Possesive Brothers

Possesive Brothers
__24__


__ADS_3

jam sudah menunjukkan pukul 2 siang bertanda sudah waktunya sekolah di bubarkan.


Semua murid sudah keluar dari kelas masing-masing tapi tidak dengan kelas Aurel.


Ibu Wati masih saja berceloteh menjelaskan tentang materi pelajaran nya.


Walaupun tak sedikit murid tidak menghiraukan celotehan guru tersebut.


"Buk , kita semua bakal nginep di sekolah ya?"tanya Rafa keras yang Sudah jengah dengan situasi seperti ini.


"Kenapa ? ini jam pelajaran dan kamu sudah membahas tentang tidur"jawab buk Wati.


"Ini udah waktunya pulang buk , dari tadi udah bel"ucap Qila ikut menimpali percakapan tersebut.


Sedangkan Aurel hanya bisa geleng-geleng melihat keberanian Qila dan Rafa.


"Benarkah? saya tidak mendengar apapun"ujar buk Wati santai.


"Telinga ibu sakit kali , kalau ibu gak percaya mending ibu cek jam aja"ucap Qila.


Dengan segera ibu Wati mengecek jam yang ada pada ponselnya.


"Maaf semuanya , ibu terlalu asik jadi tidak menyadari kalau ini sudah jam pulang , baik semuanya rapikan peralatan kalian dan boleh pulang"ucap buk Wati lalu pergi meninggalkan kelas.


"Udah dia yang bikin kita telat pulang ,eh malah dia duluan yang keluar"ucap Rafa dengan wajah masamnya.


"Udah , Rafa gak boleh gitu"ucap Aurel menyudahi dumelan dari mulut Rafa.


"Rel buruan keluar , abang-abang Lo udah pada nungguin tuh"ucap Qila sembari Melihat ke arah pintu.


"Kalau gitu , aku duluan ya"ucap Aurel sembari berusaha berdiri dan mulai berjalan dengan tertatih-tatih.


Abas yang melihat kembarannya berjalan sembari meringis lalu menghampiri Aurel dan langsung menggendongnya koala.


"Udah tau sakit , masih aja di paksa"ucap Abas.


"Abis Abang cuma liatin doang , harusnya samperin Aurel trus tolongin"ucap Aurel mengepotkan bibirnya.


"Iya- iya maafin Abang ya"ucap Abas.

__ADS_1


sedangkan Altez dan yang lainnya hanya diam melihat pertengkaran anak kembar tersebut.


"Abang , kita jadi beli kinder joy kan?"tanya Aurel pada Altez yang tepat di sebelahnya.


"Jadi kok , tapi belinya nanti jangan banyak-banyak ya"ujar Altez.


"Kenapa gak boleh banyak?"tanya Aurel.


"Kamu mau di marahin bang Farez?"Jawab Altez.


Dengan segera Aurel menggelengkan kepalanya cepat , iya sangat takut jika melihat Farez marah. Diantara abang-abangnya Farez lah yang sangat berbahaya jika marah.


"kalau gitu ikutin aja kata-kata Abang tadi ya "ucap Altez.


Aurel mengangguk kan kepalanya untuk mengiyakan.


Sesampai di parkiran mereka langsung menaiki kendaraan masing-masing.


Beberapa menit kemudian akhirnya mereka semua sampai di mall dan langsung memarkirkan kendaraan masing-masing lalu masuk kedalam mall.


"Mau langsung beli kinderjoy aja?"tanya Altez pada Aurel.


"Kalo habis nanti Abang beliin langsung dari pabriknya kalau perlu pabrik nya Abang beli juga",ucap Abas sombong.


"Helehhh , gaya lu bas jajan aja masih minta bokap lu"ucap Rian.


"Dasar netizen julit"ucap Abas lalu menggendong Aurel ketempat stand kinderjoy.


Sesampai di stand kinderjoy Aurel langsung mengambil dengan semangat , begitu juga dengan eskrim , bahkan ia tidak menghiraukan orang-orang yang berada di sekitar memandang gemas dirinya.


"Udah semua kan? kita langsung pulang aja ya tadi mami udah nelponin Abang"ucap Altez.


"Iya bang , Aurel juga mau cepet-cepet sampe rumah buat makan ini"ucap Aurel sembari menatap barang belanjaannya dengan mata berbinar.


"Kalian langsung pulang atau gimana?"tanya Altez pada temannya dan juga teman adiknya.


"Gua masih mau nyari persenan nyokap gua dulu , gak tau sama yang lain"ucap Javas.


"Gua juga langsung pulang aja bang"ucap Rian pada Altez.

__ADS_1


"Gua nemenin Rian aja"timpal Raka.


"Yaudah , kalau gitu gua sama adik-adik gua duluan yaa"ucap Altez sembari keluar dari dalam mall menuju parkiran.


Di perjalanan suana hening Karena Aurel sudah terlelap dalam pangkuan Abas , Sedangkan Altez fokus untuk menyetir.


Perjalanan terhitung sangat lama karena mereka pulang bertepatan dengan jam pulang kerja. Macet , itulah penyebab utamanya.


akhirnya merekapun telah sampai di depan mansion. dengan berhati-hati Abas berusaha keluar dari mobil karena masih ada Aurel dalam gendongannya.


sesampai di depan pintu para bodyguard membukakan pintu untuk tuannya.


"Aurel kenapa bas?"tanya Ceysa terlihat panik melihat putrinya berada dalam gendongan Abas.


"Cuma ketiduran mi , Abas nganterin Aurel ke kamar dulu ya mi"ucap Abas.


"Syukurlah , mami kira ada apa-apa. Yasudah kamu langsung bawa Aurel ke kamar ya"ujar Ceysa.


"Iya mi"lalu Abas langsung menuju kamar Aurel di lantai 2.


Sesampai di kamar Abas membaringkan Aurel di atas tempat tidur Dengan hati-hati , takut-takut tidur Aurel terganggu.


"Selamat tidur Princess"ucap Abas sembari mengecup kedua pipi dan kening Aurel.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...Mau up dua hari ini , ini semua khusus buat pembaca setia keluarga Nelson:)...

__ADS_1


...jangan lupa like , vote dan komennya readers ku tersayang:*...


__ADS_2