan wajah kesalnya.
Sedangkan Ardhan menatap jengah kepada dua orang tersebut , kenapa mereka tidak memikirkan tempat untuk ribut.
"Kalian semua keluarlah , biar saya yang menjaganya."ucap Naf.
"Ada hak apa Lo nyuruh kita keluar dari sini"ucap Ardhan.
" She is mine!!"balas Naf.
"Ingat! Lo belum ada status resmi sama Aurel jadi Lo belum berhak ngelarang siapapun buat deket sama Aurel"ucap Ardhan dengan tatapan tajamnya.
"Udah deh , kalian berdua bisa gak sih sehari aja gak ribut?"ucap Abas.
"ngaca!!"jawab Naf dan Ardhan serentak.
"Gua yakin Bentar lagi tu pintu bakal hancur"bisik Rian pada Raka.
"Bener , kita masih nunggu kedatangan satu orang lagi"ucap Raka.
"Siapa?"tanya Rian.
"Liat aja , gua hitung ya 5 4 3 -
BRakkkkk!!!
"Nah belum juga satu udah datang kan"ucap Raka ketika pintu UKS di buka dengan kasar lagi oleh Abang kedua gadis cantik itu.
"Gimana adek?"tanya Al pada Abas.
"pingsan , dan belum sadar dari tadi"Balas Abas.
"Tenang , dia cuma kecapean bentar lagi juga Sadar" ucap ardhan.
"Hm"ucap Al Sembari duduk di samping brankar adiknya.
"Ugghhh"
kegiatan mereka tadi terhenti setelah mendengar suara dari mulut Aurel yang bertanda gadis cantik itu telah sadar.
Al dan Abas langsung mendekati Adiknya , Naf dan Ardhan masih setia duduk di sofa tapi pandangan mereka tetap tertuju kepada Aurel.
"Adek gapapa? apa ada yang sakit?"tanya Al.
Aurel membalas dengan gelengan kepalanya. Sebenarnya Aurel merasakan kepalanya berdenyut Sangat kuat tapi ia berusaha menahan Karena tak ingin para abanganya khawatir.
Cklek...
Pintu Uks kembali terbuka menampakkan seorang siswi dengan membawa nampan makanan di kedua tangannya.
"Kak ini makanan untuk Aurel."ucap siswi itu.
"hm, terimakasih"balas Ardhan sembari mengambil makanan tersebut.
Setelah makanan itu berpindah tempat , siswi tersebut langsung meninggalkan UKS dan kembali ke kelasnya.
"Rel , makan dulu ya aku juga bawa teh hangat buat kamu"ucap Ardhan.
wajah Naf langsung masam melihat Ardhan sok perhatian kepada gadisnya.
"Maaf ya , adek bikin kalian semua jadi repot"ucap Aurel.
"Nanti aja minta maafnya mendingan Adek minum dulu trus habisin makannya"ucap Al sembari merebut nampan yang berada di tangan Ardhan.
Naf mendekati gadis Cantik itu ketika Aurel telah selesai menghabiskan makanannya.
__ADS_1
"Kita pulang ya , wajah kamu pucet banget"ucap Naf.
"Tapi , habis ini masih ada pelajaran aku gak mau bolos Naf"balas Aurel.
"Bener kata Naf dek , mendingan kamu pulang aja ya nanti Abang izinin sama guru kamu"ucap Al.
jika sudah para abangnya yang menyuruh mau tak mau Aurel harus menyetujuinya.
"Iya"balas Aurel singkat.
"Yasudah , kalian semua balik ke kelas aja , biar saya yang akan mengantarkan Aurel pulang."ucap Naf.
"Tapi gu-"
"Gak ada bantahan semuanya balik kelas , dan buat Lo tolong antar adik gua dan Jangan sampai lecet sedikitpun."ucap Al yang baru saja memotong ucapan Ardhan.
"Ayok sayang kita pulang"ucap Naf sembari merentangkan kedua tangannya agar Aurel masuk kedalam gendongan.
"Aku jalan aja"ucap Aurel tak enak hati.
"No baby , kamu lagi sakit. Gendong aja ya"bujuk Naf lagi.
"hmm...iyaa"ucap Aurel.
Dengan segera Naf membawa Aurel ke dalam gendongannya , dan meletakkan kepala Aurel di lekukan lehernya.
"Seharusnya gua yang kayak gitu"batin Naf kesal Sembari mengepal kuat tangannya menahan amarah.
Di perjalanan menuju parkiran banyak murid yang berbisik tentang laki-laki yang menggendong tubuh Aurel.
"siapa sih?"
"ganteng banget Anjirr"
"Enak bener si Aurel , kan gua juga Mau di gendong kaya gitu"
"wajahnya gak asing"
"Gua pernah liat tu laki di tv deh"
"aaaa so sweet bangettt"
Sedangkan si empu yang di bicarakan hanya menampilkan wajah datarnya. sungguh jika bukan karena gadisnya ia juga tak ingin datang kesini.
Sesampai di parkiran Naf langsung mendudukkan Aurel dengan hati-hati. Setelah itu ia segera memasuki mobil lalu menjalankan mobil tersebut.
Setelah melihat Aurel dan Naf makin menjauh mereka semua kembali ke kelas masing-masing.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
__ADS_1
...jangan bosen nungguin aku up , sumpah aku buntu banget sekarang , mikirin part selanjutnya aku butuh banyak waktu buat mikir😌😌😌 pantengin cerita aku sampai end ya.....
...Btw kalian mau happy atau sad ending?🤔...