Possesive Brothers

Possesive Brothers
part4


__ADS_3

      Mansion keluarga Maverick saat ini benar-benar sepi seperti tak ada Kehidupan, hanya beberapa Maid dan pengawal yang berlalu lalang untuk menjalankan tugas mereka.


     Jika kalian bertanya dimana keluarga Maverick berada,mereka semua pergi untuk menjernihkan pikiran mereka masing-masing.


    Aldrick pergi ke Italia untuk menjernihkan pikirannya dari bayang-bayang kenangan sang adik yang diculik, Aldrick pergi dengan alasan untuk mengurus cabang perusahaan mereka yang bermasalah disana, padahal tidak ada masalah pada perusahaan itu sama sekali.


    Sedangkan Damian, setelah kejadian dimana ia tak sengaja di tabrak oleh seorang gadis mungil dapat membuat pikirannya melayang, Ia memutuskan pergi ke London mengistirahatkan jiwa dan akal pikirannya.


     Beda dengan Aldrick dan Damian yang pergi ke negara orang, Elard memutuskan tetap tinggal di negaranya bersama kedua orang tua nya, hanya saja ia memutuskan untuk tinggal di sebuah apartemen mewah.


    Tinggallah Darel dan Daren bersama kedua orang tuanya di Mansion tersebut. mengapa Darel dan Daren tidak pergi...?


 


Ya mereka tidak ingin melihat kesedihan di raut wajah ibu mereka, cukup kakak-kakaknya saja yang pergi.


     


    Namun apa daya, kini ibu mereka, Farah sedang berada di rumah sakit karena pingsan. Adam yang mendengar kabar istri nya pingsan segera bergegas  menuju rumah sakit dan menyerahkan pekerjaannya kepada orang kepercayaannya.


    Saat berada di dalam mobil menuju rumah sakit, Adam sempat menelpon Aldrik, Damian, dan Elard namun tak diangkat ketiganya, karena tak diangkat Adam mengirim pesan kepada ketiga putranya itu.


Ibu kalian masuk rumah sakit


🏥


      Setelah beberapa menit, Akhirnya Adam sampai di rumah sakit dan segera menuju keruangan istri nya.


    Sesampainya di kamar rawat sang istri, Farah terlihat pucat dan tertidur karena di beri obat bius oleh Dokter.

__ADS_1


"Istri Anda terlalu kelelahan dan depresi, hal itu yang membuat istri Anda pingsan, dan saya sarankan jangan membuat Nyonya banyak pikiran karena dapat mempengaruhi kesehatan Nyonya, dan saya sudah memberikan bius kepada Nyonya agar Nyonya tidur lebih nyenyak dan dapat mengistirahatkan tubuhnya,mungkin 2 jam kedepan Nyonya akan terbangun Tuan" ujar Dokter.


   Mendengar ucapan sang Dokter, Adam hanya menghela  napas pelan seraya mengangguk, setelah sekian lama berbincang, sang Dokter pergi dari ruangan tersebut, Dan tinggallah Adam dan sang istri, Farah yang terbaring pucat, sebelum menuju ke rumah sakit ini, saat di perjalanan Adam  sempat menelpon Darel dan Daren bahwa Mama Mereka masuk rumah sakit. Mendengar itu Darel dan Daren panik dan segera menuju rumah sakit.


 


       Dan tak lupa Adam menelpon pengawal kepercayaannya untuk menjaga rumah mereka sekaligus Adam meminta salinan Cctv untuk melihat penyebab mengapa istri nya pingsan.


      Alangkah terkejutnya Adam saat melihat salinan Cctv tersebut, Ia melihat istrinya, Farah sedang berada di kamar putri mereka yang sudah hilang, walaupun kamar itu tak pernah di tempati sang putri,Farah tetap merawat kamar putri nya dan setiap tahunnya menganti perabotan yang ada di kamar tersebut karena Farah yakin bahwa sang putri masih hidup. Adam melihat Farah sedang menatap poto-poto putri mereka di album poto, sambil menangis seunggukan namun saat ingin menyimpan kembali album poto tersebut Farah terjatuh dan pingsan  dan saat itu juga pengawal kepercayaannya membawa  Farah kerumah sakit.


      Melihat salinan Cctv yang dilakukan sang istri, membuat hati Adam tercubit, Adam berusaha menahan air matanya agar tidak menetes saat Itu juga. Ia merasa gagal sebagai Ayah untuk menjaga Putrinya, Putri tercintanya yang selama ini Ia nantikan kehadirannya.


  


      Adam mengecup lembut kening sang Istri dan mengenggam lembut tangan sang istri.


Tok


Tok


 


     Suara ketukan pintu kamar rawat  Farah terbuka dan tampaklah Jerry,  Orang kepercayaannya yang sangat di percaya oleh Adam.


    Jerry masuk kedalam ruangan dan membungkuk hormat pada Adam yang tetap mengenggam tangan lembut Farah.


    "Ada apa Jerry?" tanya Adam tanpa mengalihkan pandangannya dari Farah.


   Jerry yang tau bahwa Adam tidak suka basa basi langsung To the Point.

__ADS_1


  "Saya sudah menemukan keberadaan putri anda Tuan" Lugas Jerry menatap datar Adam.


  Ya,Jerry adalah orang kepercayaan Adam yang datar, tapi walaupun datar Jerry Adalah orang yang sopan dan semua keluarga Maverick tau bahwa memang begitu lah Seorang Jerry.


     Mendengar ucpan Jerry, Adam sangat terkejut dan melepas pelan genggamannya pada tangan Farah dan berdiri menuju balkon kamar rawat istrinya, Jerry pun mengikuti Adam dan tepat berada di belakang Adam.


    "Jelaskan" perintah Adam to the point.


"Putri anda masih hidup Tuan, Ia tinggal di  northwell bersama keluarga kecil yang merawatnya, Putri anda di rawat dengan baik disana Tuan, dan mengenai pelayan  yang menculik putri ada sudah meninggal Tuan" jelas Jerry datar.


      Mendengar ucapan Jerry, membuat hati Adam amat teramat bahagia, setidaknya putrinya masih hidup  walaupun bukan bersama dengan keluarga kandungnya.


'Papa akan membawamu pulang sayang' tekad  Adam dalam hati


Adam  membalikkan badan dan langsung berhadapan dengan Jerry.


"Siapakan keberangkatanku untuk menjemput putriku" perintah Adam sembari menatap lekat mata Jerry.


"Baik tu...


" kami ikut" potong seorang dari balik sekat kamar rawat Farah.


"Darel...Daren"  gumam Adam menatap kedua putranya itu.


"Kami ikut Pa untuk menjemput adik kami" sambung Darel kepada sang Ayah.


"Jangan bilang kalian..." gantung Adam menatap lekat Darel dan Daren.


"Ya...kami mendengar...semuanya" sambung Daren datar.

__ADS_1


__ADS_2