Possesive Brothers

Possesive Brothers
__56__


__ADS_3

...HAPPY READING...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


"Mami , ayok kita pulang Adek gak Betah disini"


Ceysa yang sudah paham dengan tingkah putrinya hanya bisa tersenyum manis Sembari mengelus dadanya.


Semua rengekan itu berhenti setelah obat yang ia minum telah bekerja pada tubuhnya.


Brata yang sedari tadi memperhatikan kelakuan putrinya hanya bisa diam , jika ia menyela maka Aurel akan mendiamkan dirinya.


"Istirahat lah , kau pasti lelah sayang"ucap Brata.


"Nanti saja , lagian aku tidak terlalu lelah Karena lelahku sudah tergantikan dengan kebahagiaan putri kecilku"ucap Ceysa yang sedari tadi memandang Aurel.


"Aku tau , karena aku juga merasakannya. Melihat dia ceria lagi rasa lelahku tiba-tiba menghilang ya walaupun sekarang ia lebih bawel dari biasanya"ucap Brata dengan kekehannya.


"Kau benar sayang , tapi aku sangat suka kebawelannya"balas Ceysa


"Kenapa anak-anak belum datang?"tanya Brata.


"Tadi Altez mengabari ku jika hari ini ia akan latihan futsal bersama Rei dan Abas juga harus latihan basket"jawab Ceysa.


" kerena aku semua putra kita menyukai olahraga yang berhubungan dengan bola juga"ucap Brata percaya diri.


"Benarkah? bukannya aku ya? kau saja kalah jika tanding basket bersamaku dulu"balas Ceysa meledek.


"Aku hanya mengalah bukan kalah"ucap Brata mengelak


"Hmm , sepertinya tidak begitu pasti Karena aku terlalu mempesona jadi kau gagal fokus"ucap Ceysa.


"Ya ya ya baiklah , istriku memang sangat mempesona dan tidak ada tandingannya."ucap Brata Sembari memeluk erat tubuh istrinya.


Jika kalian beranggapan Brata dan Ceysa di jodohkan semua itu salah besar! Semasa SMA Brata lah yang sangat tergila-gila pada Ceysa selalu menempeli Ceysa kemana pun Ceysa pergi. Dimana ada Ceysa disitu pasti ada Brata walau Ceysa selalu menolak dirinya ia tak pernah menyerah sekalipun.Puncaknya ketika mereka berdua tamat kuliah Brata langsung melamar Ceysa tanpa sepengetahuan Ceysa sendiri. Di awal Ceysa sempat menolak akhirnya ia menerima juga dan bahkan sekarang Mereka telah memiliki 3 putra tampan dari satu putri yang sangat cantik.


Back to topic!!


Cklek


Terlihat Naf baru saja memasuki ruangan Aurel dengan keranjang buah dan bungkus makanan di kedua tangannya.


"Wahhh , calon mantuku sudah datang"ucap Brata sembari menghampiri Naf dan langsung mengambil tentengan yang dibawa oleh Naf.


"Ku kira papi menghampiri ku untuk menyuruh ku duduk , ternyata hanya mengambil makanan"ucap Naf dengan wajah masam.

__ADS_1


"Papi menolong mu , kau terlihat kesusahan membawanya"Balas Brata.


"Hmm , aku percaya"ucap Naf sembari mendudukkan dirinya di samping Aurel dan berhadapan langsung dengan Ceysa


Terlintas ide jahil di otak Naf untuk mengerjai Brata melalui Ceysa.


"Mi , sekarang aku tau kenapa Aurel bisa secantik ini"ucap Naf.


"Kenapa?"tanya Ceysa penasaran.


"Karena mami juga cantik , bahkan sangat cantik"jawab Naf.


Pipi Ceysa merona mendengar pujian dari calon mantunya itu.


Sedangkan Brata yang tengah menikmati makanan tersedak mendengar ucapan Naf apalagi ia melihat pipi istrinya merona.


Ahh sial!! hanya dirinya lah yang boleh membuat Ceysa merona.


langsung saja Brata berdiri dan menghampiri kedua orag itu.


"Kenapa kau merayu istriku?"tanya Brata dengan delikan matanya.


"Siapa yang merayu? aku hanya mengungkapkan kebenaran saja"balas Naf santai.


"Alasan mu saja! awas sana jangan duduk di depan istriku"ucap Brata.


Ceysa sangat kesal melihat ke cemburuan yang tidak masuk akal dari suaminya ini. Ceysa bangkit dari duduknya dan membawa Brata duduk ke sofa.


"Sudahlah sayang , apa aku tidak malu ? kenapa kau secemburu ini?"tanya Ceysa jengah.


"Itu karena aku sangat mencintaimu sayang. Tidak ada yang boleh merayu dirimu selain aku!dan tidak ada yang boleh membuat mu merona Selain diriku ini"ucap Brata.


"Bilang saja kau iri"ucap Brata


"Aku tidak akan iri dengan pak tua seperti mu"balas Naf.


"Baiklah , aku tidak jadi merestui mu dengan Putriku"balas Brata tak mau kalah.


"Diam! kenapa kalian berdua bertingkah seperti anak kecil? jika masih ingin ribut lebih baik kalian berdua keluar dari ruangan ini!"ucap Ceysa dingin.


suasana terasa tegang , kedua pria itu menutup mulutnya rapat-rapat.Takut jika berucap lagi Ceysa akan lebih marah.


Al Abas dan Rei yang baru Saja datang langsung mematung Karena keheningan terjadi diruang adiknya. Dengan perlahan mereka duduk di sofa tanpa bersuara sedikit pun.


Abas yang duduk disebelah papinya menyenggol tubuh Brata untuk meminta penjelasan.


Brata yang mengerti jika putranya penasaran ia menjawab dengan berbisik. Abas menganggukkan kepalanya mengerti , ternyata maminya dalam mode senggol bacok!!


"Kenapa bisik-bisik?"tanya Ceysa dengan lirikan matanya.


"Gak bisik-bisik kok mi hehehe"balas Brata dengan cengiranya.


ugghhh Mamiiiii....


Ceysa bangkit dari duduknya ketika Aurel memanggil dirinya.


dalam hati para pria itu sangat berterima kasih pada Aurel Karena bangun di waktu yang sangat tepat.

__ADS_1


"Anak mami udah bangun , kenapa sayang? butuh sesuatu?"tanya Ceysa.


"Adek mau nonton film Disney mi"ucap Aurel.


"Nih nonton pake hp mami aja"ucap Ceysa sembari memberikan ponselnya.


"Gak mau , adek mau pakai hp bang Farez"ujar Aurel.


"Tapi bang Fares masih di kantor sayang , pakai hp mami aja ya"ucap ucap Ceysa.


"Kalau gak pakai hp aku aja baby"ucap Naf menimpali.


Aurel melirik Naf sekilas lalu melihat maminya lagi dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"hiksss.... hiksss... Adek maunya pakai hp bang Farez... hiksss Adek mau hpnya bang Farez..... hikssss..."ujar Aurel dengan tangis yang lama-kelamaan makin keras


cup cup cup udah ya , jangan nangis kita telpon bang Farez sekarang"Ucap Ceysa sembari membawa Aurel kedalam pelukannya.


Ceysa melirik Altez untuk segera menghubungi Farez agar cepat menuju rumah sakit.


15 menit menunggu akhirnya Farez datang dan langsung menghampiri adiknya yang berada dalam pelukan Ceysa.


"Kayaknya ada yang kangen sama Abang"ucap Farez.


Aurel yang mendengar suara Farez Langsung melepaskan dirinya dari dalam pelukan Ceysa.


"abanggggggg"ucap Aurel sembari merentangkan tangannya minta dipeluk.


Farez memeluk Aurel dengan erat sambil memberi kecupan-kecupan di puncak kepala Aurel.


"Nih sayang hpnya mainin aja sepuas kamu"ucap Farez.


"Adek gak main kok , Adek cuma mau nonton film Disney aja"ucap Aurel dengan cengiranya.


Tentu saja terlihat menggemaskan di semua mata orang yang melihatnya.


"Adik siapa sih? kok gemesin banget"ucap Farez sambil mencubit pelan pipi Aurel.


"Jangan cubit-cubit nanti pipi Adek tambah melar"omel Aurel.


"Gapapa , makin melar makin cantik"balas Farez sambil menciumi seluruh wajah Adiknya


Naf yang berada di depan mereka menampilkan wajah iri nya , tapi mau bagaimana lagi Aurel belum seutuhnya menjadi miliknya. Jadi ia harus bisa bersabar sampai hari itu datang.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......

__ADS_1


...jadi pengen punya abang kayak Farez:) abang gua galak semua:')) malah curhat wkkwkwk...


...Jangan lupa like , vote dan komennya readers ku tersayang... salam sayang buat kalian semua:*...


__ADS_2