Possesive Brothers

Possesive Brothers
__82__


__ADS_3

...* HAPPY READING *...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


setelah mendengar penjelasan dari dokter, dan menunggu resep untuk obat pulang akhirnya Aurel dan keluarga serta Naf kembali ke mansion keluarga Nelson, Aurel pun hanya terdiam semenjak penjelasan dari dokter Pinka, ia tidak tau apa yang harus ia lakukan, pikiran nya sedang tidak beres saat ini, antara penyakitnya dan orang yang sedang meneror dirinya, sesampai nya di rumah,,


"baby, kamu istirahat saja ya untuk seminggu ini, surat sakit dari Dokter kan sudah ada, aku gamau ku makin drop yaa" ujar Naf pelan sambil menatap dalam mata Aurel seakan ia tau ada banyak hal yang di khawatir kan Aurel Saat ini


"gapapa Naf, besok Aurel sekolah aja, Gausah khawatir yaa" balas Aurel pelan


" engga Adek, nurut dulu kata kami yaa, kamu harus istirahat,ingat kata dokter Pinka tadi kamu ga boleh kecapean sayang" Timpal Abas yang saat ini sangat khawatir dengan kondisi Aurel


"kamu Gausah mikirin sekolah dulu, yang penting kesehatan kamu harus di jaga, kami gamau kamu drop lagi kaya gini, masalah sekolah dan pelajaran kamu, Abang, Rei, sama Abas nanti yang lapor ke wali kelas mu sekalian antar surat sakit kamu yaa" jelas Al pada adik kesayangannya itu


"tapi bang-" balas Aurel cepat


"engga ada kata tapi-tapi ya dek, Abang sengaja ga masuk kantor demi kamu hari ini, Naf juga gitu, masalah sekolah gampang kamu bisa homeschooling nanti kalau kondisi kamu memungkinkan, jangan bikin kami khawatir dek, please nurut yah?" balas Farez seakan tidak mau dibantah lagi


"bener sayang kata abang-abang mu, kamu dirumah dulu aja yaa nak, oke sayang?" ujar Brata menengahi pembicaraan ini


"iyaa Pi" jawab Aurel singkat


"yu sayang mami antar ke kamar, makan sedikit, habis itu kita minum obat yaa" bujuk Ceysa pada anaknya itu


setelah Aurel dan Ceysa naik keatas menuju kamar Aurel, dan Ratih juga segera ke dapur memberi tahu pada para maid untuk menyiapkan makan Aurel, dan segera memerintah kan untuk membuat minuman untuk para lelaki di ruang tamu yang saat ini tampak berpikir keras,,,,,


"Pi saya akan meminta rumah sakit tempat El dan dokter Pinka bekerja untuk memberikan fasilitas terbaik yang mereka punya demi kesembuhan Aurel, dan juga saya akan mencari guru homeschooling buat Aurel belajar dirumah agar ia tidak ketinggalan pelajaran nya di sekolah" ucap Naf pada Brata dengan sungguh-sungguh


"terimakasih banyak Naf atas bantuan mu, kita harus saling bahu-membahu demi kesembuhan Aurel" jelas Brata yang saat ini tampak masih mengkhawatirkan kondisi Aurel


"eh masalah di rumah sakit tadi belum selesai bas, Lo gimana si, jaga Aurel aja ga bisa, Lo beneran Gatau Aurel mimisan atau Lo menyembunyikan ini dari kita?" tanya Al Dingin

__ADS_1


"gua beneran Gatau bang, sumpah, waktu Aurel gua tinggal sendirian gua lagi beli minuman buat kita berdua, dan pas gua balik Aurel kaya biasa aja, gada yang salah bang" jawab Abas jujur


"seharusnya kamu yang hampir tiap hari sama Aurel , kamu paham dan ngerti kondisi dia, tapi nyata nya engga" timpa Farez kecewa


"ya aku juga Gatau, kenapa pada nyalahin abas si, abas beneran emang Gatau sumpah" jawab Abas yang tidak mau disalahkan gara-gara hal ini


"sudah kalian jangan bertengkar, sekarang kita sudah tau kondisi Aurel, jadi sekarang saling membantu saja ya demi mempercepat kesembuhan Aurel , jangan saling menyalahkan lagi" ucap Bram yang menengahi perdebatan tersebut


"tau yah, main nyalahin aku aja mereka yah, aku kan juga Gatau yah" jawab Abas mengadu


" Gausah lebay lu" balas Al


"sudahlah Al jangan dimulai lagi" jawab Naf menengahi


"Pi, yah, semuanya saya balik dulu ya, ada kerjaan lain yang harus saya selesaikan, titip salam buat Aurel ya" jawab Naf sambil berpamitan dengan Brata,Bram, Farez,Rei,Al,dan Abas


"loh Naf mau kemana? ini minuman nya loh " ujar Ratih yang muncul dari dalam dapur


"gapapa bunda, saya masih ada kerjaan yang harus diselesaikan" jawab Naf


"diminum dulu yah minuman nya?" pinta Ratih pada Naf


"baik bunda" jawab Naf yang tidak enak hati menolak permintaan Ratih.


...*****...


"kamu kuat sayang, kita sama-sama yaa jalani ini, kamu ga sendirian sayang" ucap Ceysa sembari membelai lembut rambut Aurel


hati ibu mana yang tidak hancur mendengar berita bahwa anak nya sakit yang sangat bisa mengancam nyawa anaknya,,,


"mami temani Aurel sampai tidur dulu ya baru keluar, Aurel pengen meluk mami" rengek Aurel manja


"iya sayang mami disini ko" jawab Ceysa sembari mengeratkan pelukan nya


*ceklek* pintu kamar Aurel terbuka menampakkan sosok lelaki kuat yang sudah menemani hampir setengah hidup Ceysa yang saat ini nampak sangat takut dan khawatir sama dengan dirinya,,,


"gimana keadaan Aurel sayang?" tanya Brata sambil duduk di tempat tidur Aurel


"jauh lebih tenang mas" jawab Ceysa pelan sambil memperhatikan wajah Aurel


"yang kuat ya mi, kita pasti bisa jalanin ini ya, Aurel anak kuat ia pasti bisa melawan penyakitnya, dan kita juga harus kuat demi kesembuhan Aurel" ujar Brata pelan yang tanpa disadari matanya mulai berkaca-kaca


"Pi aku gamau Aurel kenapa-kenapa, aku takut Pi" balas Ceysa sambil meredam tangis nya

__ADS_1


"shut shuttt sayang, kita pasti bisa yaa, jangan takut, aku bakalan ada buat kamu, jangan khawatir kita bisa jalanin ini ya sama-sama" ujar Brata sambil memeluk istrinya tersebut


"tapi pi-"balas Ceysa lagi


"sudah yaa, kita turun buat makan kita harus kuat buat Aurel, jangan menangis lagi sayang, nanti bisa membuat aurel terbangun" balas Brata cepat sembari berdiri dan mereka pun kemudian berjalan untuk turun ke bawah


tanpa disadari oleh Ceysa dan Brata , Aurel diam-diam belum sepenuhnya tertidur ia masih bisa mendengar keluhan dan ketakutan dari orang tua yang sangat ia sayangi, lalu tiba-tiba,,,


*prang* jendela kamar Aurel di lempar batu yang cukup besar


" astaga apa lagi ini" ucap Aurel sambil bangun dari tidur nya dan berjalan ke arah jendela


tanpa sengaja Aurel pun melihat ada kertas yang terbungkus dengan karet di batu tersebut dan kembali ia menemukan kertas yang berisikan tinta merah sama seperti sebelumnya , Aurel pun langsung terduduk dan segera membaca tulisan tersebut sebelum keluarga nya mengetahui nya,,,,


"ya Tuhan apa lagi ini" jawab Ceysa panik setelah mendengar bunyi kaca yang di lempar cukup keras


"Adek , awas dari sana, jangan kesana nanti kamu terluka" sanggah Abas yang langsung menggendong Aurel menjauh dari pecahan kaca tersebut


badan Aurel kaku, bibirnya pucat, tubuhnya langsung menggigil dan berkeringat dingin, Al pun langsung memberi minum pada Aurel, dan Farez segera menyelimuti tubuh adiknya itu, sementara Rei segera memanggil para maid untuk membersihkan kaca yang berserakan tersebut,,


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...Sayang banget sama readers yang menghargai kerja keras author 😌😌 , cuma like vote dan komen kok ,itu semua sangat berarti buat aku:')...

__ADS_1


...Jadi jangan lupa tinggalin jejak kalian yaa ,...


...sayang kalian banyak banyak πŸ€—...


__ADS_2