
...HAPPY READING:)...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
Naf marah! ia tidak menyangka jika bocah di depannya inilah yang memberi ia Bogeman yang cukup kuat , sedangkan Ardhan menatap tajam kearahnya ia benar-benar tidak mengerti siapa prianya itu?
Sebagian murid Melihat mereka dengan cemas , siapa yang tidak cemas melihat putri keluarga Nelson sedang terluka bisa-bisa sekolah ini di hancurkan oleh keluarga Nelson.
Baru saja Naf ingin membawa Aurel, Naf di kejutkan dengan tinjuan keras lagi yang dilayangkan tepat pada pipinya secara tiba-tiba.
"Pergi lo, jangan sentuh cewek gue!" ucapnya dengan nada yang tak main-main.
Naf yang tidak bisa menahan emosinya langsung membalas dengan pukulan yang tak kalah kuat dari pukulan Ardhan.
"Aurel gadisku , bukan gadismu!! Pergi dari hadapan ku!!"bentak Naf.
"Lo orang asing yang tiba-tiba datang jangan ngaku-ngaku deh"ucap Ardan.
"Kamu yang orang asing saya sudah lama mengenal gadis ini"balas Naf.
__ADS_1
"Alah , jangan bacot!! lepasin cewek gue!!
"Dia milik saya! bukan milik kamu!!"bentak Naf.
suasana menjadi hening , sungguh mereka takut apa yang selanjutnya yang akan terjadi.
"Ada apa sih?" tanya Raka menatap bingung keadaan sekitar.
"Siapa tu yang pake hitam-hitam? tanya Raka.
"Gak tau , liatin aja"ucap Rian.
"Trus itu siapa yang pingsan?"tanya Raka.
"Aurel"jawab Abas yang masih bengong.
"Lo kan Abangnya kenapa Lo gak bawa Aurel ke rumah sakit? Lo gak liat Adek Lo udah pingsan gitu?"tanya Raka dengan menggebu-gebu.
"Lah iya , kenapa gak gua aja yang bawa Aurel pergi , ya ampun bego banget gua kalau bang Altez tau bisa kena bogem gua"ujar Abas
Sedetik kemudian Abas berlari menuju adiknya yang masih terbaring di lapangan dalam keadaan pingsan. Sungguh ia merasa Abang paling bodoh karena membiarkan Adik tersayangnya dalam keadaan tidak baik-baik saja.
Tapi ternyata sudah terlambat karena Altez sudah lebih dulu berada di samping Aurel dengan mata yang menatap tajam mereka semua karena telah mengabaikan adiknya.
Altez mengangkat badan Aurel lalu menggendongnya ala bridal style, ia sangat cemas mendengar kabar dari orang jika adiknya terluka , sungguh bodoh sekali orang-orang yang menjaga adiknya kenapa mereka bisa sampai lalai dengan tugas sungguh Altez sangat marah.
"Sial!! gua bakal di eksekusi kayaknya," batin Abas.
Abas berjalan ke arah temannya ,
"Teman , jikalau aku tidak mengabari kalian hari ini ataupun besok , datanglah kerumah dengan memakai pakaian serba hitam"ucap Abas.
__ADS_1
"Kenapa? mau mati Lo?"Tanya Rian.
"sepertinya , maafkan daku , daku pergi sekarang"ucap Abas sendu sembari meninggalkan teman-temannya.
"Napa tu bocah?"tanya Rian pada Raka.
"Lo gak liat , gimana mata bang Altez ngeliat Abas tadi?"tanya Raka.
"Gimana emangnya?"tanya Rian.
"Intinya tatapan bang Altez tadi mengisyaratkan kalau hari ini adalah hari terakhir Abas hidup di dunia ini"ucap Raka.
"Maksud Lo bang Altez mau bunuh Abas?"tanya Rian Lola.
"Maybe"Jawab Raka lalu meninggalkan Rian yang sedang berpikir seperti orang bodoh.
"Au ah , ngomong gak jelas banget udah tau otak gua gak nyampe masih aja disuruh mikir"gumam Rian lalu mengikuti Raka menuju rumah sakit.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
Lanjut gak nih?๐๐
__ADS_1
jangan lupa like dan komen ya:)