
Aurel terbangun dari tidurnya , hal pertama yang ia lihat adalah Abang Farez yang sedang memandangi dirinya.
"akhirnya bangun juga , ada yang sakit?"Tanya Farez.
"Adek gapapa , Adek mau mami"jawab Aurel dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Bentar ya , Abang panggil mami dulu"sambil beranjak dari tempat tidur , tetapi terhenti Karena tangan Aurel menahannya.
"Abang hiks... jangan hiks...pergi , Adek gak sendirian"ucap Aurel.
Farez kembali duduk di tempat duduk , lalu meminta seorang maid yang berada di sana untuk memanggil maminya.
Tidak butuh waktu lama akhirnya Ceysa datang menghampiri putri kecilnya.
"Sayang ini mami , kenapa? ada sakit? atau kita ke rumah sakit aja?"Tanya Ceysa panik.
"Gak mau , Adek gak hiks...mau ke rumah hikss.. sakit"ucap Aurel di sela-sela tangisnya.
"Iya-iya kita gak ke rumah sakit , tapi Adek makan dulu ya , Adek mau makan apa biar mami bikinin"ucap Ceysa.
"Adek mau bubur ayam buatan mami"Balas Aurel.
"tunggu bentar ya sayang , mami masakin dulu ya"ujar Ceysa.
Aurel menganggukkan kepalanya untuk membalas ucapan Ceysa.
Selepas Ceysa pergi , Farez mendekati Aurel kembali.
"Kita turun kebawah yuk? Adek gak bosen di kamar terus"tanya Farez.
"Iya , Adek bosan"gumam Aurel pelan.
"Yaudah, sekarang kita kebawah"ucap Farez sembari menggendong Aurel koala.
Sampai di bawah terlihat Abas adan Altez sendang duduk di ruang keluarga sambil mengotak Atik laptopnya.
Farez mendudukkan Aurel di atas pangkuannya , sambil melihat apa yang di kerjakan oleh Altez.
"Udah ketemu dalangnya?"tanya Farez sontak membuat kedua adiknya terkejut karena terlalu fokus ia tidak mengetahui jika Farez dan Aurel sedang duduk di sampingnya.
"Belum bang , kayaknya dia gak kerja sendiri deh"ujar Altez.
"Maksud kamu?"tanya Farez.
__ADS_1
"tidak mungkin dia bisa mematikan cctv sedangkan untuk masuk kesana harus ada izin penjaga dan kepala sekolah"ucap Altez.
"Atau dia menggunakan kemampuan lain?"timbal Abas.
"Maksud Lo?"tanya Altez penasaran.
"Mungkin aja dia udah kendalikan semua cctv disekolah jadi dia bisa menghidupkan dan mematikan cctv semaunya"ucap Abas.
"Itu mungkin saja , besok Abang akan menyuruh kepada sekolah untuk mengganti semua cctv ada di sekolah dan cctv tersebut harus terhubung langsung pada ponsel Abang."ucap Farez.
"Iya bang , aku setuju"Balas kedua adiknya.
"Adek udah gapapa bang?"tanya Altez.
"Masih sama , dia tidak terlalu banyak bicara seperti sebelumnya."ucap Farez.
Sedari tadi Aurel hanya diam dan terlihat kekosongan di kedua matanya.
"Apa kita perlu minta bantuan psikiater?"tanya Abas
"Tidak perlu , kita hanya perlu menghiburnya saja"ucap Farez.
Dari kejauhan terlihat Ceysa sedang berjalan dengan nampan di kedua tangannya.
"Makanan datang sayang"ujar Ceysa.
"Mau di suapin papi"ucap Aurel.
"Tapi papi lagi kerja sayang , mami aja yang suapin"pinta Ceysa.
"Mau papi , hikss... Adek mau papi...hikss.. "ucap Aurel dengan tangisnya.
"Oke-oke , mami telpon Papi dulu"ujar Ceysa Sembari mengambil ponsel dan langsung menghubungi suaminya.
"Halo mi"
"Halo Pi"
"papi bisa pulang gak? Aurel gak mau makan kalau gak papi yang suapin"
"Oke-oke 15 menit lagi papi sampai rumah"
Setelah menyelesaikan pembicaraannya Ceysa menyimpan ponselnya kembali.
__ADS_1
"Bentar lagi papi pulang, mama tarok ini dulu nanti di hangatkan lagi supaya gak dingin"ucap Ceysa sambil kembali ke dapur untuk meletakkan bubur tadi.
15 menit kemudian Brata telah sampai di kediamannya.
"Papi pulang"ucap Brata sambil memasuki mansion.
Mendengar suara papinya Aurel yang sedang berada di pangkuan Farez pun berdiri dan langsung berlari menuju ke arah Brata.
"Papi...."ujar Aurel.
"Gemesnya ,,, siapa tadi gak mau makan kalau gak papi suapin?"tanya Brata.
Seketika Aurel memberikan cengiranya pada Brata.
"Yaudah , Papi bersih-bersih bentar yaa"ucap Brata sembari berjalan menuju kamarnya.
Di apartemen Ardhan...
"Bagaimana? apakah kalian sudah menemukannya?"tanya Ardhan pada salah satu orang suruhannya.
"Belum tuan , sepertinya pelaku bukan orang biasa , agak sulit bagi kami menemukannya"
"Saya tidak mau tau , saya beri kalian waktu sampai 5 hari jika kalian tidak bisa menemukan kapala kalian jadi jaminannya"ucap Ardhan.
"Baik tuan"sembari keluar dari apartemen tuanya.
"Sebentar lagi kau akan menemui ajal mu"batin Ardhan.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
__ADS_1
rencananya mau up 2 hari ini:)
Tunggu ya:) salam sayang buat kalian kesemua:*