
...*happy reading*...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
tak terasa hari telah menunjukkan pukul 10.00 malam, Aurel masih terlelap nyenyak di kamarnya meringkuk seperti bayi mungil yang mencari kehangatan di dingin nya malam, bahkan suara ribut-ribut dari keluarga nya di lantai bawah pun tak dihiraukan nya, Aurel merasa sangat lelah dan ingin menyelam lebih jauh lagi tenggelam di alam mimpinya,,,,
"Pi ini gabisa dibiarkan Pi, Ardhan yang membawa pulang Aurel dalam keadaan pakaian nya sudah basah karena hujan, dan papi masih membiarkan Naf untuk mendekati Aurel? " ujar Farez kesal
"ini gabisa dibiarin Pi, Naf itu bahaya, dan kehadiran Naf dalam hidup Aurel akan lebih membahayakan Aurel Pi, kita ga bisa menyerahkan Aurel begitu saja ke Naf, dari hal sederhana ini saja dia tidak bisa bertanggung jawab pada Aurel" timpa Abas yang kesal mendengar cerita Farez
"sabar Farez, Abas, kita kan belum dengar cerita Aurel dan juga Naf, kenapa ia bisa pulang dengan Ardhan" ujar Ceysa yang menenangkan anak lelaki nya yang sedang emosi tersebut
"gabisa gitu mi, kan Ardhan udah ceritain Masalahnya , dan aku rasa Ardhan ga akan bohong kalau sudah menyangkut keselamatan Aurel" balas Farez menggebu-gebu
"betul mi, lagian ya mi, kalau Naf itu emang merasa bersalah, pasti dia sudah ada disini, sudah meminta maaf pada kita dan menjelaskan titik permasalahan nya dimana, tapi sekarang apa? sudah pukul 10 malam kenapa dia tidak datang?" ucap Abas
"benar dari hal kecil seperti ini saja dia belum datang untuk mengakui kesalahannya"ucap El
"Naf emang harus dikasih sedikit pelajaran sepertinya, tega banget dia meninggalkan sepupu kesayangan ku di di Dufan sendirian"ucap Rei
"sudah kalian jangan makin memperkeruh suasana, sekarang istirahat, besok kita juga bekerja, dan kamu Abas kamu besok masih harus sekolah"ucap Bram
" benar kata ayah biar masalah Naf papi yang urus kalian kerjakan saja apa yang harus kalian lakukan, dan ingat jangan memaksa Aurel buat bercerita mengenai kejadian ini, papi ga mau liat princess papi menangis, bisa dipahami?" ujar Brata menengahi perdebatan di malam yang dingin ini
"sudah gih sana istirahat, besok hari Senin" ujar Ratih menyudahi perdebatan malam ini
"baik bunda" ucap Farez, Abas, El dan Rei secara bersamaan
sesampainya Naf di mansion nya, ia langsung membersihkan tubuhnya dan segera beristirahat, namun hanya raga nya saja yang berada Disana, hati dan pikiran nya masih dihantui rasa bersalah karena membiarkan Aurel kehilangan arah di Dufan karena mencari dirinya dan berujung diantarkan oleh Ardhan, pesaing nya yang nyata dalam merebut hati aurel,,,,,
__ADS_1
*POV Nafdhan*
sial, kenapa saya bisa begitu bodoh meninggalkan Aurel di Dufan, apakah Aurel sudah tertidur? apakah tidur nya nyenyak? apakah ia saat ini menangis? otak ini sedang tidak bisa berpikir saat ini, ini semua salah saya, saya berhak di benci Aurel, tapi saya harus minta maaf pada keluarga Nelson, saya harus menjelaskan semuanya supaya tidak ada kesalahpahaman, tapi sekarang sudah sangat larut untuk bertamu, tuhan saya sangat merindukan Aurel,,,,
kemudian Naf pun segera berangkat menuju kediaman keluarga Nelson, ia harus bertemu dengan perempuan yang amat sangat ia cintai itu, ia ingin melihat sendiri keadaan Aurel, sesampainya ia disana ia langsung mengendap-ngendap masuk ke kamar Aurel, dilihat nya perempuan itu sedang tertidur lelap meringkuk seperti anak bayi,,,,
"hai baby, are u okay? I'm so sorry, maafin aku sayang, aku tidak bermaksud meninggalkan mu tadi sendirian, maafkan aku membuat kamu bersedih, maafkan aku, aku menyesal telah merusak hari mu, aku sangat menyayangi mu Aurel, sungguh aku sangat menyayangimu, sekali lagi maafkan aku, aku menyesal, aku berjanji tidak akan mengulangi kejadian hari ini" ujar Naf dengan suara serak nya yang menahan tangis sambil memeluk erat perempuan yang amat sangat ia cintai
"sayang liat ini, Naf menemui Aurel jam segini" ucap Ceysa pada suaminya
"benarkah? biarkan saja sayang, Naf sudah besar pasti ia bisa menyelesaikan masalahnya dengan Aurel" ujar Brata santai sambil melihat rekaman cctv
"semoga Abang-abangnya Aurel sekarang sudah tertidur,agar tidak memperkeruh suasana" ujar Ceysa
"Naf pasti akan menemui ku untuk menjelaskan apa yang telah ia lakukan pada Aurel, kita tunggu saja ya sayang, mungkin ia punya alasan tersendiri untuk ini, semoga semua nya baik-baik saja" ujar Brata meyakinkan Ceysa
"semoga baik-baik saja , yasudah kita istirahat aja mas, besok kamu ada meeting pagi kan?" balas ceysa
"iya sayang, goodnight istriku, i love you" ucap Brata sambil memeluk istrinya itu
"night too suamiku, i love you more" sambil membalas pelukan suaminya
"princess, nanti balik sama Abang ya, karena Abas dia ada latihan sore, nanti Abang jemput ke depan kelas ya sayang" ujar Altez sambil melirik kaca spion mobil nya
"yahh, kita berdua aja dong pulang kerumah? " ujar aurel manyun
"sama bang Al aja yaa Adek, nanti pulang Abang belikan coklat deh sebagai gantinya" bujuk Abas
"bang tian beneran? bang Tian suka nyebelin nanti bang Tian lupa belikan coklat buat Adek" balas Aurel
"engga Adek, nanti Abang belikan sehabis latihan yaa, oke??" bujuk Tia
"deal, tapi bang Al Adek gamau jemput dikelas, Adek tunggu di parkiran mobil aja ya?? please??" pinta Aurel
"Gausah biar Abang jemput ke kelas princess" pinta Altez
"ga gamau, Adek tunggu Abang di parkiran ajaa" ujar Aurel sambil menampilkan wajah yang menggemaskan nya itu
"huh baiklah,, Abang tunggu di parkiran" ucap Altez mengalah setelah melihat Aurel yang sangat menggemaskan itu
akhirnya mereka pun telah sampai disekolah dan menuju ke kelas masing-masing, untuk memulai pelajaran hari ini,,,,
__ADS_1
*POV Nafdhan*
sial untung saya bangun lebih cepat dari Aurel, berada dekat dengan nya membuat dunia saya terasa sangat nyaman dan tenang, sangat berbeda dengan dunia yang saat ini saya jalani yang setiap detik nya penuh dengan bahaya yang mengancam nyawa dan berujung kematian, hari ini saya harus bertemu dan meminta maaf pada Aurel secara langsung, semoga ia mau memaafkan saya hari ini, saya akan pergi ke sekolah nya hari ini,,,,
bel sekolah telah berbunyi, seluruh siswa pun bergegas meninggalkan kelas nya masing-masing dan mulai sibuk dengan apa yang mereka lakukan ada yang ngapelin pacar tercinta, ada yang segera bergegas ke lapangan buat latihan basket, ada juga yang bergegas langsung menuju gerbang untuk pulang, begitu juga halnya dengan Aurel yang bergegas untuk segera menuju parkiran dan pulang bersama Altez, namun kemudian tanpa sengaja ia bertatapan dengan sosok yang sangat ia benci kemaren,,,
"ngapain Naf kesini" tanya Aurel dingin
"sayang, maafkan aku sayang, aku menyesal telah meninggal kan mu kemaren, aku minta maaf baby" ujar Naf sambil menggenggam tangan Aurel
"lepaskan aurel gamau ketemu Naf" ucap Aurel sambil melepaskan tangan Naf
tiba-tiba Altez pun datang menghampiri mereka berdua dengan tangan yang sudah mengepal siap untuk mendarat kan tinju nya ke wajah Nafdhan yang saat ini paling ingin dia temui, setelah mendengar penjelasan Farez tadi malam saat ia pulang kerumah, ia ingin sekali membunuh sosok pria yang sangat ia hilangkan saat ini juga,,,,
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...author lagi rajin nih up buat kalian...
...pantengin terus ya Aurel nya...
...jangan lupa tinggalin jejak...
...bye bye byeeee...
__ADS_1