Possesive Brothers

Possesive Brothers
__76__


__ADS_3

...hello...


...happy eid adha everyone!!!...


...and...


...happy reading!!!...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


*bukkkkk*


pukulan Al tepat mengenai pipi kiri Naf, membuat Naf terjatuh Ke tanah,


"ya Tuhan Naf!!!!" pekik Aurel yang segera menghampiri Naf


Al tampak belum puas jika hanya dengan satu pukulan yang mengenai wajah laki-laki yang tidak bisa bertanggungjawab dengan janji yang telah ia ucapkan, Al tampak telah dirasuki oleh emosi yang sudah ia tahan dari semalaman untuk tidak menemui Naf, akhir nya Al pun kembali melayangkan tinju nya untuk mengenai pipi kanan Naf, namun....


" Abang Al cukup" teriak Aurel kencang sambil menangis dan melindungi Naf


"kalem Al , ga semua bisa diselesaikan dengan kekerasan" ucap Rei sambil menahan pukulan Altez


"its okay sayang, aku gapapa, aku berhak di pukul Abang mu, aku akan menerima nya, kamu jangan menangis, ini tidak sakit sumpah" ujar Naf menenangkan Aurel


"sini gua bantu berdiri" ucap Ardhan menjulurkan tangan nya kepada Naf, ia kebetulan akan pulang namun ia mendengar ada suara gadis yang familiar di telinga nya dan benar saja ia melihat Aurel, Naf, Altez, dan juga Rei


"thanks dan" ucap Naf


"heh, urusan saya sama anda belum bisa dikatakan selesai disini" ucap Al tegas


" Abang Al apa-apaan si, kenapa mukul Naf , Naf jadi sakit kan, Adek udah maafin Naf, jadi jangan seenaknya kaya gitu pukul Naf, Adek ga suka liat abang Al sembarangan tinju orang" ucap Aurel sambil masih menangis


"maafin Abang Al sayang, ia sudah kalut karena emosi nya terhadap Abang Naf " bujuk Rei


"udah gapapa sayang, aku gapapa ko" ujar Naf sambil memeluk Aurel untuk menenangkan nya


tanpa mereka sadari Ardhan masih tetap berdiri disana melihat drama romantis nan menegangkan yang sedang terjadi, miris sekali Ardhan hidupnya sudah seperti drama Korea,,,,


"apa-apaan anda main peluk adik saya? emang anda siapa? Anda tidak berhak sedikitpun atas adik saya" ucap Al yang masih tersulut emosi dan masih ingin melayangkan kepalan tinju nya

__ADS_1


" Abang Al sudah!! cukup!! Naf udah sakit, Abang Al mau Naf masuk rumah sakit? kalau Naf kenapa-kenapa Abang mau tanggung jawab??" pekik Aurel sambil menghempaskan tangan Altez


"Aurel kamu ngapain masih belain laki-laki kayak dia yang udah jelas gabisa tepati janjinya dan ga bisa bertanggungjawab atas kamu!!!"bentak Al pada Aurel


Aurel pun semakin menangis dan menatap nanar Abang nya yang telah membentak nya dihadapan banyak orang, Aurel merasa kepingan masa lalu yang sudah sangat ingin ia lupakan malah muncul kembali seperti sesuatu yang sangat tidak ia harapkan tiba-tiba muncul, luka yang selama ini ia berusaha untuk menutupi kini tiba-tiba terbuka kembali sedikit demi sedikit seperti susunan puzzle


"Al kamu keterlaluan sama Aurel, bukan dia yang harus jadi lampiasan emosi mu" ujar Rei menenangkan Naf


"hei baby, look at me? jangan menangis, aku baik-baik saja sungguh!!" ujar Naf menenangkan Aurel


"sudah Aurel jangan menangis lagi, nanti kamu kecapean" ujar Ardhan pada Aurel


"eh lu pada ngapain ngumpul rame-rame disini kaya nonton wayang golek aja lu pada, Sono bubar!!!" balas Ardhan yang membubarkan kerumunan manusia kepo disekolahan nya


"Aurel sayang, maafkan Abang, Abang ga bermaksud untuk membentak kamu sayang" ujar Al yang seakan baru tersadar atas apa yang telah ia perbuat


"Abang Al jahat, Abang ga sayang sama Adek" ucap Aurel sambil memukul Al


"maafkan Abang Al ya dek, ia bukan bermaksud untuk memarahi mu, karna tadi ia sedang emosi sayang" ujar Rei sambil memeluk Aurel


"maafkan saya, saya bersalah, saya tidak seharusnya meninggalkan Aurel sendirian di Dufan, saya berhak untuk di hukum agar kalian mau memaafkan saya, dan mengizinkan saya untuk bisa terus bertemu Aurel, saya janji ini yang pertama dan terakhir saya membahayakan Aurel, jika nanti dikemudian hari saya melanggar, maka saya siap untuk tidak bertemu dengan Aurel selamanya" balas Naf cepat sambil berlutut, ia tidak mau mengambil resiko terburuk seandainya ia tidak diizinkan untuk bertemu dengan Aurel


"saya sudah memaafkan mu bang Nafdhan, tolong pegang ucapan dan janji yang sudah kamu ucapkan barusan, Karena seorang laki-laki sejati yang di pegang ialah janjinya" ucap Rei menengahi ketegangan ini


"Abang Al mau kan maafin Naf? Naf ga salah ko , ini Karena Adek nyasar bang karna saking rame nya orang Disana, Naf ga salah bang" ujar aurel sambil melihat masuk ke dalam mata Al


"fine!! saya maafkan kesalahan mu, ingat ini yang pertama dan terakhir Aurel bahaya saat bersama mu, tepati janji mu sebagai laki-laki" putus Al cepat


"ayo Adek, kita pulang bertiga" ucap Rei menggenggam tangan Aurel membawa ia ke parkiran depan


"mau ngapain lagi?" tanya Al dingin


"sebentar saja " pinta Naf meyakinkan


"tanya saja sama anaknya sendiri" ujar Rei melirik Aurel


"apakah diizinkan? bang Al , bang Rei?" ucap Aurel ragu


*hufttt* Al pun membuang nafas nya kasar


"baiklah hanya sebentar, Abang Al dan bang Rei tunggu di mobil yaa sayang" ucap Al sambil merapikan anak rambut Aurel yang sudah tidak karuan letaknya


akhirnya Rei dan Al memutuskan untuk meninggalkan Naf dan Aurel yang mereka rasa urusannya belum selesai, begitu juga dengan Ardhan yang segera mengambil mobilnya dan segera meninggalkan sekolah, seakan ia enggan untuk memperkeruh suasana, sementara itu,,,,


"kenapa Naf mau bicara sama Aurel" tanya Aurel


"aku cuman mau bilang makasih karna kamu sudah mau maafin aku sayang" ucap Naf sambil mengelus kepala Aurel dengan lembut


"kata siapa Aurel sudah maafkan Naf?" tanya Aurel polos


"tadi kan kamu udah belain aku di depan abang-abang kamu, bahkan kamu menangis didepan mereka hanya untukku?" goda Naf

__ADS_1


"engga, Aurel bilang gitu agar Abang Al tidak mukul Naf lagi, itu saja" jawab Aurel sambil mengalihkan pandangannya


"ah yang bener??" tanya Naf sambil mencubit pipi Aurel gemes


"iya" jawab Aurel singkat yang masih tidak mau menatap Naf


"hei baby, liat aku dong" pinta Naf sambil mengeluarkan coklat kesukaan Aurel


"huaaaaaaaaa coklat" seru Aurel yang senang ketika ia diberikan coklat kesukaannya


"this is for my baby Aurel" kata Naf memberikan coklat nya pada Aurel dan memeluknya


"makasih ya Naf coklatnya" balas Aurel


"sama-sama sayang, maafin aku ya?" pinta Naf dengan penuh harap


"tentu, Aurel sudah maafkan Naf ko, hehehehe" ujar Aurel


" terimakasih sayang" ucap Naf sambil mengecup kening Aurel dengan penuh rasa sayang


"yu aku antar ke mobil Abang kamu, nanti dia marah lagi ke aku" ucap Naf sambil melepas kan pelukan nya


"iya Naf" balas Aurel yang masih menunduk malu


akhirnya Naf pun mengantar kan Aurel ke mobil Altez, dan segera pamit pergi.


Aurel, Altez, dan Rei pun segera meninggalkan sekolah dan menuju mansion keluarga Nelson sambil memakan coklat yang diberikan oleh Naf tadi,,,,


...hey hey hey...


...yah Aurel nya udah baikan nih sama Naf...


...kira-kira kelanjutan nya apa yaaa???...


...pantengin terus yaahhhh...


...jangan lupa tinggalkan jejak!!!!...


...see u bye bye bye guys...


.......


.......


.......


.......


.......


.......

__ADS_1


.......


.......


__ADS_2