Possesive Brothers

Possesive Brothers
__63__


__ADS_3

...HAPPY READING...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


Bel pulang sudah berbunyi beberapa menit yang lalu.Tapi Aurel masih menunggu kedatangan ketiga abangnya di depan kelas.


"Eh, bang Altez sama yang lain kok ganti seragam olah raga?"tanya Aurel.


"Iya. Tiba-tiba aja Abang harus latihan futsal dan Abas sama Rei juga harus latihan Basket."jawab Altez.


Kemaren Abang bilang hari ini gak ada latihan , padahal Aurel mau ajak Abang ke mall"ucap Aurel dengan sendu.


"Maaf ya sayang , Abang juga gak tau tiba-tiba aja tadi guru olah raga suruh kita buat kumpul , liat nih abang sama yang lain aja cuma pake baju olahraga karena baju seragam basket sama futsal kan sengaja gak dibawa. ke mall nya habis Abang tanding aja ya.. lagian kan bentar lagi mau tanding jadi harus sering latihan"ucap Altez tak enak hati menolak permintaan adiknya tapi mau gimana lagi ia juga tidak bisa berbuat apa-apa.


"Nanti pulang latihan Abang beliin Adek eskrim deh"ucap Abas berusaha menghibur Aurel.


"Promise?"tanya Aurel sembari mengangkat kelingkingnya.


"Iya sayang , abang janji"balas Abas sambil mengaitkan jarinya dengan kelingking Aurel.


"Oh iya bang , terus kalo kita latihan, Princess pulang Sama siapa?" Tanya Rei.


"adek gak papa kalo pulang di jemput supir?" Tanya Altez


"Hmm...gak papa kok bang. Eh kalo Aurel mau ke kantor Papi boleh gak?"tanya Aurel.


"Adek mau ke kantor papi?"tanya Abas yang dijawab anggukan kepala.


"Abang telpon papi ya"ucap Altez.


"jangan! , Nanti Adek sendiri aja yang telpon papi bang"ucap Aurel.


"Ya udah , yuk Abang antar keluar"ajak Altez sembari menarik lembut tangan Aurel.


"Gua ikut"ucap Ardhan singkat.


"Terserah lu aja."balas Altez.


Sedangkan yang lain kembali kelapangan termasuk Abas dan Rei.


kini mereka bertiga berjalan menuju mobil yang sudah menunggu di dekat gerbang sekolah.


"Pak, anterin Aurel ke kantor Papi , dan langsung antar kedalam"titah Altez.


"Baik tuan"ucap supir itu.


Sebelum Aurel memasuki mobil , tangannya di tahan oleh Ardhan.

__ADS_1


"Kenapa kak?"tanya Aurel.


"Pakai ini , cuaca lagi dingin"ucap Ardhan sembari menyodorkan Hoodie nya pada Aurel.


lantas Aurel langsung menerimanya dengan senang hati , kebetulan ia juga lupa membawa jaketnya.


"Terimakasih kak Ardhan ganteng"ucap Aurel sembari mengedipkan sebelah matanya lalu langsung masuk kedalam mobil.


"Woi!! Lo masih mau berdiri disitu?"ucap Altez membuyarkan lamunan Ardhan.


"Apasih bang , Lo ngagetin gua aja"ucap Ardhan mendengkus.


"Baru juga di kedipin lu udah salting Ampe bengong begitu , pesona Adek gua bukan maen"ucap Altez lalu berjalan menuju lapangan.


Sedangkan Ardhan masih berusaha mengontrol detak jantungnya akibat kedipan maut dari Aurel.


"Shit!! Lo buat gua semakin cinta sama lu Rel"batin Ardhan.


...*******...


Setelah pulang dari sekolah Aurel langsung menuju ke kantor papi dan juga Abangnya.


Butuh waktu sekitar 30 menit untuk sampai ditempat tujuan.


"Nona kita sudah sampai"ucap sopir keluarga Nelson.


"Makasih ya pak, Adek masuk sendiri aja"ucap Aurel


"Tapi tuan Altez bilang--


"Eh,tidak usah pak. Aurel bisa sendiri kok,kalo gitu Aurel langsung masuk aja ya pak" sela Aurel lalu berlari masuk kedalam kantor.


Saat sudah memasuki lobby kantor Aurel sedikit bingung melihat wanita yang menjadi resepsionis saat ini , karena waktu pertama kali ia kesini resepsionisnya masih terlihat muda tapi kenapa sekarang terlihat sangat tua.


Karena tak ingin membuang-buang waktu lebih lama lagi Aurel bergegas menuju meja resepsionis itu.


"Heh enak aja kamu manggil saya Tante."jawab resepsionis tersebut yang bernama Ajeng dengan sedikit marah.


"Terus kenapa Tante bedaknya tebal banget , bajunya juga kekecilan , Aurel aja yang badannya kecil lebih suka pakai baju gede"ucap Aurel sembari memperhatikan Ajeng dari atas sampai bawah.


"Siapa kamu berani-beraninya menilai saya ha? , kamu tu cuma anak kecil!! jangan sok ceramahin saya!!"bentak Ajeng.


"Maaf Tante"ucap Aurel sembari menundukkan kepalanya.


"dasar!! mau apa kamu kesini?"tanya Ajeng.


"Adek mau ketemu papi sama Abang"ucap Aurel.


"Papi? miskin aja sok-sok an manggil papi"ledek Ajeng.


"Ttapi ..Papi Aurel itu yang punya kantor ini tau"ucap Aurel sebal.


"Maksud kamu Pak Brata dan Abang yang kamu maksud itu pak Farez?"tanya Ajeng.


"Iya betul"


"Heh!! kamu jangan ngada-ngada ya. Keluarga Nelson itu gak punya anak perempuan"


"tapi itu emang beneran!! Aurel gak bohong"balas Aurel kesal.


"Kamu itu ya. Ooo...atau jangan-jangan kamu jalang ya?"ucap Ajeng sambil menunjuk-nunjuk Aurel.


"Aurel bukan jalang"ucap Aurel dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Semua orang memperhatikan pertengkaran itu tapi tidak ada satupun yang melerai.

__ADS_1


"Cepat kamu pergi dari sini"usir Ajeng kepada Aurel.


"GAK MAU!!! AUREL MAU KETEMU PAPI SAMA ABANG AUREL"ucap Aurel teriak.


Plak


Ajeng menampar pipi Aurel hingga sedikit robek di bagian sudut bibirnya kemudian Ajeng langsung menjambak kuat rambut Aurel lalu menghempaskan tubuhnya ke lantai.Dengan kasar ia menarik Aurel menuju pintu keluar.


sedangkan Aurel hanya bisa menangis keras sambil memanggil papi dan abangnya.


"Ada apa ini?" Tanya seseorang dengan suara tegas dan dingin. Seketika Ajeng menghentikan aksinya.


"Aurel"ucap Farez pelan tapi masih mampu didengar oleh beberapa orang yang berdiri dekat dengannya.


Aurel yang kenal dengan suara tersebut langsung menghentakkan lengannya yang tarik paksa kemudian langsung berlari ke arah Farez dan langsung memeluknya dengan erat.


"Apa yang terjadi?" Tanya Farez kepada para karyawan yang masih memeluk Aurel dengan sorot mata yang tajam.


"itu... pak, Jalang ini mengaku-ngaku menjadi adik bapak dan mencoba terus masuk untuk bertemu dengan bapak. Padahal sudah saya usir."ucap Ajeng dengan percaya diri yang berfikir.


"Siapa yang kau sebut dengan jalang?" Tanya Farez dengan rahang yang mengeras.


"I-tuu pak"ucap Ajeng menunjuk Aurel dengan suara yang sudah mulai bergetar karena takut.


"Yang kau sebut dengan jalang ini adalah adikku. Cucu perempuan satu-satunya keluarga Nelson. Berani sekali kau mengusir dan menampar adikku!! Memangnya siapa dirimu HAH?"ucap Farez setelah melihat bekas tamparan di pipi sebelah kanan princess nya. Dan pernyataan tersebut membuat semua orang terkejut.


"Ma-maaf pak , sa-ya tidak tau"ucap Ajeng gugup.


"Jika dia bukan adikku apakah kau juga akan seperti ini memperlakukan seorang tamu?"


"Ti-tidak pak"


"Bawa dia!! "ucap Farez kepada dua pengawal pribadinya dan langsung dilaksanakan.


"Dan buat kalian semua, dia adalah adik bungsu saya!! saya tidak ingin kejadian seperti ini terjadi lagi!! paham?


"Paham pak"jawab para karyawan serentak. Lalu Farez segera menggendong Aurel menuju ruangannya.


Mungkin karena kelelahan akibat menangis Aurel sudah tertidur dalam pelukan Farez. Farez dengan perlahan menidurkan Aurel dikamar yang berada di ruang kerjanya kemudian ia mulai mengobati sudut bibir Aurel yang terluka dengan hati-hati agar tak membangunkannya.


Lalu ia juga Ikut membaringkan dirinya di samping tubuh adiknya , beberapa menit kemudian ia pun juga ikut terlelap.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......

__ADS_1


.......


Selamat malam menjelang subuh semua , semoga kalian suka part ini , jangan lupa tinggalin jejak ya:*


__ADS_2